Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan racun tikus di rumah sering dianggap solusi cepat untuk mengatasi hama pengerat, tetapi efek jangka panjangnya bisa serius. Dampak ini tidak hanya membahayakan kesehatan penghuni dan hewan peliharaan, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan di dalam rumah.
Berbagai racun tikus mengandung zat kimia berbahaya dengan mekanisme kerja berbeda-beda. Paparan jangka panjang, baik langsung maupun tidak langsung, dapat memicu masalah kesehatan yang bervariasi tergantung jenis racun, durasi paparan, dan kondisi fisik individu.
Oleh karena itu, penting bagi pemilik rumah memahami risiko penggunaan racun tikus secara terus-menerus. Memahami bahaya ini menjadi langkah awal untuk mencari alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan demi kesehatan keluarga dan lingkungan.
Lebih lanjut, ketahui efek penggunaan racun tikus jangka panjang di rumah, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (27/2).
Efek Racun Tikus pada Kesehatan Manusia
Paparan racun tikus pada manusia bisa terjadi secara tidak sengaja melalui sentuhan, inhalasi, atau tertelan. Keracunan akut dapat menimbulkan mual, muntah, sakit perut, dan diare sebagai respons tubuh untuk mengeluarkan zat berbahaya.
Racun tikus jenis antikoagulan, seperti warfarin dan brodifacoum, menghambat pembekuan darah. Jika masuk ke tubuh, risiko perdarahan internal meningkat, bahkan dari luka kecil, dan gejalanya bisa muncul bertahap dalam beberapa hari.
Paparan racun tikus jangka panjang berpotensi merusak organ vital seperti hati, ginjal, dan jantung. Racun metabolik dapat mengganggu proses seluler, sementara racun seperti bromethalin menyerang sistem saraf pusat, memicu gangguan koordinasi, kejang, dan kesulitan bernapas.
Dalam kasus keracunan parah, terutama dengan dosis tinggi dan tanpa penanganan cepat, risiko kematian meningkat signifikan. Racun non-antikoagulan yang bekerja cepat pada saraf atau metabolisme dapat menyebabkan kejang dan gagal napas dalam waktu singkat.
Bahaya Racun Tikus bagi Hewan Peliharaan
Hewan peliharaan khususnya anjing dan kucing, memiliki kerentanan tinggi terhadap keracunan racun tikus. Mereka dapat secara tidak sengaja menelan racun yang diletakkan di rumah, atau bahkan mengalami keracunan sekunder. Gejala keracunan pada hewan peliharaan meliputi perdarahan, lemas, muntah, dan kejang, yang memerlukan penanganan dokter hewan segera.
Keracunan sekunder terjadi ketika hewan peliharaan memakan tikus yang telah mengonsumsi racun. Tikus yang terkontaminasi racun menjadi sumber bahaya bagi predatornya. Misalnya, kucing yang memakan tikus beracun dapat mengalami gejala mulai dari muntah dan diare hingga kejang dan kematian. Ini menunjukkan betapa berbahayanya rantai makanan yang terkontaminasi racun tikus.
Selain risiko keracunan langsung dan sekunder, hewan peliharaan juga berisiko tertular penyakit yang dibawa oleh tikus. Kucing yang memakan tikus, misalnya, dapat terinfeksi Leptospirosis, Toxoplasmosis, atau Pes (Plague). Oleh karena itu, penggunaan racun tikus tidak hanya membahayakan secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung melalui penyebaran penyakit dari bangkai tikus.
Dampak Racun Tikus pada Lingkungan Rumah
Efek penggunaan racun tikus jangka panjang di rumah juga berdampak signifikan pada lingkungan sekitarnya. Racun tikus mengandung zat kimia yang tidak selektif, artinya dapat membahayakan manusia dan lingkungan jika terpapar. Kontaminasi dapat terjadi melalui makanan, udara, kulit, atau permukaan yang terkontaminasi. Karena itu, area yang terkena tumpahan racun harus segera dibersihkan secara menyeluruh.
Salah satu masalah umum setelah penggunaan racun tikus adalah bau bangkai. Tikus yang mati setelah mengonsumsi racun seringkali bersembunyi di tempat yang sulit dijangkau, seperti di dalam dinding atau di bawah lantai. Bangkai tikus yang membusuk akan menimbulkan bau tidak sedap yang sangat mengganggu dan sulit dihilangkan, menciptakan lingkungan rumah yang tidak nyaman.
Lebih dari sekadar bau, bangkai tikus juga menjadi sumber penyebaran bakteri dan penyakit. Hama lain seperti lalat dan belatung dapat tertarik pada bangkai, memperburuk masalah sanitasi. Kontaminasi makanan dengan kotoran, urine, bulu, dan parasit yang dibawa oleh tikus juga dapat menyebabkan keracunan makanan dan penyebaran berbagai penyakit berbahaya bagi penghuni rumah.
Resistensi Tikus dan Tantangan Efektivitas
Penggunaan racun tikus secara berulang dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan tikus mengembangkan resistensi terhadap racun tersebut. Penelitian telah menunjukkan bahwa tikus rumah dapat bertahan dari racun tikus karena adanya perubahan genetik yang terjadi selama proses evolusi. Resistensi ini terutama terjadi pada rodentisida antikoagulan, di mana tikus mengembangkan kemampuan untuk memetabolisme atau menoleransi dosis racun yang seharusnya mematikan.
Indikasi kuat adanya resistensi dapat terlihat jika populasi tikus tidak berkurang secara signifikan setelah beberapa kali aplikasi rodentisida. Jika tikus terus terlihat aktif di area yang telah diberi umpan racun, ini menandakan bahwa racun yang digunakan mungkin sudah tidak efektif lagi. Tikus juga dikenal cerdas dan mampu mengenali bau atau rasa mencurigakan dari umpan yang diberikan, sehingga mereka akan menghindarinya.
Fenomena resistensi ini menjadi tantangan besar dalam upaya pengendalian hama. Jika racun yang digunakan tidak lagi efektif, masalah tikus akan terus berlanjut, bahkan mungkin memburuk. Hal ini mendorong perlunya pendekatan yang berbeda dan lebih inovatif dalam membasmi tikus yang telah mengembangkan kekebalan terhadap racun konvensional.
Pencegahan dan Alternatif Aman Pengendalian Tikus
Mengingat bahaya racun tikus, pencegahan dan penggunaan alternatif aman sangat penting. Saat menangani racun, gunakan pelindung diri seperti masker dan sarung tangan, serta simpan racun di tempat tertutup dan jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan.
Alternatif pengendalian tikus yang lebih aman meliputi perangkap mekanis, seperti perangkap jepret atau perangkap hidup, serta pengusir alami seperti bawang bombay atau bawang merah. Menjaga kebersihan rumah, menutup lubang akses tikus, dan membuang sampah dengan benar juga merupakan langkah pencegahan efektif.
Untuk infestasi yang sulit diatasi, disarankan menggunakan jasa profesional pengendali hama pengendali hama (pest control). Metode terpadu yang dilakukan ahli akan menangani masalah tikus secara menyeluruh tanpa membahayakan penghuni rumah atau hewan peliharaan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa saja efek penggunaan racun tikus jangka panjang pada manusia?
Efeknya meliputi keracunan akut dengan gejala mual dan diare, gangguan pembekuan darah, kerusakan organ vital seperti hati dan ginjal, efek neurologis seperti kejang, hingga risiko kematian jika tidak ditangani.
2. Bagaimana racun tikus dapat membahayakan hewan peliharaan?
Hewan peliharaan dapat keracunan langsung dengan menelan racun atau keracunan sekunder dengan memakan tikus yang terkontaminasi, menyebabkan perdarahan, lemas, muntah, kejang, dan penularan penyakit.
3. Apa dampak racun tikus pada lingkungan di dalam rumah?
Dampaknya termasuk kontaminasi zat kimia berbahaya, bau tidak sedap dari bangkai tikus yang sulit dijangkau, serta penyebaran bakteri dan penyakit dari bangkai dan kotoran tikus.
4. Mengapa tikus bisa menjadi resisten terhadap racun?
Penggunaan racun tikus secara berulang dan jangka panjang dapat menyebabkan tikus mengembangkan perubahan genetik, sehingga mereka mampu memetabolisme atau menoleransi dosis racun yang seharusnya mematikan.

14 hours ago
9
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515887/original/090122300_1772204204-ramos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5234130/original/056537200_1748335153-WhatsApp_Image_2025-05-27_at_12.15.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515631/original/090675800_1772182473-WhatsApp_Image_2026-02-26_at_23.58.48.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512869/original/057574600_1771996812-Manajemen_Pakan_dan_Kesehatan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514786/original/085694600_1772106603-InShot_20260226_184423303.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515718/original/039162200_1772186784-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515747/original/060314300_1772187592-Inspirasi_Jendela_Rumah_Mepet_Tembok_Tetangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4078625/original/087908000_1656954958-20220704IQ_Timnas_Indonesia_U-19_Vs_Brunai_Darussalam_17.jpg.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4812442/original/090919700_1714021742-Screenshot_2024-04-25_120519.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515566/original/037438300_1772180570-kuker_dan_hampers_kekinian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509962/original/087101700_1771809777-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513762/original/084349400_1772065263-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500397/original/033457200_1770864101-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1192031/original/018652700_1459763163-single_lina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502186/original/056089300_1770971678-minuman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464211/original/067557400_1767682642-Screenshot_2026-01-06_135650.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515620/original/036120600_1772182106-hong-kong-jackie-chan_broa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515327/original/089154900_1772170864-Pagar_Horizontal.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)