14 Cara Menanam Melon dalam Pot agar Buahnya Besar, Begini Perawatan yang Tepat

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Menanam melon tidak harus dilakukan di lahan yang luas. Dengan memanfaatkan pot berukuran sesuai, halaman rumah, teras, atau area kosong di sekitar rumah bisa digunakan untuk mencoba budidaya buah yang satu ini. Namun, cara menanam melon dalam pot agar buahnya besar membutuhkan perhatian pada beberapa hal.

Tanaman harus mendapatkan cukup sinar matahari, media tanam yang mendukung pertumbuhan akar, air yang sesuai, dan nutrisi untuk pembentukan buah.

Ukuran buah juga dipengaruhi oleh varietas melon, kondisi tanaman, penyerbukan, serta jumlah buah yang dipelihara. Jadi, bukan hanya pupuk yang perlu diperhatikan agar melon tumbuh optimal. Berikut ulasan lengkap Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber.

1. Pilih Varietas Melon yang Cocok Ditanam dalam Pot

Langkah pertama adalah memilih jenis melon yang sesuai dengan kondisi halaman rumah dan ukuran wadah yang tersedia.

Melon memiliki beberapa kelompok varietas, seperti reticulatus yang umumnya memiliki kulit berjaring, inodorus dengan kulit yang cenderung halus, dan cantalupensis yang memiliki ciri khas pada bentuk serta aromanya. Informasi tentang kelompok melon tersebut juga dijelaskan dalam panduan budidaya dari Pemerintah Desa Putatgede.

Untuk budidaya dalam pot, pertimbangkan hal berikut:

  • Pilih varietas yang sesuai dengan iklim tempat tinggal.
  • Perhatikan keterangan ukuran buah dan umur panen dari penjual benih.
  • Pilih tanaman yang tidak terlalu sulit ditopang dengan ajir atau para-para.
  • Gunakan benih yang berkualitas dan memiliki informasi varietas yang jelas.

Catatan: Melon berukuran besar tidak selalu cocok untuk semua pot. Semakin besar target buah, semakin penting memastikan tanaman mendapatkan dukungan akar, nutrisi, air, dan penyangga yang memadai.

2. Gunakan Pot yang Cukup Besar dan Memiliki Lubang Drainase

Pot menjadi tempat utama bagi akar melon untuk tumbuh. Jika wadah terlalu kecil, ruang perkembangan akar dan kemampuan menampung media tanam menjadi terbatas.

Untuk memulai, gunakan pot atau wadah berukuran besar yang kokoh. Ukuran yang dibutuhkan dapat disesuaikan dengan varietas melon, jumlah tanaman, dan sistem penyangga yang akan digunakan.

Perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pot memiliki lubang drainase di bagian bawah.
  • Wadah tidak mudah roboh ketika tanaman mulai merambat.
  • Media tanam tidak mudah memadat.

Pot dapat menampung akar dan kebutuhan air tanaman hingga masa pembentukan buah.Hindari memilih wadah hanya berdasarkan bentuknya yang menarik. Melon membutuhkan ruang tumbuh dan penyangga yang baik, terutama ketika buah mulai membesar.

Media tanam yang baik membantu akar berkembang dan menyerap air serta unsur hara. Untuk penanaman dalam pot, gunakan campuran bahan yang memiliki drainase baik dan tetap mampu menyimpan kelembapan.

Salah satu pilihan awal adalah campuran:

  • Tanah yang gembur.
  • Kompos matang atau pupuk kandang yang sudah matang.
  • Bahan pembenah media, seperti sekam bakar, sesuai kebutuhan.

Perbandingan bahan bisa disesuaikan dengan kondisi tanah dan karakteristik bahan yang digunakan. Jangan menganggap satu perbandingan cocok untuk semua jenis tanah atau semua pot.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menjelaskan penggunaan campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 pada media persemaian melon. Perbandingan tersebut merupakan contoh untuk persemaian, bukan aturan wajib bagi seluruh media tanam dalam pot.

Tips menyiapkan media tanam melon

Campurkan media secara merata, lalu pastikan tidak ada bagian yang terlalu padat atau terlalu basah. Gunakan pupuk kandang yang telah matang agar lebih aman bagi akar tanaman.

Jika media menahan air terlalu lama, akar dapat mengalami masalah akibat kondisi terlalu basah. Sebaliknya, media yang cepat kering juga perlu lebih sering dipantau penyiramannya.

4. Semai Benih Melon Sebelum Dipindahkan ke Pot

Melon umumnya ditanam dari biji. Agar pertumbuhan awal lebih mudah dipantau, benih dapat disemai terlebih dahulu.

Dalam panduan budidaya yang diterbitkan di situs Pemerintah Desa Putatgede, benih melon direndam dalam air hangat selama 6–8 jam, kemudian diletakkan pada kain basah atau kertas yang dibasahi hingga berkecambah. Panduan tersebut juga menyebutkan penyemaian menggunakan media tanah dan kompos atau pupuk kandang.

Berikut langkah sederhananya:

  • Siapkan benih melon yang sehat dan sesuai varietas.
  • Rendam benih sesuai petunjuk benih atau metode persemaian yang digunakan.
  • Letakkan benih pada media lembap.
  • Tunggu hingga benih berkecambah.Pindahkan ke wadah persemaian dengan hati-hati.
  • Rawat bibit sampai cukup kuat untuk dipindahkan ke pot utama.

Jaga media tetap lembap, tetapi jangan sampai tergenang. Waktu perkecambahan bisa berbeda bergantung pada varietas, suhu, dan kualitas benih.

5. Letakkan Pot di Tempat yang Mendapatkan Sinar Matahari

Melon membutuhkan sinar matahari untuk mendukung pertumbuhan dan proses pembentukan buah. Karena itu, pot sebaiknya ditempatkan di area yang mendapatkan cahaya matahari cukup.

Hindari menempatkan tanaman di sudut yang terlalu gelap atau terus-menerus tertutup bayangan bangunan.

Sebelum memindahkan melon ke pot, perhatikan:

  • Intensitas sinar matahari di halaman.
  • Sirkulasi udara di sekitar tanaman.Perlindungan dari hujan berlebihan.
  • Ruang untuk memasang penyangga.

Panduan budidaya melon dari sumber pemerintah daerah menyebutkan kisaran suhu sekitar 25–30°C sebagai kondisi yang cocok untuk budidaya melon. Kondisi nyata di rumah dapat berbeda, sehingga tanaman perlu diamati berdasarkan pertumbuhannya.

6. Pasang Ajir atau Para-Para agar Tanaman Melon Merambat

Tanaman melon tumbuh merambat dan membutuhkan penopang agar tidak menjalar sembarangan. Penyangga juga membantu mengatur posisi tanaman serta buah.

Untuk melon dalam pot, kamu bisa menggunakan:

  • Bambu sebagai ajir.
  • Teralis tanaman.
  • Para-para sederhana.
  • Tali penyangga yang kuat dan aman untuk tanaman.

Pasang penyangga sejak tanaman masih kecil agar tidak mengganggu akar ketika tanaman sudah tumbuh besar. Sumber Pemerintah Desa Putatgede juga menjelaskan bahwa pemasangan ajir sebaiknya dilakukan lebih awal untuk mengurangi risiko melukai akar.

Cara menopang buah melon dalam pot

Ketika buah mulai membesar, beratnya dapat membebani batang atau sulur. Gunakan penyangga buah, seperti jaring buah atau kain penopang yang kuat, jika diperlukan.

Pastikan penopang tidak mengikat terlalu kencang dan tidak melukai kulit buah. Periksa secara berkala agar buah tidak terjepit atau tergesek oleh tali.

7. Siram Melon Secara Teratur, Jangan Sampai Tergenang

Penyiraman merupakan bagian penting dalam cara menanam melon dalam pot agar buahnya besar. Tanaman membutuhkan air untuk pertumbuhan daun, batang, akar, dan pembentukan buah.

Akan tetapi, terlalu banyak air juga bisa menimbulkan masalah. Media tanam yang terus-menerus tergenang dapat mengganggu kondisi akar.

Tips penyiraman melon dalam pot

  • Periksa kelembapan media sebelum menyiram.
  • Siram ketika lapisan media mulai mengering sesuai kebutuhan tanaman.
  • Pastikan lubang drainase tidak tersumbat.Kurangi risiko media terlalu basah saat hujan.
  • Hindari pola penyiraman yang membuat tanaman mengalami perubahan kelembapan secara ekstrem.

Panduan budidaya melon dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menekankan pentingnya penyiraman teratur dan drainase yang baik, serta mengingatkan agar tanaman tidak dibiarkan berada dalam kondisi tergenang.

Frekuensi penyiraman dalam pot tidak harus sama setiap hari. Cuaca, ukuran pot, jenis media, dan fase pertumbuhan tanaman akan memengaruhi kebutuhan air.

8. Berikan Pupuk secara Bertahap Sesuai Fase Pertumbuhan

Agar melon tumbuh sehat dan mampu membentuk buah dengan baik, tanaman membutuhkan nutrisi yang seimbang. Pemupukan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi media, varietas, dan fase pertumbuhan.

Pada tahap awal, tanaman membutuhkan dukungan nutrisi untuk perkembangan akar dan daun. Ketika tanaman mulai berbunga dan membentuk buah, kebutuhan unsur hara perlu diperhatikan kembali.

Cara pemupukan melon dalam pot

Gunakan pupuk sesuai petunjuk pada kemasan. Jika memakai pupuk cair, perhatikan konsentrasi larutan dan frekuensi pemberian. Jangan menambah dosis hanya karena ingin mendapatkan buah yang lebih besar.

Sumber Pemerintah Desa Putatgede menjelaskan bahwa pemupukan susulan dapat diberikan dalam bentuk cair, baik dari pupuk organik cair maupun pupuk buatan, dengan jadwal yang disesuaikan dengan budidaya melon. Namun, dosis yang ditujukan untuk budidaya lahan tidak boleh langsung diterapkan ke pot tanpa penyesuaian

9. Lakukan Penyerbukan agar Buah Melon Berhasil Terbentuk

Tanaman melon membutuhkan penyerbukan agar bunga betina dapat berkembang menjadi buah. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika aktivitas serangga penyerbuk berkurang, penyerbukan manual dapat membantu.

Cara melakukan penyerbukan manual pada melon

  • Amati bunga jantan dan bunga betina pada tanaman.
  • Pilih waktu pagi ketika bunga masih dalam kondisi baik.
  • Ambil serbuk sari dari bunga jantan menggunakan kuas kecil atau metode yang sesuai.
  • Oleskan serbuk sari pada bagian bunga betina secara hati-hati.
  • Amati perkembangan bunga setelah penyerbukan.

Sumber Pemerintah Desa Putatgede menyebutkan penyerbukan buatan dilakukan pada pagi hari, sebelum pukul 10.00, dan menjelaskan pentingnya pemilihan bunga serta seleksi calon buah. Waktu tersebut dapat menjadi panduan praktis, tetapi kondisi bunga dan lingkungan tetap perlu diperhatikan.

Tidak semua bunga yang diserbuki pasti berhasil menjadi buah. Kondisi tanaman, kualitas bunga, penyerbukan, dan faktor lingkungan dapat memengaruhi keberhasilannya.

10. Batasi Jumlah Buah agar Nutrisi Tidak Terbagi Terlalu Banyak

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam cara menanam melon dalam pot agar buahnya besar adalah pengaturan jumlah buah pada satu tanaman.

Jika terlalu banyak buah dibiarkan tumbuh sekaligus, sumber daya tanaman akan terbagi ke banyak buah. Hal ini dapat memengaruhi ukuran dan perkembangan masing-masing buah, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada varietas dan kondisi tanaman.

Bagaimana cara memilih buah melon?

  • Amati calon buah yang tumbuh setelah penyerbukan.
  • Pilih buah yang berkembang dengan baik dan berada pada posisi yang mendukung.
  • Sesuaikan jumlah buah dengan kekuatan tanaman dan target ukuran buah.
  • Pangkas atau seleksi calon buah secara hati-hati jika memang diperlukan.

Dalam panduan yang diterbitkan Pemerintah Desa Putatgede, disebutkan bahwa calon buah dapat diseleksi hingga tersisa 1–2 buah per tanaman, dan satu buah dapat dipelihara apabila menargetkan ukuran yang besar. Angka tersebut merupakan panduan dari budidaya yang dijelaskan sumber, bukan jaminan ukuran buah pada setiap varietas atau kondisi pot.

Tips: Jangan hanya mengejar jumlah buah. Perhatikan apakah tanaman memiliki daun yang sehat, batang yang kuat, dan pertumbuhan yang cukup untuk mendukung buah yang dipelihara.

11. Atur Posisi Buah agar Tidak Menyentuh Tanah atau Permukaan Basah

Buah melon yang dibiarkan bersentuhan dengan permukaan basah atau kotor berisiko mengalami masalah pada kulit buah, terutama jika sirkulasi udara buruk dan kelembapan tinggi.

Pada budidaya menggunakan pot, buah dapat diarahkan ke penyangga atau ditopang dengan jaring yang sesuai. Tujuannya bukan sekadar membuat tanaman terlihat rapi, tetapi juga membantu mengurangi beban pada sulur dan menjaga buah dari kontak langsung dengan permukaan yang tidak sesuai.

Perhatikan hal berikut:

  • Gunakan penopang yang cukup kuat.
  • Pastikan buah tidak tergesek secara berlebihan.
  • Berikan ruang untuk sirkulasi udara.Periksa kondisi buah secara berkala.
  • Hindari mengikat buah terlalu kencang.

Sumber Pemerintah Desa Putatgede menjelaskan penggunaan ajir untuk membantu buah tidak bersentuhan dengan permukaan tanah sekaligus mendukung penetrasi cahaya matahari pada tanaman.

12. Pangkas Bagian Tanaman yang Tidak Diperlukan dengan Hati-Hati

Pemangkasan dapat digunakan untuk membantu pengaturan pertumbuhan tanaman melon. Namun, tidak semua daun atau sulur harus dipotong.

Daun berperan penting dalam fotosintesis, sehingga pemangkasan berlebihan dapat mengurangi kemampuan tanaman menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan buah.

Jika ingin melakukan pemangkasan, perhatikan:

  • Kondisi kesehatan tanaman.
  • Sulur atau tunas yang memang perlu diatur.
  • Daun yang rusak atau terinfeksi.Kepadatan tanaman pada penyangga.
  • Kebutuhan tanaman pada fase pertumbuhan dan pembentukan buah.

Jangan memangkas secara berlebihan dengan tujuan mempercepat pembesaran buah. Setiap pemangkasan sebaiknya memiliki alasan yang jelas dan dilakukan menggunakan alat bersih.

13. Lindungi Melon dari Hama dan Penyakit

Melon yang ditanam dalam pot tetap bisa terserang hama dan penyakit. Karena itu, pemeriksaan rutin lebih baik dilakukan sebelum masalah menyebar.

Beberapa gangguan yang disebutkan dalam panduan budidaya melon Pemerintah Desa Putatgede antara lain kutu daun, lalat buah, ulat daun, thrips, tungau, serta penyakit seperti antraknosa, busuk buah, busuk batang, dan mosaik.

Cara merawat melon agar tidak mudah terserang gangguan

  • Periksa bagian bawah daun dan pucuk tanaman.
  • Singkirkan bagian tanaman yang rusak jika diperlukan.
  • Jaga kebersihan area sekitar pot.
  • Hindari penyiraman yang membuat daun terus basah.
  • Pastikan tanaman tidak terlalu rapat.
  • Gunakan pengendalian hama sesuai jenis gangguan dan petunjuk produk.

Jika memakai pestisida, pilih produk yang sesuai dengan tanaman dan hama sasaran. Ikuti label, dosis, dan aturan keamanan yang tercantum pada produk.

14. Amati Perkembangan Buah sampai Mendekati Panen

Melon tidak selalu matang pada umur yang sama. Waktu panen dipengaruhi varietas, kondisi pertumbuhan, dan lingkungan.

Sumber Pemerintah Desa Putatgede menyebutkan bahwa budidaya melon biasanya dapat dipanen sekitar tiga bulan, dengan ciri kematangan yang berbeda menurut varietas, seperti perubahan warna kulit, aroma, dan kondisi sekitar tangkai.

Untuk melon dalam pot, jangan menjadikan umur tanam sebagai satu-satunya patokan. Periksa karakteristik varietas dan tanda kematangan yang direkomendasikan untuk jenis melon yang ditanam.

Tanda melon mulai siap dipanen

  • Warna kulit berubah sesuai karakteristik varietas.
  • Aroma buah mulai muncul pada jenis melon yang memiliki aroma khas.
  • Tanda kematangan di sekitar tangkai dapat terlihat.
  • Buah telah mencapai ukuran dan usia panen yang sesuai.
  • Gunakan gunting atau pisau yang bersih saat memanen. Hindari menarik buah secara paksa karena dapat merusak tanaman atau tangkainya.

Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Menanam Melon dalam Pot

Agar usaha menanam melon di rumah tidak berakhir mengecewakan, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Kesalahan Dampak yang Mungkin Terjadi
Memakai pot terlalu kecil Ruang tumbuh akar menjadi terbatas.
Penyiraman berlebihan Media terlalu basah dan akar berisiko mengalami gangguan.
Pupuk terlalu banyak Dapat menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi atau kerusakan tanaman.
Tidak memasang penyangga Tanaman merambat tidak teratur dan buah berisiko terbebani.
Membiarkan terlalu banyak buah Sumber daya tanaman terbagi ke banyak buah.
Mengabaikan hama dan penyakit Gangguan dapat berkembang dan memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Melon dalam Pot agar Buahnya Besar

1. Apakah melon bisa berbuah besar jika ditanam dalam pot?

Bisa, tergantung varietas, ukuran wadah, kondisi akar, nutrisi, penyiraman, sinar matahari, dan perawatan tanaman. Pot tidak otomatis menghasilkan buah besar, sehingga target ukuran buah perlu disesuaikan dengan kemampuan tanaman dan varietas yang dipilih.

2. Berapa buah melon yang sebaiknya dipelihara dalam satu pot?

Jumlah buah sebaiknya disesuaikan dengan ukuran tanaman, varietas, kapasitas pot, dan kekuatan pertumbuhan. Jika menargetkan buah berukuran besar, seleksi jumlah buah dapat dipertimbangkan. Panduan budidaya dari Pemerintah Desa Putatgede menyebutkan pemeliharaan 1–2 buah per tanaman dalam konteks budidaya yang mereka jelaskan.

putatgede.kendalkab.go.id3. Apa pupuk yang bisa digunakan agar melon dalam pot berbuah besar?

Gunakan pupuk yang menyediakan nutrisi sesuai fase pertumbuhan tanaman. Nitrogen, fosfor, kalium, dan unsur mikro memiliki fungsi yang berbeda. Pilih pupuk berdasarkan kebutuhan tanaman dan ikuti dosis pada label. Pupuk yang lebih banyak tidak otomatis membuat buah menjadi lebih besar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|