Liputan6.com, Jakarta - Cara mengurangi kelembapan dan jamur di kamar tidur penting dilakukan saat udara terasa lembap. Kondisi ini dapat memicu kondensasi, dinding basah, hingga pertumbuhan jamur. Beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu menjaga kamar tetap kering.
Kelembapan di kamar tidur juga bisa berasal dari aktivitas sehari-hari. Saat tidur, tubuh melepaskan uap air melalui pernapasan dan keringat. Jika kamar tertutup sepanjang malam, uap air tersebut dapat terperangkap di dalam ruangan dan menyebabkan udara semakin lembap.
Selain itu, pakaian basah, kamar mandi yang berada di dekat kamar, serta furnitur yang menempel terlalu rapat ke dinding dapat memperburuk kondisi. Oleh sebab itu, beberapa langkah sederhana perlu dilakukan untuk mengendalikan kelembapan sebelum berkembang menjadi masalah jamur, seperti yang dilansir Liputan6.com dari Good Housekeeping, Selasa (15/9/2026).
1. Jangan langsung membuka jendela saat udara luar lembap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306483/original/023844100_1784880011-Desain_Kamar_Kos_yang_Bikin_Penghuninya_Bangun_Pagi_yang_Cocok_untuk_Pekerja_dan_Mahasiswa_yang_Sering_Kesiangan_Model_Penyimpanan_Bawah_Tempat_Tidur.jpg)
Perbesar
Membuka jendela sering dianggap sebagai cara paling mudah untuk mengatasi kamar yang pengap. Namun, langkah ini tidak selalu tepat. Jika udara di luar justru memiliki tingkat kelembapan lebih tinggi daripada di dalam kamar, membuka jendela dapat membuat lebih banyak uap air masuk ke rumah.
Sebelum membuka jendela, bandingkan terlebih dahulu tingkat kelembapan di dalam dan luar ruangan. Anda dapat menggunakan alat pengukur kelembapan atau hygrometer. Beberapa dehumidifier dan air purifier juga memiliki fitur untuk menunjukkan tingkat kelembapan udara.
Jika udara di luar lebih kering, jendela dapat dibuka untuk membantu mengganti udara yang pengap. Namun, jika kondisi di luar jauh lebih lembap, sebaiknya jangan membuka jendela terlalu lama.
2. Buka jendela pada waktu yang tepat
Meskipun jendela tidak disarankan dibuka sembarangan, bukan berarti kamar harus selalu tertutup. Udara di kamar tetap perlu diperbarui, terutama setelah Anda tidur semalaman. Awal hingga pertengahan siang umumnya menjadi waktu ketika kelembapan udara lebih rendah. Namun, kondisi tersebut tetap bergantung pada cuaca dan lingkungan sekitar.
Jendela juga dapat dibuka dalam waktu singkat, misalnya sekitar lima menit, untuk menyegarkan udara tanpa membiarkan terlalu banyak kelembapan masuk. Setelah tidur, sirkulasi udara menjadi sangat penting karena aktivitas manusia sepanjang malam dapat meningkatkan jumlah uap air di kamar.
3. Beri jarak furnitur dari dinding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345330/original/024163800_1789029306-72cc32f5-1244-4fa4-a121-7ed6fdbf68e3.jpg)
Perbesar
Posisi furnitur ternyata juga dapat memengaruhi kelembapan kamar. Furnitur berukuran besar yang menempel langsung ke dinding dapat menghambat sirkulasi udara. Jika kelembapan sudah mengendap pada permukaan dinding, udara perlu bergerak agar area tersebut dapat mengering. Dinding yang terus-menerus lembap tanpa sirkulasi udara yang baik berisiko menjadi tempat berkembangnya jamur.
Salah satu langkah sederhana adalah menarik furnitur beberapa sentimeter dari dinding, yaitu jarak sekitar 5 cm, terutama pada tempat tidur. Area di belakang tempat tidur perlu mendapat perhatian khusus karena manusia menghasilkan cukup banyak uap air ketika tidur. Dengan memberikan ruang antara furnitur dan dinding, udara dapat bergerak dengan lebih baik.
Selain memindahkan furnitur, kurangi juga barang yang menumpuk di kamar. Semakin banyak barang yang memenuhi ruangan, semakin banyak area yang dapat memerangkap kelembapan.
4. Tutup pintu kamar mandi setelah mandi
Kamar tidur yang memiliki kamar mandi dalam membutuhkan perhatian lebih terhadap uap air. Setelah mandi menggunakan air hangat, sejumlah besar uap dapat memenuhi kamar mandi. Jika pintu kamar mandi langsung dibiarkan terbuka, uap tersebut dapat menyebar ke kamar tidur dan ruangan lain. Akibatnya, tingkat kelembapan di dalam rumah meningkat.
Karena itu, pintu kamar mandi sebaiknya tetap tertutup setelah mandi. Nyalakan exhaust fan untuk membantu mengeluarkan udara lembap. Jika memungkinkan, jendela kamar mandi juga dapat dibuka agar uap keluar. Membuka jendela kamar mandi merupakan pengecualian dari aturan membuka jendela kamar tidur. Pasalnya, setelah mandi, udara di kamar mandi biasanya jauh lebih lembap daripada udara di luar.
5. Jangan langsung merapikan tempat tidur setelah bangun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6208421/original/051439200_1779086803-pexels-marcus-aurelius-9788329.jpg)
Perbesar
Kebiasaan langsung menarik selimut dan merapikan tempat tidur setelah bangun ternyata dapat membuat kelembapan lebih sulit keluar. Saat tidur, tubuh menghasilkan uap air melalui pernapasan dan keringat. Sebagian kelembapan tersebut dapat terserap oleh seprai, selimut, bantal, dan kasur.
Jika tempat tidur langsung dirapikan, kelembapan dapat terperangkap di antara lapisan tersebut. Kondisi lembap yang berlangsung terus-menerus dapat membuat seprai berbau apek dan menciptakan lingkungan yang kurang ideal.
Karena itu, setelah bangun, tarik atau lipat selimut agar permukaan tempat tidur mendapatkan udara. Bantal juga dapat ditepuk atau dikibaskan untuk membantu melepaskan kelembapan. Langkah sederhana ini memberikan kesempatan bagi tempat tidur untuk mengering sebelum kembali digunakan pada malam hari.
6. Atur sirkulasi setidaknya 30 menit
Selain membuka atau menarik kembali seprai, berikan waktu bagi kamar untuk mendapatkan sirkulasi udara setelah Anda bangun. Membuka jendela atau menggunakan dehumidifier selama setidaknya sekitar 30 menit pada pagi hari. Tujuannya untuk membantu mengeluarkan uap air yang terkumpul sepanjang malam sekaligus mengurangi kondensasi.
Jika kondisi luar sedang sangat lembap, penggunaan dehumidifier dapat menjadi pilihan yang lebih tepat dibandingkan membuka jendela. Dengan membiasakan ventilasi setelah tidur, kelembapan yang terakumulasi sepanjang malam dapat lebih cepat dikendalikan.
7. Jangan menaruh pakaian basah di kamar tidur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5357699/original/019906600_1758537937-aaaaaa.jpg)
Perbesar
Pakaian basah dapat menjadi sumber kelembapan tambahan di dalam kamar. Jaket yang basah karena hujan, tas yang terkena air, kaus kaki lembap, hingga pakaian yang belum kering semuanya akan melepaskan air ke udara saat mengering. Menaruh pakaian basah di sandaran kursi kamar tidur mungkin terlihat praktis, tetapi kebiasaan tersebut justru dapat meningkatkan kelembapan ruangan.
Selain itu, pakaian yang basah dan ditumpuk dalam kondisi kurang mendapat udara dapat lebih mudah menghasilkan bau tidak sedap. Bakteri juga dapat berkembang lebih mudah pada kondisi lembap. Sebaiknya, pakaian dan barang yang basah diletakkan di tempat dengan sirkulasi udara maksimal. Area khusus untuk menjemur pakaian tentu lebih baik daripada menggantungnya di dalam kamar tidur.
8. Gunakan area yang memiliki ventilasi baik untuk mengeringkan pakaian
Jika pakaian harus dikeringkan di dalam rumah, pilih lokasi yang memiliki aliran udara lebih baik. Hindari mengumpulkan pakaian basah di kamar tidur karena air yang menguap akan langsung menambah kelembapan ruangan.
Rak jemuran yang ditempatkan di area dengan ventilasi lebih baik dapat membantu pakaian mengering lebih cepat. Semakin cepat pakaian kering, semakin sedikit waktu kelembapan dilepaskan ke udara. Menggunakan area yang memiliki ventilasi maksimal dapat membantu membatasi pertumbuhan bakteri dan mengurangi kemungkinan munculnya bau apek pada pakaian.
9. Pertimbangkan menggunakan dehumidifier
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471384/original/029331000_1768284843-Gunakan_Diffuser_atau_Essential_Oil_untuk_Aroma_Segar.jpg)
Perbesar
Jika kamar tidur sering mengalami kelembapan tinggi dan kondensasi, dehumidifier dapat menjadi salah satu solusi praktis. Alat ini bekerja dengan menarik udara dari ruangan, mengurangi kandungan air di dalamnya melalui sistem kompresor atau desikan, kemudian mengembalikan udara yang lebih kering ke ruangan. Air yang berhasil dikumpulkan akan masuk ke dalam tangki sehingga perlu dikosongkan secara rutin.
Jumlah air yang terkumpul terkadang cukup banyak, terutama jika alat digunakan di ruangan yang memiliki tingkat kelembapan tinggi.Dehumidifier dapat ditempatkan di kamar tidur atau area yang menjadi sumber kelembapan. Penggunaannya di dekat kamar mandi atau area jemuran sebagai salah satu pilihan untuk membantu mengurangi kelembapan.
10. Pilih dehumidifier sekali pakai untuk area kecil
Tidak semua ruangan membutuhkan dehumidifier berukuran besar. Jika ruang yang bermasalah relatif kecil atau sempit, dehumidifier sekali pakai dapat menjadi alternatif. Produk jenis ini dapat membantu mengurangi kondensasi, terutama pada area seperti dekat jendela atau ruang yang memiliki kelembapan lokal.
Keunggulannya adalah ukurannya lebih praktis dan tidak membutuhkan ruang sebesar dehumidifier listrik. Namun, kapasitasnya juga terbatas sehingga perlu disesuaikan dengan tingkat kelembapan dan ukuran area yang ingin ditangani.
11. Kurangi barang yang menumpuk di kamar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318815/original/050458500_1786162393-Screenshot_2026-08-08_110734.jpg)
Perbesar
Selain mengatur furnitur, mengurangi barang yang tidak diperlukan di kamar juga dapat membantu memperbaiki sirkulasi udara. Tumpukan pakaian, kardus, tas, dan berbagai benda lainnya dapat membuat udara sulit bergerak di beberapa sudut ruangan. Area yang minim sirkulasi lebih mudah mempertahankan kelembapan.
Karena itu, usahakan kamar tetap memiliki ruang terbuka yang cukup. Berikan jarak di antara furnitur dan dinding serta hindari memenuhi sudut kamar dengan barang yang tidak digunakan.
Pertanyaan Seputar Cara Mengurangi Kelembapan dan Jamur di Kamar Tidur
Apakah membuka jendela bisa mengurangi kelembapan kamar?
Bisa, tetapi perhatikan kelembapan di luar. Jika udara luar lebih lembap, membuka jendela justru dapat meningkatkan kelembapan kamar.
Mengapa furnitur perlu diberi jarak dari dinding?
Jarak sekitar 5 cm membantu udara bersirkulasi di belakang furnitur sehingga dinding lebih mudah kering dan risiko pertumbuhan jamur dapat dikurangi.
Mengapa pakaian basah sebaiknya tidak dikeringkan di kamar?
Pakaian basah melepaskan uap air saat mengering sehingga dapat meningkatkan kelembapan kamar dan membuat ruangan lebih mudah berbau apek.
Apakah dehumidifier efektif mengurangi kelembapan kamar?
Ya. Dehumidifier bekerja dengan menarik udara dan mengurangi kandungan airnya sebelum mengembalikan udara yang lebih kering ke ruangan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

7 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327165/original/064069200_1787054539-fc_seoul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349204/original/040184800_1789478600-ChatGPT_Image_Sep_15__2026__08_13_13_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337924/original/039675800_1788263838-tolic.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349028/original/090778200_1789468880-ChatGPT_Image_15_Sep_2026__17.40.39.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346033/original/045741800_1789106613-1000133137.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523724/original/081865800_1772858013-jasa_bersih2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479335/original/096092700_1768974916-cabai_di_polybag__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348956/original/085802600_1789464370-Screenshot_2026-09-15_162502.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349029/original/081488500_1789468884-Screenshot_2026-09-15_173653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348939/original/028812200_1789463922-496e4d9b-6b08-46eb-9e5c-9931ab276645.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348843/original/049332500_1789460129-MUNDARI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334690/original/018421400_1787893059-fa9709bf-aaf1-4f93-ba04-104b3096c2e8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348910/original/053869700_1789463007-Gemini_Generated_Image_mtjhw8mtjhw8mtjh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337791/original/087016000_1788257441-01M1DQGK6GAHW99DX8FGRTEEWZ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3068779/original/014386000_1583387631-Gelandang_Arema_Oh_in-Kyun_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3372837/original/091115200_1612913073-WhatsApp_Image_2021-02-10_at_06.19.50__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348932/original/083093200_1789463803-pexels-pixabay-55821.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348954/original/099614100_1789464171-YU5NX6rBjfIcjzOLdul1__1_.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348554/original/001233000_1789449082-272005.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347811/original/017713300_1789368614-emtek_2.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)