7 Cara Menyimpan Apel agar Tidak Cepat Keriput dan Bertepung, Kunci Kesegaran Buah

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Apel, buah yang digemari banyak orang karena perpaduan rasa manis, sedikit asam, dan teksturnya yang renyah, seringkali menghadapi masalah umum setelah beberapa hari disimpan. Kondisi apel yang cepat keriput dan bertepung tentu mengurangi kenikmatan saat dikonsumsi. Oleh karena itu, memahami cara menyimpan apel agar tidak cepat keriput dan bertepung menjadi kunci utama untuk menjaga kesegaran buah ini lebih lama di rumah.

Proses pematangan alami pada apel terus berlangsung bahkan setelah dipetik dari pohonnya. Perubahan tekstur dan penampilan buah sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti suhu, tingkat kelembapan, dan paparan gas etilen di lingkungan penyimpanan. Dengan menerapkan metode penyimpanan yang tepat, apel dapat mempertahankan kerenyahan serta kandungan airnya, sehingga tetap segar dan lezat saat akan dinikmati.

Panduan ini akan menguraikan berbagai cara efektif untuk menyimpan apel, mulai dari langkah awal pemilihan buah yang berkualitas hingga teknik penyimpanan yang bisa diterapkan dengan mudah di rumah. Dengan mengikuti panduan ini secara cermat, Anda dapat memastikan apel tetap dalam kondisi prima, tidak mudah keriput, dan terhindar dari tekstur bertepung yang kurang disukai banyak orang. Simak cara lengkapnya berikut ini, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (29/7/2026).

1. Simpan di Kulkas dengan Suhu Optimal

Menyimpan apel di dalam kulkas merupakan salah satu metode paling efektif untuk memperpanjang masa kesegarannya. Suhu dingin yang stabil di dalam kulkas berperan penting dalam memperlambat laju proses pematangan dan pembusukan buah. Apel yang disimpan dengan benar di kulkas dapat bertahan hingga beberapa minggu, bahkan berpotensi mencapai beberapa bulan, tergantung pada kondisi awal buah saat dibeli.

Idealnya, apel sebaiknya disimpan pada kisaran suhu antara 0 hingga 4 derajat Celsius. Suhu yang terkontrol ini sangat membantu dalam mempertahankan kandungan air yang ada di dalam buah, sehingga apel tetap terasa segar dan tidak mudah mengalami pengerutan atau keriput. Penting untuk diperhatikan bahwa suhu yang terlalu rendah bisa merusak sel-sel apel dan membuatnya menjadi lembek, sementara suhu yang terlalu tinggi akan mempercepat proses pematangan buah.

Banyak model kulkas modern dilengkapi dengan laci khusus yang dirancang untuk menyimpan buah dan sayuran, sering disebut sebagai crisper drawer. Laci ini berfungsi untuk menjaga tingkat kelembapan dan suhu agar tetap stabil, menjadikannya lokasi yang ideal untuk penyimpanan apel. Jika kulkas Anda tidak memiliki laci khusus tersebut, Anda dapat menempatkan apel dalam wadah plastik yang sedikit terbuka di bagian paling belakang kulkas, area yang cenderung memiliki suhu lebih dingin dan stabil.

2. Gunakan Kantong Plastik atau Wadah Kedap Udara

Membungkus apel menggunakan kantong plastik atau menyimpannya di dalam wadah kedap udara dapat menjadi cara efektif untuk menjaga kelembapan di sekitar buah. Tingkat kelembapan yang memadai sangat krusial agar apel tidak cepat kehilangan kadar airnya, yang merupakan penyebab utama apel menjadi keriput. Untuk sirkulasi udara yang baik, disarankan menggunakan kantong plastik yang memiliki lubang kecil atau wadah dengan sedikit ventilasi.

Saat memilih kantong plastik, pastikan ada beberapa lubang kecil untuk memungkinkan sirkulasi udara yang minimal, mencegah penumpukan kelembapan berlebih yang bisa memicu jamur. Jika Anda menggunakan wadah kedap udara, susun apel dengan rapi dan usahakan untuk mengeluarkan udara sebanyak mungkin sebelum menutup rapat. Metode ini bertujuan untuk meminimalkan paparan oksigen, yang dapat mempercepat proses oksidasi dan pembusukan pada apel.

Untuk penyimpanan apel dalam jangka waktu yang lebih lama di kulkas, ada baiknya membungkus setiap apel secara individual dengan kertas atau tisu dapur sebelum dimasukkan ke dalam kantong plastik. Langkah ini berfungsi untuk mencegah penyebaran pembusukan jika salah satu apel mulai rusak atau membusuk. Selain itu, pembungkusan individual juga membantu menjaga kelembapan spesifik pada setiap buah.

3. Jauhkan dari Buah dan Sayuran Penghasil Etilen

Apel secara alami memproduksi gas etilen, sebuah hormon yang berperan dalam mempercepat proses pematangan pada buah-buahan di sekitarnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyimpan apel secara terpisah dari jenis buah dan sayuran lain yang sensitif terhadap gas etilen, seperti pisang, alpukat, atau tomat. Jika disimpan berdekatan, buah-buahan tersebut akan mengalami pematangan dan pembusukan yang lebih cepat dari seharusnya.

Satu apel yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pembusukan dapat menghasilkan jumlah gas etilen yang lebih banyak, yang kemudian akan memengaruhi apel-apel lain di dekatnya. Kondisi ini bisa memicu percepatan pembusukan secara massal pada seluruh stok apel. Maka dari itu, memisahkan apel yang rusak atau memiliki memar dari apel yang masih dalam kondisi baik adalah langkah krusial untuk mencegah penyebaran pembusukan.

Selain itu, apel juga memiliki kecenderungan mudah menyerap aroma dari bahan makanan lain yang berada di dekatnya. Hindari menyimpan apel berdekatan dengan bahan makanan yang memiliki bau tajam, seperti bawang merah atau durian, karena aroma tersebut dapat memengaruhi rasa dan kualitas apel. Penyimpanan terpisah dalam wadah atau kantong tersendiri akan membantu menjaga kualitas dan cita rasa asli apel.

4. Pilih Apel yang Tepat untuk Disimpan

Kualitas apel saat pertama kali dibeli memiliki dampak signifikan terhadap daya tahannya selama periode penyimpanan. Oleh karena itu, pilihlah apel yang masih terlihat segar, terasa padat saat dipegang, dan tidak memiliki memar atau bintik-bintik lunak pada permukaannya. Apel dengan kulit yang mengkilap dan tekstur keras ketika ditekan biasanya merupakan indikator pilihan yang baik dan berkualitas.

Beberapa varietas apel memang dikenal memiliki daya tahan simpan yang lebih unggul dibandingkan dengan varietas lainnya. Umumnya, apel yang memiliki kulit lebih tebal cenderung lebih tahan lama dibandingkan dengan apel berkulit tipis. Selain itu, apel dengan rasa yang cenderung masam juga seringkali lebih awet dibandingkan dengan apel yang dominan manis.

Jika Anda memiliki rencana untuk menyimpan apel dalam jangka waktu yang cukup lama, penting untuk memperhatikan jenis atau varietas apel yang Anda beli. Varietas seperti Fuji, Red Delicious, Granny Smith, dan Gala dikenal luas karena daya tahannya yang baik selama penyimpanan. Memilih apel yang belum mencapai kematangan sempurna juga dapat menjadi strategi efektif untuk memperpanjang masa simpannya.

5. Jaga Kelembapan Lingkungan Penyimpanan

Selain membutuhkan suhu yang dingin, apel juga memerlukan sedikit kelembapan di lingkungan penyimpanannya agar tetap segar dan tidak mudah keriput. Lingkungan penyimpanan yang terlalu kering akan menyebabkan apel kehilangan kadar airnya dengan sangat cepat, sehingga mempercepat proses pengerutan. Tingkat kelembapan ideal untuk penyimpanan apel berkisar antara 80 hingga 95 persen.

Untuk menjaga kelembapan di dalam kulkas, Anda bisa menempatkan selembar tisu makan yang sudah sedikit dibasahi di atas apel atau di dalam wadah penyimpanannya. Namun, pastikan bahwa wadah tersebut tidak sepenuhnya kedap udara. Hal ini penting untuk menjaga sirkulasi udara yang cukup dan mencegah penumpukan kelembapan berlebih yang justru dapat memicu pertumbuhan jamur pada buah.

Jika Anda menyimpan apel di luar kulkas, dan memungkinkan, tempatkan apel di area yang sejuk dan lembap seperti ruang bawah tanah atau gudang yang dingin. Apabila tidak ada lokasi seperti itu, pastikan apel dibungkus dengan bahan yang dapat membantu mempertahankan kelembapan, misalnya kertas koran atau tisu, untuk menjaga kesegarannya lebih lama.

6. Hindari Mencuci Apel Sebelum Disimpan

Mencuci apel sebelum menyimpannya sebenarnya dapat mempercepat proses pembusukan. Apel memiliki pori-pori kecil pada kulitnya yang dapat menyerap air, dan jika air tidak dikeringkan dengan sempurna, kelembapan yang terperangkap dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Selain itu, lapisan lilin alami yang terdapat pada kulit apel juga berfungsi sebagai pelindung buah dari kehilangan kadar air.

Lapisan lilin pada apel, baik yang terbentuk secara alami maupun yang ditambahkan secara buatan (food-grade), memiliki fungsi ganda. Ia berperan penting dalam menjaga kadar air tetap berada di dalam buah dan sekaligus melindunginya dari potensi kerusakan serta kontaminasi dari luar. Mencuci apel akan menghilangkan lapisan pelindung alami ini, sehingga buah menjadi lebih rentan.

Oleh karena itu, sebaiknya cuci apel hanya sesaat sebelum Anda berencana untuk mengonsumsinya. Gunakan air mengalir yang dingin untuk membersihkan debu dan kotoran yang menempel pada permukaan kulit. Jika Anda merasa khawatir dengan lapisan lilin buatan, Anda bisa membersihkannya dengan air hangat atau larutan khusus pembersih buah sebelum apel tersebut dimakan.

7. Simpan di Tempat Sejuk, Gelap, dan Berventilasi Baik

Apabila Anda tidak memiliki kulkas atau berencana untuk menyimpan apel dalam jumlah yang cukup banyak, tempat yang sejuk, gelap, dan memiliki ventilasi udara yang baik dapat menjadi alternatif penyimpanan yang efektif. Suhu ruangan yang terlalu panas akan mempercepat proses pematangan apel, yang pada akhirnya membuat buah menjadi cepat lembek dan keriput.

Sangat disarankan untuk menghindari penempatan apel di dekat jendela yang terpapar sinar matahari langsung atau berdekatan dengan peralatan elektronik yang menghasilkan panas. Paparan panas dan cahaya secara terus-menerus dapat mempercepat proses oksidasi dan pembusukan pada buah. Area seperti dapur bagian dalam yang tidak terkena sinar matahari, ruang penyimpanan, atau bahkan garasi yang suhunya sejuk bisa menjadi pilihan tempat penyimpanan yang baik.

Penggunaan wadah yang memiliki lubang, seperti keranjang plastik atau kotak penyimpanan khusus buah, akan memungkinkan udara mengalir secara bebas di sekitar apel. Sirkulasi udara yang optimal ini sangat penting untuk mencegah penumpukan uap air dan bau tidak sedap, yang pada akhirnya akan membantu menjaga apel tetap awet dan renyah dalam jangka waktu yang lebih lama.

Tanya Jawab Seputar Penyimpanan Apel

Berapa lama apel bisa disimpan?

Apel dapat bertahan sekitar 5-7 hari di suhu ruangan, 4-6 minggu di dalam kulkas, dan hingga 8 bulan jika disimpan di freezer.

Mengapa apel cepat keriput?

Apel cepat keriput karena kehilangan kadar air, yang dipercepat oleh suhu hangat dan kelembapan rendah.

Apakah apel harus dicuci sebelum disimpan?

Tidak, apel sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan karena dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan pembusukan.

Bisakah apel disimpan bersama buah lain?

Sebaiknya tidak, karena apel menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat pematangan dan pembusukan buah lain di sekitarnya.

Suhu berapa yang ideal untuk menyimpan apel?

Suhu ideal untuk menyimpan apel adalah antara 0 hingga 4 derajat Celsius.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|