Liputan6.com, Jakarta - Teras sering menjadi area pertama yang dilihat tamu sekaligus tempat bersantai bagi penghuni rumah. Namun, tanpa disadari, beberapa barang yang diletakkan di teras justru dapat menciptakan kondisi yang disukai nyamuk.
Nyamuk tidak hanya tertarik pada genangan air, tetapi juga menyukai tempat yang lembap, teduh, dan jarang terganggu. Karena itu, menjaga kebersihan serta penataan barang di teras menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi populasi nyamuk di sekitar rumah.
Selengkapnya barang di teras yang diam-diam mengundang nyamuk, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (29/7).
Pot Tanaman dengan Tatakan Berisi Air
Tatakan pot yang dibiarkan penuh air setelah penyiraman merupakan salah satu penyebab paling umum berkembangnya nyamuk. Air yang menggenang selama beberapa hari dapat menjadi tempat ideal bagi nyamuk betina untuk meletakkan telur.
Larva nyamuk mampu tumbuh dengan cepat di air yang tenang. Bahkan genangan air yang volumenya sangat sedikit sudah cukup untuk mendukung siklus hidup beberapa jenis nyamuk, termasuk Aedes aegypti yang dikenal sebagai penyebar demam berdarah.
Periksa tatakan pot secara rutin dan kosongkan air yang mengendap. Bila memungkinkan, gunakan tatakan yang cepat kering atau siram tanaman secukupnya agar air tidak terus menggenang.
Ember, Baskom, atau Wadah Kosong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310292/original/074622800_1785312978-2.jpeg)
Perbesar
Banyak orang menyimpan ember atau baskom di teras setelah digunakan. Ketika hujan turun, wadah tersebut dapat menampung air tanpa disadari.
Air hujan yang tertahan selama beberapa hari menciptakan lingkungan yang tenang dan bersih, kondisi yang sangat disukai beberapa spesies nyamuk untuk bertelur. Semakin lama air tidak diganti atau dibuang, semakin besar peluang telur berkembang menjadi larva.
Simpan ember dan baskom dalam posisi terbalik atau di tempat yang terlindung dari hujan. Cara sederhana ini dapat mencegah terbentuknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Talang atau Saluran Air yang Tersumbat
Talang air di sekitar teras sering kali tertutup daun kering, debu, atau lumut. Akibatnya, air hujan tidak mengalir dengan lancar dan tertahan di dalam saluran.
Genangan air yang tersembunyi di talang sering luput dari perhatian karena tidak terlihat dari bawah. Padahal, tempat seperti ini dapat menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk dalam jumlah cukup banyak jika dibiarkan.
Bersihkan talang secara berkala, terutama saat musim hujan atau ketika banyak daun berguguran. Saluran air yang lancar tidak hanya mengurangi risiko nyamuk, tetapi juga membantu mencegah kerusakan bangunan akibat air yang meluap.
Ban Bekas yang Diletakkan di Teras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310293/original/092875500_1785312978-4.jpg)
Perbesar
Ban bekas sering dimanfaatkan sebagai dekorasi, pot tanaman, atau sekadar disimpan di sudut teras. Sayangnya, bentuk cekung pada ban sangat mudah menampung air hujan.
Selain mampu menyimpan air cukup lama, bagian dalam ban juga cenderung teduh sehingga suhu air relatif stabil. Kombinasi tersebut membuat ban bekas menjadi habitat yang baik bagi larva nyamuk.
Jika ban tidak digunakan, simpan di tempat tertutup atau posisikan agar tidak dapat menampung air. Apabila dijadikan pot tanaman, pastikan terdapat lubang drainase yang memadai sehingga air tidak mengendap.
Dekorasi Air yang Jarang Dibersihkan
Air mancur mini, kolam hias kecil, atau wadah dekoratif berisi air dapat mempercantik teras. Namun, jika airnya tidak mengalir atau jarang diganti, tempat tersebut dapat dimanfaatkan nyamuk untuk berkembang biak.
Meski beberapa kolam memiliki ikan pemakan jentik, keberadaan sudut-sudut yang tenang tetap memungkinkan larva bertahan hidup. Risiko meningkat apabila pompa air mati atau sirkulasi air tidak berjalan dengan baik.
Pastikan air selalu bersirkulasi dan lakukan pembersihan secara berkala. Mengganti air serta menyikat dinding wadah membantu menghilangkan telur yang mungkin menempel di permukaan.
Tumpukan Barang yang Jarang Dipindahkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310294/original/012750700_1785312979-d2037af5-8d44-4fea-82ab-e15b48102ac0.jpg)
Perbesar
Kardus, pot kosong, tumpukan kayu, atau peralatan berkebun yang menumpuk di sudut teras memang tidak selalu mengandung air. Namun, barang-barang tersebut menciptakan area yang teduh, lembap, dan minim gangguan.
Nyamuk dewasa kerap beristirahat di tempat yang sejuk pada siang hari untuk menghindari panas matahari. Tumpukan barang juga dapat menyembunyikan wadah kecil yang tanpa sengaja menampung air hujan.
Rapikan teras secara rutin dan kurangi penumpukan barang yang tidak lagi digunakan. Sirkulasi udara yang lebih baik serta paparan sinar matahari akan membuat area teras menjadi kurang nyaman bagi nyamuk.
Keset yang Selalu Basah
Keset di depan pintu sering terkena air hujan atau cipratan saat menyiram tanaman. Bila terus-menerus lembap dan tidak pernah dijemur, area di bawahnya dapat menjadi tempat yang disukai nyamuk untuk beristirahat.
Meskipun keset bukan lokasi bertelur karena tidak menampung air, kelembapan yang tinggi membantu menciptakan mikrohabitat yang nyaman bagi nyamuk dewasa. Kondisi ini semakin mendukung jika teras memiliki banyak tanaman rimbun.
Jemur keset secara berkala dan gunakan bahan yang mudah mengering. Menjaga area pintu masuk tetap kering akan membantu mengurangi tempat persembunyian nyamuk di sekitar teras.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Barang di Teras yang Diam-Diam Mengundang Nyamuk
1. Mengapa tatakan pot tanaman yang berisi air menjadi tempat favorit nyamuk untuk berkembang biak?
Tatakan pot yang dibiarkan penuh air menyediakan genangan tenang dan ideal bagi nyamuk betina untuk meletakkan telur. Larva nyamuk (termasuk Aedes aegypti) dapat tumbuh dengan cepat di air tersebut, bahkan dalam volume genangan yang sangat sedikit.
2. Bagaimana cara mencegah ember, baskom, atau wadah kosong di teras agar tidak menjadi sarang nyamuk?
Wadah kosong seperti ember atau baskom yang diletakkan di teras dapat menampung air hujan tanpa disadari. Untuk mencegahnya, simpan wadah-wadah tersebut dalam posisi terbalik atau letakkan di tempat yang terlindung dari hujan.
3. Mengapa talang atau saluran air yang tersumbat di sekitar teras berisiko memicu populasi nyamuk?
Talang yang tertutup daun kering atau lumut membuat air hujan tertahan dan tidak mengalir dengan lancar. Genangan tersembunyi ini sering luput dari perhatian dan menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk dalam jumlah cukup banyak jika dibiarkan.
4. Apakah dekorasi air seperti kolam hias atau air mancur mini tetap bisa menjadi tempat nyamuk bertelur jika jarang dibersihkan?
Ya. Air yang tidak mengalir, jarang diganti, atau memiliki sirkulasi yang buruk (meskipun ada ikan pemakan jentik) masih menyisakan sudut-sudut tenang bagi larva untuk bertahan hidup dan bagi nyamuk untuk berkembang biak.
5. Mengapa tumpukan barang dan keset yang basah di teras juga perlu diwaspadai meski tidak menampung genangan air?
Meskipun tidak menjadi lokasi bertelur, tumpukan barang menciptakan area yang teduh, lembap, dan minim gangguan untuk tempat istirahat nyamuk dewasa pada siang hari. Sementara itu, keset yang terus-menerus basah dan lembap menciptakan mikrohabitat yang nyaman bagi nyamuk untuk bersembunyi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

6 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5235847/original/008548600_1748436881-horny-short-haired-lady-glasses-with-red-lipstick-is-emotionally-exulting-while-sitting-working-place-with-laptop-croissant.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445365/original/019227100_1765852698-kebun_bayam_kangkung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310518/original/003817600_1785320188-759932138_18607086052017073_660449782181151087_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309967/original/037369100_1785299913-2151104080.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291707/original/094355000_1783574182-cempedak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/2408725/original/031003400_1542247836-20181113IQ_Timnas_Indonesia_Vs_Timor_Leste_30.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310563/original/021245000_1785321770-0b644505-679c-40a0-aea3-4f783ee9864b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310594/original/014053700_1785324295-leste__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9308715/original/025386000_1785170912-20260727BS_Timnas_Indonesia_vs_Kamboja_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310551/original/057466600_1785321486-6370609837447672359.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310400/original/090378300_1785316147-6d07ded5-ee6e-429a-ba8f-c9bb97afb846.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9310618/original/020166900_1785326466-20260729_Erwin_Snaz_DPMM_FC_vs_Persib_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310494/original/046279100_1785319473-Gemini_Generated_Image_7peg7i7peg7i7peg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309289/original/055507100_1785223754-Ilhan_Fandi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309771/original/045475300_1785254872-WhatsApp_Image_2026-07-28_at_10.49.37_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6509229/original/090335100_1779368381-Kucing_Pujanggana_Mengku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310351/original/076128700_1785315066-co3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310595/original/045940800_1785324541-HUTRI81_FA_Logo_Vektor_Main_Logo_Merah_Hitam_Latar_Putih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310565/original/063082500_1785321856-Puisi_Kemerdekaan_RI_2026.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310199/original/085877300_1785309609-watermarked_img_11572299092995117150.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546031/original/069166900_1775269649-Gemini_Generated_Image_2xrq5s2xrq5s2xrq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284895/original/077745100_1752650004-frans.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4738220/original/039321900_1707387131-Snapinsta.app_425427452_18416718079023123_1907590650915415216_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390115/original/042078200_1761229243-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539822/original/019994100_1774624129-IMG_6464.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546230/original/008921200_1775280658-Gemini_Generated_Image_22hk4e22hk4e22hk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527352/original/095268400_1773200921-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540749/original/077285200_1774800573-SnapInsta.to_657855999_18572468143056586_707926209239446155_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447320/original/078377700_1765953257-Usaha_Kue___Roti_Rumahan_Khusus_Pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193024/original/060543500_1745211082-dean_fc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380500/original/087480100_1760425516-Dapur_Rumah_Type_21_Ukuran_1x2_Meter__9_.jpg)