Benarkah Sate Kambing Bikin Darah Tinggi? Ini Kata Ahli

14 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta Sate kambing adalah salah satu kuliner favorit banyak orang di Indonesia. Namun, ada anggapan yang beredar bahwa konsumsi sate kambing dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Pertanyaannya, apakah benar demikian? Menurut berbagai sumber, pernyataan tersebut sebenarnya adalah mitos, asalkan kita memahami cara pengolahan dan porsi yang tepat.

Daging kambing, jika dilihat dari segi kandungan gizi, memiliki lemak jenuh yang relatif rendah dan kaya akan lemak tak jenuh. Ini tentu memberikan manfaat bagi metabolisme tubuh kita. Selain itu, daging kambing juga mengandung zat besi, seng, protein, dan vitamin B12 yang cukup tinggi. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahan sate kambing yang sering kali menjadi masalah. Penggunaan garam berlebih, lemak atau minyak saat memasak, dan bumbu-bumbu tinggi sodium dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah.

Berikut hubungan antara konsumsi daging kambing dan hipertensi, serta cara aman menikmati sate kambing tanpa khawatir akan masalah kesehatan. Mari kita simak penjelasannya!

Benarkah Makan Daging Kambing Bikin Hipertensi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Daging kambing tidak secara langsung menyebabkan hipertensi, asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diolah dengan cara yang sehat tanpa garam berlebih.  Dilansir dari Healthline, secara nutrisi, daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging merah lainnya, serta kaya akan protein, zat besi, vitamin B12, dan kalium. Bahkan, kandungan kalium dalam daging kambing justru berperan penting dalam membantu mengontrol tekanan darah jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tanpa tambahan garam berlebih.

Penelitian yang dimuat dalam Asian-Australasian Journal of Animal Sciences menunjukkan bahwa tekanan darah tetap stabil pada orang yang mengonsumsi daging kambing tanpa garam berlebihan. Artinya, bukan daging kambing yang menyebabkan hipertensi, melainkan cara pengolahannya, khususnya jika ditambah garam, santan, atau lemak yang berlebihan.

Agar tetap sehat, daging kambing sebaiknya dikonsumsi dalam porsi yang wajar dan diolah dengan cara yang sehat, seperti direbus, dipanggang, atau dikukus. Hindari penggunaan garam berlebih dan santan kental agar manfaat nutrisinya tetap optimal. Dengan cara ini, daging kambing bisa menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan tidak perlu dihindari sepenuhnya.

Cara Aman Menikmati Daging Kambing

Berikut adalah panduan untuk porsi dan frekuensi konsumsi daging kambing yang ideal:

  • Porsi per sajian: Batasi konsumsi daging kambing tidak lebih dari 85-100 gram per sajian untuk orang dewasa.
  • Frekuensi konsumsi: Untuk penderita hipertensi, disarankan untuk membatasi konsumsi daging merah, termasuk kambing, tidak lebih dari 1-2 kali per minggu.
  • Variasi sumber protein: Seimbangkan konsumsi daging kambing dengan sumber protein lain seperti ikan, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, dan tahu.
  • Perhatikan asupan harian: Pastikan total asupan daging merah tidak melebihi rekomendasi harian, yaitu sekitar 70-85 gram per hari.

Penting untuk diingat bahwa porsi yang disarankan ini berlaku untuk daging kambing yang sudah dimasak. Selalu pertimbangkan kondisi kesehatan individu dan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk rekomendasi yang lebih spesifik.

Mitos dan Fakta Seputar Daging Kambing

Mitos yang beredar di masyarakat sering mengklaim bahwa konsumsi daging kambing secara langsung menyebabkan peningkatan tekanan darah. Namun, fakta ilmiah menunjukkan hal yang berbeda.

Mitos: Daging kambing secara langsung menyebabkan hipertensi.Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi daging kambing secara langsung menyebabkan hipertensi. Penelitian menunjukkan bahwa daging kambing justru memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging sapi.

Dengan memahami fakta ini, kita bisa lebih bijak dalam mengonsumsi daging kambing tanpa perlu khawatir berlebihan. Lemak tak jenuh yang terdapat dalam daging kambing justru baik untuk kesehatan jantung dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Kandungan nutrisi yang terdapat dalam daging kambing meliputi:

  • Protein: Sumber protein hewani yang sangat baik.
  • Zat besi: Penting untuk pembentukan sel darah merah.
  • Seng: Berperan dalam sistem kekebalan tubuh.
  • Vitamin B12: Penting untuk fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah.

Dengan pengetahuan yang tepat tentang cara mengonsumsinya, Anda dapat menikmati daging kambing tanpa khawatir akan masalah darah tinggi. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat dianjurkan untuk mendapatkan panduan pola makan yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Pertanyaan Seputar Sate Kambing dan Hipertensi

1. Apakah semua jenis daging kambing berisiko menyebabkan hipertensi?

Tidak semua jenis daging kambing berisiko. Risiko meningkat tergantung pada cara pengolahan dan porsi yang dikonsumsi.

2. Berapa banyak porsi daging kambing yang aman untuk dikonsumsi?

Porsi aman untuk orang dewasa tidak lebih dari 85-100 gram per sajian.

3. Bagaimana cara memasak daging kambing yang sehat?

Memasak dengan cara direbus atau dikukus dengan sedikit garam dan bumbu adalah cara yang lebih sehat.

4. Apakah ada alternatif protein lain selain daging kambing?

Ya, Anda bisa memilih sumber protein lain seperti ikan, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, dan tahu.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|