7 Cara Menabung untuk Hari Tua yang Realistis, Mulai dari Rp 500 Ribu per Bulan

14 hours ago 8

Bagian ini adalah inti yang bisa langsung Anda praktikkan, bahkan jika saat ini baru bisa menyisihkan ratusan ribu rupiah.

1. Tentukan Angka Target Dana Pensiun

Tanpa target, tabungan hanya jadi angan. Cara paling populer adalah aturan 25x. Merujuk New York Life, banyak orang menggunakan aturan 25x untuk memperkirakan berapa yang perlu ditabung: hitung perkiraan pengeluaran tahunan saat pensiun, lalu kalikan 25. Jika kebutuhan pensiun Anda Rp60 juta per tahun, target dananya sekitar Rp1,5 miliar.

Angka ini berpasangan dengan aturan 4%. Mengutip Charles Schwab, Anda menjumlahkan seluruh investasi lalu menarik 4% dari total itu pada tahun pertama pensiun, kemudian menyesuaikan nominalnya dengan inflasi pada tahun-tahun berikutnya, sehingga peluang dana bertahan selama 30 tahun sangat tinggi.

2. Hitung dengan Asumsi Realistis ala Indonesia

Sesuaikan hitungan dengan konteks lokal. Sebagai gambaran dasar tanpa menghitung inflasi, jika pengeluaran rutin saat ini Rp5 juta per bulan, rencana pensiun usia 60, dan harapan hidup 75 tahun (15 tahun masa pensiun), Anda membutuhkan minimal Rp 900 juta.

Namun, karena adanya faktor inflasi tahunan sekitar 6%, target dana riil yang harus Anda kumpulkan di masa depan demi mempertahankan daya beli tersebut idealnya disiapkan lebih tinggi, di kisaran Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.

3. Mulai Sedini Mungkin dan Manfaatkan Bunga Majemuk

Waktu adalah aset termahal dalam perencanaan pensiun. Sebagai ilustrasi, menabung Rp 500 ribu per bulan sejak usia 25 tahun dengan asumsi imbal hasil investasi sekitar 9,6% per tahun bisa terkumpul hingga Rp 1,7 miliar di usia 60 tahun. Jika baru memulai di usia 35 dengan setoran dan imbal hasil sama, hasilnya hanya sekitar Rp 731 juta. Selisihnya nyaris satu miliar, hanya karena beda 10 tahun.

Inilah mengapa menunda jauh lebih mahal daripada memulai kecil. Fokuslah pada kebiasaan cara menabung yang baik untuk masa depan ketimbang menunggu punya penghasilan besar.

4. Bayar Diri Sendiri Lebih Dulu dan Otomatiskan

Kunci konsistensi adalah menyisihkan tabungan di awal, bukan dari sisa. Metode "pay yourself first" menekankan penyisihan persentase tetap dari pendapatan untuk tabungan atau pelunasan utang sebelum membelanjakan apa pun.

Gunakan kerangka anggaran sederhana. Sebagaimana diungkapkan NerdWallet, aturan 50/30/20 menyarankan 50% dari penghasilan bersih untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan serta pelunasan utang. Aktifkan auto-debit ke rekening investasi terpisah tepat setelah gajian agar dana pensiun tidak tergoda terpakai.

Jika ingin metode manual yang membumi, coba metode kakeibo ala Jepang. Kakeibo adalah metode pengelolaan keuangan manual asal Jepang yang diperkenalkan pada 1904 oleh jurnalis Motoko Hani, dengan cara menyisihkan uang untuk tabungan lebih dulu lalu mengkategorikan pengeluaran ke dalam empat jenis.

5. Amankan Fondasi: Dana Darurat dan Lunasi Utang

Sebelum agresif berinvestasi untuk pensiun, kuatkan fondasi. Idealnya, jumlah dana darurat minimal mencakup 3-6 bulan biaya hidup, disimpan di instrumen likuid seperti tabungan atau reksa dana pasar uang. Bersamaan itu, prioritaskan pelunasan utang berbunga tinggi seperti kartu kredit.

Tanpa dana darurat, satu kejadian tak terduga bisa memaksa Anda mencairkan investasi pensiun sebelum waktunya. Jaga pula rasio cicilan di bawah 30% dari penghasilan agar arus kas tetap sehat.

6. Pilih dan Diversifikasikan Instrumen

Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Berikut opsi yang mudah diakses di Indonesia lewat marketplace dan aplikasi bank:

  • Reksa dana: cocok untuk pemula karena dikelola manajer investasi, bisa dimulai dari Rp 100 ribu.
  • Emas: pelindung nilai jangka panjang; banyak yang memulai dari investasi emas untuk pemula secara digital.
  • Saham: potensi tumbuh tinggi untuk jangka panjang; pelajari cara menabung saham secara rutin di saham blue chip.
  • SBN dan deposito: pendapatan tetap dengan risiko lebih rendah, dijamin negara atau LPS.
  • DPLK dan BPJS Ketenagakerjaan: manfaatkan program pensiun tempat kerja, apalagi jika ada iuran tambahan dari perusahaan.

Untuk emas, tahan diri agar tidak berlebihan. Para ahli umumnya merekomendasikan alokasi 5-10% dari portofolio untuk emas, tergantung profil risiko investor. Bila ingin lebih dalam, ada panduan lengkap investasi emas yang membahas jenis dan cara penyimpanannya.

7. Evaluasi Berkala dan Naikkan Setoran

Tinjau portofolio setidaknya setahun sekali atau saat ada perubahan besar seperti kenaikan gaji, menikah, atau punya anak. Setiap kali penghasilan naik, naikkan pula persentase setoran pensiun agar tidak tergerus gaya hidup.

Timeline realistis: Minggu 1 - buka rekening investasi dan pasang auto-debit. Bulan 1 - dana darurat mulai terisi dan setoran pertama berjalan. Bulan 3 - kebiasaan mulai terbentuk. Bulan 6 - portofolio terdiversifikasi. Tahun 1 dan seterusnya - evaluasi dan tingkatkan.

Kesalahan pemula yang harus dihindari: menabung hanya dari sisa uang, membiarkan seluruh dana di tabungan biasa sehingga kalah oleh inflasi, sering menarik dana sebelum waktunya, tidak melakukan diversifikasi, serta tergiur skema "cuan cepat" tanpa memahami risikonya. Selalu cek legalitas produk di OJK untuk menghindari investasi bodong.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|