Kiper Semen Padang Minta Suporter Lebih Dewasa: Kami Butuh Dukungan, Bukan Cacian!

8 hours ago 3

Bola.com, Padang - Situasi sulit yang tengah dialami Semen Padang di BRI Super League 2025/2026 ikut memunculkan tekanan besar dari suporter. Kondisi tersebut disadari betul oleh Rendy Oscario.

Kiper berusia 27 tahun itu memahami kekecewaan para pendukung melihat performa tim yang belum konsisten. Namun, Rendy berharap suporter tetap memberikan dukungan positif agar pemain memiliki energi tambahan di lapangan.

Rendy Oscario paham ekspektasi tinggi pendukung setia Kabau Sirah. Maklum, ia merupakan jebolan akademi Semen Padang yang kemudian dipromosikan ke tim senior pada musim 2016/2017.

"Saya pernah lama disini. Memang tekanan itu datang dari suporter sendiri di saat tim jatuh. Karena mereka menginginkan hasil yang maksimal, menang dan menang, itu pasti harapan suporter," ujar Rendy.

Mertua Pratama Arhan sekaligus penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Butuh Dukungan Positif

Menurut Rendy Oscario, para pemain sebenarnya memiliki keinginan yang sama dengan suporter. Namun, ia mengingatkan bahwa lawan yang dihadapi di kompetisi kasta tertinggi Indonesia bukanlah tim sembarangan.

Oleh karena itu, kiper kelahiran Jakarta itu meminta suporter untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada tim, terutama saat situasi sedang tidak berpihak kepada Semen Padang.

"Tentunya kami di lapangan juga ingin hasil itu. Tapi kan kami melawan bukan tim yang sembarangan, mereka juga punya taktikal," kata mantan kiper Persita Tangerang itu.

"Saya harap suporter lebih dewasa. Kami pemain butuh dukungan, bukan cacian dan makian. Kalau kalian mendukung, tentunya kami juga punya energi lebih dari itu. Tapi kalau kalian mencaci kami, main kami seperti apa tentunya hasil itu kan kalian ingin menang dan kami juga," lanjutnya.

Bermain untuk Nama Besar Semen Padang

Rendy menegaskan, seluruh pemain di skuad saat ini datang ke Padang bukan untuk kepentingan pribadi. Mereka membawa nama besar Semen Padang dan berusaha memberikan yang terbaik untuk klub kebanggaan Ranah Minang tersebut.

"Harapan saya seperti itu. Semoga bisa lebih men-support lagi Tim Kabau Sirah, karena yang dibawa ini bukan nama kami, tapi Semen Padang. Saya datang ke sini sama teman-teman untuk membawa Semen Padang," pintanya.

Saat ini, Semen Padang memang sedang berada dalam situasi yang tidak ideal di BRI Super League musim ini. Tim Kabau Sirah terdampar di posisi ke-17 klasemen sementara alias zona degradasi dengan koleksi 17 poin.

Pecat Dejan Antonic

Sejauh ini, Kabau Sirah baru meraih empat kemenangan, lima hasil imbang, dan sudah menelan 15 kekalahan. Catatan tersebut menjadi alarm serius bagi tim asal Sumatra Barat itu.

Teranyar, Semen Padang hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24 BRI Super League di Stadion Gelora Haji Agus Salim, Rabu (4/3/2026) malam WIB.

Hasil tersebut membuat manajemen Semen Padang mengambil keputusan tegas dengan mencopot pelatih kepala, Dejan Antonic, dari jabatannya. Arsitek asal Serbia itu bahkan belum genap lima bulan menangani Kabau Sirah.

Yuk Lihat Peta Persaingan

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|