Liputan6.com, Jakarta - Pohon buah berbuah cepat yang cocok dijadikan tanaman sela di sawah menjadi pilihan menarik bagi petani yang ingin meningkatkan produktivitas lahan tanpa mengganggu budidaya padi. Dengan memilih jenis tanaman yang tepat, area pematang, tepi sawah, maupun bedengan khusus dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan tambahan dari sektor hortikultura.
Selain memberikan hasil ekonomi, penanaman pohon buah di area persawahan juga dapat membantu memperbaiki struktur tanah, mengurangi erosi, serta menciptakan lingkungan budidaya yang lebih beragam. Namun, tidak semua tanaman buah mampu beradaptasi dengan kondisi sawah yang cenderung lembap dan berpotensi tergenang air saat musim hujan.
Karena itu, penting memilih tanaman yang toleran terhadap kelembapan tinggi, memiliki pertumbuhan cepat, dan relatif mudah dirawat. Berikut beberapa rekomendasi pohon buah berbuah cepat yang cocok dijadikan tanaman sela di sawah dan berpotensi memberikan keuntungan bagi petani. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (11/6/2026).
1. Jambu Air
Jambu air merupakan salah satu tanaman buah yang paling direkomendasikan untuk ditanam di area persawahan. Tanaman ini dikenal sangat menyukai lingkungan yang basah dan memiliki toleransi tinggi terhadap kelembapan tanah.
Keunggulan utama jambu air adalah pertumbuhannya yang relatif cepat. Pada kondisi budidaya yang baik, tanaman dapat mulai berbuah dalam waktu 2–3 tahun setelah tanam. Selain itu, akar jambu air cukup kuat sehingga tidak mudah mengalami pembusukan meskipun berada di area dengan pasokan air melimpah.
Varietas unggulan seperti Jambu Air Citra, Deli Madu, maupun Black King Kong memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran. Oleh karena itu, jambu air menjadi salah satu pohon buah berbuah cepat yang cocok dijadikan tanaman sela di sawah untuk tujuan komersial.
2. Pisang
Pisang termasuk tanaman yang sangat ideal untuk sistem tumpang sari di lahan sawah. Tanaman ini membutuhkan banyak air untuk mendukung pertumbuhan batang dan pembentukan buah sehingga sangat sesuai dengan karakteristik lahan persawahan.
Selain mudah dibudidayakan, pisang juga memiliki masa panen yang relatif singkat. Beberapa varietas bahkan dapat dipanen dalam waktu 8–12 bulan setelah tanam. Hal ini menjadikan pisang sebagai sumber pendapatan cepat bagi petani.
Penanaman pisang di sepanjang pematang sawah juga dapat membantu memanfaatkan ruang kosong yang sebelumnya tidak produktif. Dengan perawatan sederhana berupa pemupukan dan pengendalian anakan, tanaman ini mampu menghasilkan tandan buah yang bernilai ekonomi tinggi.
3. Jambu Biji
Jambu biji terkenal sebagai tanaman buah yang toleran terhadap kondisi tanah lembap dan agak padat. Karakter ini membuatnya cocok ditanam pada lahan bekas sawah yang belum sepenuhnya mengalami perbaikan struktur tanah.
Tanaman jambu biji juga dikenal rajin berbuah sepanjang tahun. Dengan pemangkasan dan pemupukan yang tepat, petani dapat menikmati panen berkali-kali dalam setahun.
Keunggulan lain dari jambu biji adalah daya adaptasinya yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Buahnya memiliki permintaan pasar yang stabil karena banyak dikonsumsi sebagai buah segar maupun bahan jus.
Tidak heran jika jambu biji masuk dalam daftar pohon buah berbuah cepat yang cocok dijadikan tanaman sela di sawah yang layak dipertimbangkan.
4. Pepaya
Pepaya menjadi pilihan favorit banyak petani karena masa panennya sangat cepat. Dalam kondisi optimal, tanaman ini sudah mulai berbuah pada umur 8–12 bulan.
Pepaya cukup toleran terhadap kondisi tanah yang lembap meskipun tetap membutuhkan drainase yang baik agar akar tidak mengalami pembusukan akibat genangan yang terlalu lama.
Keuntungan menanam pepaya sebagai tanaman sela adalah produktivitasnya yang tinggi dan kemampuannya menghasilkan buah sepanjang tahun. Selain itu, perawatan tanaman ini relatif mudah dan tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas.
Varietas unggul seperti California maupun Bangkok sering dipilih karena ukuran buahnya menarik dan memiliki permintaan pasar yang tinggi.
5. Sirsak
Sirsak merupakan tanaman buah yang memiliki kemampuan adaptasi baik terhadap tanah lembap. Tanaman ini dapat tumbuh subur pada berbagai jenis tanah dan tetap produktif meskipun curah hujan cukup tinggi.
Meskipun masa berbuahnya sedikit lebih lama dibanding pepaya, sirsak tetap tergolong tanaman yang cukup cepat menghasilkan jika dibandingkan dengan beberapa pohon buah tahunan lainnya.
Buah sirsak memiliki nilai ekonomi yang baik karena banyak digunakan sebagai bahan minuman, makanan olahan, hingga produk kesehatan. Oleh sebab itu, tanaman ini cocok dijadikan investasi jangka menengah bagi petani sawah.
6. Nangka
Nangka dikenal sebagai tanaman buah yang tahan terhadap genangan sementara. Sistem perakarannya yang kuat membantu tanaman tetap tumbuh baik meskipun berada pada lingkungan dengan kelembapan tinggi.
Selain tahan terhadap kondisi lahan basah, nangka juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Buahnya dapat dijual dalam kondisi matang maupun muda sebagai bahan sayuran.
Untuk hasil optimal, penanaman nangka di sawah sebaiknya dilakukan pada bedengan atau gundukan tanah yang lebih tinggi sehingga sistem perakaran tetap memperoleh aerasi yang baik.
Jika dirawat dengan benar, nangka dapat menjadi salah satu pohon buah berbuah cepat yang cocok dijadikan tanaman sela di sawah sekaligus investasi jangka panjang yang menguntungkan.
7. Alpukat
Alpukat memang tidak setoleran jambu air atau pisang terhadap genangan. Namun tanaman ini tetap dapat dibudidayakan di lahan sawah dengan teknik yang tepat.
Petani disarankan membuat gundukan tanah setinggi sekitar 50 cm dan menyediakan saluran pembuangan air yang baik agar akar tidak terendam saat musim hujan.
Saat ini banyak varietas alpukat unggul yang mampu berbuah lebih cepat melalui penggunaan bibit hasil sambung pucuk atau okulasi. Dalam kondisi ideal, tanaman dapat mulai berproduksi pada umur 3–4 tahun.
Harga jual buah alpukat yang relatif tinggi menjadikannya pilihan menarik untuk diversifikasi usaha tani.
8. Rambutan
Rambutan merupakan tanaman buah yang sangat menyukai curah hujan tinggi. Bahkan pertumbuhan awal bibit rambutan sering kali lebih baik ketika ditanam pada awal musim hujan.
Tanaman ini cocok ditanam di bagian tepi sawah yang memiliki drainase cukup baik. Ketersediaan air yang memadai akan membantu pertumbuhan vegetatif dan meningkatkan produktivitas buah.
Selain memiliki pasar yang luas, rambutan juga terkenal menghasilkan panen melimpah ketika memasuki musim produksi. Hal ini menjadikannya salah satu pilihan tanaman sela yang menjanjikan.
Tips Menanam Pohon Buah di Sawah
Agar tanaman buah tumbuh optimal di lahan persawahan, beberapa langkah berikut perlu diperhatikan:
- Buat sistem surjan atau bedengan tinggi untuk mengurangi risiko genangan.
- Sediakan parit keliling sebagai saluran pembuangan air.
- Tambahkan kapur dolomit jika tanah terlalu asam.
- Gunakan pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah.
- Pilih bibit unggul yang berasal dari okulasi atau sambung pucuk agar lebih cepat berbuah.
- Atur jarak tanam agar tidak mengganggu aktivitas budidaya padi.
Pertanyaan Seputar Pohon Buah di Sawah
1. Apakah semua pohon buah bisa ditanam di sawah?
Tidak. Sebaiknya memilih tanaman yang tahan terhadap kelembapan tinggi atau menanamnya pada bedengan dan gundukan yang memiliki drainase baik.
2. Tanaman buah apa yang paling cepat panen di sawah?
Pisang dan pepaya termasuk yang tercepat karena dapat dipanen dalam waktu kurang dari satu tahun setelah tanam.
3. Apakah alpukat cocok ditanam di sawah?
Cocok, asalkan dibuatkan gundukan tanah dan saluran drainase agar akar tidak terendam air.
4. Mengapa perlu membuat bedengan di lahan sawah?
Bedengan membantu mengurangi genangan air, meningkatkan aerasi akar, dan menjaga kesehatan tanaman buah.
5. Apakah tanaman buah dapat meningkatkan pendapatan petani sawah?
Ya. Sistem tanaman sela memungkinkan petani memperoleh tambahan hasil panen tanpa harus mengurangi luas tanam padi secara signifikan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

10 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7511074/original/006328500_1780283405-Model_Rumah_Kecil_dengan_Koneksi_Indoor_dan_Outdoor_yang_Harmonis_Model_Pintu_Lipat_Menuju_Halaman_Belakang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7754409/original/041956400_1780563218-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_15.50.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256833/original/072957100_1781171763-Pakan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256807/original/071159300_1781170365-umbaran_jaring_paralon_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5321726/original/068835300_1755679487-20250816AA_Persita_Tangerang_vs_Persebaya_Surabaya-40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8030823/original/016638800_1780872304-ChatGPT_Image_Jun_8__2026__05_35_24_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256790/original/069161700_1781169578-Rumah_Tradisional_dengan_Kebun_Buah_di_Sudut_Belakang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256829/original/021042800_1781171538-Gemini_Generated_Image_58o27h58o27h58o2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569423/original/090136500_1777442007-Berikan_ke_Ayam_Secara_Rutin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985719/original/080407800_1730289959-000_HKG2004072157398.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256735/original/001921000_1781166872-11140949535035799386.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256520/original/056222700_1781160592-Pohon_buah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483652/original/099806000_1769400098-unnamed-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8207954/original/054550700_1781066749-37215204105535690.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7083141/original/042110800_1779863896-sirsak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256710/original/076296600_1781165295-2231112552879179413.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554045/original/038078000_1776058203-komunal_perumahan_subsidi_6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256660/original/028513800_1781163671-Screenshot_2026-06-11_143928.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8083508/original/083238200_1780929845-4545C94F-DBA3-4E9C-920D-227B0E2A806E.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3200260/original/036462100_1596658442-claudio-guglieri-K2RH1QZdLF4-unsplash.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495852/original/028727000_1770438125-1000284404.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)