Melansir buku 180 Koleksi Doa Mustajab oleh PTS Publishing House, berikut beberapa versi Doa Rihul Ahmar yang sering dipanjatkan untuk perlindungan dari penyakit angin duduk, stroke, dan penyakit berat lainnya:
Doa Rihul Ahmar
Arab: اللهم إني أعوذ بك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر
Latin: Allahumma inni a'uzubika minarrihil ahmar, waddamil aswad, wadda-il akbar.
Arti: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari angin merah, darah hitam (stroke), dan penyakit yang paling besar.
Lanjutan Setelah Doa Rihul Ahmar
Arab: أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الرِّيحِ الأَحْمَرِ وَمِنَ الدَّاءِ الأَكْبَرِ فِي النَّفْسِ وَالرُّوحِ وَالدَّمِ وَاللَّحْمِ وَالْعِظَامِ وَالْجِلْدِ وَالْعُرُوقِ وَالأَعْصَابِ، سُبْحَانَكَ إِذَا قَضَيْتَ أَمْراً فَإِنَّمَا تَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Latin: A'udzu billahi minar riihi al-ahmari wa minad daa'i al-akbari fii an-nafsi war ruuhi wad dami wal lahmi wal 'idzhami wal jildi wal 'aruqi wal 'ashabi, subhanaka idzaa qadhaita amran fa innamaa taquulu lahu kun fayakuun.
Arti: Aku berlindung kepada Allah dari penyakit angin merah dan penyakit yang besar yang menimpa diriku, ruh, darah, daging, tulang, kulit, urat, dan saraf. Maha Suci Engkau, jika Engkau menghendaki sesuatu, maka Engkau hanya mengatakan 'Jadilah!', maka jadilah ia.
Membaca Doa Rihul Ahmar diharapkan sebagai bentuk ikhtiar dan permohonan perlindungan dari Allah SWT. Doa ini diyakini sebagai perisai spiritual dalam menghadapi penyakit. Keberkahan doa sangat bergantung pada keimanan dan keikhlasan kita. Meskipun terdapat perdebatan mengenai keotentikan haditsnya, niat tulus dalam berdoa tetaplah hal yang utama.
Doa ini juga dipanjatkan sebagai tambahan upaya penyembuhan, selain pengobatan medis. Ingatlah bahwa Allah SWT Maha Kuasa dan Maha Penyembuh. Dengan berdoa, kita memohon pertolongan dan perlindungan-Nya. Kepercayaan dan ketaatan kepada Allah SWT adalah kunci utama dalam menghadapi segala cobaan, termasuk penyakit.