:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776279/original/072600700_1782873059-HL_tanaman.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat penyiram tanaman otomatis dari botol bekas menjadi salah satu solusi praktis untuk membantu menjaga tanaman tetap mendapatkan air secara rutin. Dengan memanfaatkan botol yang sudah tidak terpakai, alat sederhana ini bisa dibuat dengan mudah sekaligus mengurangi limbah plastik di rumah.
Bagi pemilik tanaman yang memiliki kesibukan tinggi, cara membuat penyiram tanaman otomatis dari botol bekas dapat menjadi alternatif perawatan yang lebih efisien. Alat ini membantu mengalirkan air secara perlahan sehingga kelembapan tanah tetap terjaga tanpa harus menyiram tanaman setiap hari.
Melalui cara membuat penyiram tanaman otomatis dari botol bekas, kegiatan merawat tanaman bisa dilakukan dengan lebih hemat dan praktis. Selain mudah diterapkan, metode ini juga menjadi langkah kreatif untuk memanfaatkan barang bekas agar memiliki fungsi baru yang bermanfaat.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara membuat penyiram tanaman otomatis dari botol bekas, Rabu (1/7/2026).
1. Penyiram Tanaman Otomatis dengan Sistem Aliran Lambat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776280/original/047371600_1782873060-Penyiram_Tanaman_Otomatis.jpeg)
Perbesar
Salah satu metode paling sederhana adalah menggunakan sistem irigasi aliran lambat dengan botol plastik bekas yang ditanam terbalik di dekat tanaman. Siapkan botol plastik bekas yang sudah bersih, paku atau bor kecil, palu, serta pisau atau gunting.
Buat sekitar 5 hingga 8 lubang kecil pada tutup botol menggunakan paku dan palu atau bor kecil. Jumlah lubang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, karena semakin banyak lubang maka aliran air akan semakin cepat. Setelah itu, potong bagian bawah botol sekitar 2 hingga 3 cm untuk digunakan sebagai tempat mengisi air.
Gali tanah di sekitar tanaman dengan kedalaman sekitar 10 hingga 15 cm dari batang. Masukkan botol dengan posisi tutup menghadap ke bawah dan pastikan botol tertanam cukup kuat. Sisakan sedikit bagian atas botol di permukaan tanah agar kotoran tidak mudah masuk. Air yang dimasukkan melalui bagian bawah botol akan menetes perlahan ke tanah dan langsung menuju area akar tanaman.
2. Penyiram Tanaman Otomatis dengan Sistem Sumbu (Wick System)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776281/original/034624600_1782873061-Sistem_Sumbu__Wick_System_.jpeg)
Perbesar
Cara membuat penyiram tanaman otomatis dari botol bekas juga dapat dilakukan menggunakan sistem sumbu yang memanfaatkan prinsip kapilaritas. Metode ini cocok untuk tanaman dalam pot karena air akan terserap secara perlahan melalui media sumbu.
Bahan yang diperlukan yaitu botol plastik bekas, kain flanel, kain perca, atau kapas sebagai sumbu. Setelah botol dibersihkan, buat lubang pada bagian bawah botol. Masukkan kain atau kapas ke dalam lubang tersebut dengan sebagian sumbu berada di dalam botol dan sebagian lainnya menjulur keluar.
Isi botol dengan air, kemudian letakkan botol dalam posisi terbalik di dalam pot. Pastikan bagian sumbu menyentuh tanah agar air dapat berpindah secara perlahan dan menjaga kelembapan media tanam.
3. Penyiram Tanaman Otomatis Menggunakan Selang Akuarium atau Selang Infus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776282/original/031158800_1782873062-Selang_Akuarium_atau_Selang_Infus.jpeg)
Perbesar
Untuk aliran air yang lebih terkontrol, gunakan sistem irigasi tetes dengan bantuan selang akuarium atau selang infus. Siapkan botol plastik bekas, selang kecil, obeng atau paku, serta kapas atau kain sebagai pengatur aliran.
Lubangi bagian tengah tutup botol sesuai ukuran selang, lalu masukkan ujung selang ke dalam lubang tersebut. Jika terdapat celah, gunakan lem akuarium untuk membuat sambungan lebih rapat agar tidak terjadi kebocoran. Setelah lem mengering, pasang tutup botol dan isi botol dengan air.
Jungkir balik botol sehingga bagian tutup berada di bawah, lalu arahkan ujung selang ke pangkal tanaman. Tambahkan kapas atau kain pada ujung selang untuk mengatur jumlah tetesan air. Jika aliran terlalu cepat, selang dapat dijepit menggunakan penjepit kecil agar air keluar lebih perlahan.
4. Penyiram Tanaman Otomatis dengan Botol Gantung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776283/original/094060800_1782873062-Botol_Gantung.jpeg)
Perbesar
Metode lain yang mudah dibuat adalah penyiram tanaman otomatis dari botol bekas dengan sistem gantung. Cara ini cocok digunakan untuk tanaman di halaman maupun area kecil seperti balkon.
Siapkan botol plastik bekas, paku kecil atau jarum, serta tali atau kawat untuk menggantung botol. Buat beberapa lubang kecil pada bagian bawah botol menggunakan paku atau jarum. Setelah itu, isi botol dengan air dan gantungkan di dekat tanaman dengan posisi lubang menghadap ke bawah.
Air akan keluar melalui lubang kecil secara perlahan dan membantu menyiram tanaman dari atas. Metode ini cukup praktis karena tidak membutuhkan banyak alat tambahan.
5. Penyiram Tanaman Otomatis Model Sprinkler Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776284/original/055072300_1782873063-Model_Sprinkler_Sederhana.jpeg)
Perbesar
Botol bekas juga dapat dimanfaatkan sebagai sprinkler sederhana untuk menyiram area tanaman yang lebih luas. Gunakan botol plastik berukuran 1 atau 2 liter yang sudah dicuci bersih.
Buat banyak lubang kecil pada salah satu sisi botol menggunakan jarum, peniti, atau benda tajam kecil. Pastikan lubang dibuat berdekatan agar menghasilkan efek semprotan yang lebih merata.
Lepaskan tutup botol, lalu pasang pipa plastik pada bagian mulut botol. Pastikan sambungan rapat dan tidak bocor dengan bantuan pita perekat. Hubungkan pipa dengan sumber air seperti selang taman. Saat air dialirkan, lubang-lubang kecil pada botol akan menghasilkan semprotan lembut yang menyebarkan air ke area sekitar tanaman.
6. Penyiram Tanaman Otomatis dengan Botol, Sumbu, dan Lubang Udara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776285/original/023160500_1782873064-Botol__Sumbu__dan_Lubang_Udara.jpeg)
Perbesar
Modifikasi lain dari cara membuat penyiram tanaman otomatis dari botol bekas adalah menggunakan sistem tetesan dengan sumbu dan lubang udara agar aliran air lebih stabil. Siapkan botol plastik ukuran 1,5 liter, solder atau paku panas, kain bekas berbentuk segitiga kecil, bambu atau tongkat penyangga, tali atau kawat, serta jarum pentul.
Lubangi tutup botol menggunakan solder atau paku panas, kemudian masukkan kain bekas ke dalam lubang tersebut sebagai sumbu. Ikat botol pada bambu atau tongkat penyangga menggunakan tali atau kawat agar posisinya tetap stabil.
Isi botol dengan air hingga penuh, lalu tutup rapat dan tancapkan penyangga di dekat tanaman. Buat satu lubang kecil pada bagian bawah botol menggunakan jarum pentul. Lubang ini berfungsi mengatur tekanan udara sehingga air dapat menetes secara perlahan dan stabil tanpa mudah berhenti.
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Penyiram Tanaman Otomatis
Apa saja manfaat membuat penyiram tanaman otomatis dari botol bekas?
Manfaatnya meliputi menjaga tanaman tetap segar saat bepergian, mengurangi limbah plastik, serta menjadi solusi yang hemat biaya dan ramah lingkungan untuk perawatan kebun.
Bagaimana cara kerja sistem irigasi aliran lambat dari botol bekas?
Sistem ini memanfaatkan gravitasi dengan menanam botol plastik terbalik di dekat tanaman. Lubang-lubang kecil pada tutup botol memungkinkan air menetes perlahan dan langsung ke akar tanaman, menjaga kelembaban tanah.
Apakah sistem sumbu (wick system) efektif untuk menyiram tanaman?
Ya, sistem sumbu efektif karena menggunakan prinsip kapilaritas. Kain flanel, kain perca, atau kapas bertindak sebagai sumbu yang mengalirkan air dari botol ke media tanam secara perlahan dan terus-menerus.
Bagaimana cara mengatur debit air pada irigasi tetes menggunakan selang?
Debit air dapat diatur dengan menyumbatkan kain atau kapas ke ujung selang yang lain sebagai regulator. Jika aliran air terlalu deras, penjepit kertas dapat digunakan untuk menjepit selang plastik dan memperlambat tetesan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712342/original/011707200_1782793842-nGpvnp16rQrT3soe4im5I0589TisZcVH06h33dqh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782410/original/091987600_1782885404-9933193e-9b5f-42da-b46a-9b0ef6e2566b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782379/original/031322700_1782884764-A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782370/original/076919000_1782884440-Pohon_menteng_yang_baru_dipanen.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712362/original/093668000_1782793853-JtncUIKbnbHpMT0WciENLufYifagOSVjV3siAJrt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782324/original/006782100_1782883088-Gemini_Generated_Image_15j6hc15j6hc15j6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782463/original/063036400_1782887585-LOGO_HUT_POLRI_KE-80.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782450/original/088107900_1782887069-Tanaman_Air_yang_Bisa_Dijadikan_Pakan_Ikan_Rumahan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782311/original/080283400_1782882880-Desain_Kolam_Koi_yang_Tetap_Bersih_dan_Estetik_lands.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1625750/original/065937400_1497587933-Kapal_Pelni.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782180/original/045448900_1782879164-Untitled2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782163/original/090604200_1782878189-3715793939195052016.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782250/original/004951500_1782881635-Gemini_Generated_Image_8dialx8dialx8dia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782148/original/048317200_1782877875-69994224-24e6-40d5-95d5-fb61122082a7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8776312/original/004996600_1782873879-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8777666/original/043117700_1782875860-Ide_Kebun_Koro_Pedang_untuk_Lahan_Menganggur_sebagai_Solusi_Hemat_Ruang_dan_Panen_Maksimal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498344/original/003941700_1770703838-Gurame_Batu__Ciri_Khas_Gelap_dan_Potensi_Ukuran_Besar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8776342/original/029731500_1782875335-17452513-1f24-42ea-b2e4-d22dfdedd250.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8776271/original/026101900_1782872931-Inspirasi_Pendopo_Mini_untuk_Rumah_Pedesaan_Gaya_Minimalis_Modern.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8778687/original/015300700_1782876182-d2b898b1-092f-4780-9220-3b017022283a.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529412/original/016644800_1773333017-20260312BL_Launching_Jersey_Baru_Timnas_Indonesia_Kelme_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527360/original/037343400_1773200966-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527393/original/036751200_1773201916-Model_Dapur_Minimalis_Bar_Sebagai_Solusi_Cerdas_untuk_Ruang_Terbatas.jpg)