10 Desain Teras Ramah Balita dengan Kebun Mini, Anak Aman Ditinggal

2 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Desain teras ramah balita menjadi pilihan banyak keluarga yang ingin menyediakan ruang bermain sekaligus ruang belajar di rumah. Penataan teras yang dipadukan dengan kebun mini dapat menghadirkan tempat bagi anak untuk bergerak, mengenal tanaman, dan menikmati udara terbuka tanpa harus keluar dari lingkungan rumah. Konsep ini juga membantu orang tua menyiapkan area yang dapat dipantau dengan mudah.

Keamanan menjadi hal yang perlu diperhatikan sejak tahap penataan. Pemilihan pagar, susunan tanaman, letak kursi, hingga jalur berjalan perlu dirancang agar tidak menimbulkan risiko bagi balita. Dengan penempatan yang tepat, anak memiliki ruang untuk bermain tanpa banyak hambatan yang dapat menyebabkan cedera.

Bagi Anda yang memiliki anak balita, kiranya desain teras berikut bisa menjadi salah satu referensi yang bisa diterapkan di tempat tinggal. Simak 10 modelnya dihadirkan Liputan6.com pada Kamis (18/6).

1. Teras Berpagar dengan Kebun Mini di Sisi Dinding

Desain pertama menggunakan pagar yang mengelilingi seluruh sisi teras sehingga balita tetap berada di dalam area bermain. Pintu pagar memakai pengunci yang berada pada posisi lebih tinggi dari jangkauan anak. Dengan cara tersebut, anak tidak mudah keluar tanpa pendamping. Area bermain juga tetap berada dalam pengawasan dari dalam rumah.

Kebun mini ditempatkan menempel pada dinding menggunakan pot yang tersusun rapi. Jalur berjalan di bagian tengah dibiarkan kosong sehingga anak dapat berpindah tempat tanpa melewati tanaman. Penataan ini juga membuat proses membersihkan teras menjadi lebih mudah dilakukan setiap hari.

Keamanan meningkat karena anak tidak bersentuhan langsung dengan pot besar atau peralatan berkebun. Seluruh tanaman berada pada tempat yang tetap sehingga tidak mudah bergeser saat anak bermain. Desain teras ramah balita ini membantu orang tua menyediakan ruang bermain yang lebih tertata.

2. Teras dengan Hamparan Rumput dan Kebun Mini

Hamparan rumput dapat menjadi tempat duduk, berjalan, dan bermain bagi balita. Rumput dipasang menutupi sebagian besar lantai sehingga anak tidak langsung bersentuhan dengan permukaan keras. Jalur menuju pintu rumah tetap dibuat terbuka agar aktivitas keluarga tidak terganggu.

Kebun mini berada di sudut teras menggunakan pot yang memiliki ukuran sama. Penataan tersebut membuat area tanaman terlihat terpisah dari ruang bermain. Anak dapat melihat tanaman tanpa harus menginjak media tanam atau menyentuh alat berkebun.

Konsep ini membantu mengurangi risiko anak terpeleset saat bermain. Orang tua juga lebih mudah mengetahui posisi anak karena ruang bermain tidak terhalang banyak barang. Penataan sederhana membuat area tetap nyaman digunakan setiap hari.

3. Teras dengan Bangku Menempel dan Kebun Mini

Bangku dibuat menyatu dengan dinding sehingga tidak mudah bergeser ketika digunakan. Bagian bawah bangku dapat dimanfaatkan untuk menyimpan mainan dalam kotak yang tertutup. Cara ini membuat teras tetap rapi setelah anak selesai bermain.

Kebun mini berada di belakang bangku dengan susunan tanaman yang teratur. Anak dapat melihat tanaman dari tempat duduk tanpa harus masuk ke area kebun. Orang tua juga dapat mengajak anak mengenal bentuk daun dan batang dari jarak yang aman.

Penataan seperti ini mengurangi benda yang berserakan di lantai. Anak memiliki ruang bergerak yang lebih luas sehingga risiko tersandung dapat ditekan. Desain teras ramah balita ini juga membantu keluarga memanfaatkan ruang secara lebih efisien.

4. Teras dengan Jalur Bermain dan Kebun Mini

Bagian tengah teras dibuat sebagai jalur bermain menggunakan alas yang rata. Anak dapat berjalan, berlari kecil, atau memainkan mainan dorong tanpa terganggu pot tanaman. Jalur tersebut juga memudahkan orang tua mengawasi setiap gerakan anak.

Kebun mini berada pada kedua sisi jalur menggunakan pembatas sederhana. Pembatas membantu menjaga agar media tanam tidak mudah diinjak oleh anak. Tanaman tetap tumbuh di tempatnya tanpa mengurangi ruang bermain.

Konsep ini membuat fungsi teras terbagi dengan jelas. Area bermain dan area tanaman tidak saling bercampur sehingga aktivitas anak tetap aman. Penataan tersebut juga memudahkan perawatan tanaman setiap hari.

5. Teras dengan Rak Tanaman Bertingkat

Rak tanaman dipasang menempel pada dinding sehingga tidak mengurangi ruang bermain. Seluruh pot berada di atas rak dan tidak ditempatkan di lantai. Anak tetap memiliki ruang untuk bergerak tanpa banyak halangan.

Bagian bawah rak dibiarkan kosong sehingga mudah dibersihkan. Orang tua juga dapat melihat seluruh sudut teras tanpa hambatan. Penempatan ini membantu menjaga area tetap tertata sepanjang hari.

Karena pot tidak berada di jalur bermain, risiko anak menabrak atau menjatuhkan tanaman menjadi lebih kecil. Desain teras ramah balita ini sesuai bagi rumah yang memiliki teras dengan ukuran terbatas.

6. Teras dengan Kebun Mini dalam Kotak Tanam

Kotak tanam dibuat menyatu pada salah satu sisi teras sehingga media tanam tidak mudah berpindah. Anak dapat melihat proses pertumbuhan tanaman tanpa mengganggu bagian kebun. Orang tua juga lebih mudah mengatur posisi tanaman sesuai kebutuhan.

Ruang bermain tetap berada pada bagian depan teras dengan lantai yang bersih dari pot tambahan. Anak dapat menggunakan mainan tanpa khawatir mengenai tanaman. Jalur menuju pintu rumah juga tetap terbuka.

Model ini membantu mengurangi benda yang mudah berpindah saat digunakan anak. Area kebun tetap berada pada tempat yang sama sehingga pengawasan menjadi lebih mudah dilakukan.

7. Teras dengan Sudut Membaca dan Kebun Mini

Salah satu sudut teras digunakan sebagai tempat membaca dengan alas duduk. Anak dapat beristirahat setelah bermain tanpa harus masuk ke dalam rumah. Orang tua juga dapat menemani sambil tetap mengawasi seluruh area.

Kebun mini berada di belakang area membaca sehingga memberikan ruang belajar mengenai tanaman. Anak dapat melihat daun, batang, dan bunga dari jarak yang aman. Kegiatan membaca dan mengenal tanaman dapat dilakukan secara bergantian.

Penataan ini membantu anak memiliki kegiatan yang beragam dalam satu tempat. Area bermain tetap terbuka sehingga tidak mengganggu aktivitas keluarga di teras.

8. Teras dengan Pot Gantung

Pot gantung digunakan agar tanaman tidak berada di lantai. Penempatan ini membuat ruang bermain menjadi lebih luas. Anak dapat bergerak tanpa harus melewati banyak pot tanaman.

Bagian bawah pot dibiarkan kosong sehingga jalur berjalan tetap terbuka. Orang tua juga lebih mudah membersihkan lantai karena tidak perlu memindahkan banyak pot setiap hari.

Cara ini mengurangi kemungkinan anak menyenggol atau menjatuhkan tanaman. Desain teras ramah balita seperti ini juga membantu menjaga kebun mini tetap tertata.

9. Teras dengan Area Bermain Beralas Matras

Matras dipasang pada bagian tengah teras sebagai tempat anak bermain. Permukaan tersebut membantu mengurangi benturan ketika anak duduk atau merangkak. Orang tua juga lebih mudah membersihkan matras setelah digunakan.

Kebun mini ditempatkan di sisi teras menggunakan pagar pendek sebagai pembatas. Anak tetap dapat melihat tanaman tanpa masuk ke area kebun. Penataan ini menjaga ruang bermain tetap terpisah dari media tanam.

Konsep tersebut membuat aktivitas anak lebih mudah dipantau. Barang yang digunakan bermain juga dapat disimpan kembali setelah selesai sehingga teras tetap rapi.

10. Teras dengan Kebun Mini Mengelilingi Area Bermain

Desain terakhir menempatkan area bermain di bagian tengah, sementara kebun mini mengelilinginya pada sisi luar. Susunan tersebut membuat anak tetap berada di ruang utama yang mudah diawasi. Jalur menuju pintu rumah juga tidak terhalang tanaman.

Tanaman disusun dalam pot yang memiliki ukuran seragam sehingga tidak mudah bergeser. Peralatan berkebun disimpan di tempat tertutup setelah selesai digunakan. Cara ini membantu mengurangi benda yang dapat dijangkau anak.

Konsep ini membuat teras memiliki fungsi sebagai tempat bermain sekaligus ruang mengenal lingkungan sekitar rumah. Desain teras ramah balita seperti ini membantu orang tua menyediakan area yang aman, mudah diawasi, dan dapat digunakan setiap hari.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Desain Teras Ramah Balita

1. Apa yang dimaksud desain teras ramah balita?

Desain teras ramah balita adalah penataan teras yang mengutamakan ruang bermain anak dengan memperhatikan keamanan, kemudahan pengawasan, dan penempatan perabot serta tanaman.

2. Bagaimana membuat kebun mini tetap aman untuk balita?

Gunakan pot yang stabil atau menempel pada dinding, simpan alat berkebun di tempat tertutup, pilih tanaman yang tidak berduri, dan pisahkan area tanaman dari ruang bermain.

3. Apakah teras dapat menjadi tempat bermain balita setiap hari?

Bisa. Teras dapat digunakan sebagai ruang bermain selama memiliki pagar, lantai yang rata, ruang gerak yang cukup, dan tetap berada dalam pengawasan orang dewasa.

4. Tanaman apa yang cocok untuk kebun mini di teras rumah?

Tanaman daun, tanaman bumbu dapur, dan tanaman hias yang tidak berduri dapat menjadi pilihan untuk kebun mini keluarga.

5. Mengapa teras dengan kebun mini bermanfaat bagi anak?

Teras dengan kebun mini membantu anak mengenal tanaman, belajar menjaga lingkungan, bermain di ruang terbuka, serta memberi kesempatan orang tua mendampingi aktivitas anak dari dekat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|