Jenis Pohon Kelengkeng yang Tidak Berbuah, Ini 5 Penyebab dan Solusinya

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Pohon kelengkeng, dengan buahnya yang manis dan menyegarkan, menjadi idaman banyak pekebun. Namun, tak jarang harapan untuk memanen buah melimpah terhalang oleh pohon yang tak kunjung berbuah. Fenomena ini seringkali memunculkan pertanyaan tentang keberadaan jenis pohon kelengkeng yang tidak berbuah.

Padahal, secara ilmiah, tidak ada varietas kelengkeng yang secara alami tidak mampu menghasilkan buah. Kondisi pohon kelengkeng yang sulit atau bahkan tidak berbuah lebih disebabkan oleh serangkaian faktor eksternal dan internal yang memengaruhi proses pembungaan serta pembuahan.

Artikel Liputan6.com ini akan membahas berbagai penyebab mengapa pohon kelengkeng enggan berbuah, sekaligus menyajikan solusi praktis dan efektif untuk merangsang pembuahan, Sabtu (25/4/2026).

1. Faktor Usia Kelengkeng Mempengaruhi Pembuahan

Salah satu penyebab utama mengapa pohon kelengkeng belum berbuah adalah faktor usia. Pohon kelengkeng umumnya membutuhkan waktu untuk mencapai kematangan reproduktif sebelum mampu menghasilkan bunga dan buah. Bibit kelengkeng yang berasal dari biji, misalnya, memerlukan waktu yang jauh lebih lama, sekitar 7 hingga 10 tahun, untuk mulai berbuah.

2. Asal Bibit yang Sifatnya Belum Tentu Produktif

Berbeda dengan bibit dari biji, bibit kelengkeng yang diperoleh melalui metode perbanyakan vegetatif seperti cangkok atau okulasi cenderung lebih cepat berbuah. Pohon kelengkeng hasil cangkok atau okulasi biasanya sudah dapat berbuah dalam kurun waktu 2 hingga 4 tahun setelah penanaman. Selain itu, bibit dari biji juga memiliki risiko menghasilkan pohon jantan yang secara genetik tidak akan pernah berbuah, meskipun memiliki perakaran yang kuat.

3. Pengaruh Varietas dan Iklim Terhadap Buah Kelengkeng

Pemilihan varietas kelengkeng yang tepat sangat penting untuk keberhasilan pembuahan, terutama di iklim tropis Indonesia. Tidak semua jenis kelengkeng cocok untuk ditanam di dataran rendah atau daerah panas, karena beberapa varietas memerlukan periode suhu dingin untuk merangsang pembungaan.

Di Indonesia, daerah seperti Temanggung, Batu, dan Ambarawa yang memiliki suhu rendah minimal dua bulan saat musim kemarau, seringkali menjadi lokasi ideal untuk budidaya kelengkeng agar berproduksi optimal.

Varietas kelengkeng dibagi menjadi dua golongan besar: Temperate dan Non-Temperate. Varietas golongan Temperate, seperti New Crystal, Itoh, dan King Long, memerlukan perlakuan khusus berupa pemberian zat kimia Kalium Klorat (KClO₃) untuk dapat berbuah.

Tanpa perlakuan ini, pohon kelengkeng dari varietas Temperate tidak akan berbuah secara alami. Sebaliknya, varietas Non-Temperate mampu berproduksi secara alami tanpa perlakuan khusus, bahkan beberapa di antaranya dapat berbuah lebih dari sekali dalam setahun, menjadikannya pilihan yang lebih mudah untuk pekebun rumahan.

4. Peran Nutrisi dan Sinar Matahari dalam Pembuahan

Keseimbangan nutrisi merupakan kunci penting agar pohon kelengkeng dapat berbuah optimal. Pemupukan yang tidak seimbang, terutama kelebihan pupuk nitrogen (N), justru dapat menghambat pembungaan dan pembuahan, meskipun pohon tampak subur dengan daun lebat.

Pohon kelengkeng membutuhkan nutrisi yang seimbang antara nitrogen, fosfor (P), dan kalium (K) untuk mendorong fase generatif tanaman. Kekurangan nutrisi esensial dalam jangka panjang juga akan melemahkan pertumbuhan pohon dan mengurangi kemampuannya untuk berbuah.

Selain nutrisi, paparan sinar matahari yang cukup juga sangat vital. Pohon kelengkeng memerlukan sinar matahari langsung minimal enam hingga delapan jam setiap hari. Kekurangan cahaya matahari akan menghambat proses fotosintesis dan pembentukan bunga secara signifikan.

5. Perawatan Kurang Tepat

Faktor perawatan lain yang sering diabaikan adalah perlakuan stres (stress treatment). Kelengkeng, di habitat aslinya, sering berbunga saat mengalami kondisi stres, seperti musim kering. Teknik mengurangi penyiraman selama 2-3 minggu dapat meniru kondisi ini dan merangsang pembungaan.

Kualitas media tanam yang buruk atau serangan hama dan penyakit juga dapat menjadi penyebab jenis pohon kelengkeng yang tidak berbuah, karena mengganggu pertumbuhan dan kesehatan pohon secara keseluruhan.

Solusi Efektif untuk Merangsang Pohon Kelengkeng Berbuah

Untuk mengatasi masalah pohon kelengkeng yang tidak berbuah, langkah pertama adalah memilih varietas unggul yang sesuai dengan kondisi iklim setempat. Varietas seperti Kelengkeng Itoh, Phet Pakchong, atau Diamond River dikenal memiliki adaptasi yang baik dan potensi berbuah di dataran rendah.

Perawatan yang tepat juga memegang peranan krusial. Lakukan pemupukan seimbang dengan mengurangi pupuk nitrogen dan meningkatkan unsur fosfor (P) serta kalium (K) untuk merangsang pembungaan dan pembuahan.

Pemberian pupuk NPK dengan rasio yang mendukung fase generatif sangat dianjurkan. Selain itu, terapkan perlakuan khusus seperti teknik stress treatment dengan mengurangi penyiraman. Untuk varietas Temperate, penggunaan zat perangsang buah seperti Kalium Klorat (KClO₃) sesuai dosis dan waktu aplikasi yang tepat akan sangat membantu.

Pengendalian hama dan penyakit secara rutin juga penting untuk menjaga kesehatan pohon, sementara teknik sambung sisip (top working) dapat menjadi solusi jangka panjang jika pohon kelengkeng yang sudah ada tetap tidak berbuah.

FAQ

Apakah ada jenis pohon kelengkeng yang secara alami tidak berbuah?

Tidak ada jenis pohon kelengkeng yang secara inheren tidak berbuah. Namun, berbagai faktor dan kondisi dapat menyebabkan pohon sulit atau tidak berbuah.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan pohon kelengkeng untuk mulai berbuah?

Pohon kelengkeng hasil perbanyakan vegetatif (cangkok/okulasi) mulai berbuah 2-4 tahun, sedangkan dari biji memerlukan 7-10 tahun.

Mengapa bibit kelengkeng dari biji cenderung sulit berbuah?

Bibit dari biji membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah dan berpotensi menghasilkan pohon jantan yang tidak mampu berbuah.

Apa peran Kalium Klorat (KClO₃) dalam pembuahan kelengkeng?

Kalium Klorat digunakan untuk merangsang pembungaan pada varietas kelengkeng golongan Temperate yang memerlukan perlakuan khusus agar dapat berbuah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|