Cara Melupakan Mantan yang Sudah Menikah, Panduan Menata Hati agar Kembali Tenang

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta Cara melupakan mantan yang sudah menikah pada dasarnya berakar pada satu hal, yaitu penerimaan. Begitu kamu mengakui bahwa hubungan itu benar-benar telah usai, hati akan lebih mudah diajak melangkah maju.

Langkah berikutnya adalah membatasi segala pemicu kenangan sembari mengarahkan energi untuk merawat diri sendiri. Perlahan, ruang di pikiran yang dulu penuh bayangan mantan akan tergantikan oleh hal-hal baru yang menyembuhkan.

Merujuk model lima tahap kesedihan yang diperkenalkan psikiater Elisabeth Kubler-Ross, proses melepaskan seseorang umumnya melewati fase penyangkalan, marah, tawar-menawar, kesedihan, hingga akhirnya penerimaan. Memahami tahapan ini membuat cara melupakan mantan yang sudah menikah terasa lebih manusiawi, sebab kamu tidak menuntut diri untuk langsung merasa baik-baik saja. Yang penting, ingat bahwa move on bukan sekadar melupakan, melainkan belajar berdamai dengan kenyataan.

Cara Melupakan Mantan yang Sudah Menikah dengan Berdamai Bersama Emosi

Menekan perasaan hanya akan memperpanjang luka. Justru, inti dari cara melupakan mantan yang sudah menikah yang sehat adalah memberi ruang bagi setiap emosi untuk muncul, diakui, lalu diproses dengan tenang, sambil belajar berdamai dengan keadaan.

  1. Terima kenyataan sepenuhnya: Akui bahwa mantan telah memilih jalan hidupnya sendiri dan pernikahan itu adalah komitmen yang nyata. Berhenti berharap pada sesuatu yang sudah tertutup rapat justru menjadi awal dari penyembuhan.

  2. Izinkan diri berduka: Menangis, merenung, atau sekadar diam sejenak adalah hal yang wajar. Beberapa cara terbaik untuk pulih memang menuntut kita memberi diri waktu tanpa tergesa-gesa.

  3. Jangan menyangkal emosi negatif: Rasa sedih, marah, atau kecewa tidak perlu dibuang, tetapi cukup disadari. Menamai emosi yang muncul membuatnya lebih mudah dilepaskan ketimbang dipendam.

  4. Latih belas kasih pada diri sendiri: Perlakukan dirimu selembut kamu menghibur sahabat yang sedang terluka, lengkapi dengan positive self-talk yang menenangkan. Berhentilah menyalahkan diri atas hubungan yang tidak berhasil.

  5. Lihat hubungan secara objektif: Jangan hanya mengenang manisnya, tetapi ingat pula kenangan pahitnya agar ingatanmu tetap berimbang. Cara ini membantu otak berhenti mengidealkan masa lalu yang sesungguhnya tidak sesempurna yang kamu bayangkan.

Mengutip riset yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science, tingkat belas kasih terhadap diri sendiri terbukti memprediksi seberapa cepat seseorang pulih secara emosional setelah sebuah perpisahan. Karena itu, bersikap lembut pada diri bukan tanda lemah, melainkan strategi pemulihan yang efektif.

Perpisahan juga bisa menjadi pintu untuk mengenali pola diri. Sabrina Romanoff, psikolog klinis lulusan Harvard, dikutip dari The Everygirl, menyatakan, "Kamu perlu memperdalam pemahaman tentang dirimu sendiri, mulai dari sifat-sifat pada orang lain yang menarik bagimu terutama yang tidak sehat, apa yang kamu toleransi, hingga di mana kamu menekan kebutuhanmu demi orang lain."

Langkah Membatasi Kontak dan Kenangan tentang Sang Mantan

Cara melupakan mantan yang sudah menikah akan jauh lebih efektif bila kamu menutup akses yang terus menghidupkan kenangan. Selama pintu komunikasi masih terbuka lebar, hati akan sulit benar-benar pulih.

Penelitian pencitraan otak menunjukkan bahwa terus memikirkan mantan mengaktifkan jalur rasa sakit sekaligus sirkuit penghargaan di otak, yaitu sistem yang sama yang bekerja pada kecanduan. Kyler Shumway, psikolog klinis dan pendiri Time for Therapy, dikutip dari Women's Health, menyatakan, "Dengan kata lain, ketika kamu terjebak pada mantan, otakmu terus mencari padanan emosional dari 'satu isapan terakhir', berharap hal itu akan meredakan sakit hati."

  1. Terapkan aturan tanpa kontak: Berhenti menelepon, membalas pesan, atau menyapa tanpa keperluan penting. Menerapkan no contact rule selama beberapa waktu memberi ruang bagi hati untuk beristirahat.

  2. Lakukan detoks media sosial: Hentikan kebiasaan kepo terhadap unggahan pernikahannya. Kamu bisa unfollow, mute, atau membatasi akun tanpa harus drama, karena hal ini dilakukan demi ketenanganmu sendiri.

  3. Singkirkan barang kenangan: Foto, hadiah, atau benda pemberiannya sebaiknya disimpan jauh atau dilepaskan. Nasihat serupa juga sering disampaikan para tokoh agama soal pentingnya menyingkirkan barang pemberian yang membangkitkan nostalgia.

  4. Hindari pertemuan berdua saja: Romantisme lama mudah tumbuh saat hanya ada kamu dan dia. Jika terpaksa bertemu karena urusan tertentu, usahakan dalam suasana formal dan ada orang lain.

  5. Berhenti membanding-bandingkan: Bila kamu kini telah memiliki pasangan, membandingkannya dengan mantan hanya akan menumbuhkan rasa tidak puas. Fokuslah pada kelebihan orang yang saat ini benar-benar hadir di sisimu.

Membatasi kontak bukan berarti kamu harus bersikap kasar; banyak orang berhasil pulih tanpa harus memblokir mantan secara total. Mark Travers, psikolog, dikutip dari Forbes, menyatakan, "Aturan tanpa kontak menjadi alat penting untuk penyembuhan pasca-putus karena memungkinkan seseorang mundur sejenak dan memproses emosinya tanpa gangguan komunikasi yang terus berlangsung."

Cara Menyembuhkan Diri dan Membangun Hidup Baru

Setelah emosi mulai mereda dan kontak dibatasi, saatnya mengisi hidup dengan hal-hal yang membangun. Di sinilah letak inti cara melupakan mantan yang sudah menikah, yakni mengalihkan fokus dari kehilangan menuju pertumbuhan diri.

  1. Curhat ke orang terpercaya: Berbagi cerita dengan sahabat atau keluarga membuat beban terasa lebih ringan. Menyediakan waktu untuk curhat dengan sahabat juga membantumu merasa didengar dan tidak sendirian.

  2. Menulis jurnal: Menuangkan isi hati ke atas kertas terbukti melegakan dan menjernihkan pikiran. Rutin mengetahui manfaat journaling untuk kesehatan mental membuatmu punya cara sehat untuk melampiaskan emosi.

  3. Sibukkan diri dengan aktivitas positif: Isi waktu luang dengan hobi, membaca, memasak, atau proyek baru. Menyibukkan diri dengan aktivitas positif membantu mengalihkan pikiran dari kenangan lama.

  4. Rutin berolahraga: Gerak tubuh melepaskan hormon bahagia yang memperbaiki suasana hati. Rasakan sendiri manfaat olahraga bagi kesehatan mental setelah sepekan berkomitmen bergerak aktif.

  5. Coba meditasi dan mindfulness: Latihan pernapasan dan menenangkan diri membantu meredam pikiran yang berputar-putar. Bahkan bagi yang baru mulai, ada panduan sederhana bermeditasi bagi pemula yang bisa langsung dipraktikkan.

  6. Fokus pada pengembangan diri: Jadikan masa ini kesempatan untuk mengenal kembali siapa dirimu. Mulailah dengan mencintai diri sendiri dan menemukan cara sederhana membahagiakan diri sendiri setiap hari.

  7. Buka hati saat benar-benar siap: Tidak perlu terburu-buru mencari pengganti hanya untuk melarikan diri dari luka. Bila kesedihan terasa terlalu berat dan mengganggu keseharian, jangan ragu meminta bantuan profesional.

Mengacu pada informasi University of Rochester Medical Center, kegiatan menulis jurnal dapat meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan dengan memberi jalan keluar bagi pikiran dan perasaan negatif.

Sebagaimana diungkapkan HelpGuide, aktivitas fisik yang rutin membantu melepaskan endorfin sehingga suasana hati membaik dan stres mereda. Bila luka batin terasa sulit ditangani sendiri, psikolog Dr. Borland, dikutip dari Cleveland Clinic, menyatakan, "Sadarilah bahwa penanganan kesehatan mental tersedia untuk membantumu melewati tantangan emosional yang mungkin kamu rasakan setelah perpisahan."

Tanda Kamu Sudah Benar-Benar Melupakan Mantan yang Sudah Menikah

Proses penyembuhan sering berjalan diam-diam sehingga kita tidak selalu menyadarinya. Namun, ada beberapa penanda yang menunjukkan bahwa kamu sudah berada di jalur yang benar untuk melupakan mantan yang sudah menikah.

Berdasarkan sejumlah studi yang dihimpun YourTango, rata-rata seseorang mulai pulih dari perpisahan dalam waktu sekitar tiga bulan, meski setiap orang tentu memiliki ritme penyembuhan yang berbeda. Jadi, jangan cemas bila prosesmu terasa lebih lambat atau lebih cepat dari orang lain.

  • Tidak lagi terdorong mengecek kabarnya: Keinginan untuk mengintip media sosial atau menanyakan kabar sang mantan perlahan hilang dengan sendirinya.

  • Kenangan tak lagi memicu sakit: Saat teringat masa lalu, kamu bisa menerimanya dengan tenang, bukan lagi dengan air mata atau rasa perih.

  • Mampu mendoakan kebahagiaannya: Kamu bisa tulus ikhlas melepaskan dan berharap dia bahagia bersama keluarganya.

  • Fokus kembali ke tujuan hidup: Energimu beralih pada karier, keluarga, dan mimpi-mimpi yang sempat tertunda.

  • Pikiran terasa lebih tenang: Overthinking mereda dan kamu lebih mudah menenangkan pikiran di tengah rutinitas.

  • Terbuka pada kebahagiaan baru: Kamu siap menikmati hidup, menjalin relasi sehat, dan menyambut babak baru tanpa dibayangi masa lalu.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Melupakan Mantan yang Sudah Menikah

Apakah wajar masih teringat mantan meski sudah menikah?

Wajar, karena kenangan tentang seseorang yang pernah dekat tidak bisa dihapus begitu saja. Yang terpenting adalah cara menyikapinya, yakni membiarkan ingatan itu lewat tanpa menindaklanjutinya, lalu kembali mensyukuri dan mengarahkan perhatian pada pasangan serta keluarga saat ini.

Berapa lama waktu untuk benar-benar melupakan mantan?

Tidak ada patokan pasti karena setiap orang punya ritme sendiri, meski banyak yang mulai merasa lebih baik dalam hitungan beberapa bulan. Konsistensi menerapkan langkah pemulihan, membatasi kontak, dan merawat diri akan mempercepat prosesnya, sementara memaksakan diri untuk cepat lupa justru sering membuat kenangan bertahan lebih lama. Kamu juga bisa membaca kata-kata move on untuk menjaga semangat.

Apakah harus memutus semua kontak dengan mantan yang sudah menikah?

Idealnya, kurangi kontak seminimal mungkin, apalagi jika komunikasi itu masih membangkitkan perasaan lama dan berpotensi mengganggu rumah tangga. Namun, jika ada alasan profesional atau kekeluargaan, kontak seperlunya masih boleh selama dijaga tetap sopan, sewajarnya, dan tidak menjurus ke pertemuan pribadi yang memicu romantisme.

Melupakan seseorang yang kini telah menjadi milik orang lain memang bukan perjalanan yang instan, tetapi setiap langkah kecil yang kamu ambil hari ini akan membawa hati semakin ringan. Beri dirimu waktu, kelilingi diri dengan orang-orang yang menyayangimu, dan percayalah bahwa hidup terus berjalan menuju babak yang jauh lebih indah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|