Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran anjing dan kucing liar di pekarangan rumah sering kali menimbulkan masalah yang cukup mengganggu, mulai dari menginjak-injak tanaman kesayangan, buang kotoran sembarangan, hingga memicu perkelahian dengan hewan peliharaan Anda. Banyak pemilik rumah merasa frustrasi, namun menggunakan cara kasar untuk mengusir mereka tentu bukanlah solusi yang bijak.
Cara yang paling manusiawi dan efektif untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanfaatkan tanaman pagar yang tidak disukai anjing dan kucing liar. Tanaman-tanaman ini bekerja dengan mengandalkan aroma tajam atau tekstur daun yang tidak menyenangkan bagi indra penciuman mereka yang sangat sensitif, sehingga mereka akan enggan mendekat secara alami tanpa harus disakiti.
Selain menjadi metode pengusir yang ramah lingkungan, menanam vegetasi tertentu juga dapat mempercantik tampilan taman Anda. Berikut ini 7 tanaman pagar yang tidak disukai anjing dan kucing liar, lengkap dengan cara penanaman dan efektivitasnya untuk menjaga pekarangan tetap aman dan bersih. Simak ulasan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (11/6/2026).
1. Serai (Cymbopogon citratus) – Paling Serbaguna
Serai mengandung aroma sitronela yang sangat tajam, yang bagi manusia mungkin terasa menyegarkan, namun bagi hewan seperti anjing dan kucing liar, aroma ini sangat menyengat dan tidak menyenangkan. Hal ini menjadikan serai sebagai salah satu tanaman pagar yang tidak disukai anjing dan kucing liar yang paling populer.
Cara menanamnya sangat mudah, Anda bisa menanamnya dalam rumpun di pot atau langsung di pinggir pagar sebagai pembatas. Selain efektif mengusir hewan liar, serai juga dikenal sebagai tanaman yang tumbuh cepat dan sekaligus berfungsi untuk mengusir nyamuk dari area rumah Anda.
2. Lavender (Lavandula angustifolia) – Cantik & Wangi Tajam
Lavender tidak hanya mempesona dengan bunganya yang berwarna ungu, tetapi juga mengeluarkan wewangian floral tajam yang bisa membuat anjing dan kucing merasa pusing atau tidak nyaman. Sebagai tanaman pagar, lavender cukup tahan terhadap cuaca panas dan kekeringan.
Untuk mendapatkan hasil maksimal, tanamlah lavender di area yang terkena sinar matahari penuh dengan sistem drainase tanah yang baik agar tidak mudah membusuk. Pastikan Anda memilih varietas asli yang aman, karena estetika bunga ini akan menambah nilai keindahan taman sekaligus memberikan perlindungan alami.
3. Plectranthus canina (Scaredy Cat Plant) – Spesialis Kucing & Anjing
Plectranthus canina memang dikembangkan khusus untuk menjadi pengusir hewan. Tanaman ini mengeluarkan aroma seperti sitrus atau lemon yang sangat dibenci oleh anjing dan kucing, namun hampir tidak tercium oleh hidung manusia.
Tanaman ini sangat mudah dikembangbiakkan melalui sistem stek, baik di pot maupun langsung di tanah. Berkat efektivitasnya yang sangat tinggi bagi kucing dan cukup kuat bagi anjing, tanaman ini menjadi solusi praktis sebagai tanaman pagar yang tidak disukai anjing dan kucing liar di rumah Anda.
4. Tanaman Cabai (Capsicum annuum) – Pedas yang Dihindari
Cabai mengandung senyawa capsicum yang memberikan sensasi pedas dan aroma tajam. Jika anjing atau kucing mencoba mendekat atau mengendus, senyawa ini dapat mengiritasi hidung mereka dan menyebabkan gatal, sehingga mereka secara alami akan menghindari area tersebut.
Anda bisa menanam cabai dalam pot-pot yang diletakkan berjajar di dekat pagar atau jalur masuk yang sering dilalui hewan liar. Selain menjadi penghalau alami, Anda juga bisa memanen buah cabainya untuk kebutuhan dapur. Namun, berhati-hatilah dan pastikan hewan peliharaan Anda sendiri tidak sampai memakan buahnya.
5. Rue (Ruta graveolens) – Kuat & Pahit
Rue adalah tanaman semak herbal dengan daun hijau kebiruan yang dikenal memiliki aroma sangat kuat dan rasa pahit. Banyak hewan liar yang tidak menyukai karakteristik aroma ini, menjadikannya pilihan pagar hidup atau pembatas taman yang sangat efektif.
Tanaman ini cukup populer di Eropa sebagai penghalau hewan karena sifatnya yang tahan terhadap kekeringan. Catatan penting bagi Anda, rue memiliki zat yang beracun bagi manusia jika tertelan, sehingga sebaiknya jauhkan penanamannya dari jangkauan anak-anak di rumah.
6. Pohon Jeruk atau Lemon (Citrus spp.) – Aroma Sitrus Segar tapi Dibenci
Kucing dan anjing memiliki metabolisme terbatas terhadap senyawa limonene yang terkandung dalam tanaman keluarga citrus. Oleh karena itu, menanam pohon jeruk atau lemon di pot-pot besar sepanjang pagar bisa menjadi strategi yang efektif sebagai tanaman pagar yang tidak disukai anjing dan kucing liar.
Selain aroma daunnya yang dibenci hewan, pohon ini tentu memberikan keuntungan berupa buah segar saat musim panen tiba. Meskipun pertumbuhannya cenderung lambat, Anda bisa membeli bibit yang sudah agak besar agar manfaat perlindungan pagarnya bisa segera dirasakan.
7. Rosemary (Rosmarinus officinalis) – Aromatik & Daun Kaku
Rosemary memiliki aroma tajam yang mirip dengan kamper atau rempah kuat yang tidak disukai oleh anjing. Selain itu, tekstur daunnya yang cenderung kaku dan aromatik membuat hewan enggan berlama-lama di dekatnya.
Rosemary sangat cocok dijadikan tanaman pembatas alami yang rapi dan estetis di sepanjang sisi taman. Selain berfungsi sebagai tanaman pengusir, rosemary juga menambah nilai keindahan taman dengan warna hijaunya sepanjang tahun dan bisa Anda manfaatkan sebagai bumbu dapur berkualitas.
Pertanyaan Seputar Tanaman yang Dibenci Anjing dan Kucing
Q: Apa yang dimaksud dengan tanaman pagar yang tidak disukai anjing dan kucing liar?
A: Yaitu tanaman yang secara alami mengeluarkan aroma menyengat (seperti citrus, serai, atau mint) atau memiliki tekstur yang tidak nyaman, sehingga membuat anjing dan kucing liar enggan mendekat ke pekarangan rumah Anda tanpa perlu menyakiti mereka.
Q: Apakah tanaman ini aman untuk hewan peliharaan saya sendiri?
A: Sebagian besar aman selama hewan peliharaan Anda tidak memakannya. Namun, khusus untuk tanaman seperti rue dan cabai, sebaiknya letakkan di tempat yang tidak mudah dijangkau jika hewan peliharaan Anda memiliki kebiasaan menggigit tanaman.
Q: Tanaman mana yang paling cepat tumbuh untuk pagar pengusir?
A: Serai dan Plectranthus canina adalah pilihan yang paling cepat tumbuh. Cabai juga merupakan pilihan yang relatif cepat untuk memberikan hasil.
Q: Apakah cukup menanam satu jenis tanaman saja?
A: Anda bisa menanam satu jenis, namun kombinasi dua hingga tiga jenis tanaman sangat disarankan agar perlindungan lebih optimal, mengingat anjing dan kucing liar memiliki preferensi aroma yang sedikit berbeda.
Q: Apakah tanaman ini tetap efektif saat musim hujan?
A: Aroma tanaman mungkin sedikit berkurang saat hujan deras, namun senyawa alaminya tetap cukup kuat untuk mengganggu indra penciuman hewan. Setelah hujan reda, aroma tersebut akan kembali menguat.
Q: Bisakah tanaman ini ditanam di dalam pot?
A: Sangat bisa. Penggunaan pot justru sangat disarankan karena memudahkan Anda untuk mengatur ulang posisi tanaman jika hewan mencoba masuk dari sisi lain atau jalur baru.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

8 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7511074/original/006328500_1780283405-Model_Rumah_Kecil_dengan_Koneksi_Indoor_dan_Outdoor_yang_Harmonis_Model_Pintu_Lipat_Menuju_Halaman_Belakang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7754409/original/041956400_1780563218-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_15.50.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256833/original/072957100_1781171763-Pakan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256807/original/071159300_1781170365-umbaran_jaring_paralon_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5321726/original/068835300_1755679487-20250816AA_Persita_Tangerang_vs_Persebaya_Surabaya-40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8030823/original/016638800_1780872304-ChatGPT_Image_Jun_8__2026__05_35_24_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256790/original/069161700_1781169578-Rumah_Tradisional_dengan_Kebun_Buah_di_Sudut_Belakang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256829/original/021042800_1781171538-Gemini_Generated_Image_58o27h58o27h58o2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569423/original/090136500_1777442007-Berikan_ke_Ayam_Secara_Rutin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985719/original/080407800_1730289959-000_HKG2004072157398.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256735/original/001921000_1781166872-11140949535035799386.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256520/original/056222700_1781160592-Pohon_buah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483652/original/099806000_1769400098-unnamed-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8207954/original/054550700_1781066749-37215204105535690.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7083141/original/042110800_1779863896-sirsak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256710/original/076296600_1781165295-2231112552879179413.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554045/original/038078000_1776058203-komunal_perumahan_subsidi_6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256660/original/028513800_1781163671-Screenshot_2026-06-11_143928.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8083508/original/083238200_1780929845-4545C94F-DBA3-4E9C-920D-227B0E2A806E.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3200260/original/036462100_1596658442-claudio-guglieri-K2RH1QZdLF4-unsplash.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495852/original/028727000_1770438125-1000284404.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)