Liputan6.com, Jakarta - Dulu, karung goni identik dengan simbol kemiskinan. Di zaman penjajahan Jepang, ketika bahan baku kain langka dan mahal, goni menjadi satu-satunya pilihan bagi banyak orang yang tak mampu membeli pakaian layak. Bahkan di era ospek kampus tahun 90-an, mahasiswa baru disuruh mengenakan tas dari karung goni sebagai simbol “kehinaan.” Tapi siapa sangka, justru dari memori itulah lahir sebuah gerakan kreatif yang menarik.
Itulah yang dilakukan Andreas Bimo Wijoseno lewat Gunagoni, merek kerajinan berbasis di Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah satu dekade, Bimo menyulap karung goni bekas biji kopi, cokelat, dan kacang tanah menjadi tas, topi, baju, dan berbagai aksesori lainnya. Ia bukan pengusaha yang memulai dari perhitungan bisnis yang matang. Ia memulai dari sesuatu yang jauh lebih sederhana, yakni rasa senang.
Berikut 7 inspirasi daur ulang karung goni bekas yang bisa Anda coba di rumah, semuanya terinspirasi dari perjalanan nyata Gunagoni.
1. Tote Bag
Produk pertama dan paling populer yang dihasilkan Gunagoni adalah tote bag. Tas jinjing dari karung goni ini bukan sekadar kantong belanja, ia menyimpan cerita. Bayangkan tas dengan tulisan sablon nama-nama merek kopi lama terpampang di sisinya. Itulah daya tariknya, aura vintage yang tidak bisa dibeli di pusat perbelanjaan mana pun.
Bimo tidak pernah merencanakan ini sebagai produk bisnis. Semuanya bermula dari kegemaran jalan-jalan ke pasar tradisional dan memungut barang bekas.
“Aku nggak berkonsep bahwa ini nanti akan dijadikan gini-gini. Emang dasarnya aku seneng dolan (main). Beli terlepas belum tahu itu mau jadi apa. Nggak terpikirkan,” kata Bimo kepada reporter Liputan6.com pada Senin (8/6/2026).
Cara membuatnya pun tidak serumit yang dibayangkan. Cukup potong karung goni berbentuk kotak sesuai ukuran, jahit tiga sisinya, lalu tambahkan tali dari anyaman goni, kulit bekas, atau rantai lama. Sebelum dijahit, bersihkan goni hingga kotoran terangkat sempurna, lalu jemur hingga benar-benar kering. Jika karung masih memiliki sablon merek kopi atau cokelat, pertahankan, Itu justru menjadi nilai jualnya.
2. Topi
Ini salah satu kreasi paling mengejutkan dari Gunagoni, yakni topi. Bimo mengakui bahwa dia sama sekali tidak bermaksud melakukan disversifikasi produk.
"Tiba-tiba pengen bikin topi gitu aja," katanya.
3. Sling Bag
Selain tote bag, produk andalan Gunagoni adalah tas selempang dari karung goni. Ukurannya sedang, cocok untuk jalan-jalan santai atau ke pasar, dan pori-pori alami dari serat goni justru menjadi keunggulan fungsional di mana barang di dalamnya tetap bisa “bernapas”.
Yang menarik, Bimo menjelaskan bahwa daya tahan goni itu luar biasa dan sudah teruji sejak lama. Selain itu, meski menggunakan karung gonio bekas, untuk mendapatkan baha baku cukup mudah.
"Stoknya banyak. Kalau masih ada pabrik pabrik kopi ya. Ini kan dari kapal api. Kalau dia masih impor (kopi), pasti ada aja," ungkapnya.
4. Baju dan Rompi
Membuat baju dari karung goni memang tantangan tersendiri. Bahkan Bimo pun mengakuinya dengan jujur bahwa ini bukan wilayah yang ia kuasai betul.
“Baju itu paling susah dibuat karena polanya jelimet. Susah itu. Sama dipas, kok enak jatuhnya. Biasanya kan udah ngikutin pola tapi jatuhnya nggak enak. Itu soal jam terbang. Aku belum bisa,” kata Bimo mengakuinya.
Tapi kejujuran itu justru mengajarkan hal penting, di Gunagoni, setiap orang mengerjakan apa yang ia bisa. Baju dikerjakan oleh anaknya yang memang lebih paham pola. Ini adalah ekosistem keluarga yang organik, bukan produksi massal. Untuk pemula, mulailah dari model sederhana: rompi atau tunik longgar tanpa potongan rumit. Karena serat goni cukup kasar, lapisi bagian dalamnya dengan kain katun tipis. Kabar baiknya, setelah beberapa kali dicuci, serat goni akan melentur dan menjadi jauh lebih nyaman.
5. Dompet Koin dan Tas Ponsel dari Sisa Goni
Punya potongan goni yang terlalu kecil untuk dijadikan tas besar? Justru dari potongan-potongan terkecil inilah lahir produk yang paling menggemaskan, yakni dompet koin dan tas ponsel mini.
Potong goni ukuran sekitar 15x10 cm untuk dompet koin, atau sedikit lebih besar untuk tas ponsel. Lipat dua, jahit sisi kiri dan kanan, lalu tambahkan kancing atau tali sebagai penutup. Untuk tas ponsel, tambahkan tali panjang sebagai selempang. Jika ada bagian yang sulit dijahit, gunakan lem kain sebagai alternatif. Prinsipnya sama dengan semua produk Gunagoni: tidak ada yang terbuang sia-sia.
6. Sepatu
Gunagoni tidak berhenti di tas dan topi. Bekerja saa dengan perajin sepatu handmade ONTHEWAY FOOTWEAR, Bimo pernah mewujudkan sesuatu yang lebih berani, yakni sepatu berbahan karung goni. Bukan sepatu pabrik yang dicetak ribuan pasang sehari, melainkan sepatu buatan tangan yang mengutamakan waktu, tenaga, dan cinta. Setiap jahitan dikerjakan dengan sabar, setiap detail dipertimbangkan. Hasilnya adalah alas kaki yang benar-benar punya jiwa.
Hari ini, produksi sepatu Gunagoni sedang berhenti. Namun hal ini sudah membuktikan bahwa Gunagoni bisa membahwa karung gonio bekas ke level yang lebih tinggi lagi.
7. Sandal
Sepatu bukan satu-satunya yang bisa dihasilkan dari karung goni bekas. Gunagoni membuktikan bahwa goni bisa menapak lebih jauh, dengan terwujudnya sandal selop berbahan karung goni dengan dua tali penahan di punggung kaki, sol berlapis yang kokoh, dan jahitan tangan yang presisi mengelilingi setiap tepinya.
Di balik tujuh inspirasi ini, ada pesan yang lebih dalam. Karung goni bukan sekadar bahan baku murah, ia menyimpan perjalanan panjang. Setiap karung pernah mengangkut biji kopi dari perkebunan di India, naik kapal melintasi samudra, dan tiba di tangan pedagang di pasar-pasar Indonesia. Dengan mengolahnya kembali, kita tidak hanya mendaur ulang bahan, kita mendaur ulang memori.
Pertanyaan Seputar Daur Ulang Karung Goni
Q: Di mana bisa mendapatkan karung goni bekas?
A: Karung goni bekas bisa ditemukan di pasar tradisional tempat penjual kacang tanah, kopi bubuk, bawang, atau beras curah. Bisa juga langsung ke pabrik kopi atau cokelat lokal, toko grosir sembako, atau marketplace online yang banyak menjualnya per kilogram dengan harga terjangkau. Bimo sendiri awalnya mendapat goni dari toko-toko grosiran dan curah kacang tanah di sekitar Yogyakarta.
Q: Apakah karung goni tahan lama?
A: Sangat tahan lama. Satu karung goni bisa memuat hingga 50 kg biji kopi dan dibanting-banting saat bongkar muat tanpa sobek. Untuk produk sehari-hari seperti tas dan topi, bahan ini bisa bertahan bertahun-tahun. Ini bukan klaim baru, goni memang sudah digunakan untuk mengangkut barang berat melintasi samudra sejak lama.
Q: Apakah goni terasa kasar di kulit?
A: Awalnya memang agak kasar. Namun setelah dipakai berkali-kali atau dicuci beberapa kali, seratnya akan melentur dan menjadi lebih nyaman. Untuk produk yang bersentuhan langsung dengan kulit, lapisi bagian dalamnya dengan kain katun tipis sebagai solusi praktis.
Q: Bisakah daur ulang goni dijadikan usaha sampingan?
A: Bisa, tapi Gunagoni mengajarkan satu pelajaran berharga, yakni jangan terburu-buru untuk besar. Mulailah dari membuat produk untuk diri sendiri dulu, titipkan ke toko kerajinan terdekat, atau jual lewat media sosial. Bimo sendiri pernah melewati masa sepi tanpa penjualan yang berarti. Ia bertahan bukan karena strategi, melainkan karena cinta pada prosesnya.
Q: Apakah tulisan sablon di karung goni bisa dihilangkan?
A: Tulisan sablon biasanya cukup memudar setelah dicuci. Jika ingin lebih bersih, gunakan cairan bleaching encer. Namun, banyak pengrajin justru mempertahankan tulisan nama merek kopi atau kakao karena memberikan karakter vintage yang justru jadi nilai jual tersendiri, karena pembeli merasa mendapat produk dengan cerita, bukan sekadar tas biasa.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8142447/original/032529000_1780994900-Gemini_Generated_Image_f0593df0593df059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480522/original/030415100_1769058579-image_c2783999.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8142340/original/042147300_1780994756-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_15.44.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7071846/original/038231500_1779850761-72b2bb92-631f-488b-a208-8ae23426b064.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7514070/original/074213500_1780286149-Model_Kebun_dan_Peternakan_Mini_yang_Bisa_Jadi_Penghasilan_Tambahan_di_Rumah_Model_Ternak_Ayam_Kampung_Skala_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8029880/original/041222600_1780871446-ChatGPT_Image_Jun_8__2026__05_25_19_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8136594/original/032587300_1780988719-4133960011547598077.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8135682/original/054368000_1780987838-Gemini_Generated_Image_ry5dqxry5dqxry5d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4576444/original/089201600_1694751195-20230915BL_Latihan_Timnas_Indonesia_U-24_untuk_Asian_Games_2022_21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8134513/original/098624400_1780986431-sirsak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8133294/original/006008900_1780985143-udang2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7903868/original/002954500_1780734205-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_81.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8133835/original/000670500_1780985710-Screenshot_2026-06-09_131238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8133235/original/015782200_1780985078-Desain_Pagar_Anti_Debu_Jalan_Raya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8130002/original/039871200_1780981732-BPP_1140.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8059711/original/097057200_1780903602-sty-3.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355083/original/038870300_1758273243-Gemini_Generated_Image_c3a3pvc3a3pvc3a3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5618517/original/052341200_1778205991-pohon_jambu_air.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8142185/original/089253600_1780994657-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_13.13.30.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495852/original/028727000_1770438125-1000284404.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)