Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang menganggap kecerdasan tinggi identik dengan perilaku kaku dan serba teratur, namun riset ilmiah justru mengungkap fakta sebaliknya, di mana berbagai kebiasaan aneh orang jenius sering kali terlihat tidak lazim bagi masyarakat umum. Ambil contoh Albert Einstein yang gemar berbicara sendiri saat menguji teori fisikanya dan membiarkan meja kerjanya di Universitas Princeton selalu dipenuhi tumpukan kertas berserakan sepanjang hidupnya. Alih-alih selalu rapi dan disiplin, individu dengan IQ di atas rata-rata kerap menunjukkan pola perilaku eksentrik yang ternyata berkaitan erat dengan cara otak mereka memproses informasi secara efisien dan kreatif.
Fenomena ini telah dibuktikan lewat berbagai studi psikologi, salah satunya dalam buku Creativity in Context (1996) karya Teresa Amabile di halaman 85, yang menyoroti bagaimana kebiasaan unik dan lingkungan yang tidak konvensional justru memicu tingginya kapasitas kognitif seseorang dalam memecahkan masalah kompleks. Berikut ulasan Liputan6.com tentang kebiasaan aneh orang jenius dari berbagai sumber Kamis (6/8/2026).
1. Gemar Menyendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5260087/original/069727100_1750514176-Introvert.jpg)
Perbesar
Orang jenius cenderung menghindari keramaian bukan karena antisosial, melainkan untuk menjaga fokus mental mereka. Riset dalam British Journal of Psychology (2016) oleh Norman Li dan Satoshi Kanazawa menemukan bahwa individu sangat cerdas justru merasa kepuasan hidupnya menurun jika terlalu sering bersosialisasi dengan banyak orang.
Kondisi ini sangat relevan di Indonesia, di mana orang yang jarang "nongkrong" sering dianggap sombong, padahal mereka sedang menghemat energi kognitif. Bagi mereka, kesendirian adalah ruang produktif untuk merenung dan menciptakan solusi baru tanpa gangguan eksternal yang tidak perlu.
2. Meja Kerja Berantakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369295/original/087252900_1759463247-view-messy-office-workspace-with-laptop.jpg)
Perbesar
Jika Anda sering dimarahi karena kamar atau meja kerja yang kacau, mungkin itu tanda kreativitas tersembunyi. Studi Kathleen Vohs dalam jurnal Psychological Science (hal. 480-487, 2013) membuktikan bahwa lingkungan yang tidak teratur justru memicu ide-ide segar dan mendobrak pemikiran konvensional yang kaku.
Orang jenius melihat kekacauan sebagai metode acak untuk menghubungkan berbagai konsep yang tampaknya tidak berkaitan. Di tengah tumpukan kertas dan barang yang semrawut, otak mereka justru bekerja lebih keras untuk membentuk pola abstrak yang menghasilkan inovasi orisinal yang jarang terpikirkan orang rapi.
3. Suka Bicara Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5222264/original/025351200_1747388204-pretty-young-woman-casual-outfit-looking-into-mirror.jpg)
Perbesar
Kebiasaan bergumam atau berbicara pada diri sendiri sering dianggap sebagai tanda gangguan jiwa, padahal ini adalah teknik kognitif tingkat tinggi. Peneliti Paloma Mari-Beffa dalam Quarterly Journal of Experimental Psychology (2017) menjelaskan bahwa instruksi verbal diri sendiri (self-talk) meningkatkan kontrol dan fokus otak.
Di Indonesia, orang yang bicara sendiri di jalan mungkin dilihat aneh, namun bagi si jenius, ini adalah cara "mengonkritkan" pikiran. Dengan melafalkan rencana atau masalah, mereka memperjelas memori kerja dan memproses informasi lebih cepat daripada sekadar memikirkannya dalam diam.
4. Sering Mengumpat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4688983/original/042410400_1702788477-zodiak_zok.jpg)
Perbesar
Anggapan bahwa orang yang suka mengumpat memiliki kosakata terbatas ternyata salah besar menurut sains. Studi Timothy Jay dan Kristin Janschewitz dalam Language Sciences (2015) menunjukkan bahwa mereka yang mampu menyebutkan banyak kata tabu dalam satu menit juga memiliki kekayaan kosakata umum dan kecerdasan verbal yang tinggi.
Mengumpat bagi orang jenius bukan sekadar ekspresi kemarahan kasar, melainkan bentuk retorika yang kompleks untuk melepaskan stres emosional secara efektif. Ini adalah salah satu kebiasaan aneh orang jenius yang menunjukkan kejujuran ekspresif dan kefasihan bahasa yang otentik tanpa filter sosial berlebihan.
5. Hobi Begadang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4939257/original/022257700_1725774273-Ilustrasi_belajar__bekerja__skripsi__begadang.jpg)
Perbesar
Pola tidur "burung hantu" atau night owl ternyata memiliki korelasi evolusioner dengan kecerdasan tinggi. Satoshi Kanazawa dalam jurnal Personality and Individual Differences (2009) menyebutkan bahwa orang cerdas lebih mungkin mengadopsi nilai-nilai evolusioner baru, termasuk beraktivitas di malam hari saat suasana hening.
Bagi mahasiswa atau pekerja kreatif di Indonesia yang sering lembur, kebiasaan ini memberi ruang sunyi untuk berpikir mendalam. Saat orang lain terlelap, otak jenius justru aktif menelusuri ide-ide kompleks tanpa gangguan notifikasi ponsel atau hiruk-pikuk aktivitas siang hari yang memecah konsentrasi.
6. Mencoret-coret (Doodling)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3253436/original/097952000_1601441598-pexels-fauxels-3184666__1_.jpg)
Perbesar
Sering mencoret-coret buku saat rapat atau belajar bukan berarti tidak memperhatikan, melainkan upaya otak untuk tetap sadar. Riset Jackie Andrade dalam Applied Cognitive Psychology (hal. 100-106, 2010) menemukan bahwa orang yang melakukan doodling mampu mengingat 29% lebih banyak informasi dibandingkan mereka yang hanya diam mendengarkan.
Aktivitas motorik ringan ini mencegah otak melamun terlalu jauh (daydreaming) yang justru menghilangkan fokus utama. Jadi, gambar-gambar abstrak di pinggir catatan adalah jangkar visual yang membantu orang jenius mempertahankan atensi pada materi yang sedang didengar atau dipelajari.
7. Sering Melamun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816327/original/012713700_1714377958-IMG_2308.jpeg)
Perbesar
Ironisnya, meskipun doodling mencegah melamun, melamun yang disengaja (mind wandering) juga tanda otak yang efisien. Riset Eric Schumacher di Neuropsychologia (2017) mengungkap bahwa orang yang sering melamun memiliki konektivitas otak yang lebih tinggi dan skor kreativitas yang lebih baik dibanding rata-rata.
Ini berarti kapasitas otak mereka begitu besar sehingga tidak cukup hanya dipenuhi oleh tugas yang sedang dikerjakan. Pikiran mereka "mengembara" untuk menyelesaikan masalah lain di latar belakang, sebuah kebiasaan aneh orang jenius yang sering disalahartikan sebagai kemalasan atau kurangnya disiplin kerja.
Mengapa Otak Jenius Bekerja Berbeda?
Perilaku-perilaku di atas bukan sekadar kebiasaan buruk yang dipelihara, melainkan manifestasi dari kabel saraf otak yang berbeda. Otak jenius memiliki hiper-konektivitas yang memungkinkan mereka melihat pola di tempat yang orang lain lihat sebagai kekacauan.
Baik itu melalui meja yang berantakan atau jam tidur yang terbalik, setiap tindakan adalah strategi adaptif bawah sadar untuk memaksimalkan potensi pemrosesan informasi mereka. Memahami hal ini membantu kita lebih toleran terhadap eksentrisitas kawan atau anak yang mungkin menyimpan potensi luar biasa.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Aneh Orang Jenius
1. Apakah meniru kebiasaan aneh ini bisa membuat seseorang menjadi jenius secara instan?
Meniru perilaku seperti membiarkan meja berantakan atau begadang tidak akan serta-merta meningkatkan IQ seseorang secara drastis. Kebiasaan-kebiasaan ini adalah produk sampingan dari cara kerja otak jenius, bukan penyebab utamanya. Namun, mengadopsi beberapa strategi seperti self-talk atau doodling bisa membantu meningkatkan fokus dan efisiensi kerja otak orang awam dalam situasi tertentu.
2. Mengapa orang jenius cenderung sulit bersosialisasi dan lebih suka menyendiri?
Orang dengan kecerdasan tinggi sering kali memiliki prioritas yang berfokus pada pencapaian jangka panjang dan pemecahan masalah abstrak, yang membutuhkan konsentrasi mendalam tanpa gangguan. Interaksi sosial basa-basi sering dianggap sebagai distraksi yang menguras energi mental mereka, sehingga mereka membatasi lingkaran sosial bukan karena sombong, tetapi demi efisiensi kognitif yang mereka butuhkan.
3. Apakah semua orang jenius pasti memiliki kebiasaan aneh seperti yang disebutkan?
Tidak semua orang jenius memiliki ketujuh kebiasaan ini sekaligus, namun mayoritas menunjukkan setidaknya satu atau dua perilaku eksentrik. Variasi ini bergantung pada kepribadian dan lingkungan mereka dibesarkan. Kebiasaan aneh orang jenius hanyalah indikator umum yang sering muncul dalam studi populasi, bukan syarat mutlak untuk menetapkan status kejeniusan seseorang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

2 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309241/original/025113800_1785221451-IjX4VwGkAmwQdayZD99MHarMSZDjxkCEaKpl6kvy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324335/original/003354200_1755847297-pexels-cottonbro-6069539.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317004/original/046534300_1785999304-968e805e-04be-4b8c-8f0d-90e883f64b6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316992/original/064300300_1785999123-9731bb60-18ac-47e0-8938-4ef1eb59da19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316934/original/082782800_1785997289-99f9a6a9-b58e-43b4-8cb4-35e17915d962.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316909/original/034009700_1785996524-Gemini_Generated_Image_lpw5c4lpw5c4lpw5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316899/original/015723100_1785995977-19bcca94-2517-47c6-9a47-f08ded493d08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290990/original/043752700_1783501601-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4030425/original/064674000_1653273891-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315182/original/077199200_1785829858-Xs1lV1IqjwuEnZWXHK4jJeSCn3qvGq6Hi1v52Dgc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3014395/original/064223700_1578364376-forest-1598756_960_720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316825/original/017830000_1785990789-3a0bbf02-a0e7-43f4-b6ba-4dc9a12f1ca8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316716/original/035621800_1785984611-000_36RQ2PE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309240/original/012790200_1785221450-SbdrLUQa3uEVvT0Y9DfcWkWax67Nf5xW6qMpTxcq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316673/original/079740600_1785982883-HL_kebun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303449/original/063088300_1784633030-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_18.11.42_Srikandi_Merdeka_Cup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316665/original/044968400_1785981983-Celana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5060938/original/017076800_1734788918-2024121_Indonesia_vs_Filipina-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316592/original/036715500_1785975923-Model_Lampu_Gantung_untuk_Ruang_Makan.jpeg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390115/original/042078200_1761229243-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-04.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559133/original/096420800_1776519532-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.03.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550378/original/025461700_1775666256-WhatsApp_Image_2026-04-08_at_23.05.47.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559467/original/050185700_1776576647-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_12.29.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557654/original/051408300_1776350845-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556615/original/026624600_1776261517-Indonesia_v_Malaysia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557496/original/099902200_1776332068-1000397949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904777/original/070543400_1642301129-pexels-tim-douglas-6205626.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531939/original/016980900_1773637517-asian-child-girl-play-painting-with-happiness-joyful.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)