Cara Mengatasi Lantai Keramik yang Terangkat Sendiri Saat Musim Panas, Penyebab dan Solusinya

20 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Cara Mengatasi Lantai Keramik yang Terangkat Sendiri Saat Musim Panas sering dicari saat cuaca panas ekstrem mulai melanda. Banyak pemilik rumah kaget karena tiba-tiba lantai menggelembung atau bahkan pecah tanpa sebab yang jelas. Padahal, kondisi ini umumnya dipicu oleh perubahan suhu yang drastis.

Saat suhu meningkat, material keramik dan perekatnya mengalami pemuaian. Jika tidak ada ruang muai yang cukup, tekanan akan mendorong keramik hingga terangkat. Fenomena ini sering disebut sebagai “popping”.

Masalah ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga membahayakan penghuni rumah. Keramik yang terangkat bisa retak dan tajam di bagian tepinya. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Senin (2/3/2026).

Penyebab Lantai Keramik Terangkat Saat Musim Panas

Salah satu penyebab utama adalah pemuaian akibat suhu tinggi. Keramik dan adukan semen di bawahnya memuai ketika panas. Jika tidak ada celah ekspansi, tekanan akan terakumulasi.

Faktor kedua adalah kualitas pemasangan yang kurang baik. Perekat yang tidak merata membuat beberapa bagian lebih lemah. Saat tekanan meningkat, bagian tersebut akan lebih dulu terangkat.

Selain itu, lantai yang terlalu rapat tanpa nat fleksibel juga rentan. Nat berfungsi sebagai ruang gerak alami keramik. Jika nat terlalu tipis atau diisi terlalu padat, risiko popping semakin besar.

Kelembapan yang terperangkap di bawah keramik juga berperan. Uap air yang mengembang saat panas menambah tekanan dari bawah. Kombinasi panas dan kelembapan mempercepat kerusakan.

Cara Mengatasi Lantai Keramik yang Sudah Terangkat

Langkah pertama adalah mengangkat keramik yang terdampak dengan hati-hati. Gunakan alat yang tepat agar tidak merusak area sekitarnya. Bersihkan sisa perekat lama hingga permukaan rata.

Pastikan dasar lantai benar-benar kering sebelum pemasangan ulang. Jika ada retakan pada screed, perbaiki terlebih dahulu. Permukaan yang stabil akan mencegah masalah berulang.

Gunakan perekat khusus keramik yang memiliki daya rekat kuat dan fleksibel. Oleskan secara merata agar tidak ada rongga udara. Rongga kosong dapat memicu tekanan saat suhu naik.

Terakhir, beri nat dengan lebar yang cukup. Nat elastis membantu meredam pemuaian. Dengan cara ini, tekanan dapat disalurkan tanpa membuat keramik terangkat lagi.

Cara Mencegah Keramik Terangkat di Masa Mendatang

Pencegahan selalu lebih mudah daripada perbaikan. Pastikan saat pemasangan awal tersedia celah ekspansi di tepi ruangan. Celah ini biasanya disembunyikan di bawah plint atau lis dinding.

Gunakan bahan perekat berkualitas tinggi. Perekat fleksibel lebih mampu mengikuti perubahan suhu. Jangan tergoda memilih bahan murah yang kurang tahan panas.

Perhatikan juga kualitas nat yang digunakan. Nat elastis mampu menyerap pergerakan kecil antar keramik. Dengan begitu, tekanan tidak langsung mendorong ubin ke atas.

Jika rumah berada di daerah bersuhu ekstrem, pertimbangkan penggunaan keramik khusus outdoor atau high temperature. Material ini lebih tahan terhadap perubahan suhu drastis. Investasi awal yang baik akan mengurangi risiko kerusakan.

Tanda Awal Keramik Akan Terangkat

Sebelum benar-benar terangkat, biasanya ada tanda-tanda awal. Salah satunya adalah bunyi kosong saat diketuk. Ini menandakan ada rongga di bawah keramik. Retakan kecil pada nat juga bisa menjadi peringatan. Nat yang mulai pecah menunjukkan adanya tekanan berlebih. Jika dibiarkan, keramik bisa terdorong naik.

Perubahan posisi kecil atau terasa tidak rata saat diinjak juga perlu diwaspadai. Permukaan yang mulai bergelombang sering menjadi tanda awal. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi masalah lebih cepat.

Keramik yang terasa lebih hangat dari biasanya di satu titik juga patut dicurigai. Panas yang terperangkap bisa menjadi indikator tekanan. Semakin cepat ditangani, semakin kecil kerusakan yang terjadi.

People Also Ask

1. Mengapa keramik bisa terangkat saat panas?

Jawaban: Karena pemuaian material dan tekanan yang tidak tersalurkan dengan baik.

2. Apakah semua jenis keramik bisa mengalami popping?

Jawaban: Ya, terutama jika pemasangannya tidak menyediakan ruang ekspansi.

3. Apakah cukup mengganti satu keramik saja?

Jawaban: Bisa, jika kerusakan terbatas dan dasar lantai masih stabil.

4. Berapa lama proses perbaikan biasanya?

Jawaban: Umumnya 1–2 hari tergantung luas area dan kondisi lantai.

5. Bagaimana cara mencegahnya agar tidak terulang?

Jawaban: Gunakan perekat fleksibel, nat elastis, dan beri celah ekspansi yang cukup.   

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|