Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam ganyong di pekarangan untuk cadangan pangan sangat mudah dipelajari. Ya, sebagaimana diketahui, di tengah tantangan ketahanan pangan global, memiliki cadangan pangan sendiri di pekarangan rumah menjadi semakin relevan. Salah satu tanaman umbi-umbian lokal yang patut dipertimbangkan adalah ganyong (Canna edulis).
Kaya akan karbohidrat dan nutrisi, ganyong menawarkan solusi pangan alternatif yang mudah ditanam dan minim perawatan. Ganyong, dengan nama ilmiah Canna edulis Kerr, adalah tanaman umbi-umbian yang berasal dari Amerika Selatan namun telah lama akrab di masyarakat Indonesia. Tanaman ini dikenal dengan berbagai nama daerah seperti ubi pikul, buah tasbih, ganyal, atau ganyol.
Yuk pelajari bersama menanam ganyong di pekarangan untuk cadangan pangan. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (1/7/2026).
1. Memilih Bibit Unggul untuk Budidaya Ganyong Optimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776247/original/015950300_1782871335-Gemini_Generated_Image_djhv7gdjhv7gdjhv.jpg)
Perbesar
Langkah awal dalam menanam ganyong di pekarangan untuk cadangan pangan adalah pemilihan bibit yang berkualitas. Tanaman ganyong bisa diperbanyak menggunakan biji dan umbi. Umumnya, perbanyakan dilakukan menggunakan umbi yang ukurannya sedang dengan jumlah tunas 1 sampai 2. Bibit yang baik akan sangat menentukan keberhasilan budidaya dan hasil panen yang melimpah.
Pilihlah umbi ganyong berukuran sedang yang memiliki 1 hingga 2 mata tunas. Bibit ini sebaiknya diambil dari rumpun induk yang sehat, subur, dan telah berumur sekitar 10 sampai 15 bulan. Kualitas induk yang baik akan menghasilkan bibit dengan potensi pertumbuhan yang optimal.
Untuk mencegah penyakit busuk umbi yang dapat merugikan, bibit yang telah dipilih dapat dicelupkan ke dalam larutan CuSO4 10% sebelum ditanam. Perlakuan ini membantu melindungi bibit dari infeksi dan memastikan pertumbuhan awal yang sehat.
2. Persiapan Lahan Ideal di Pekarangan Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776248/original/061197300_1782871335-lahan.jpeg)
Perbesar
Meskipun ganyong dikenal sebagai tanaman yang tidak "manja" dan tahan terhadap berbagai kondisi tanah, persiapan lahan yang baik akan sangat memengaruhi hasil panen. Tanah yang ideal untuk ganyong adalah tanah berpasir dengan kandungan humus tinggi. Namun, ganyong dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah, kecuali tanah liat berat yang memiliki drainase buruk.
Untuk mempersiapkan lahan, tanah yang hendak ditanami perlu digemburkan terlebih dahulu. Lakukan penggemburan dengan mencangkul atau membajak sedalam sekitar 30 cm, lalu biarkan tanah terbuka selama 15 hari. Proses ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah dan mengoptimalkan aerasi.
Setelah penggemburan, buatlah bedengan atau guludan berukuran lebar sekitar 120 cm dan tinggi kurang lebih 30 cm, disesuaikan dengan panjang lahan pekarangan Anda. Jangan lupa membuat parit untuk aliran air di antara bedengan untuk memastikan drainase yang baik. Berikan pupuk kandang atau kompos sebanyak 20-30 ton per hektar, disesuaikan dengan skala pekarangan Anda, saat membuat guludan untuk memperkaya nutrisi tanah.
3. Teknik Penanaman Ganyong yang Tepat Waktu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776249/original/092932400_1782871335-proses.jpeg)
Perbesar
Waktu penanaman ganyong sebaiknya dilakukan di awal musim hujan, yaitu antara bulan Oktober hingga Desember, saat ketersediaan air mencukupi. Pemilihan waktu yang tepat ini sangat penting untuk memastikan tanaman mendapatkan kelembapan yang cukup selama fase awal pertumbuhannya.
Buatlah lubang tanam dengan kedalaman 12,5 hingga 15 cm. Jarak tanam bervariasi tergantung jenis tanah dan tingkat kesuburannya. Untuk tanah liat, jarak tanam yang dianjurkan adalah 90 x 90 cm. Namun, bisa juga menggunakan jarak 75 x 75 cm atau 100 x 75 cm. Untuk tanah liat berat, jarak tanam bisa lebih lebar, sekitar 120 x 120 cm.
Cara menanam ganyong cukup dengan meletakkan bibit pada lubang tanam dengan kedalaman 12,5 hingga 15 cm. Pastikan tunas bibit menghadap ke atas, lalu tutup kembali lubang tanam dengan tanah. Penutupan yang baik akan melindungi bibit dan mendukung perkembangannya.
4. Perawatan Rutin untuk Pertumbuhan Ganyong Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776250/original/021073300_1782871336-pemupukan.jpeg)
Perbesar
Meskipun ganyong tidak memerlukan perawatan yang sangat intensif, beberapa kegiatan rutin perlu dilakukan untuk memastikan pertumbuhan yang optimal dan hasil panen yang maksimal. Perawatan ini termasuk penyiangan, pembumbunan, pemupukan susulan, penyulaman, dan pengairan.
Penyiangan harus dilakukan secara teratur untuk membersihkan gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman, terutama pada masa awal pertumbuhan. Gulma dapat bersaing dengan ganyong dalam mendapatkan nutrisi dan air, sehingga menghambat pertumbuhannya. Bersamaan dengan penyiangan, lakukan pembumbunan, yaitu menggemburkan tanah dan menutup akar atau umbi yang mungkin muncul ke permukaan tanah.
Berikan pupuk susulan berupa pupuk kandang atau kompos saat tanaman berumur 2 hingga 2,5 bulan untuk menunjang nutrisi. Beberapa sumber juga menyebutkan penggunaan pupuk Urea, SP-36, dan KCl sebagai tambahan. Jika ada bibit ganyong yang mati, segera lakukan penyulaman dengan menggantinya menggunakan bibit baru agar pertumbuhan tanaman seragam. Ganyong cukup toleran terhadap kondisi kering, sehingga pengairan tidak selalu diperlukan kecuali pada jenis tanah liat yang berat.
5. Mengatasi Hama dan Penyakit pada Tanaman Ganyong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776251/original/051348300_1782871336-pengedian_hama.jpeg)
Perbesar
Ganyong tergolong jenis tanaman yang relatif bebas serangan hama maupun penyakit. Ketahanan alami ini menjadi salah satu keunggulan ganyong sebagai tanaman cadangan pangan. Namun, terkadang masih dijumpai hama belalang, ulat tanah, atau kumbang di area budidaya ganyong.
Selain hama, penyakit yang mungkin menyerang tanaman ganyong antara lain Rhizoctonia spp, Fusarium spp, dan Pucinia cannae. Meskipun demikian, serangan penyakit ini umumnya tidak masif dan jarang menyebabkan kerugian besar pada skala pekarangan.
Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan menyemprotkan pestisida jika gejala serangan terlihat, biasanya setelah tanaman berumur 30 hari. Namun, karena ganyong umumnya tidak diserang secara masif, pengendalian hama dan penyakit seringkali tidak dianggap ekonomis dan tidak dilakukan secara intensif. Pendekatan organik atau manual seringkali cukup untuk menjaga kesehatan tanaman.
6. Menentukan Waktu Panen Ganyong yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776252/original/078365100_1782871336-15506466781358532804.jpeg)
Perbesar
Pemanenan adalah puncak dari upaya menanam ganyong di pekarangan untuk cadangan pangan. Melansir Ebook Pangan (2009) di laman Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Semarang, umumnya jangka waktu yang dibutuhkan tanaman ganyong untuk siap panen dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Didataran tinggi yang banyak hujan masa pendewasaan umbi lama dibandingkan dengan yang ditanam di dataran rendah. Pada umur 6-8 bulan, setelah penanaman biasnya umbi sudah siap panen. Hasil panen ini belum dapat diambilpatinya, tapi hanya untuk bahan makanan sampingan seperti direbus atau umur 15-18 bulan. Di dataran rendah, kandungan patinya mencapai puncaknya pada umur 12 bulan.
Ciri-ciri ganyong yang siap panen yaitu batang dan daunnya mulai menguning atau mengering. Perubahan warna ini menjadi indikator visual bahwa umbi di dalam tanah telah matang dan siap untuk dipanen. Memperhatikan tanda-tanda ini sangat penting untuk mendapatkan umbi dengan kualitas terbaik.
Pemanenan dapat dilakukan dengan cara pencabutan apabila batang tanaman ganyong belum rapuh, atau menggunakan garpu. Penggunaan garpu membantu menggali umbi dengan hati-hati agar tidak rusak, terutama jika batang tanaman sudah mulai rapuh. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat menikmati hasil panen umbi ganyong yang lezat dan bergizi, sekaligus berkontribusi pada kemandirian pangan keluarga.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Ganyong di Pekarangan untuk Cadangan Pangan
1. Mengapa ganyong cocok sebagai cadangan pangan?
Ganyong kaya akan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, serta dapat menjadi pengganti beras atau tepung, menjadikannya sumber pangan alternatif yang bergizi.
2. Bagaimana cara memilih bibit ganyong yang baik?
Pilih umbi berukuran sedang dengan 1-2 mata tunas dari rumpun induk yang sehat, dan celupkan dalam larutan CuSO4 untuk mencegah busuk.
3. Kapan waktu terbaik untuk menanam ganyong?
Waktu terbaik adalah di awal musim hujan, antara Oktober hingga Desember, saat ketersediaan air cukup.
4. Perawatan apa saja yang penting untuk tanaman ganyong?
Perawatan meliputi penyiangan gulma, pembumbunan (menutup akar/umbi yang muncul), pemupukan susulan dengan pupuk kandang/kompos, dan penyulaman bibit yang mati.
5. Bagaimana ciri-ciri ganyong yang siap panen?
Ganyong siap panen ketika batang dan daunnya mulai menguning atau mengering, biasanya setelah 6-8 bulan di dataran rendah atau 15-18 bulan di dataran tinggi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712342/original/011707200_1782793842-nGpvnp16rQrT3soe4im5I0589TisZcVH06h33dqh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782410/original/091987600_1782885404-9933193e-9b5f-42da-b46a-9b0ef6e2566b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782379/original/031322700_1782884764-A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782370/original/076919000_1782884440-Pohon_menteng_yang_baru_dipanen.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712362/original/093668000_1782793853-JtncUIKbnbHpMT0WciENLufYifagOSVjV3siAJrt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782324/original/006782100_1782883088-Gemini_Generated_Image_15j6hc15j6hc15j6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782463/original/063036400_1782887585-LOGO_HUT_POLRI_KE-80.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782450/original/088107900_1782887069-Tanaman_Air_yang_Bisa_Dijadikan_Pakan_Ikan_Rumahan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782311/original/080283400_1782882880-Desain_Kolam_Koi_yang_Tetap_Bersih_dan_Estetik_lands.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1625750/original/065937400_1497587933-Kapal_Pelni.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782180/original/045448900_1782879164-Untitled2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782163/original/090604200_1782878189-3715793939195052016.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782250/original/004951500_1782881635-Gemini_Generated_Image_8dialx8dialx8dia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782148/original/048317200_1782877875-69994224-24e6-40d5-95d5-fb61122082a7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8776312/original/004996600_1782873879-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8777666/original/043117700_1782875860-Ide_Kebun_Koro_Pedang_untuk_Lahan_Menganggur_sebagai_Solusi_Hemat_Ruang_dan_Panen_Maksimal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498344/original/003941700_1770703838-Gurame_Batu__Ciri_Khas_Gelap_dan_Potensi_Ukuran_Besar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8776342/original/029731500_1782875335-17452513-1f24-42ea-b2e4-d22dfdedd250.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8776271/original/026101900_1782872931-Inspirasi_Pendopo_Mini_untuk_Rumah_Pedesaan_Gaya_Minimalis_Modern.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8778687/original/015300700_1782876182-d2b898b1-092f-4780-9220-3b017022283a.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529412/original/016644800_1773333017-20260312BL_Launching_Jersey_Baru_Timnas_Indonesia_Kelme_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527360/original/037343400_1773200966-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527393/original/036751200_1773201916-Model_Dapur_Minimalis_Bar_Sebagai_Solusi_Cerdas_untuk_Ruang_Terbatas.jpg)