12 Rangkaian Acara HUT Jakarta ke-499, Nikmati Event Seru hingga Wisata Gratis di Ibu Kota

1 day ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tanggal 22 Juni, Kota Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang menandai momen bersejarah pengusiran Portugis dari Sunda Kelapa. Peristiwa krusial ini terjadi pada 22 Juni 1527, ketika pasukan gabungan Kesultanan Demak dan Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah berhasil merebut Sunda Kelapa. Kemenangan tersebut kemudian diikuti dengan perubahan nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta, yang berarti 'kota kemenangan'.

Penetapan tanggal 22 Juni sebagai hari jadi Ibu Kota ini memiliki akar sejarah yang dalam. Wali Kota Jakarta, Sudiro, pada masa jabatannya tahun 1953-1958, mengusulkan tanggal tersebut dalam sidang pleno pada 22 Juni 1956. Usulan ini diterima secara bulat, mengukuhkan 22 Juni sebagai tonggak sejarah yang dirayakan setiap tahun dengan serangkaian acara meriah oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Perayaan HUT Jakarta kini telah menjadi tradisi yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, dengan festival budaya, ajang olahraga, pameran, hingga program belanja. Seluruh rangkaian kegiatan ini tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga merefleksikan semangat perubahan dan kemajuan Jakarta sebagai kota metropolitan yang terus berkembang.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (21/6/2026).

Jejak Sejarah Perkembangan Kota Jakarta

Perjalanan panjang Kota Jakarta menunjukkan transformasi besar dari sebuah pelabuhan kerajaan hingga menjadi pusat pemerintahan dan kota metropolitan modern. Setiap periode sejarah menghadirkan perubahan nama, status, dan peran strategis yang membentuk identitas Jakarta seperti yang dikenal saat ini.

  • Abad ke-14: Pada masa ini, wilayah yang kini dikenal sebagai Jakarta masih bernama Sunda Kalapa. Kawasan tersebut berfungsi sebagai pelabuhan utama Kerajaan Pajajaran dan menjadi salah satu pusat perdagangan penting di wilayah Nusantara. Aktivitas ekonomi maritim berkembang pesat karena letaknya yang strategis di pesisir utara Jawa.
  • 22 Juni 1527: Terjadi peristiwa penting ketika Pangeran Fatahillah melakukan penyerangan terhadap Sunda Kalapa. Setelah keberhasilan tersebut, wilayah ini kemudian berganti nama menjadi Jayakarta, yang berarti “kemenangan yang sempurna”. Perubahan ini menandai awal babak baru dalam sejarah politik dan budaya kawasan tersebut.
  • 4 Maret 1621: Pada masa kolonial Belanda, wilayah Jayakarta mulai dikuasai secara penuh dan kemudian dikembangkan menjadi pusat pemerintahan baru. Belanda menamai kawasan tersebut sebagai Stad Batavia, yang menjadi pusat administrasi, perdagangan, dan aktivitas kolonial di Hindia Belanda.
  • 1 April 1905: Status wilayah Batavia mengalami perubahan administratif menjadi Gemeente Batavia di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Perubahan ini menunjukkan penguatan struktur pemerintahan kota yang lebih modern pada masa tersebut.
  • 8 Januari 1935: Nama wilayah kembali disesuaikan menjadi Stad Gemeente Batavia, mencerminkan penataan ulang sistem administrasi perkotaan oleh pemerintah kolonial Belanda menjelang masa-masa akhir kekuasaan mereka.
  • 8 Agustus 1942: Pada masa pendudukan Jepang, Batavia resmi berganti nama menjadi Jakarta Tokubetsu Shi. Perubahan ini menandai pergeseran kekuasaan dari Belanda ke Jepang selama Perang Dunia II.
  • September 1945: Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Jakarta menjadi pusat pemerintahan nasional dengan nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta. Kota ini mulai memainkan peran penting sebagai pusat politik negara yang baru merdeka.
  • 28 Maret 1950: Pemerintah Republik Indonesia melakukan penyesuaian nama menjadi Praja Jakarta, sebagai bagian dari proses penataan administrasi pemerintahan daerah pascakemerdekaan.
  • 22 Juni 1956: Nama Jakarta kembali ditegaskan secara resmi oleh pemerintah kota menjadi Jakarta, memperkuat identitas kota sebagai ibu kota negara yang sedang berkembang.
  • 18 Januari 1958: Jakarta memperoleh status baru sebagai Kotamadya Djakarta Raya yang berada di bawah Provinsi Jawa Barat, menandai perubahan struktur pemerintahan yang lebih luas.
  • 1959:  Status Jakarta kembali ditingkatkan menjadi Daerah Tingkat I, yang berarti Jakarta mulai memiliki kedudukan setara provinsi dan dipimpin oleh seorang gubernur.
  • 1961:  Jakarta kemudian ditetapkan sebagai Daerah Khusus Ibu Kota (DKI Jakarta), menegaskan perannya sebagai pusat pemerintahan nasional Indonesia.
  • 31 Agustus 1964: Jakarta Raya resmi ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta, memperkuat posisinya sebagai pusat politik, ekonomi, dan administrasi negara.
  • 31 Agustus 1999: Berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1999, Jakarta mengalami perubahan status menjadi provinsi dengan otonomi khusus yang terdiri atas beberapa kota administrasi, menyesuaikan kebutuhan pemerintahan modern.
  • 30 Juli 2007: Melalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007, status Jakarta ditegaskan kembali sebagai Daerah Khusus Ibukota (DKI Jakarta) dengan kedudukan istimewa sebagai ibu kota negara Republik Indonesia yang memiliki otonomi khusus.

Tema dan Visual HUT ke-499: Menuju Lima Abad Jakarta

Perayaan Hari Ulang Tahun ke–499 Kota Jakarta menjadi sebuah momentum penting yang menandai perjalanan panjang ibu kota menuju usia lima abad. Di tahun ini, masyarakat diajak untuk menyatukan semangat dalam tema besar “Bergerak Menuju Era Baru Jakarta”, sebuah ajakan kolektif untuk terus melangkah maju menghadapi perubahan zaman dengan optimisme dan kebersamaan.

Selama hampir lima abad, Jakarta telah berkembang dari sebuah pelabuhan kecil hingga menjadi kota metropolitan yang dinamis dan berpengaruh di tingkat nasional maupun internasional. Dalam konteks perayaan ini, Jakarta tidak hanya dipandang sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang hidup yang terus berevolusi, menghadirkan inovasi, kreativitas, serta keberagaman yang menjadi kekuatan utama kota ini.

Semangat perayaan HUT ke–499 juga tercermin dalam visual logo resmi yang dirancang penuh makna. Warna-warni dinamis yang hadir di dalamnya melambangkan energi tanpa batas serta keragaman masyarakat Jakarta yang hidup berdampingan dalam harmoni. Identitas visual ini memperkuat pesan bahwa Jakarta adalah kota yang selalu bergerak, tumbuh, dan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Desain angka “499” pada logo tersebut disusun secara solid sebagai representasi kedewasaan kota yang semakin matang dalam perjalanan sejarahnya. Setiap elemen angka mencerminkan keterhubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan Jakarta. Pada angka “9” terakhir terdapat pusat pancaran cahaya yang terinspirasi dari konsep perjalanan waktu atau lorong waktu, menggambarkan transisi Jakarta menuju abad kelima yang penuh harapan baru.

Lebih jauh lagi, efek cahaya tersebut menjadi simbol pergerakan kota yang terus melaju menuju era modern yang lebih maju dan inklusif. Warna-warni yang menyelimuti logo menggambarkan kehidupan Jakarta yang tidak pernah berhenti, baik di siang hari yang sibuk maupun malam hari yang tetap menyala. Seluruh elemen visual ini merepresentasikan semangat kota yang hidup, berkembang dan terus bertransformasi tanpa kehilangan jati dirinya.

Ragam Kegiatan HUT DKI Jakarta ke-499

Perayaan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta ke-499 pada tahun 2026 diramaikan oleh berbagai rangkaian kegiatan berskala besar yang tersebar di sejumlah titik kota. Agenda ini tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kolaborasi, kreativitas, ekonomi, budaya, hingga kesehatan masyarakat. Setiap acara dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbeda yang memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang dinamis dan inklusif.

1. Festival Jakarta Great Sale (FJGS) - Jakarta, 10 Juni – 22 Juli 2026

Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 kembali hadir sebagai salah satu program belanja terbesar yang selalu dinantikan masyarakat. Kegiatan ini melibatkan ribuan outlet ritel yang tersebar di 104 pusat perbelanjaan di bawah naungan APPBI DPD DKI Jakarta. Selama periode penyelenggaraan, berbagai pusat perbelanjaan menawarkan beragam promo menarik yang tersebar di banyak kategori produk, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga gaya hidup modern.

Lebih dari sekadar kegiatan belanja, FJGS juga dirancang sebagai pengalaman urban yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati sisi lain kota Jakarta melalui aktivitas konsumtif yang terintegrasi dengan hiburan dan wisata kota. Suasana kota pun menjadi lebih hidup dengan berbagai program pendukung yang memperkuat daya tarik Jakarta sebagai destinasi belanja utama di Indonesia.

2. Jakarta Fair 2026 - JIExpo Kemayoran, 11 Juni – 12 Juli 2026

Jakarta Fair Kemayoran 2026 kembali digelar sebagai salah satu pameran terbesar di Asia Tenggara yang memadukan unsur ekonomi, hiburan, dan budaya dalam satu kawasan terpadu. Sebagai bagian penting dari perayaan HUT ke-499 Jakarta, ajang ini mengubah kawasan JIExpo Kemayoran menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif dan industri berskala besar.

Selama lebih dari satu bulan pelaksanaan, ribuan pelaku usaha menghadirkan berbagai produk unggulan mulai dari otomotif, teknologi, fesyen, kuliner, hingga parfum dan produk inovatif lainnya. Tidak hanya menjadi ruang transaksi, Jakarta Fair juga menawarkan hiburan musik, wahana permainan, serta pertunjukan budaya yang menjadikannya sebagai simbol perayaan gaya hidup urban masyarakat modern.

3. Kumpul Bocah

Kegiatan Kumpul Bocah menjadi salah satu program yang dirancang khusus untuk menghadirkan ruang bermain edukatif bagi anak-anak selama periode liburan sekolah. Konsep kegiatan ini menggabungkan unsur hiburan dan pembelajaran sehingga anak-anak dapat menikmati pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.

Melalui berbagai aktivitas kreatif, permainan interaktif, dan kegiatan sosial, festival ini mendorong perkembangan imajinasi, kreativitas, serta kemampuan bersosialisasi anak. Kegiatan ini juga menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antara keluarga dalam suasana rekreatif yang positif.

4. Bakti Kesehatan 5 Abad Jakarta - Jakarta, 20 April 2026 – Juni 2027

Program Bakti Kesehatan 5 Abad Jakarta merupakan inisiatif layanan kesehatan gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh layanan operasi bibir sumbing, operasi langit-langit, hingga operasi katarak tanpa biaya.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat agar setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup lebih sehat. Program ini menjadi wujud nyata komitmen Jakarta dalam membangun kota yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

5. Jakalcer Festival 2026

Jakalcer Festival 2026 hadir dengan tema “Seamphony of The Art” yang menggambarkan semangat kebebasan dan dinamika kreativitas seperti gelombang laut yang tidak terbatas. Festival ini menjadi ruang kolaborasi besar bagi seniman, komunitas kreatif, pelaku UMKM, serta berbagai pihak yang terlibat dalam industri ekonomi kreatif.

Melalui berbagai pameran seni, pertunjukan kreatif, hingga ruang interaksi komunitas, festival ini menjadi wadah ekspresi yang mendorong lahirnya ide-ide baru dalam menyongsong Jakarta menuju usia lima abad. Atmosfer yang tercipta mencerminkan semangat kota yang terus berkembang dan terbuka terhadap inovasi.

6. Jakarnaval 2026

Jakarnaval 2026 kembali hadir sebagai salah satu parade budaya terbesar yang menampilkan keberagaman seni dan tradisi dari berbagai komunitas di Jakarta. Acara ini menghadirkan kombinasi antara parade kostum, pertunjukan musik, seni tari, hingga atraksi kreatif lainnya yang memeriahkan suasana kota.

Selain menjadi ajang hiburan, Jakarnaval juga berfungsi sebagai media promosi budaya yang memperkuat identitas Jakarta sebagai kota multikultural. Kehadiran berbagai elemen seni menjadikan acara ini sebagai simbol kebersamaan dalam keberagaman masyarakat ibu kota.

7. Festival Muharram 1448 H

Festival Muharram 1448 H menjadi salah satu rangkaian kegiatan religius yang dihadirkan dalam perayaan HUT Jakarta. Acara ini menampilkan berbagai kegiatan seperti tausiyah, pertunjukan musik religi, video mapping, serta aktivitas edukatif yang dapat diikuti oleh masyarakat secara terbuka.

Festival ini tidak hanya menjadi sarana peringatan tahun baru Islam, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Jakarta. Nuansa spiritual yang dihadirkan memberikan pengalaman berbeda dalam rangkaian perayaan kota.

8. BTN Jakarta International Marathon 2026 - Monumen Nasional, 13–14 Juni 2026

BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 kembali digelar sebagai ajang olahraga berskala internasional yang menarik perhatian pelari dari berbagai negara. Kompetisi ini menghadirkan beberapa kategori lomba, mulai dari 5K, 10K, half marathon, hingga full marathon.

Dengan standar internasional, rute lomba dirancang sesuai regulasi World Athletics dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti water station, cooling zone, live tracking, dan area dukungan penonton. Acara ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana promosi Jakarta sebagai destinasi sport tourism dunia.

9. Jakarta International Marathon

Event ini merupakan bagian dari agenda olahraga global yang menampilkan ribuan peserta dari dalam dan luar negeri. Dengan kategori lomba lengkap mulai dari 5K hingga marathon penuh, acara ini menjadi salah satu ajang lari paling bergengsi di Indonesia.

Selain kompetisi, kegiatan ini juga membawa misi promosi pariwisata dan penguatan citra Jakarta di tingkat internasional. Antusiasme peserta dan penonton menjadikan Jakarta International Marathon sebagai perayaan olahraga yang meriah dan berkelas dunia.

10. Video Mapping “Jaga Jakarta” - Taman Bendera Pusaka, 13 Juni 2026

Pertunjukan video mapping “Jaga Jakarta” menghadirkan pengalaman visual modern yang memadukan cahaya, animasi, dan pesan-pesan inspiratif tentang kepedulian terhadap kota. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan perkotaan.

Melalui tampilan visual yang artistik dan edukatif, acara ini memberikan pengalaman hiburan yang juga sarat makna. Masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan Jakarta sebagai kota yang inklusif dan berkelanjutan.

11. Jakarta Future Festival - Taman Ismail Marzuki, 5–7 Juni 2026

Jakarta Future Festival (JFF) kembali hadir sebagai ruang kolaborasi ide dan inovasi untuk masa depan kota. Dengan tema “Navigating Resilience”, festival ini menghadirkan berbagai diskusi, pameran, dan ruang interaksi lintas sektor.

Acara ini mempertemukan pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu wadah kreatif. Tujuannya adalah merumuskan gagasan baru yang dapat mendukung perkembangan Jakarta menuju kota global yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

12. Gerakan Deklarasi Pilah Sampah & Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta - Pedestrian Plaza Festival, 9–10 Mei 2026

Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian HUT ke-499 Jakarta dengan fokus pada gerakan peduli lingkungan. Melalui deklarasi pilah sampah, masyarakat diajak untuk lebih sadar terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.

Acara ini juga diramaikan dengan berbagai hiburan dan pertunjukan yang menghadirkan suasana meriah di ruang publik. Momentum ini menjadi simbol ajakan bersama untuk membangun Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan menjelang usia lima abad. 

Pertanyaan Seputar Acara HUT Jakarta

Kapan Hari Ulang Tahun Jakarta diperingati?

Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta diperingati setiap tanggal 22 Juni, merujuk pada peristiwa pengusiran Portugis dari Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada 22 Juni 1527.

Apa tema HUT ke-499 Jakarta tahun 2026?

Tema HUT ke-499 Jakarta tahun 2026 adalah 'Bergerak Menuju Era Baru Jakarta', dengan slogan 'Menuju 5 Abad Jakarta'.

Acara apa saja yang diselenggarakan untuk HUT ke-499 Jakarta 2026?

Berbagai acara diselenggarakan, termasuk Jakarta Future Festival (JFF) 2026, BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026, Festival Teater Jakarta, Jakarta Fair 2026, Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026, serta beragam kegiatan di Kota Tua. Ada juga fasilitas tiket masuk gratis ke destinasi wisata dan tarif transportasi Rp 1 pada tanggal tertentu.

Siapa yang mengusulkan penetapan tanggal HUT Jakarta?

Penetapan tanggal 22 Juni sebagai HUT Jakarta diusulkan oleh Wali Kota Jakarta Sudiro pada sidang pleno tanggal 22 Juni 1956.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|