Liputan6.com, Jakarta Memahami bagaimana cara menggiring bola dalam permainan bola basket merupakan fondasi utama bagi setiap pemain yang ingin tampil efektif di lapangan. Dribbling adalah keterampilan fundamental di mana pemain menggunakan satu tangan untuk memantulkan bola secara terus-menerus di permukaan lapangan. Teknik ini memungkinkan pemain bergerak bebas, melewati hadangan lawan, dan membawa bola menuju ring untuk mencetak poin.
Prinsip dasar dari bagaimana cara menggiring bola dalam permainan bola basket terletak pada penggunaan ujung jari bukan telapak tangan untuk mengontrol setiap pantulan bola. Mulailah dengan lutut sedikit ditekuk, punggung tegak, dan kepala terangkat. Koordinasi antara tangan, mata, dan kaki menjadi kunci agar teknik dribbling bisa dilakukan dengan lancar, baik saat berjalan maupun berlari cepat di lapangan.
Dribbling membantu pemain mengontrol bola, membawanya menuju ring, dan menciptakan jarak dengan pemain bertahan lawan. Dilansir dari MasterClass, keterampilan ini esensial karena memungkinkan pemain memajukan bola ke arah ring untuk mencetak poin, dan pemain dengan teknik dribbling yang baik mampu mencegah lawan mencuri bola, menciptakan peluang fast-break, serta membuka ruang tembak yang bersih. Phil Jackson, salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah NBA, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Basket adalah permainan yang sederhana. Tujuanmu adalah penetrasi, membawa bola sedekat mungkin ke keranjang, dan ada tiga cara untuk melakukannya: passing, dribble, dan offensive rebound."
Baca juga: Cara Menggiring Bola yang Dibenarkan dalam Bola Basket
1. Teknik Dasar Menggiring Bola Basket dengan Postur Tubuh yang Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8400295/original/011304000_1782281901-39e41943-5873-4b03-add6-895de46f5e5e.jpg)
Perbesar
Langkah paling awal untuk menguasai bagaimana cara menggiring bola dalam permainan bola basket adalah membangun postur tubuh dan kebiasaan tangan yang benar sejak awal latihan. Sebelum men-dribble bola, pemain sebaiknya mengambil athletic stance terlebih dahulu — kaki dibuka selebar bahu, lutut sedikit ditekuk, dan punggung lurus. Postur ini menjadi dasar dari semua gerakan menggiring bola dalam permainan bola basket yang akan dipelajari selanjutnya.
-
Ambil posisi athletic stance: Berdiri dengan kedua kaki selebar bahu dan lutut sedikit ditekuk. Posisi tubuh agak condong ke depan agar keseimbangan terjaga. Tetap rendah saat menggiring bola memberikan kontrol lebih baik dan memungkinkan gerakan yang lebih cepat, karena posisi rendah menciptakan basis yang stabil sehingga lebih sulit bagi lawan untuk mencuri bola, sekaligus meningkatkan keseimbangan untuk belokan yang lebih tajam.
-
Rentangkan dan rilekskan jari-jari tangan: Sebarkan jari secara merata di permukaan bola dan pastikan jari-jari dalam keadaan rileks, karena pemain muda cenderung mengatupkan jari-jarinya sehingga luas permukaan sentuhan berkurang dan kontrol menurun. Jari yang tegang akan membuat pemain "menampar" bola alih-alih mengontrolnya secara halus.
-
Gunakan ujung jari untuk mengontrol bola: Dribble bola lebih ke arah ujung jari, bukan dengan telapak tangan, dan idealnya pemain menjaga kepala tetap tegak saat menggiring bola. Kontrol ujung jari menghasilkan sentuhan yang lebih presisi pada setiap pantulan, sehingga bola bisa diarahkan sesuai keinginan.
-
Pantulkan bola dengan tenaga dari pergelangan tangan: Gunakan lengan bawah dan pergelangan tangan untuk memantulkan bola. Hindari menggunakan seluruh lengan karena akan membuat gerakan menjadi lambat dan mudah dibaca oleh lawan. Gerakan pergelangan tangan yang cepat dan terkontrol menghasilkan pantulan yang konsisten.
-
Jaga kepala tetap tegak dan pandangan ke depan: Jangan melihat ke bola — jaga kepala tetap tegak dan mata memandang ke depan. Kebiasaan ini memungkinkan pemain membaca situasi lapangan, melihat posisi rekan setim, dan mengantisipasi pergerakan lawan. Kemampuan menjaga court vision inilah yang membedakan pemain pemula dengan pemain berpengalaman.
-
Posisikan tubuh sebagai perisai: Untuk melindungi bola saat men-dribble, gunakan tangan yang tidak menggiring bola untuk menahan lawan, atau putar tubuh sedikit sehingga berada di antara bola dan pemain bertahan. Teknik ini disebut protective dribbling dan sangat penting saat menghadapi penjagaan ketat di lapangan.
Mengacu pada Basketball for Coaches, beberapa pelatih mengajarkan bahwa bola tidak boleh menyentuh telapak tangan sama sekali saat menggiring. Meski pendekatan ini agak ekstrem, intinya adalah pemain perlu memaksimalkan kontrol melalui ujung jari dan bantalan tangan untuk menjaga presisi setiap pantulan. Setiap pemain yang memahami peraturan bola basket tahu bahwa dribbling yang baik dimulai dari kebiasaan dasar yang benar.
Baca juga: Cara Menggiring Bola Basket yang Dibenarkan, Kenali Aturan dan Tekniknya
2. Teknik Crossover Dribble dan Behind the Back untuk Melewati Lawan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8400310/original/065172800_1782281909-0d6bcd89-b439-44f5-9c4d-9a627f5f8042.jpg)
Perbesar
Setelah menguasai fundamental, tahap selanjutnya dalam memahami bagaimana cara menggiring bola dalam permainan bola basket adalah mempelajari gerakan-gerakan yang memungkinkan pemain mengecoh dan melewati lawan. Pemain dapat menggunakan strategi dribbling seperti crossover, behind the back, atau between the legs untuk mengubah arah atau mengecoh pemain bertahan. Variasi macam teknik dribbling ini menjadi senjata utama pemain penyerang dalam menciptakan ruang tembak.
-
Mulai dengan dribble rendah di satu tangan: Pastikan posisi tubuh tetap rendah dengan lutut ditekuk. Bola harus berada di bawah pinggang dan dekat dengan tubuh. Semakin rendah titik dribble, semakin sulit bagi lawan untuk menjangkau bola saat pemain memulai gerakan crossover.
-
Dorong bola secara diagonal ke tangan sebaliknya: Kemampuan memindahkan bola dari satu tangan ke tangan lainnya secara terkontrol dan cepat (crossover) membuat pemain lebih sulit dijaga karena bisa men-dribble dengan kedua tangan dan mengubah arah dengan sangat cepat. Lakukan perpindahan ini di depan tubuh dengan gerakan yang tegas dan tajam.
-
Ubah arah langkah kaki bersamaan dengan perpindahan bola: Saat bola berpindah tangan, kaki juga harus bergerak ke arah yang sama. Koordinasi tangan dan kaki yang simultan ini menciptakan perubahan arah yang eksplosif dan sulit diantisipasi oleh lawan.
-
Untuk behind the back, bungkukkan badan sedikit dan ayunkan bola ke belakang tubuh: Teknik ini memerlukan latihan lebih intensif karena bola harus melewati belakang punggung tanpa bisa dilihat secara langsung. Kunci keberhasilannya terletak pada feel atau kepekaan terhadap bola yang hanya bisa dibangun melalui repetisi.
-
Akselerasi segera setelah gerakan berhasil dilakukan: Tujuan utama crossover maupun behind the back adalah menciptakan celah. Begitu lawan kehilangan posisi, pemain harus langsung mempercepat langkah untuk memanfaatkan ruang yang terbuka — baik untuk penetrasi ke ring maupun untuk memberikan passing kepada rekan setim.
Kobe Bryant, legenda basket yang dikenal dengan kemampuan menyerang yang lengkap, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Di akhir tahun 2003, permainan saya sudah lengkap. Shooting, pertahanan, penggunaan dribble, transisi, permainan jarak menengah — semuanya sudah ada." Pernyataan ini menegaskan bahwa penguasaan dribble bukan sekadar teknik tunggal, melainkan bagian dari keutuhan keterampilan seorang pemain basket.
Sebagaimana dikutip dari Coach's Clipboard, semua pemain harus belajar men-dribble karena dribbling adalah salah satu keterampilan basket paling fundamental, dan sama pentingnya untuk mengetahui kapan harus men-dribble dan kapan tidak. Berdasarkan situs tersebut, ada enam alasan utama seorang pemain boleh men-dribble: memajukan bola, drive ke ring, membuka peluang tembakan, membuka jalur passing, keluar dari jebakan, dan mengulur waktu di akhir pertandingan.
Baca juga: Lay Up, Teknik Efektif dalam Olahraga Basket
3. Teknik Low Dribble dan Speed Dribble Sesuai Situasi Pertandingan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8401136/original/077306400_1782282984-cbcb5daa-42ea-4c53-9d2c-89cfa51741c8.jpg)
Perbesar
Salah satu aspek penting dalam memahami bagaimana cara menggiring bola dalam permainan bola basket adalah kemampuan mengadaptasi teknik dribbling sesuai situasi yang dihadapi di lapangan. Teknik dribbling yang berbeda digunakan berdasarkan situasi pertandingan dan tekanan defensif — low dribble digunakan saat dijaga ketat, di mana bola dijaga tetap rendah dan dekat dengan tubuh untuk perlindungan dan presisi maksimal. Sementara speed dribble dieksekusi saat memajukan bola dengan cepat ke area lawan, di mana bola didorong sedikit ke depan untuk menjaga momentum sambil tetap terkontrol.
Mengutip Hoop Student, seorang pemain penyerang diperbolehkan memindahkan bola dari satu tangan ke tangan lainnya selama pemain tersebut tidak menggenggam bola dengan kedua tangan atau menahannya dengan satu tangan selama proses tersebut. Aturan ini menjadi dasar mengapa pemain harus menguasai dribble dengan tangan kanan maupun kiri.
-
Low dribble — tekuk lutut lebih dalam dari posisi normal: Low dribble digunakan kapan pun pemain dijaga secara ketat, dengan menjaga bola tetap rendah dekat lantai dan memperpendek jarak tempuh bola dari tangan ke lantai. Semakin rendah pantulan, semakin sedikit waktu bola berada di udara dan semakin kecil peluang lawan untuk merebutnya.
-
Low dribble — jaga siku tetap dekat dengan tubuh: Jaga siku tangan yang menggiring tetap rapat di sisi tubuh dan dribble bola di sisi tubuh yang menjauhi pemain bertahan. Posisi ini mempersempit celah bagi lawan untuk menjangkau bola. Tangan yang tidak menggiring berfungsi sebagai perisai tambahan.
-
Low dribble — gunakan lengan bebas sebagai pelindung: Gunakan lengan bawah yang tidak menggiring untuk melindungi bola dari pemain bertahan, tetapi hati-hati agar tidak mendorong atau menahan lawan secara terang-terangan karena bisa mengakibatkan pelanggaran. Teknik ini sangat berguna saat pemain berada di area padat lawan dekat ring.
-
Speed dribble — dorong bola sedikit ke depan saat berlari: Berbeda dengan low dribble, speed dribble memperbolehkan bola memantul lebih tinggi — setinggi pinggang — untuk menjaga ritme berlari. Pertahankan ketinggian bola di bawah pinggang untuk dribble kontrol, sedangkan untuk speed dribble, bola boleh naik setinggi pinggul tetapi tidak pernah melebihi bahu.
-
Speed dribble — perkuat dorongan tangan ke arah depan-bawah: Saat melakukan speed dribble, dorongan tangan diarahkan sedikit ke depan agar bola memantul sesuai dengan arah lari. Ini memungkinkan pemain berlari dengan kecepatan penuh tanpa kehilangan penguasaan bola. Teknik ini sangat efektif untuk situasi fast-break di mana pemain perlu memajukan bola secepat mungkin menuju keranjang lawan untuk mencetak poin.
-
Latih pergantian antara low dribble dan speed dribble: Tergantung pada seberapa tinggi atau rendah bola dipantulkan, perilaku bola dan kekuatan yang dibutuhkan akan berubah. Pemain yang mahir cara menggiring bola dalam permainan bola basket mampu beralih secara mulus antara kedua teknik ini sesuai dengan tekanan defensif yang dihadapi. Latihan change of pace sangat membantu dalam mengasah transisi ini.
Draymond Green, pebasket NBA yang dikenal karena permainan serba bisanya, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Saya belajar lebih banyak dari WNBA. Mereka tahu cara men-dribble, cara melakukan pivot, cara menggunakan tipuan tembakan." Penguasaan fundamental, termasuk variasi dribble sesuai situasi, menjadi pembeda antara pemain yang baik dan pemain yang luar biasa.
Baca juga: Tujuan Permainan Bola Basket dan Sejarahnya
Kesalahan Umum Saat Menggiring Bola Basket dan Cara Menghindarinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8401269/original/073526400_1782283112-12699538-32fd-4f39-94e2-0d9de5a3a267.jpg)
Perbesar
Mengetahui kesalahan-kesalahan yang sering terjadi sama pentingnya dengan mempelajari teknik yang benar. Kesalahan dribbling bisa menghambat perkembangan pemain di lapangan. Merujuk Revolution Basketball Training, ada sejumlah kekeliruan fundamental yang kerap dilakukan bahkan oleh pemain yang sudah cukup berpengalaman. Berikut adalah daftar kesalahan umum saat menggiring bola basket beserta solusi praktisnya.
-
Menggiring bola terlalu tinggi: Menggiring bola dekat ke tanah adalah prinsip fundamental untuk meningkatkan kontrol dan mengurangi turnover; ketika bola dipantulkan terlalu tinggi, bola berada dalam jangkauan mudah pemain bertahan sehingga rentan dicuri. Usahakan bola selalu berada di bawah pinggang saat melakukan control dribble.
-
Menunduk melihat bola saat men-dribble: Menjaga kepala tetap tegak dan mata pada permainan saat menggiring bola adalah salah satu teknik paling penting. Pemain yang terus menunduk kehilangan court vision — tidak bisa melihat rekan setim yang terbuka atau lawan yang sedang bergerak untuk mencuri bola. Latihan dribble tanpa melihat bola secara rutin bisa mengatasi kebiasaan ini.
-
Over-dribbling atau menggiring bola secara berlebihan: Dribbling berlebihan bisa merugikan karena mengganggu ritme serangan tim dan mengundang turnover; pemain harus mengenali kapan waktunya mengoper bola atau memulai gerakan, dan memastikan setiap dribble berkontribusi pada kemajuan permainan. Salah satu latihan efektif adalah membatasi jumlah dribble dalam drill tertentu agar pemain terbiasa bermain dengan tujuan yang jelas.
-
Hanya menggunakan tangan dominan: Banyak pemain muda menghindari penggunaan tangan non-dominan, baik untuk dribbling, passing, maupun shooting, sehingga permainan mereka menjadi mudah ditebak dan lawan bisa mengeksploitasi kelemahan tersebut. Solusinya adalah meluangkan waktu khusus setiap sesi latihan untuk men-dribble dengan tangan yang lebih lemah. Kemampuan menggiring bola dengan kedua tangan memberikan keuntungan yang jelas dan menjadikan pemain lebih fleksibel.
-
Mengabaikan footwork: Gerakan kaki yang buruk menjadi akar dari banyak masalah dribbling. Tanpa langkah yang tepat, bahkan teknik tangan terbaik pun tidak akan efektif. Latihan pivot dan agility drill secara konsisten membantu memperkuat fondasi gerakan kaki saat menggiring bola.
-
Tidak membaca pertahanan lawan: Tidak membaca pertahanan bisa menjadi kesalahan kritis di lapangan; organisasi seperti USA Basketball menekankan pentingnya pemain untuk selalu memperhatikan posisi dan pergerakan pertahanan lawan agar strategi dribbling bisa disesuaikan. Pemain perlu melatih kesadaran situasional melalui latihan berbasis game scenario.
-
Melakukan double dribble: Double dribble terjadi ketika pemain menghentikan dribble, menahan bola, lalu menggiring kembali. Pelanggaran ini mengakibatkan perpindahan penguasaan bola ke tim lawan. Untuk menghindarinya, pemain harus membuat keputusan — menembak, mengoper, atau melakukan gerakan basket lainnya — sebelum mengangkat bola dari dribble.
-
Tidak berlatih dengan intensitas situasi nyata: Menghabiskan terlalu banyak waktu pada latihan dribbling stasioner adalah kesalahan umum; latihan stasioner memang bagus untuk pemula, tetapi pemain perlu segera beralih ke latihan yang melibatkan pergerakan. Berdasarkan Breakthrough Basketball, latihan dribble yang efektif harus mensimulasikan tekanan dan situasi pertandingan sesungguhnya agar keterampilan bisa ditransfer ke dalam permainan nyata.
Sebagaimana disampaikan Under Armour, frasa yang digunakan untuk menggambarkan seorang pemain guard dengan keterampilan dribbling superior adalah bahwa "bola adalah perpanjangan dari tangannya." Standar ini menjadi target yang layak dikejar oleh setiap pemain yang serius ingin menguasai teknik menggiring bola basket. Tidak setiap pemain perlu tahu cara men-dribble seperti Stephen Curry, tetapi setidaknya pemain harus menguasai beberapa fundamental dribbling dasar.
Baca juga: Peraturan Bola Basket yang Wajib Diketahui
Latihan Efektif untuk Meningkatkan Kemampuan Dribbling Bola Basket
Memahami teori saja tidak cukup — pemain harus menjalani latihan rutin dan terstruktur agar teknik menggiring bola basket benar-benar terinternalisasi dalam memori otot. Data menunjukkan bahwa latihan konsisten menghasilkan peningkatan yang terukur di semua level kemampuan; pemain pemula paling diuntungkan dari repetisi dasar, sementara pemain lanjutan mengasah pengambilan keputusan di bawah tekanan, dan latihan terstruktur meningkatkan memori otot serta kepercayaan diri. Sebagaimana dilaporkan Field Insider, bermain dengan niat yang jelas mempertajam pengambilan keputusan di lapangan dan meningkatkan rasa percaya diri.
-
Pound Drill: Ini adalah salah satu latihan paling sederhana dan efektif untuk pemain baru — gunakan telapak tangan dominan untuk memantulkan bola dari lantai kembali ke tangan dominan, dan ulangi selama 30 detik. Untuk meningkatkan kesulitan, lakukan latihan ini sambil memandang ke depan tanpa melihat bola, dan variasikan ketinggian pantulan ke level pinggang, dada, dan bahu.
-
Ball Slaps: Ball slaps membantu memahami bagaimana bola seharusnya terasa di tangan saat men-dribble — mulai dengan bola di telapak satu tangan, lalu tepuk sisinya dengan tangan lainnya, ulangi bergantian, dan jangan melihat ke bawah — pandang lurus ke depan. Latihan ini juga meningkatkan kontrol ujung jari.
-
Figure Eight Drill: Renggangkan kaki selebar bahu, lalu dribble bola melewati dan mengelilingi kedua kaki membentuk pola angka delapan. Latihan ini bisa dilakukan dengan berbagai variasi — dari depan ke belakang, belakang ke depan, dengan dribble rendah maupun tinggi, bahkan sambil berjalan atau menggunakan satu tangan.
-
Two-Ball Dribbling: Menggiring dua bola secara bersamaan adalah cara yang sangat baik untuk melatih kedua tangan. Latihan ini dilakukan secara bertahap — mulai dari posisi diam, lalu sambil bergerak, hingga akhirnya melakukan pergantian bola antar tangan. Teknik ini sangat efektif untuk membangun ambideksteritas yang dibutuhkan dalam pertandingan sesungguhnya.
-
Crossover Drill Berpindah Tempat: Lakukan crossover dribble sambil berjalan atau berlari di sepanjang lapangan. Fokus pada perpindahan bola yang bersih antar tangan dan perubahan arah yang eksplosif. Latihan ini mensimulasikan bagaimana cara menggiring bola dalam permainan bola basket di situasi nyata ketika menghadapi tekanan defensif.
-
Dribble dengan Hambatan (Obstacle Dribbling): Letakkan beberapa cone atau penanda di lapangan dan lakukan dribble melewatinya dalam pola zigzag. Latihan harian dengan drill tangan lemah — dribbling stasioner, cone weaves, dan latihan dua bola — yang dimulai perlahan untuk membangun memori otot lalu meningkatkan kecepatan secara bertahap, bisa menghasilkan peningkatan signifikan dalam dua hingga empat minggu.
Baca juga: Dribbling adalah Gerakan Menggiring Bola, Kenali Macam-macamnya
Selain latihan teknis, aspek mental juga berperan besar dalam penguasaan dribbling. Pemain yang rutin berlatih dalam situasi bertekanan — dengan lawan aktif yang mencoba merebut bola — akan lebih siap menghadapi dinamika pertandingan. Untuk membuat latihan lebih menantang, rekan latihan bisa memberikan gangguan fisik ringan seperti tepukan di lengan atau menghalangi jalur dribble. Metode ini membantu pemain membangun ketahanan mental sekaligus keterampilan teknis yang tangguh di bawah tekanan.
Baca juga: Cara Bermain Basket yang Baik, Pahami Peraturan dan Tekniknya
Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Menggiring Bola dalam Permainan Bola Basket
Apakah diperbolehkan menggiring bola basket dengan kedua tangan secara bersamaan?
Tidak, menggiring bola basket hanya boleh dilakukan menggunakan satu tangan pada satu waktu. Pemain diperbolehkan berganti tangan selama proses dribble berlangsung, tetapi tidak boleh menyentuh bola dengan kedua tangan secara bersamaan. Jika pemain memegang bola dengan dua tangan lalu kembali men-dribble, maka terjadi pelanggaran double dribble yang mengakibatkan perpindahan penguasaan bola ke tim lawan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menguasai teknik dribbling basket?
Durasi yang dibutuhkan bervariasi tergantung konsistensi latihan dan bakat alami setiap pemain. Untuk menguasai fundamental dribbling, pemula umumnya memerlukan beberapa minggu latihan rutin. Sementara untuk teknik lanjutan seperti crossover dan behind the back, pemain bisa membutuhkan beberapa bulan hingga tahun praktik agar gerakannya menjadi natural dan efektif dalam situasi pertandingan.
Apa perbedaan antara low dribble dan speed dribble dalam bola basket?
Low dribble adalah teknik menggiring bola dengan pantulan rendah yang digunakan saat pemain dijaga secara ketat oleh lawan, bertujuan melindungi bola agar tidak mudah direbut. Sementara itu, speed dribble dilakukan dengan pantulan yang lebih tinggi dan dorongan bola ke depan, digunakan saat pemain ingin memajukan bola dengan cepat ke area lawan, terutama dalam situasi fast-break. Memahami kapan harus beralih antara keduanya merupakan bagian penting dari penguasaan bagaimana cara menggiring bola dalam permainan bola basket.
Baca juga: Tujuan Permainan Bola Basket beserta Peraturannya
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

2 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263039/original/085662100_1781856670-v0rpRJsxYCyhBDnVECXZ3vyDc7GluglFgrEfZGwV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8065166/original/015602400_1780909839-F6mXhh2hky9BE0diEXfshqXcImvjJWgpekw5ZzJ3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3267135/original/059125700_1602657123-20201014-TMII-Buka-Kembali-Saat-PSBB-Transisi-HERMAN-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8397462/original/072539000_1782278770-d247e13a-a47a-4d77-8a62-bc9ab544ccc0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8394354/original/049302800_1782274974-16487642923824451019.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8394876/original/073663200_1782275636-7041669393571390522.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479803/original/081353400_1768990950-makanan_beku_sehat__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8389315/original/057618000_1782269340-HL_dapur_sempit.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8395658/original/029908300_1782276558-Gemini_Generated_Image_mlc9vfmlc9vfmlc9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5225546/original/044041800_1747709480-Gemini_Generated_Image_s0qqz0s0qqz0s0qq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558864/original/033833100_1776489824-Penebaran_Benih_yang_Tepat_ke_Gentong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8391672/original/087638800_1782272068-Untitled6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8394971/original/091164900_1782275728-3931700569354319267.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8390771/original/018421900_1782271061-Gemini_Generated_Image_ehg1lehg1lehg1le.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7336618/original/055797600_1780120424-20260530_105918.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7594282/original/095342300_1780377097-52e9f7f0-cc09-4fe5-a96f-9757ecaea1a9.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8388749/original/007269200_1782268741-hl.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8391867/original/086836300_1782272256-3867c85d-1328-46f4-a0b8-60ed61146527.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8390417/original/048932300_1782270687-11787614738829149201.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)