5 Bekal yang Harus Dikuasai Sebelum Bisa Percakapan Sederhana Bahasa Korea

9 hours ago 6

Liputan6.com, Yogyakarta - Banyak orang tertarik belajar bahasa Korea karena pengaruh drama, musik K-Pop, hingga keinginan untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan di Korea Selatan. Tak heran jika banyak pemula mencari tahu bekal yang harus dikuasai sebelum bisa percakapan sederhana Bahasa Korea, termasuk berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mulai berbicara dengan percaya diri.

Jawabannya ternyata tidak bisa disamaratakan. Setiap murid memiliki kecepatan belajar yang berbeda, tergantung pada intensitas latihan, latar belakang bahasa, serta konsistensi dalam mempelajari materi. Meski demikian, ada sejumlah indikator yang bisa dijadikan patokan sebelum seseorang mulai lancar berbicara dalam bahasa Korea.

Menurut Amelia Putri, pengajar Les Privat Bahasa Korea asal Jogja, kemampuan percakapan sederhana bukan hanya soal menghafal kosakata sehari-hari. Murid perlu memahami dasar tata bahasa atau tense agar dapat menyampaikan informasi dengan tepat dalam berbagai situasi.

Dalam wawancara dengan Liputan6.com pada 20 Mei 2026, Amelia menjelaskan bahwa kemampuan berbicara akan lebih mudah berkembang ketika murid sudah memahami bentuk kalimat dasar yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa hal yang perlu dikuasai sebelum mulai percaya diri melakukan percakapan sederhana dalam bahasa Korea.

1. Memahami Tense Dasar Menjadi Fondasi Utama

Banyak pemula berharap bisa langsung berbicara setelah menghafal beberapa kosakata dan ungkapan sehari-hari. Padahal, menurut Amelia, pemahaman terhadap tense dasar menjadi salah satu syarat penting sebelum murid mulai aktif bercakap-cakap.

"Tergantung kecepatan belajar muridnya juga kalo berdasarkan berapa lamanya, tapi kalo ukuran aku biasanya percakapan sederhana dimulai dari mereka udah ngerti tense dasar bahasa Korea seperti present, past maupun future," kata Amelia yang sudah mengajar les bahasa Korea lebih kurang selama 10 tahun itu.

Dengan memahami bentuk kalimat masa kini, masa lalu, dan masa depan, murid akan lebih mudah menjelaskan aktivitas yang sedang dilakukan, pengalaman yang telah terjadi, maupun rencana yang akan dilakukan.

2. Tidak Cukup Hanya Menguasai Kalimat Present Tense

Menurut Amelia, salah satu kendala yang sering ditemui pada murid pemula adalah hanya memahami bentuk kalimat saat ini atau present tense. Akibatnya, mereka kesulitan ketika lawan bicara mulai membahas pengalaman masa lalu atau rencana di masa mendatang.

"Karena kan speaking kalau cuma tau present aja ntar bingung pasti kalo ada yang bahas soal masa lalu or rencana masa depan apa yang mau dilakukan," ujarnya.

Oleh sebab itu, pembelajaran bahasa Korea idealnya tidak hanya berfokus pada hafalan kosakata, tetapi juga latihan menyusun kalimat dalam berbagai konteks waktu.

3. Murid Perlu Mengenal Bentuk Formal dan Nonformal

Hal lain yang membedakan bahasa Korea dengan banyak bahasa lain adalah adanya tingkatan kesopanan dalam berbicara. Sistem honorifik menjadi bagian penting yang harus dipahami sejak awal.

Amelia menjelaskan bahwa murid setidaknya perlu memahami perbedaan bentuk formal dan nonformal sebelum mulai melakukan percakapan sehari-hari. Kemampuan memilih bentuk bahasa yang tepat akan membuat komunikasi terasa lebih sopan dan sesuai dengan situasi.

"At least tahu bentuk formal non formalnya karena bahasa Korea ada bentuk honorificnya juga," jelasnya.

4. Tidak Bisa Sembarangan Menggunakan Bahasa Kasual

Banyak penonton drama Korea terbiasa mendengar percakapan santai antarteman. Namun, gaya bahasa tersebut tidak selalu bisa digunakan dalam kehidupan nyata. Menurut Amelia, penggunaan bahasa nonformal harus disesuaikan dengan siapa lawan bicara yang dihadapi.

"Terus berdasarkan usia dan pekerjaannya apa ke stranger aja enggak bisa sembarangan menggunakan bahasa non formal apalagi bentuk bahasa kasual informal atau bahasa yang digunain ke temen atau dibawahnya," terang wanita lulusan Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Karena itu, murid perlu memahami konteks sosial sebelum menerapkan ungkapan yang dipelajari dari drama atau media hiburan lainnya.

5. Faktor Usia dan Jabatan Juga Berpengaruh

Dalam budaya Korea, usia dan posisi sosial memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang berbicara. Hal ini membuat pembelajaran percakapan tidak hanya berfokus pada tata bahasa, tetapi juga etika berkomunikasi. Amelia menilai pemahaman mengenai lawan bicara sangat penting agar murid tidak salah memilih tingkat kesopanan saat berbicara.

"Semakin tinggi jabatan dan usia seseorang malah membuat kita harus tahu pakai bahasa formalnya segimana kalo ngobrol sama mereka. Jadi penggunaan bahasanya harus disesuaikan juga," ungkapnya.

Dengan kata lain, kemampuan percakapan dalam bahasa Korea tidak hanya diukur dari kelancaran berbicara, tetapi juga ketepatan dalam menggunakan bentuk bahasa yang sesuai.

Pertanyaan Seputar Belajar Bahasa Korea

Berapa lama biasanya murid bisa percakapan sederhana Bahasa Korea?

Waktunya berbeda pada setiap orang, tetapi umumnya dimulai setelah murid memahami tense dasar dan pola kalimat sederhana.

Apakah cukup menguasai kosakata untuk bisa berbicara bahasa Korea?

Tidak. Selain kosakata, murid perlu memahami tata bahasa, tense, dan penggunaan kalimat sesuai konteks.

Mengapa bahasa formal dan nonformal penting dalam bahasa Korea?

Karena bahasa Korea memiliki sistem honorifik yang menyesuaikan usia, jabatan, dan hubungan dengan lawan bicara.

Apa kesalahan yang sering dilakukan pemula saat belajar percakapan bahasa Korea?

Terlalu fokus pada present tense dan menggunakan bahasa nonformal secara sembarangan kepada orang yang baru dikenal atau lebih tua.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|