Liputan6.com, Jakarta - Bagi para pecinta ikan, baik hias maupun konsumsi, memberikan pakan yang tepat adalah kunci utama kesehatan ikan. Namun, tidak semua orang memiliki waktu untuk memberi makan dua atau tiga kali sehari. Kabar baiknya, ada beberapa ikan air tawar yang cukup diberi makan sekali sehari tanpa mengorbankan kesehatan dan pertumbuhannya. Ikan-ikan ini memiliki sistem pencernaan yang efisien dan toleransi tinggi terhadap kondisi air, sehingga cocok untuk pemula maupun pembudidaya yang sibuk.
Memilih ikan dengan jadwal makan yang lebih fleksibel dapat membantu menjaga kualitas air tetap terjaga lebih lama, karena minimnya sisa pakan yang membusuk di dasar wadah. Praktik ini juga membantu mencegah gangguan pencernaan pada ikan akibat pemberian pakan yang berlebihan.
Berikut adalah 6 jenis ikan air tawar yang tetap sehat dan aktif meski hanya diberi makan sekali sehari, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamsi (18/6/2026).
1. Ikan Cupang, Si Cantik Tahan Banting
Ikan cupang (Betta splendens) merupakan ikan hias yang populer karena keindahan warnanya serta sifatnya yang tangguh. Ikan ini memiliki sistem pencernaan yang efisien, sehingga mereka cukup diberi makan sekali sehari asalkan porsi dan kualitas pakannya tetap terjaga dengan baik. Untuk hasil optimal, Anda dapat memberikan pelet khusus cupang dengan protein di atas 40%, serta sesekali memberikan pakan hidup atau beku seperti kutu air dan bloodworm.
Selain memperhatikan kualitas pakan, Anda perlu memberikan jumlah yang cukup agar habis dalam waktu 1 hingga 2 menit saja untuk mencegah sisa pakan mencemari air. Sangat disarankan untuk memvariasikan jenis pakan agar ikan tidak bosan dan nutrisinya terpenuhi dengan seimbang. Jangan lupa untuk melakukan puasa rutin selama 1 hari dalam seminggu untuk mengistirahatkan sistem pencernaan ikan cupang agar terhindar dari masalah kesehatan seperti sembelit.
Perawatan ikan cupang yang tepat akan membuat mereka tetap aktif, berwarna cerah, dan memukau setiap hari. Hindari pemberian pakan yang busuk, kotor, atau berukuran terlalu besar karena dapat mengganggu kesehatan ikan secara drastis. Dengan perhatian dan porsi pakan yang terukur, ikan cupang akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan umur yang lebih panjang.
2. Ikan Guppy, Mungil, Aktif, & Mudah Beradaptasi
Ikan guppy (Poecilia reticulata) adalah jenis ikan hias berukuran kecil yang sangat aktif dan memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa terhadap lingkungan baru. Ikan ini dikenal tidak rewel mengenai jadwal makan dan dapat tetap sehat meski hanya diberi makan sekali sehari, selama kondisi kebersihan air di akuarium Anda tetap terjaga dengan baik. Mereka sangat cocok bagi pemula yang menginginkan ikan hias cantik tanpa perlu frekuensi pemberian pakan yang tinggi.
Untuk menunjang pertumbuhannya, Anda bisa memberikan pakan berupa pelet mikro, serpihan (flake), atau sesekali memberikan kutu air (daphnia) dan cacing darah beku sebagai variasi nutrisi. Mengingat ukurannya yang sangat kecil, berikan pakan dalam jumlah yang sedikit agar tidak ada sisa yang mengendap dan membusuk di dasar akuarium. Pemberian pakan yang tepat sasaran dan hemat ini akan sangat membantu menjaga kejernihan air akuarium dalam jangka waktu yang lebih lama.
Kunci utama keberhasilan memelihara guppy dengan jadwal makan sekali sehari terletak pada konsistensi. Jika kualitas air tetap terjaga dan porsi pakan diberikan sesuai dengan kapasitas ikan, guppy akan terus aktif dan menunjukkan perilaku yang lincah. Selain itu, karena sifatnya yang adaptif, ikan guppy tidak akan mudah stres meskipun pola makannya dibuat lebih efisien dan sederhana dibandingkan ikan hias pada umumnya.
3. Ikan Platy, Sahabat Pemula yang Tangguh
Ikan platy (Xiphophorus maculatus) adalah pilihan tepat bagi pemula karena sifatnya yang sangat tangguh dan kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Ikan ini tidak memerlukan perhatian khusus pada jadwal makan dan tetap dapat tumbuh dengan optimal meskipun hanya diberi makan sekali sehari. Ketangguhan ini membuat ikan platy menjadi favorit bagi banyak penghobi ikan hias yang memiliki mobilitas tinggi.
Sebagai ikan omnivora, platy membutuhkan variasi nutrisi untuk menjaga kecerahan warna dan kesehatannya. Anda bisa memberikan pelet atau flake berkualitas sebagai makanan utama, dan sesekali memberikan tambahan berupa sayuran rebus seperti bayam atau selada, serta pakan alami seperti cacing darah atau artemia. Pemberian variasi pakan ini sangat penting agar ikan mendapatkan asupan nutrisi yang beragam sehingga tubuhnya tetap bugar meski frekuensi makannya tidak sesering ikan lainnya.
Dengan jadwal makan sekali sehari, Anda justru bisa lebih mudah mengontrol kebersihan akuarium dari sisa-sisa pakan yang tidak termakan. Pastikan untuk memberikan porsi yang pas agar ikan merasa kenyang namun tidak sampai mencemari lingkungan air. Ikan platy yang dirawat dengan pola makan teratur akan menjadi penghuni akuarium yang tenang dan tetap menawan bagi siapa saja yang melihatnya.
4. Ikan Lele, Raja Konsumsi yang Super Kuat
Ikan lele (Clarias sp.) dikenal luas sebagai ikan konsumsi yang sangat kuat, tumbuh cepat, dan memiliki toleransi tinggi terhadap kualitas air yang kurang ideal. Hal ini dimungkinkan karena lele memiliki organ pernapasan tambahan berupa labirin yang membuatnya mampu bertahan di kondisi air yang minim oksigen. Selain itu, lele memiliki metabolisme yang efisien, sehingga pemberian pakan cukup dilakukan sekali sehari dengan tetap menjaga pertumbuhannya.
Pilihan pakan untuk lele cukup beragam, mulai dari pelet apung atau tenggelam yang mudah ditemukan di pasaran, hingga pakan alami seperti kecebong atau bekicot yang murah meriah. Namun, perlu diingat bahwa lele memiliki sifat kanibal jika mereka merasa kelaparan. Oleh karena itu, pastikan porsi sekali makan tersebut benar-benar mencukupi kebutuhan seluruh ikan di dalam kolam agar tidak terjadi perilaku agresif sesama lele.
Meskipun lele tahan banting, jangan pernah membiarkan kolam tidak mendapatkan pasokan pakan lebih dari 24 jam untuk mencegah risiko kanibalisme dan penurunan kualitas pertumbuhan. Lele yang diberi pakan secara konsisten dan terukur akan mencapai ukuran konsumsi dengan sangat cepat. Dengan pengelolaan pakan yang efektif sekali sehari, budidaya lele menjadi kegiatan yang sangat efisien baik untuk skala rumahan maupun produksi.
5. Ikan Nila/Mujair, Tahan Banting & Cepat Panen
Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah jenis ikan konsumsi yang sangat adaptif dan tidak menuntut kadar oksigen tinggi di dalam kolam. Ikan ini sangat efisien dalam mencerna pakan, sehingga mereka dapat tumbuh optimal meskipun hanya mendapatkan asupan makanan sekali dalam sehari. Kemampuan adaptasi inilah yang membuat nila menjadi salah satu komoditas ikan air tawar paling populer untuk dibudidayakan di rumah.
Pemberian pakan yang disarankan untuk ikan nila adalah pelet apung dengan kandungan protein sekitar 25–30% untuk mendukung pertumbuhan bobot tubuh secara maksimal. Anda juga bisa menambahkan asupan alami berupa daun-daunan seperti kangkung atau daun pepaya, serta plankton atau eceng gondok yang dihaluskan sebagai variasi nutrisi. Kombinasi pakan pelet dan pakan alami ini sangat efektif untuk meningkatkan kualitas kesehatan ikan secara menyeluruh.
Untuk hasil panen yang memuaskan dalam waktu 4 hingga 6 bulan, konsistensi dalam pemberian pakan sekali sehari adalah kunci. Ikan nila yang mendapatkan nutrisi cukup dan teratur akan memiliki bobot yang ideal saat dipanen. Karena sifatnya yang mudah dipelihara dan tidak memerlukan perawatan rumit, ikan nila menjadi pilihan cerdas bagi siapa pun yang ingin memulai usaha budidaya ikan di rumah dengan hasil yang menjanjikan.
6. Ikan Mas, Klasik yang Selalu Andal
Ikan mas (Cyprinus carpio) adalah ikan omnivora atau pemakan segala yang dikenal memiliki nafsu makan tinggi. Meskipun sangat rakus, mereka tetap bisa tumbuh dengan sangat cepat meskipun jadwal pemberian pakannya hanya dilakukan sekali sehari, asalkan porsi dan nutrisi yang diberikan sudah mencukupi kebutuhan tubuhnya. Ikan mas juga sangat disukai pembudidaya karena mampu hidup di berbagai jenis lingkungan air.
Variasi pakan yang bisa diberikan untuk ikan mas meliputi pelet tenggelam, potongan sayuran seperti bayam atau kangkung, serangga kecil, hingga nasi atau roti sebagai selingan. Mengingat ikan mas sangat gemar makan, Anda harus lebih jeli dalam mengawasi porsi pemberian pakan agar tidak berlebihan. Memberikan makanan secara berlebih hanya akan menyebabkan penumpukan kotoran yang dapat menurunkan kualitas air kolam atau akuarium secara cepat.
Budidaya ikan mas tergolong tidak sulit dan bisa memberikan hasil yang menguntungkan jika dikelola dengan benar. Dengan teknik pemeliharaan yang tepat, ikan mas bisa mencapai ukuran panen dengan cepat dan bobot yang ideal. Kehadiran ikan mas dalam kolam budidaya tidak hanya memberikan nilai ekonomis, tetapi juga kemudahan dalam hal pemeliharaan karena sifatnya yang andal dalam berbagai kondisi.
Pertanyaan Seputar Pemberian Pakan Ikan
Q: Apakah semua ikan bisa diberi makan sekali sehari?
A: Tidak semua ikan bisa diberi makan sekali sehari, terutama bagi ikan yang masih dalam fase pertumbuhan (burayak) atau jenis ikan yang memiliki metabolisme sangat tinggi, karena mereka memerlukan frekuensi makan yang lebih sering, sekitar 2 hingga 3 kali sehari. Ikan dewasa yang sudah memiliki tubuh kuat dan sistem pencernaan yang toleran adalah jenis yang paling cocok dengan jadwal pemberian makan sekali sehari.
Q: Berapa porsi ideal untuk sekali makan?
A: Porsi ideal untuk sekali makan adalah sebanyak jumlah pakan yang dapat dihabiskan oleh ikan dalam waktu 1 hingga 2 menit saja. Jika setelah lewat durasi tersebut masih terdapat banyak sisa pakan yang mengambang atau mengendap, berarti porsi yang diberikan terlalu banyak dan sebaiknya dikurangi pada pemberian berikutnya.
Q: Apakah ikan akan kelaparan jika hanya sekali sehari?
A: Ikan tidak akan kelaparan selama porsi dan kualitas nutrisi yang diberikan sudah mencukupi kebutuhan harian mereka. Ikan dewasa memiliki sistem pencernaan yang efisien dan mampu menyimpan cadangan energi dengan baik, sehingga jadwal makan sekali sehari sudah cukup untuk menjaga kesehatan serta aktivitas mereka.
Q: Apa dampak memberi makan terlalu banyak?
A: Pemberian pakan yang berlebihan berdampak negatif karena sisa pakan yang tidak termakan akan membusuk di dasar air dan meningkatkan kadar amonia, nitrit, serta nitrat yang bersifat beracun bagi ikan. Selain mencemari air, perilaku ini juga dapat memicu masalah kesehatan pada ikan seperti obesitas dan gangguan sistem pencernaan yang serius.
Q: Bagaimana jika saya lupa memberi makan sehari?
A: Ikan dewasa yang sehat umumnya masih mampu bertahan hidup selama 1 hingga 2 hari tanpa asupan makanan. Namun, Anda sebaiknya tidak membiarkan ikan tidak diberi makan lebih dari 2 hari karena hal tersebut dapat menyebabkan ikan mengalami stres dan penurunan daya tahan tubuh yang signifikan.
Q: Apakah ikan cupang perlu puasa seminggu sekali?
A: Ya, memberikan jadwal puasa selama 1 hari dalam seminggu sangat dianjurkan bagi ikan cupang. Praktik ini berfungsi untuk memberikan waktu istirahat pada sistem pencernaan ikan serta mencegah timbulnya gangguan kesehatan seperti sembelit (constipation).
Q: Bisakah saya memberi makan ikan dengan makanan manusia?
A: Pemberian makanan manusia secara umum tidak disarankan, kecuali untuk jenis ikan omnivora seperti ikan mas atau lele, dan itu pun hanya boleh diberikan sebagai selingan dalam porsi yang sangat terbatas, seperti sayuran rebus. Pastikan makanan tersebut tidak mengandung garam, minyak, atau bumbu tambahan lainnya yang bisa berbahaya bagi kesehatan ikan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262243/original/084495300_1781776481-HL_sayur.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4572146/original/084941000_1694499511-Ilustrasi_anjing_dan_kucing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262168/original/042313500_1781773795-18430178727068253082.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262204/original/033146900_1781774708-Desain_Gazebo_Minimalis_Modern_untuk_Lahan_Sempit_Ukuran_2x2_Meter.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262187/original/013984800_1781774445-Inspirasi_Gazebo_Mungil_di_Samping_Rumah_Minimalis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262161/original/019844500_1781773154-11244512687103417298.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262279/original/091109600_1781776758-SnapInsta.to_722447629_18451701883138801_7638122740370759317_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262047/original/070080700_1781768297-hl6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5137975/original/037099700_1739976483-WhatsApp_Image_2025-02-19_at_21.04.31__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262025/original/062255000_1781767936-4317225620594436317.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262010/original/088034800_1781767567-HL_kebun.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7528888/original/093145200_1780302465-Untitledt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262106/original/096472500_1781771114-Inspirasi_Fasad_Jepang_yang_Cocok_untuk_Perumahan_Indonesia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6578834/original/084195200_1779421747-durian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261974/original/076216500_1781764736-355865845125812426.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3037946/original/085066900_1580462162-sunset-2774479_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262218/original/057947900_1781775109-SnapInsta.to_721801831_18451701874138801_4834949641860846801_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261915/original/033097500_1781762623-peluang_usaha_ikan_hias_dari_media_galon_bekas_yang_minim_modal__Hot_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261859/original/029998900_1781760927-14460445875848740941.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312074/original/016135700_1754903124-87f60115-b583-4744-ba1c-7f92feb1ac77.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513604/original/091062600_1772031776-What_a_goal_from_Gali_Freitas______Persebaya__PersebayaUntukSemua.jpg)