Liputan6.com, Jakarta - Merawat tanaman umbi-umbian memerlukan perhatian khusus agar umbi dapat tumbuh dengan optimal, menghasilkan sistem perakaran yang kuat, serta terhindar dari risiko pembusukan akibat kelembapan berlebih. Musim penanaman dan fase setelah tanam merupakan periode krusial yang menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman umbi di pekarangan rumah maupun di dalam pot.
Pemahaman mengenai teknik perawatan yang tepat akan membantu para pecinta tanaman untuk mengontrol kadar air, mencegah serangan hama pengganggu, serta memastikan pasokan nutrisi yang seimbang. Penanganan yang keliru justru dapat memicu berbagai masalah kesehatan pada tanaman, mulai dari jamur akar hingga umbi yang gagal bertunas.
Artikel ini merangkum secara mendalam berbagai langkah esensial dalam cara merawat umbi yang baik dan benar berdasarkan panduan para ahli hortikultura. Berikut adalah kumpulan langkah-langkah strategis yang bisa Anda terapkan untuk merawat umbi agar tumbuh subur dan berbunga indah, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (18/9/2026).
1. Penyiraman Pertama untuk Memadatkan Tanah dan Memicu Akar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351813/original/086316800_1789715940-1.jpg)
Perbesar
Langkah awal yang sangat penting dalam cara merawat umbi adalah melakukan penyiraman sesaat setelah umbi selesai ditanam ke dalam tanah. Menurut Lucie Bradley, ahli berkebun dari Harvst Automatic Watering, penyiraman ini bertujuan untuk membantu merapatkan kembali struktur tanah di sekitar umbi agar menempel secara sempurna.
Kontak langsung antara permukaan umbi dan tanah yang lembap sangat dibutuhkan agar umbi dapat segera memproduksi akar baru secara efektif. Selain itu, penyiraman awal ini berfungsi untuk menghilangkan kantong-kantong udara tersembunyi di dalam lubang tanam yang sering kali menjadi penghambat pertumbuhan akar.
2. Pengaturan Kelembapan Tanah untuk Mencegah Risiko Kebusukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351814/original/094517300_1789715940-2.jpg)
Perbesar
Menjaga tingkat kelembapan tanah merupakan kunci utama dalam cara merawat umbi agar tidak mudah terserang penyakit. Julian Palphramand, pakar tanaman dari British Garden Centres, mengingatkan agar para pemilik tanaman menghindari kondisi tanah yang terlalu basah atau tergenang air karena dapat menyebabkan umbi membusuk dengan cepat.
Pemeriksaan kelembapan tanah dapat dilakukan secara berkala menggunakan alat penguji kelembapan tanah (soil moisture meter) untuk memastikan kadar air berada di tingkat yang ideal. Dengan menghindari penyiraman yang berlebihan, jaringan umbi akan terlindungi dari ancaman infeksi bakteri dan jamur patogen yang menyukai lingkungan basah.
3. Perawatan Khusus dan Pemupukan untuk Umbi di dalam Pot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351815/original/004074800_1789715941-3.jpg)
Perbesar
Tanaman umbi yang ditanam di dalam wadah atau pot memerlukan perhatian ekstra dibandingkan umbi yang ditanam langsung di atas tanah terbuka. Pot cenderung lebih cepat kering, sehingga pemeriksaan kelembapan harus dilakukan secara rutin, terutama saat periode cuaca kering yang panjang.
Pastikan media tanam atau kompos tetap terjaga kelembapannya namun memiliki sistem drainase yang baik agar air sisa penyiraman dapat mengalir keluar dengan bebas melalui lubang bawah pot. Setelah tunas mulai muncul di permukaan, berikan pupuk tinggi potasium seperti pupuk tomat secara berkala guna mendukung proses pembungaan yang optimal.
4. Perlindungan Ekstra terhadap Hama dan Hewan Pengganggu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351816/original/014586000_1789715941-4.jpg)
Perbesar
Umbi di dalam tanah sering kali menjadi sasaran empuk bagi berbagai hama atau hewan pengerat seperti tupai yang mencari sumber air dan nutrisi di musim-musim tertentu. Salah satu strategi efektif dalam cara merawat umbi adalah menggunakan keranjang khusus umbi (bulb baskets) atau memasang kawat ayam di bawah permukaan tanah untuk menghalangi hewan menggali umbi tersebut.
Langkah protektif ini terbukti ampuh menjaga posisi umbi tetap aman di dalam tanah tanpa mengganggu proses perkembangan akar di bawahnya. Penggunaan pelindung fisik ini sangat dianjurkan terutama bagi Anda yang menanam jenis umbi kesukaan hewan pengerat di area taman terbuka.
5. Pencegahan Penyakit Jamur dan Seleksi Umbi Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351817/original/024445800_1789715941-5.jpg)
Perbesar
Kesehatan tanaman umbi sangat bergantung pada pencegahan penyakit sejak dini, seperti penyakit jamur tulip fire atau pembusukan akibat bakteri. Sebelum proses penanaman dimulai, pastikan Anda hanya memilih umbi yang tampak sehat, keras, dan menolak umbi yang terasa lunak, cacat, atau menunjukkan tanda-tanda berjamur.
Simpan cadangan umbi di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik sebelum dipindahkan ke media tanah. Perawatan preventif ini akan meminimalisasi kegagalan tumbuh serta memastikan umbi dapat melalui fase dormansi dan pertumbuhan dengan sangat baik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Cara Merawat Umbi
Q: Apakah umbi harus selalu disiram setiap hari setelah ditanam?
A: Tidak harus. Cara merawat umbi yang benar adalah dengan menyiramnya secara cukup pada awal penanaman untuk memadatkan tanah. Selanjutnya, penyiraman hanya perlu dilakukan jika kondisi tanah mulai mengering atau saat memasuki musim kering, guna menghindari risiko umbi membusuk akibat terlalu banyak air.
Q: Bagaimana cara mengetahui jika tanah tempat menanam umbi terlalu basah?
A: Anda dapat menggunakan alat penguji kelembapan tanah (soil moisture meter) untuk memantau kadar air secara akurat. Jika tanah terasa basah secara konstan dan air menggenang di permukaan, maka drainase media tanam perlu diperbaiki agar umbi tidak mengalami kebusukan akar.
Q: Bagaimana cara mengatasi umbi yang mulai melunak sebelum ditanam?
A: Umbi yang terasa lunak, memiliki tanda-tanda berjamur, atau mengalami kerusakan fisik sebaiknya segera disingkirkan dan tidak ditanam karena menandakan adanya pembusukan. Pilihlah hanya umbi yang tampak sehat, lalu simpan di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki ventilasi udara yang baik untuk menjaga kualitasnya sebelum dipindahkan ke media tanah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381703/original/096419200_1760515436-unnamed_-_2025-10-15T150012.467.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347318/original/043394700_1789291568-7ab79f5c-e99f-4a05-bcca-e9dfe63a5954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351693/original/055008100_1789710864-1b698c62-4c25-4fd3-8f1f-4cd8de6bf0dc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351672/original/040914900_1789710067-8a1a5dfc-e2bf-40c5-bd7a-d7d6c64e4f20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351761/original/075937000_1789713723-3b3eb024-cae2-4099-8684-2d0dac0b1629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495423/original/096616400_1770369490-Cara_Menanam_Lidah_Buaya_di_Pot_Kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499562/original/090164300_1770789548-a-b-ewP9wXb66SA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351869/original/088696800_1789717627-Gemini_Generated_Image_7onx0a7onx0a7onx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351632/original/073627600_1789708729-0ea49f91-3c89-4155-b058-cfe9c6a18b27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351914/original/080297900_1789719115-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567822/original/032235000_1777340869-Gemini_Generated_Image_mspfwbmspfwbmspf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5663972/original/069567900_1778332450-20260509_PSS_Sleman_vs_Garudayaksa-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351822/original/099425300_1789716068-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351857/original/093340100_1789717218-901af017-d02b-45cd-b1b2-d555c6e67677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332333/original/022591600_1787656187-PSIS_vs_Gresik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333150/original/079256600_1787733994-naoki-suzuki-H3Qb9i1w5sM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4132502/original/016758000_1661224670-avinash-uppuluri-pAgXv4W1Iu0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351785/original/013861900_1789715022-5428e0ab-b111-4809-bc52-aa7ac4feb935.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3169410/original/089426500_1593763762-cropped-unrecognizable-woman-doing-laundry-holding-linen-basket_1098-19277.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)