Setelah Terdegradasi, Persis Hadapi Tantangan Berat di Kasta Kedua: Amunisi Andalan Terancam Hengkang

6 hours ago 2

Bola.com, Solo - Persis Solo berpotensi kehilangan sejumlah pemain andalannya setelah resmi terdegradasi ke kasta kedua pada musim depan. Beberapa pemain dikabarkan menjadi incaran klub BRI Super League pada bursa transfer yang akan datang.

Terdepaknya Persis Solo ke ajang Championship musim 2026/2027 akan menghadirkan sejumlah tantangan karena perbedaan regulasi. Selain komposisi pemain asing, sosok pelatih kepala yang akan menjadi nakhoda juga dipastikan berubah.

Pasalnya, kompetisi kasta kedua mensyaratkan penggunaan pelatih lokal dengan lisensi minimal A AFC. Artinya, Laskar Sambernyawa dipastikan tak bisa kembali menggunakan jasa Milomir Seslija untuk menjadi nakhoda pada musim 2026/2027.

Tidak hanya itu, kuota penggunaan pemain impor juga sudah tak selonggar di kasta tertinggi. Turunnya Persis Solo ke kasta kedua juga berpotensi membuat mereka ditinggalkan pemain-pemain andalannya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pemain Andalan Hengkang

Sejumlah pemain yang menjadi tulang punggung Persis Solo selama beberapa musim terakhir juga tampaknya bakal hengkang dari Kota Bengawan. Beberapa nama di antaranya yakni Muhammad Riyandi dan Zanadin Fariz.

Sebagai informasi, kontrak keduanya bersama Persis Solo bakal segera berakhir dalam waktu dekat. Riyandi dan Zanadin masih terikat kontra hingga akhir 31 Mei 2026. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda keduanya akan memperpanjang kontrak.

Bahkan, dari pernyataan sang agen, Muly Munial, sudah ada banyak klub yang telah tertarik untuk memboyong kedua pemain ini. Apalagi, keduanya juga memiliki pengalaman memperkuat tim nasional.

Riyandi, misalnya, mendapatkan panggilan John Herdman untuk persiapan Piala AFF 2026. Menurut Muly, jika para pemain ini ingin tetap masuk dalam radar pelatih timnas, keduanya harus bisa tetap berkarier di kasta tertinggi.

"Jujur, apalagi mereka juga mengejar peluang masuk tim nasional, tentu kami akan berusaha agar mereka tetap bermain di Liga 1, terutama pemain-pemain yang memang memiliki potensi untuk Timnas,” kata Muly.

Komposisi Amunisi Impor

Persis Solo juga memiliki tugas yang lebih menantang untuk merancang komposisi pemain asing pada musim depan. Sebab, berdasarkan regulasi musim ini, setiap kontestan hanya diperbolehkan menggunakan tiga pemain impor saja.

Kuota ini tentu harus bisa digunakan secara maksimal oleh setiap klub. Sebab, setiap amunisi impor yang direkrut harus bisa memberikan dampak yang signifikan untuk mendongkrak performa tim di kasta kedua.

Jika belajar dari ketiga tim yang sukses naik kasta pada musim ini, masing-masing memang punya pemain asing yang bisa menjadi tulang punggung. Garudayaksa FC, misalnya, memiliki Everton Nascimento, yang mencetak 14 gol plus 3 assist.

Sementara itu, PSS Sleman sangat bergantung pada striker asal Brasil, Gustavo Toncantins, yang sukses membukukan 24 gol dan 11 assist dari 26 penampilan. Catatan inilah yang membuatnya mendapatkan gelar Best Player musim ini.

Adapun Adhyaksa FC sangat terbantu dengan ketajaman striker asal asing kelahiran Portugal, Adilson Silva. Pemain yang mendapatkan gelar top scorer ini mencatatkan 26 gol plus 5 assist dari 27 pertandingan.

Layak di Kasta Tertinggi

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, juga sepertinya akan segera mengakhiri musimnya setelah terdegradasi. Pasalnya, Laskar Sambernyawa sudah tak bisa menggunakan jasa pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu karena terbentur regulasi.

Artinya, Laskar Sambernyawa harus bergerak cepat untuk segera mengamankan nakhoda terbaik yang dianggap mampu membawa Persis Solo untuk kembali promosi ke kasta tertinggi pada musim 2026/2027.

Salah satu klub yang telah memperlihatkan keseriusannya, sekaligus bakal menjadi rival terberat Persis Solo di kasta kedua musim depan, yakni PSIS Semarang. Setelah musim 2025/2026 berakhir, mereka segera menunjuk Widodo Cahyono Putro menjadi pelatih kepala.

Widodo memang punya rekor istimewa. Sebelum ditunjuk Mahesa Jenar, dia sukses membawa Garudayaksa FC menjuarai Pegadaian Championship 2025/2026. Padahal, pada musim 2024/2025, dia sukses mengantarkan Persijap Jepara promosi setelah menduduki peringkat ketiga.

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Radifa Arsa
  • Wiwig Prayugi
Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|