Liputan6.com, Jakarta - Pakcoy menjadi salah satu sayuran yang cukup mudah ditanam di rumah. Tanaman ini tidak membutuhkan lahan luas sehingga cocok dibudidayakan di pot, polybag, ember bekas, maupun wadah sederhana lainnya. Dengan perawatan yang tepat, pakcoy juga bisa tumbuh cepat dan menghasilkan daun yang segar.
Menariknya, pakcoy tidak selalu harus dicabut sampai ke bagian akar ketika dipanen. Ada cara panen yang memungkinkan tanaman tetap tumbuh dan menghasilkan daun baru sehingga dapat dipanen kembali. Teknik ini cocok bagi Anda yang ingin memiliki persediaan sayuran segar dari halaman rumah.
Kunci utamanya terletak pada cara menanam, posisi pemotongan saat panen, penyiraman, serta pemberian nutrisi. Jika dilakukan dengan benar, satu tanaman pakcoy dapat memberikan beberapa kali hasil panen sebelum akhirnya pertumbuhannya menurun. Berikut Liputan6.com ulas, Selasa (15/9/2026).
1. Pilih Benih Pakcoy yang Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290050/original/044235900_1783422239-wei-BPGwONenTtk-unsplash.jpg)
Perbesar
Langkah pertama adalah memilih benih pakcoy yang berkualitas. Pilih benih yang masih dalam kondisi baik, tidak lembap, dan memiliki tingkat perkecambahan tinggi.
Benih bisa disemai terlebih dahulu menggunakan media berupa campuran tanah, kompos, dan sekam. Letakkan persemaian di tempat yang mendapatkan cahaya cukup tetapi tidak terlalu terik.
Setelah bibit memiliki beberapa helai daun sejati dan batangnya terlihat kuat, bibit dapat dipindahkan ke pot atau polybag yang lebih besar.
2. Siapkan Media Tanam yang Gembur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347535/original/092046100_1789352759-2.jpg)
Perbesar
Pakcoy menyukai media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik. Media yang terlalu padat dapat membuat air menggenang dan meningkatkan risiko akar membusuk.
Anda dapat menggunakan campuran tanah, kompos atau pupuk kandang matang, dan sekam dengan perbandingan yang seimbang. Pastikan wadah memiliki lubang di bagian bawah agar kelebihan air dapat keluar.
Jika menanam di pot, jangan menggunakan wadah yang terlalu kecil. Ruang tumbuh yang cukup akan membantu akar berkembang dan membuat tanaman lebih kuat.
3. Berikan Sinar Matahari yang Cukup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786065/original/026526200_1711510891-pexels-lukas-296234.jpg)
Perbesar
Pakcoy membutuhkan cahaya untuk menghasilkan daun yang sehat. Letakkan tanaman di lokasi yang mendapatkan sinar matahari beberapa jam setiap hari.
Namun, pada cuaca yang sangat panas, tanaman sebaiknya tidak dibiarkan terus-menerus terkena matahari terik sepanjang hari. Daun pakcoy yang kekurangan air dapat lebih cepat layu.
Jika ditanam di daerah panas, pakcoy bisa ditempatkan di area yang memperoleh matahari pagi dan sedikit terlindung dari terik matahari siang.
4. Siram Secara Teratur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545325/original/011432000_1775181407-Siram_dengan_Air_Bersih_atau_Air_Leri__Air_Cucian_Beras_.jpg)
Perbesar
Penyiraman menjadi salah satu bagian penting dalam menanam pakcoy. Media sebaiknya dijaga tetap lembap, tetapi tidak sampai tergenang.
Pada musim panas, tanaman mungkin membutuhkan penyiraman lebih sering. Sebaliknya, ketika hujan turun cukup banyak, penyiraman dapat dikurangi agar media tidak terlalu basah.
Waktu penyiraman yang baik adalah pagi atau sore hari. Hindari menyiram secara berlebihan karena akar pakcoy juga membutuhkan udara untuk tumbuh dengan baik.
5. Berikan Nutrisi Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347537/original/008933700_1789352760-4.jpg)
Perbesar
Agar tanaman mampu menghasilkan daun baru setelah dipanen, pakcoy membutuhkan nutrisi yang cukup. Pupuk organik matang dapat diberikan sebagai tambahan nutrisi.
Jika menggunakan pupuk cair, berikan sesuai petunjuk penggunaan dan jangan menggunakan konsentrasi terlalu tinggi. Pemberian pupuk berlebihan justru dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Trik Panen Pakcoy agar Bisa Tumbuh Lagi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294403/original/063317200_1783834681-Panen_Pakcoy_dan_Sawi_Ditanam_di_Wadah_Dangkal.jpeg)
Perbesar
Inilah bagian terpenting jika ingin mendapatkan panen berkali-kali.
Jangan langsung mencabut seluruh tanaman beserta akarnya. Potong bagian batang atau daun yang sudah cukup besar sambil mempertahankan bagian pangkal tanaman.
Sisakan bagian pangkal tanaman beserta titik tumbuhnya. Jangan memotong terlalu rendah hingga bagian pusat pertumbuhan ikut rusak.
Setelah dipanen, tetap lakukan penyiraman dan perawatan seperti biasa. Dari bagian tanaman yang tersisa, tunas baru dapat kembali tumbuh.
Jangan Memanen Semua Daun Sekaligus
Agar tanaman tetap memiliki kemampuan melakukan fotosintesis dan menghasilkan pertumbuhan baru, hindari mengambil seluruh daun dalam satu waktu.
Pilih daun bagian luar yang sudah cukup besar untuk dipanen. Daun muda di bagian tengah sebaiknya dibiarkan karena merupakan bagian yang akan berkembang menjadi daun berikutnya.
Cara ini juga membuat tanaman tidak mengalami stres terlalu berat setelah dipanen.
Kapan Pakcoy Bisa Dipanen Lagi?
Waktu pertumbuhan kembali setiap tanaman dapat berbeda-beda, tergantung varietas, kondisi media, cuaca, cahaya, air, dan nutrisi.
Setelah panen pertama, amati munculnya daun atau tunas baru dari bagian tengah tanaman. Jika pertumbuhannya sudah cukup besar, daun tersebut dapat dipanen kembali.
Jangan memaksakan panen ketika tanaman masih kecil atau terlihat lemah. Berikan waktu agar tanaman memulihkan diri dan menghasilkan pertumbuhan baru.
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Pakcoy
1. Apakah pakcoy bisa dipanen berkali-kali?
Bisa, terutama jika bagian pangkal dan titik tumbuh tanaman tetap dipertahankan saat panen. Namun, jumlah panen ulang bergantung pada kondisi tanaman dan perawatannya.
2. Bagaimana cara memotong pakcoy agar tumbuh lagi?
Potong atau ambil daun bagian luar yang sudah besar dan jangan merusak bagian tengah atau titik tumbuh. Pangkal tanaman sebaiknya tetap dibiarkan tumbuh di dalam media.
3. Apakah pakcoy harus dicabut saat panen?
Tidak. Jika ingin mendapatkan panen berikutnya, tanaman sebaiknya tidak dicabut sampai akarnya. Gunakan metode panen bertahap dengan mempertahankan bagian tanaman yang masih dapat tumbuh.
4. Mengapa pakcoy tidak tumbuh lagi setelah dipanen?
Kemungkinan bagian titik tumbuh ikut terpotong, akar mengalami masalah, tanaman kekurangan nutrisi, terlalu banyak air, atau kondisi lingkungan kurang mendukung pertumbuhan tunas baru.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348348/original/038072300_1789438883-HL_usaha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5629942/original/031884900_1778227485-kelengkeng_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348357/original/081545000_1789438956-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5536268/original/087702100_1774309296-camilan__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348336/original/086308500_1789438303-70338c3d-e402-4d8c-ba6b-a694553b0d81.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3611952/original/084041200_1635138894-photo-1488654091480-0a2443430a4a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9348286/original/029998300_1789405889-ChatGPT_Image_Sep_15__2026__12_05_36_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347555/original/049782600_1789355198-makan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348229/original/019815400_1789394832-1000520104.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344498/original/060651200_1788947310-7d0b7462-efd5-4883-8055-6e3a6a4764aa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314646/original/007263500_1785756608-Alex_Martins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330426/original/011237600_1787377579-pexels-79376109-9081154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5455406/original/097404500_1766653023-Rayco_Rodriguez-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348120/original/051070600_1789382914-Gemini_Generated_Image_67xhqr67xhqr67xh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347979/original/050643000_1789377391-Gemini_Generated_Image_xdtgvgxdtgvgxdtg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5343214/original/075690200_1757410253-2025098AA_Timnas_Indonesia_Vs_Lebanon-044.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317823/original/015455700_1786073602-abc1b3a1-00a2-4c28-adc4-127f7a037b02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348016/original/083936200_1789378849-Gemini_Generated_Image_sddf9rsddf9rsddf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388311/original/045344100_1761118122-inspirasi_dapur_sempit_tapi_rapi__9_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)