Liputan6.com, Jakarta - Siapa sangka botol plastik bekas minuman bisa menjadi media tanam yang menghasilkan panen cabai berlimpah? Cara menanam cabai di botol bekas agar berbuah lebat kini menjadi solusi bagi jutaan warga perkotaan yang tidak memiliki lahan luas. Dengan metode ini, siapa pun bisa menanam cabai sendiri di rumah tanpa biaya besar.
Harga cabai yang kerap melonjak di pasaran membuat banyak orang mulai melirik pertanian mandiri skala rumah tangga. Cara menanam cabai di botol bekas agar berbuah lebat terbukti bisa menekan pengeluaran dapur sekaligus memanfaatkan sampah plastik yang menumpuk. Metode ini tidak memerlukan keahlian khusus dan bisa dimulai kapan saja.
Sebelum mulai mencoba cara menanam cabai di botol bekas agar berbuah lebat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pemilihan bibit, pembuatan wadah, pemberian air, serta perawatan rutin akan menentukan perkembangan tanaman. Berikut langkah yang dapat dilakukan agar cabai tumbuh dan menghasilkan buah, seperti yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber (25/6/2026).
1. Memilih Bibit Cabai yang Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8457646/original/092804200_1782356218-362e680d-372c-4b11-bebb-8b5c9ea0871a.jpg)
Perbesar
Langkah pertama dalam cara menanam cabai di botol bekas agar berbuah lebat dimulai dari pemilihan bibit. Bibit yang baik menentukan hasil panen sejak awal. Pilih benih dari buah cabai yang sudah benar-benar matang di pohon, berwarna merah sempurna, dan berasal dari tanaman yang sehat serta tidak terserang penyakit.
Bibit cabai hibrida dari toko pertanian juga bisa menjadi pilihan karena sudah melalui seleksi dan memiliki daya tumbuh lebih tinggi. Beberapa varietas yang direkomendasikan untuk ditanam di pot atau botol antara lain cabai rawit, cabai keriting, dan cabai merah besar. Pastikan kemasan benih masih tersegel dan belum melewati tanggal kedaluwarsa.
Sebelum disemai, rendam benih dalam air hangat selama enam hingga delapan jam. Buang benih yang mengapung karena biasanya tidak akan tumbuh. Benih yang tenggelam menandakan kualitas yang baik dan siap untuk proses penyemaian.
2. Menyiapkan Botol Bekas sebagai Media Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8457647/original/000064500_1782356219-02e2bdf4-2148-4b9a-ab22-2e3ac6d429f6.jpg)
Perbesar
Botol plastik berukuran 1,5 liter hingga 2 liter paling cocok digunakan dalam cara menanam cabai di botol bekas agar berbuah lebat. Bersihkan botol dari sisa cairan, lalu potong bagian atas botol sekitar sepertiga dari tinggi total. Bagian bawah botol akan digunakan sebagai pot, sedangkan bagian atas bisa dibalik dan dimasukkan ke dalamnya sebagai sistem irigasi sederhana.
Lubangi dasar botol menggunakan paku atau bor kecil sebanyak lima hingga tujuh lubang berdiameter sekitar empat milimeter. Lubang ini berfungsi sebagai saluran drainase agar air tidak menggenang di dasar pot. Genangan air berlebih dapat menyebabkan akar membusuk dan tanaman mati sebelum sempat berbuah.
Sebagai alas, tempatkan botol di atas tatakan kecil agar lubang drainase tidak tersumbat. Beri cat gelap atau bungkus botol dengan kertas untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung pada akar. Akar cabai tidak berfungsi optimal jika terkena panas berlebih dari dinding botol yang transparan.
3. Menyiapkan Media Tanam yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5679606/original/020755300_1778550163-Membuat_Media_Tanam_Organik_Subur_dalam_Ember_Bekas.jpg)
Perbesar
Media tanam menentukan seberapa cepat dan subur tanaman cabai berkembang. Campuran yang direkomendasikan adalah tanah gembur, kompos atau pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Kombinasi ini memberikan nutrisi sekaligus menjaga kelembapan tanah dengan baik.
Hindari menggunakan tanah liat murni karena akan mengeras saat kering dan menghambat pertumbuhan akar. Pastikan media tanam tidak terlalu padat saat dimasukkan ke botol, karena akar cabai membutuhkan ruang untuk berkembang. Isi botol hingga sekitar dua hingga tiga sentimeter dari bibir potongan botol agar ada ruang saat menyiram.
Sebelum memasukkan media tanam, letakkan kerikil kecil atau potongan styrofoam di dasar botol setebal dua sentimeter. Lapisan ini mencegah media tanam menyumbat lubang drainase dan menjaga sirkulasi udara di sekitar akar tetap lancar.
4. Menyemai dan Memindahkan Bibit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8457648/original/059542500_1782356220-Bibit_cabai_realistis__1_.jpg)
Perbesar
Proses penyemaian bisa dilakukan di wadah terpisah sebelum bibit dipindahkan ke botol. Isi wadah semai dengan campuran tanah dan kompos, lalu tanam benih sedalam setengah sentimeter. Tutup wadah dengan plastik transparan untuk menjaga kelembapan dan letakkan di tempat yang hangat namun terhindar dari sinar matahari langsung.
Benih biasanya berkecambah dalam tujuh hingga empat belas hari. Setelah bibit memiliki dua hingga empat helai daun sejati, bibit sudah siap dipindahkan ke botol. Proses ini biasanya berlangsung tiga hingga empat minggu setelah penyemaian awal, tergantung varietas cabai yang digunakan.
Saat memindahkan bibit, angkat dengan hati-hati bersama gumpalan tanahnya agar akar tidak putus. Buat lubang di media tanam botol menggunakan jari atau sendok kecil, masukkan bibit, lalu padatkan tanah di sekelilingnya dengan lembut. Siram segera setelah proses pemindahan selesai untuk mengurangi stres pada tanaman.
5. Menentukan Lokasi dan Paparan Sinar Matahari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8457649/original/082296300_1782356220-wildan-alfani-T7KYSUA8Lzg-unsplash__1_.jpg)
Perbesar
Cabai termasuk tanaman yang membutuhkan sinar matahari penuh minimal enam hingga delapan jam sehari. Dalam cara menanam cabai di botol bekas agar berbuah lebat, penempatan botol di lokasi yang tepat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan panen. Letakkan botol di balkon, teras, atau tepi jendela yang menghadap timur atau barat.
Jika sinar matahari di lokasi terasa kurang, rotasi posisi botol setiap dua hingga tiga hari sekali agar semua sisi tanaman mendapat cahaya merata. Tanaman yang kekurangan cahaya akan tumbuh tinggi dan kurus, daun menguning, dan pembungaan terhambat. Cahaya yang cukup mendukung proses fotosintesis yang menghasilkan energi untuk pembentukan bunga dan buah.
Hindari menempatkan botol di lokasi yang terkena angin kencang secara terus-menerus. Angin yang berlebihan dapat mengeringkan media tanam terlalu cepat dan merusak cabang-cabang muda yang masih rapuh. Gunakan penopang atau tali jika tanaman sudah mulai tinggi dan berisiko roboh.
6. Penyiraman dan Pemupukan Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8457652/original/088771600_1782356220-b40bd01a-265f-43d0-996d-5d3e1708d43a.jpg)
Perbesar
Penyiraman yang tepat menjadi kunci utama dalam menanam dan merawat cabai. Siram tanaman di pagi hari sebelum pukul delapan atau sore hari setelah pukul lima. Frekuensi penyiraman disesuaikan dengan kondisi cuaca, yakni sekali sehari di musim kemarau dan dua hingga tiga hari sekali di musim hujan.
Pemupukan dilakukan dua minggu sekali menggunakan pupuk cair organik atau pupuk NPK yang dilarutkan dalam air. Pada fase pertumbuhan awal, gunakan pupuk dengan kandungan nitrogen lebih tinggi untuk mendorong pertumbuhan daun dan batang. Saat tanaman mulai berbunga, alihkan ke pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium lebih tinggi untuk mendukung pembentukan buah.
Perhatikan kondisi daun sebagai indikator kebutuhan tanaman. Daun yang menguning bisa menandakan kekurangan nitrogen, sementara daun yang menggulung bisa berarti tanaman kekurangan air. Penyesuaian pola penyiraman dan pemupukan berdasarkan kondisi visual tanaman akan menghasilkan pertumbuhan yang lebih optimal.
7. Perawatan dan Pengendalian Hama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8457654/original/010229700_1782356221-2148396746.jpg)
Perbesar
Tanaman cabai rentan terserang hama seperti kutu daun, tungau, dan ulat. Periksa tanaman secara rutin setiap dua hingga tiga hari, terutama di bagian bawah daun tempat hama biasanya bersembunyi. Pendeteksian sejak dini memudahkan pengendalian sebelum hama berkembang biak dan menyebar ke seluruh tanaman.
Semprot tanaman dengan campuran air sabun cair dan bawang putih yang sudah diblender sebagai pestisida organik. Caranya, haluskan lima siung bawang putih, campur dengan satu liter air dan satu sendok makan sabun cair cuci piring, lalu saring dan semprotkan ke seluruh bagian tanaman. Ulangi setiap tujuh hari atau setelah hujan.
Pemangkasan juga penting dalam perawatan cabai di botol. Pangkas cabang yang tumbuh ke dalam atau saling tumpang tindih agar sirkulasi udara di antara daun tetap lancar. Buang bunga pertama yang muncul pada tanaman muda untuk mendorong pertumbuhan cabang lebih banyak sebelum fase pembuahan penuh dimulai.
8. Memanen Cabai dengan Cara yang Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8457655/original/029264900_1782356221-pexels-prathsnap-13208798.jpg)
Perbesar
Cabai di botol bekas siap dipanen ketika warnanya sudah berubah sesuai varietas, merah untuk cabai merah dan oranye kemerahan untuk cabai rawit, dengan ukuran yang sudah penuh. Panen pertama biasanya terjadi pada usia 90 hingga 120 hari setelah tanam. Jangan menunggu terlalu lama karena cabai yang terlalu matang akan mudah rontok dan memengaruhi produksi buah berikutnya.
Gunakan gunting atau pisau bersih saat memanen, jangan menarik buah dengan tangan karena bisa merusak cabang. Potong tangkai buah menyisakan satu hingga dua sentimeter dari pangkal. Cara memanen yang tepat menjaga cabang tetap utuh dan mendorong tanaman untuk terus menghasilkan bunga dan buah baru dalam siklus berikutnya.
Setelah panen, berikan pupuk susulan untuk mengembalikan nutrisi yang terserap selama proses pembentukan buah. Lanjutkan penyiraman dan perawatan seperti biasa. Tanaman cabai yang dirawat dengan baik bisa menghasilkan panen berulang hingga tiga hingga lima kali dalam satu masa tanam sebelum produktivitasnya mulai menurun.
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Cabai di Botol Bekas
1. Berapa lama cabai di botol bekas mulai berbuah?
Cabai yang ditanam di botol bekas umumnya mulai berbunga pada usia 60 hingga 90 hari setelah tanam. Buah pertama biasanya siap dipanen pada usia 90 hingga 120 hari, tergantung varietas yang dipilih. Pemupukan dan pencahayaan yang tepat bisa mempercepat proses tersebut.
2. Berapa banyak tanah yang dibutuhkan untuk menanam cabai di botol bekas?
Botol berukuran 1,5 hingga 2 liter sudah cukup untuk satu tanaman cabai. Isi botol dengan media tanam hingga sekitar dua sentimeter dari bibir potongan. Untuk hasil lebih baik, gunakan botol galon berukuran lima liter karena memberikan ruang akar yang lebih luas.
3. Apakah cabai yang ditanam di botol bisa berbuah lebat seperti di tanah?
Ya, cabai di botol bisa berbuah lebat jika mendapat sinar matahari cukup, penyiraman teratur, dan pemupukan yang tepat. Kuncinya ada pada kualitas media tanam dan konsistensi perawatan. Beberapa petani urban bahkan melaporkan hasil panen per tanaman yang setara dengan tanaman di kebun biasa.
4. Pupuk apa yang paling bagus untuk cabai di botol bekas?
Pupuk NPK 16-16-16 cocok digunakan pada fase pertumbuhan awal. Saat tanaman memasuki fase berbunga dan berbuah, gunakan pupuk dengan kandungan kalium lebih tinggi seperti NPK 10-10-20 atau pupuk cair khusus buah. Pupuk organik cair dari kompos atau limbah dapur juga bisa menjadi alternatif yang ramah lingkungan.
5. Mengapa cabai di botol bekas tidak mau berbunga?
Penyebab utama cabai tidak mau berbunga antara lain kurang sinar matahari, kelebihan nitrogen dari pemupukan yang tidak seimbang, atau media tanam yang terlalu padat. Pastikan tanaman mendapat minimal enam jam sinar matahari langsung per hari, kurangi pupuk nitrogen, dan ganti media tanam jika sudah terlalu padat dan keras.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

6 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8464743/original/007143400_1782365573-4125171883790366068.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8462694/original/045871600_1782362851-dapur_area_cuci_6a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8464650/original/032085700_1782365453-575e5b16-6f1f-4811-8d28-7fce494d0c24.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8463394/original/051402900_1782363893-HL_Bisnis_laundry.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557801/original/055337100_1776393763-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6993537/original/086898800_1779763129-lele_sayur_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8460178/original/036097400_1782359412-8fd63328-5e40-43c2-a75e-94967f2a4415.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8461824/original/084186200_1782361638-Gemini_Generated_Image_xtqjjwxtqjjwxtqj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8461237/original/023667400_1782360910-Jualan_Barang_Antik_dan_Vintage.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146492/original/015881700_1740815579-Ilustrasi_produk_bayi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8458839/original/026986300_1782357899-035b6287-ebde-4cf8-afb4-05dc64b32ff6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8459898/original/020615000_1782359124-Desain_Kolam_Ikan_Air_Tawar_yang_Mudah_Dikuras_dan_Praktis_untuk_Rumah_Subsidi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558276/original/056214800_1776411094-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8459231/original/037591400_1782358468-5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8458198/original/090006500_1782356990-Gemini_Generated_Image_zhbod2zhbod2zhbo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8458146/original/046964900_1782356920-12926837086226573778.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8456404/original/069529200_1782354632-3914795304281514018.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6206184/original/079179500_1779084841-deabaae3-2cf9-415a-bdc9-bf4f1fe51942.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8454482/original/025538100_1782352238-a3f34227-7d75-4d8a-9451-aa8134ef2b8d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8453724/original/030532500_1782351086-Inspirasi_Dapur_dengan_Bak_Cuci_Piring_Sudut_yang_Hemat_Ruang_dan_Tidak_Becek.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)