7 Penyebab Sebagian Orang Disukai Nyamuk, Jadi Bisa Dicegah Setelah Tahu Ini

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Penyebab sebagian orang disukai nyamuk ternyata bisa sangat terjadi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tubuh manusia mengeluarkan sejumlah sinyal yang membantu nyamuk menemukan target sebelum serangga tersebut hinggap. Menurut National Library of Medicine, National Center for Biotechnology Information berjudul "Variabilitas Daya Tarik Manusia Terhadap Nyamuk" sinyal itu berasal dari napas, suhu tubuh, hingga bau alami kulit.

Banyak orang merasa selalu menjadi sasaran gigitan nyamuk, sementara orang lain yang berada di tempat yang sama hampir tidak mengalami hal serupa. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang menghasilkan tanda tertentu sehingga lebih mudah dikenali nyamuk.

Memahami penyebabnya menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko gigitan. Simak 7 faktor yang memengaruhi daya tarik tubuh terhadap nyamuk, setiap orang dapat memilih cara pencegahan yang lebih tepat sesuai kebutuhannya, Rabu (5/8).

Karbon dioksida dari napas lebih mudah terdeteksi

Nyamuk betina membutuhkan darah untuk membantu proses berkembangnya telur sehingga mereka aktif mencari manusia sebagai sumber makanan. Salah satu sinyal pertama yang dideteksi berasal dari karbon dioksida yang keluar saat seseorang bernapas maupun melalui permukaan kulit.

Semakin banyak karbon dioksida yang dilepaskan, semakin mudah nyamuk menemukan arah menuju sumbernya. Karena alasan tersebut, orang dewasa umumnya lebih mudah terdeteksi dibandingkan anak-anak yang menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah lebih sedikit.

Faktor ini menjadi salah satu Penyebab sebagian orang disukai nyamuk karena setiap orang memiliki kebutuhan metabolisme yang berbeda sehingga jumlah karbon dioksida yang dilepaskan juga tidak sama.

Suhu tubuh menjadi penanda berikutnya

Setelah mendeteksi karbon dioksida, nyamuk akan mencari sumber panas yang berasal dari tubuh manusia. Suhu tubuh membantu nyamuk memastikan bahwa target yang ditemukan merupakan makhluk hidup yang dapat menjadi sumber darah.

Orang yang sedang bergerak, selesai berolahraga, atau mengalami peningkatan kebutuhan tubuh biasanya menghasilkan panas lebih banyak sehingga lebih mudah dikenali oleh nyamuk dalam jarak dekat.

Kondisi ini tidak selalu berlangsung lama, tetapi cukup meningkatkan peluang seseorang menjadi sasaran gigitan selama suhu tubuh masih meningkat.

Kehamilan meningkatkan peluang digigit

Perempuan hamil diketahui lebih sering mengalami gigitan nyamuk dibandingkan perempuan yang tidak hamil. Selama kehamilan, tubuh bekerja lebih banyak sehingga menghasilkan karbon dioksida dan panas dalam jumlah lebih besar.

Perubahan tersebut membuat nyamuk lebih mudah menemukan keberadaan ibu hamil. Kondisi ini bukan disebabkan oleh perubahan darah, melainkan karena sinyal tubuh yang lebih mudah dikenali.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu memberi perhatian lebih terhadap perlindungan dari gigitan nyamuk, terutama ketika berada di luar rumah pada waktu nyamuk aktif.

Bau alami kulit memengaruhi daya tarik

Kulit manusia mengeluarkan aroma yang berbeda pada setiap orang. Aroma tersebut berasal dari zat alami yang dihasilkan tubuh dan menjadi petunjuk bagi nyamuk ketika sudah berada lebih dekat.

Beberapa orang menghasilkan aroma yang lebih mudah dikenali sehingga nyamuk lebih sering mendekat. Hal ini menjelaskan mengapa seseorang dapat lebih sering digigit meskipun berada di tempat yang sama dengan orang lain.

Penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat daya tarik tersebut cenderung tetap sehingga sebagian orang memang lebih sering menjadi sasaran dibandingkan yang lain.

Bakteri di kulit ikut berperan

Kulit manusia dihuni oleh berbagai bakteri yang membantu mengubah keringat menjadi aroma tertentu. Aroma inilah yang kemudian ikut memengaruhi ketertarikan nyamuk terhadap seseorang.

Komposisi bakteri pada kulit setiap orang tidak sama sehingga bau yang dihasilkan juga berbeda. Perbedaan tersebut membuat sebagian orang lebih mudah dikenali oleh nyamuk.

Faktor ini menjadi bagian dari Penyebab sebagian orang disukai nyamuk yang sulit disadari karena tidak terlihat secara langsung dalam aktivitas sehari-hari.

Bentuk dan ukuran tubuh ikut berpengaruh

Orang dengan ukuran tubuh lebih besar umumnya menghasilkan karbon dioksida dan panas dalam jumlah lebih banyak. Kedua faktor tersebut membantu nyamuk menemukan target dari jarak yang lebih jauh.

Bukan berarti ukuran tubuh menjadi satu-satunya penyebab, tetapi kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang seseorang lebih sering didatangi nyamuk dibandingkan orang lain di sekitarnya.

Karena itu, risiko gigitan merupakan hasil gabungan dari beberapa faktor yang bekerja secara bersamaan, bukan hanya satu penyebab saja.

Faktor keturunan dan reaksi tubuh

Penelitian menunjukkan bahwa faktor keturunan ikut memengaruhi aroma tubuh yang dikenali nyamuk. Hal ini terlihat dari kesamaan respons pada sebagian pasangan kembar yang memiliki susunan gen serupa.

Selain itu, setiap orang juga menunjukkan reaksi yang berbeda setelah digigit. Ada yang hanya mengalami bekas kecil, sedangkan sebagian lainnya mengalami bentol yang bertahan lebih lama sehingga merasa lebih sering digigit.

Perbedaan reaksi tersebut dapat menimbulkan anggapan bahwa seseorang menjadi sasaran utama, padahal jumlah gigitan belum tentu lebih banyak dibandingkan orang lain.

Cara mencegah gigitan nyamuk setelah mengetahui penyebabnya

Setelah memahami berbagai faktor yang membuat tubuh lebih mudah dikenali nyamuk, langkah berikutnya adalah mengurangi peluang kontak dengan serangga tersebut melalui kebiasaan yang dapat dilakukan setiap hari.

  1. Gunakan pakaian yang menutupi lengan dan kaki saat berada di area banyak nyamuk.
  2. Oleskan losion atau semprotan penolak nyamuk sesuai petunjuk penggunaan.
  3. Kurangi genangan air di sekitar rumah agar nyamuk tidak berkembang biak.
  4. Pasang kawat kasa atau kelambu pada jendela dan tempat tidur.
  5. Nyalakan kipas angin ketika berada di dalam ruangan karena aliran udara dapat mengganggu arah terbang nyamuk.
  6. Hindari berada di luar rumah saat waktu nyamuk paling aktif jika tidak diperlukan.
  7. Bersihkan halaman dan tempat yang dapat menjadi lokasi istirahat nyamuk.
  8. Tetap lakukan perlindungan meskipun merasa jarang mengalami gigitan karena setiap orang tetap dapat menjadi sasaran nyamuk.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kenapa Sebagian Orang Sering Digigit Nyamuk

1. Apa penyebab sebagian orang lebih sering digigit nyamuk?

Penyebabnya antara lain karbon dioksida dari napas, suhu tubuh, aroma kulit, bakteri pada kulit, ukuran tubuh, kehamilan, dan faktor keturunan.

2. Apakah darah manis membuat nyamuk lebih suka menggigit?

Tidak. Hingga saat ini belum ada bukti bahwa nyamuk memilih seseorang karena darahnya lebih manis.

3. Mengapa setelah olahraga lebih sering digigit nyamuk?

Karena tubuh menghasilkan lebih banyak karbon dioksida, panas, dan keringat sehingga lebih mudah dikenali nyamuk.

4. Apakah ibu hamil lebih sering digigit nyamuk?

Ya. Kehamilan meningkatkan produksi karbon dioksida dan suhu tubuh sehingga peluang digigit menjadi lebih besar.

5. Bagaimana cara mengurangi risiko digigit nyamuk?

Gunakan penolak nyamuk, kenakan pakaian tertutup, hilangkan genangan air, pasang kelambu, dan hindari area yang banyak nyamuk saat waktu aktifnya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|