9 Cara Mengerdilkan Pohon Kedondong agar Muat di Pot dan Berbuah Lebat

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Cara mengerdilkan pohon kedondong dapat menjadi solusi bagi yang ingin menanam buah ini di lahan terbatas. Melalui teknik tabulampot atau pembentukan tanaman secara bertahap, kedondong tetap bisa tumbuh sehat tanpa harus memenuhi area yang luas.

Pemilihan bibit, wadah, media tanam, serta pemangkasan menjadi beberapa hal penting dalam cara mengerdilkan pohon kedondong. Perawatan tersebut membantu mengatur pertumbuhan cabang dan menjaga kondisi tanaman agar tetap sehat serta produktif.

Bagi yang ingin memiliki kedondong berukuran lebih ringkas, cara mengerdilkan pohon kedondong perlu dilakukan secara bertahap dan konsisten. Pemberian nutrisi, pengaturan penyiraman, hingga pemangkasan rutin dapat membantu mempertahankan bentuk tanaman sekaligus mendukung pertumbuhan buah.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara mengerdilkan pohon kedondong, Rabu (23/9/2026).

1. Pilih Bibit yang Berkualitas

Pilih bibit kedondong yang sehat, batangnya kokoh, daunnya segar, serta bebas dari tanda serangan hama dan penyakit. Bibit hasil cangkok, stek, atau sambung pucuk umumnya lebih cepat memasuki fase berbuah dibandingkan tanaman yang berasal dari biji.

Pilih bibit dengan pertumbuhan yang proporsional dan tidak memiliki luka pada batang agar lebih mudah beradaptasi setelah dipindahkan ke dalam pot. Pemilihan bibit yang tepat sejak awal juga memudahkan proses pembentukan tanaman sehingga ukurannya dapat dikendalikan tanpa menghambat pertumbuhan secara berlebihan.

2. Gunakan Pot dan Media Tanam yang Tepat

Gunakan pot yang cukup besar dan kokoh agar mampu menopang pertumbuhan tanaman sekaligus memberikan ruang bagi akar untuk berkembang. Wadah perlu memiliki beberapa lubang drainase yang baik supaya kelebihan air dapat keluar dan tidak menggenang di sekitar akar. Media tanam juga harus gembur, subur, serta mampu menyimpan kelembapan tanpa menjadi terlalu basah.

Campuran tanah dengan kompos atau pupuk kandang matang dapat digunakan untuk menyediakan unsur hara, sedangkan bahan berpori seperti pasir atau sekam dapat ditambahkan jika media terasa terlalu padat. Media yang sesuai akan membantu akar tumbuh sehat sehingga tanaman tetap kuat meskipun ukurannya dibatasi.

3. Tanam Bibit dengan Benar

Letakkan bibit pada bagian tengah pot dengan posisi akar menyebar secara alami dan pangkal batang tidak tertimbun terlalu dalam. Tutup bagian akar menggunakan media tanam, lalu padatkan secara perlahan agar tanaman berdiri kokoh tanpa membuat tanah menjadi terlalu keras.

Setelah penanaman, siram secukupnya hingga media lembap secara merata. Ajir atau penyangga dapat dipasang jika batang bibit masih kecil agar tanaman tidak mudah roboh ketika terkena angin. Berikan waktu bagi bibit untuk beradaptasi sebelum melakukan pemangkasan atau pembentukan tajuk secara intensif.

4. Atur Penyiraman dan Kebersihan Media

Tanaman kedondong dalam pot membutuhkan penyiraman yang disesuaikan dengan kondisi media, ukuran wadah, dan cuaca. Siram ketika lapisan atas media mulai mengering, tetapi hindari membuat tanah terus-menerus basah karena kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan akar.

Pastikan air dapat mengalir keluar melalui lubang drainase setelah penyiraman. Bersihkan gulma yang muncul secara rutin agar tidak mengambil air dan nutrisi yang seharusnya digunakan kedondong. Permukaan media juga sebaiknya tidak dibiarkan dipenuhi daun kering atau sisa tanaman yang membusuk karena dapat menjadi tempat berkembangnya organisme pengganggu.

5. Berikan Pupuk Secara Teratur

Nutrisi yang cukup diperlukan agar kedondong tetap sehat meskipun pertumbuhannya dikendalikan dalam pot. Berikan kompos atau pupuk kandang matang secara berkala untuk membantu mempertahankan kesuburan media dan menyediakan unsur hara secara bertahap. Pupuk NPK juga dapat digunakan sesuai kebutuhan tanaman dengan mengikuti dosis yang tertera pada kemasan.

Kebutuhan nutrisi dapat berbeda antara tanaman yang masih berada dalam fase pertumbuhan dan tanaman yang mulai memasuki fase pembungaan. Pemberian pupuk sebaiknya tidak berlebihan karena nutrisi yang terlalu tinggi, terutama nitrogen, dapat mendorong pertumbuhan daun dan cabang secara berlebihan sehingga tanaman justru sulit dikendalikan ukurannya.

6. Pangkas Pucuk dan Cabang secara Bertahap

Pemangkasan menjadi salah satu kunci untuk mengendalikan tinggi dan bentuk pohon kedondong dalam pot. Pangkas pucuk atau cabang yang tumbuh terlalu panjang agar tanaman tidak terus menjulang ke atas. Cabang yang kering, lemah, saling bertumpuk, atau tumbuh ke arah yang tidak diinginkan juga dapat disingkirkan.

Pemangkasan pucuk dapat membantu merangsang pertumbuhan tunas samping sehingga tajuk menjadi lebih melebar dan kompak. Lakukan pemangkasan secara bertahap agar tanaman tetap memiliki cukup daun untuk melakukan fotosintesis dan tidak mengalami stres akibat pemotongan yang terlalu banyak dalam satu waktu.

7. Pertahankan Cabang yang Sehat dan Produktif

Tidak semua cabang perlu dipertahankan ketika membentuk kedondong berukuran kecil. Pilih cabang yang sehat, kuat, dan memiliki posisi baik untuk membangun tajuk yang seimbang. Cabang yang terlalu rapat dapat dikurangi agar cahaya matahari dan sirkulasi udara bisa masuk ke bagian dalam tanaman.

Cabang yang tumbuh saling bersilangan juga dapat ditata agar tidak membuat tajuk terlalu padat. Penataan seperti ini membantu menjaga bentuk pohon tetap kompak sekaligus memberikan ruang bagi pertumbuhan tunas baru yang berpotensi menghasilkan bunga dan buah.

8. Cegah Hama dan Penyakit Sejak Awal

Periksa bagian daun, batang, dan tunas secara rutin untuk menemukan tanda serangan hama atau penyakit sejak dini. Daun berlubang, berubah warna, menggulung, layu, atau munculnya bercak dapat menjadi tanda adanya gangguan pada tanaman.

Bagian yang terserang dapat segera ditangani atau dibuang jika memungkinkan agar masalah tidak menyebar ke bagian lain. Jaga pula kebersihan area sekitar pot dan hindari kondisi yang terlalu lembap.

Jika diperlukan, pestisida atau fungisida dapat digunakan sesuai jenis gangguan dan petunjuk pada label produk, dengan memperhatikan dosis serta cara penggunaan yang dianjurkan.

9. Pastikan Mendapat Sinar Matahari yang Cukup

Letakkan pohon kedondong pada area yang memperoleh sinar matahari langsung setidaknya sekitar 6 jam sehari. Cahaya yang cukup membantu proses fotosintesis dan mendukung pertumbuhan tanaman, termasuk pembentukan bunga dan buah.

Tanaman yang kekurangan cahaya dapat tumbuh lebih lemah dan menghasilkan tajuk yang kurang padat. Hindari lokasi yang terlalu teduh, terutama jika tujuan pemeliharaan adalah mendapatkan tanaman yang tetap produktif dalam pot.

Dengan pencahayaan, pemangkasan, penyiraman, serta pemberian nutrisi yang konsisten, ukuran kedondong dapat lebih mudah dikendalikan sambil tetap mendukung pertumbuhan bunga dan buah.

Pertanyaan Seputar Cara Mengerdilkan Pohon Kedondong

Apa cara utama untuk mengerdilkan pohon kedondong?

Cara utamanya meliputi pemilihan bibit yang sesuai, penggunaan pot dan media tanam yang tepat, pemangkasan pucuk serta cabang, pemberian nutrisi, dan pengaturan penyiraman.

Apakah pohon kedondong bisa ditanam dalam pot?

Bisa. Kedondong dapat dipelihara dalam pot dengan memilih wadah yang cukup kuat, media tanam yang subur dan memiliki drainase baik, serta melakukan pemangkasan secara rutin untuk mengendalikan ukurannya.

Kapan pohon kedondong perlu dipangkas?

Pemangkasan dapat dilakukan ketika terdapat pucuk atau cabang yang tumbuh terlalu panjang, terlalu rapat, kering, atau tidak beraturan. Pemangkasan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tanaman tidak mengalami stres.

Apakah pohon kedondong yang dikerdilkan tetap bisa berbuah?

Bisa. Ukuran tanaman yang lebih kecil tidak otomatis membuatnya berhenti berbuah selama kebutuhan cahaya, air, nutrisi, dan perawatan lainnya tetap terpenuhi. Kondisi tanaman dan varietas juga turut memengaruhi kemampuan berbuah.

Bagaimana agar kedondong dalam pot tetap produktif?

Pastikan tanaman memperoleh sinar matahari yang cukup, gunakan media dengan drainase baik, berikan pupuk sesuai kebutuhan, serta lakukan pemangkasan untuk menjaga tajuk tetap kompak. Pemeriksaan hama dan penyakit juga perlu dilakukan secara rutin.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|