Apa Itu Data Kualitatif? Pengertian, Jenis dan Contohnya

6 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta Coba tebak, nomor telepon dan nomor KTP termasuk data angka atau bukan? Sebagaimana dikutip dari Formplus, keduanya justru dikategorikan sebagai data kualitatif karena sifatnya kategoris dan unik menandai satu individu, bukan untuk dihitung secara matematis.

Secara sederhana, data kualitatif adalah informasi berbentuk kata, deskripsi, atau narasi, bukan sekadar angka seperti pada data kuantitatif. Data jenis ini menjawab pertanyaan "bagaimana" dan "mengapa" di balik sebuah peristiwa, bukan hanya "berapa banyak".

Dilansir dari Coursera, data kualitatif adalah informasi yang ditangkap dari sumber kaya konteks, seperti focus group, survei, buku harian pribadi, foto, wawancara, hingga observasi. Mengumpulkan data seperti ini memungkinkan kamu menemukan makna di balik pengalaman, perspektif, dan emosi manusia. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Minggu (13/9/2026). 

Apa Itu Data Kualitatif?

Langkah pertama memahami topik ini adalah mengenali definisinya secara utuh. Data kualitatif didefinisikan sebagai data yang menggambarkan dan mendekati suatu hal, dapat diamati dan dicatat, serta bersifat non-numerik. Dengan kata lain, kamu tidak sedang berurusan dengan hitungan, melainkan dengan kualitas, sifat, dan makna dari sesuatu.

Dalam praktiknya, data kualitatif dipakai untuk menjelaskan hal yang tidak bisa diwakili angka. Di dunia statistik, data ini juga dikenal sebagai data kategorikal, yaitu data yang bisa disusun secara kategoris berdasarkan atribut dan properti suatu hal atau fenomena. Misalnya jawaban "puas" atau "tidak puas", warna favorit, hingga alasan seseorang berhenti memakai sebuah produk.

Perbedaannya dengan tipe numerik cukup jelas. Berdasarkan penjelasan Dovetail, jika data kuantitatif memberi tahu seberapa banyak atau seberapa sering, data kualitatif justru menggambarkan kualitas seperti perasaan, perilaku, dan motivasi, sehingga mampu menjelaskan alasan di balik angka. Itulah kenapa memahami perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif penting sebelum memilih metode riset.

Manfaat utama data kualitatif bagi kamu adalah kemampuannya menghadirkan pemahaman yang lebih dalam. Sebagaimana diungkapkan Trymata, data kualitatif menghadirkan perspektif yang lebih menyeluruh dan kaya konteks, memungkinkan peneliti mengeksplorasi kompleksitas interaksi sosial, konteks budaya, serta pengalaman individu, termasuk sisi "bagaimana" dan "mengapa" di balik perilaku manusia. Pendekatan ini banyak dipakai dalam riset sosial hingga penelitian kualitatif di bidang humaniora. 

Supaya makin jelas, perhatikan perbandingan ringkas antara keduanya berikut ini.

Aspek Data Kualitatif Data Kuantitatif
Bentuk Kata, narasi, deskripsi, gambar Angka dan bilangan
Fokus Bagaimana dan mengapa Berapa banyak dan seberapa sering
Cara pengumpulan Wawancara, observasi, FGD, dokumen Survei terstruktur dan pengukuran
Cara analisis Interpretasi dan pengelompokan tema Analisis statistik
Sifat hasil Mendalam dan kontekstual Objektif dan terukur

Ciri-Ciri Data Kualitatif yang Perlu Dikenali

Agar kamu makin mudah mengenalinya, ada beberapa ciri khas yang membedakan data kualitatif dari data angka. Karakteristik data kualitatif cukup beragam, tetapi umumnya bersifat deskriptif, detail, dan terbuka (open-ended). Berikut rinciannya.

  • Non-numerik. Data kualitatif tidak berbentuk angka, melainkan informasi berupa kata, narasi, gambar, atau observasi.
  • Deskriptif. Datanya menggambarkan atau mengklasifikasikan sesuatu apa adanya, misalnya suasana sebuah ruangan atau ekspresi narasumber.
  • Terbuka. Sifatnya tidak dibatasi pilihan tertentu, sehingga responden bebas mengungkapkan pendapatnya secara penuh.
  • Subjektif. Karena bertumpu pada pengalaman dan sudut pandang, hasilnya bergantung pada siapa yang memberi informasi.
  • Menggali makna mendalam. Data kualitatif memberi pemahaman holistik dengan mempertimbangkan konteks, dinamika sosial, dan perspektif individu, sehingga melampaui sekadar tren statistik.
  • Dianalisis lewat tema. Alih-alih rumus statistik, analisisnya dilakukan dengan interpretasi, pengelompokan tema, atau coding.

Baca juga: ciri-ciri penelitian kualitatif dan penelitian deskriptif kualitatif.

Jenis-Jenis Data Kualitatif

Setelah paham definisi dan cirinya, penting kamu ketahui bahwa data kualitatif tidak bersifat tunggal. Secara umum, data kualitatif dibagi menjadi tiga kategori, yaitu binary, nominal, dan ordinal. Masing-masing punya karakter yang berbeda.

1. Nominal Data

Data nominal berisi kategori atau label tanpa urutan tertentu, membagi objek ke dalam kelompok terpisah, dan memuat informasi mengenai jenis atau sifat sebuah fenomena. Contohnya jenis kelamin, kota asal, atau nama, yang hanya berfungsi sebagai penanda tanpa bisa diperingkat mana yang lebih baik.

2. Ordinal Data

Data ordinal merujuk pada kategori yang memiliki urutan bermakna, tetapi tanpa jarak yang konsisten atau terukur antar-kategorinya, sehingga menggambarkan hierarki yang bisa diperingkat. Contoh klasiknya adalah skala kepuasan "sangat puas, netral, tidak puas" atau skala Likert dalam survei.

3. Binary Data

Jenis terakhir adalah binary data, yaitu data yang hanya memiliki dua nilai berlawanan dan tidak bisa terjadi bersamaan, seperti benar/salah, asli/palsu, atau ya/tidak. Dari pola dua nilai inilah kamu bisa melihat kecenderungan sebuah objek berada di posisi mana.

Baca juga: jenis penelitian kualitatif menurut para ahli.

Teknik Pengumpulan Data Kualitatif

Data kualitatif tidak muncul begitu saja; ada teknik khusus untuk mengumpulkannya. Umumnya data ini dihimpun lewat wawancara, focus group, observasi, studi kasus, hingga studi longitudinal. Berikut beberapa metode penelitian kualitatif yang paling sering dipakai.

  • Wawancara mendalam. Peneliti mengajukan pertanyaan terbuka kepada narasumber yang paham objek penelitian, lalu menggali jawabannya lebih jauh.
  • Observasi. Peneliti mengamati langsung objek di lapangan dan mencatat kondisi serta perilaku apa adanya.
  • Focus Group Discussion (FGD). Data dihimpun melalui diskusi kelompok yang dipandu moderator agar berlangsung interaktif dan dinamis.
  • Studi dokumen. Peneliti mendalami dokumen terkait, seperti jurnal, arsip surat, foto, atau buku harian.
  • Kuesioner terbuka. Metode ini melengkapi observasi dan wawancara satu lawan satu untuk menjaring jawaban naratif responden.
  • Rekaman audio atau video. Sumbernya bisa berupa teks, gambar, audio, hingga video yang kaya konteks.

Baca juga: perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif yang wajib diketahui.

Contoh dan Manfaat Data Kualitatif dalam Kehidupan Nyata

Contoh sederhananya, bayangkan kamu membaca ulasan di toko online yang berbunyi "produknya lucu dan bahannya lembut". Kalimat itu tergolong data kualitatif karena menggambarkan kualitas dan pengalaman, bukan angka penjualan. Di kehidupan sehari-hari, data kualitatif hadir dalam banyak situasi. Berikut beberapa contoh penerapannya.

    • Ulasan produk di e-commerce, seperti komentar soal kenyamanan atau kualitas bahan.
    • Wawancara kerja, saat HRD menilai kandidat dari cara menjawab dan bahasa tubuhnya.
    • Penelitian sosial dan psikologi yang menggali cerita serta pengalaman subjek.
    • Observasi di sekolah atau tempat kerja untuk memahami interaksi dan respons seseorang.
    • Pernyataan seperti "para pedagang kesulitan berjualan karena pandemi", yang menjelaskan siapa dan mengapa, bukan berapa banyak.

Baca juga: contoh penelitian kualitatif untuk mahasiswa.

Manfaatnya terasa nyata, terutama di dunia bisnis. Dengan data kualitatif, sebuah perusahaan bisa memahami pelanggan lebih baik, memperoleh wawasan yang lebih luas dan detail, sekaligus mendapatkan ragam jawaban yang kaya dari pertanyaan terbuka. Semua itu sejalan dengan tujuan penelitian kualitatif yang menekankan makna.

Di dunia akademik, data kualitatif juga sering diandalkan mahasiswa sebelum menyusun skripsi, terutama untuk topik yang menggali pengalaman, perilaku, dan makna. Menyusun rumusan yang tajam akan memudahkan kamu ketika membaca berbagai contoh tujuan penelitian sebagai acuan. Meski kaya makna, mengolah data kualitatif menuntut kedisiplinan agar hasilnya tetap kredibel.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Data Kualitatif

Apa perbedaan data kualitatif dan data kuantitatif?

Perbedaan utamanya ada pada bentuk dan fokusnya. Data kualitatif berupa kata, narasi, dan deskripsi yang menjelaskan "bagaimana" dan "mengapa", sedangkan data kuantitatif berupa angka yang menjawab "berapa banyak". Kamu bisa mempelajari perbedaan kualitatif dan kuantitatif lebih lengkap sebelum menentukan metode.

Apa saja contoh data kualitatif?

Contohnya banyak di sekitar kita, mulai dari ulasan produk, transkrip wawancara, catatan observasi, hasil FGD, sampai pendapat dan tingkat kepuasan pelanggan. Intinya, selama informasinya berbentuk deskripsi atau narasi dan bukan angka, itu tergolong data kualitatif.

Apakah data kualitatif bisa diubah menjadi angka?

Bisa, dalam kondisi tertentu data kualitatif dikuantifikasi, misalnya lewat survei berskala 1-10 atau skala Likert agar mudah diurutkan dan dianalisis. Pendekatan ini kerap dipakai ketika peneliti ingin menggabungkan kekuatan metode kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|