- Apa yang dimaksud dengan konsep dalam karya seni rupa?
- Mengapa seniman perlu memiliki konsep dalam berkarya?
- Apa perbedaan gaya ekspresionis dan realis dalam seni lukis?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan seorang seniman dalam menciptakan karya tidak pernah lepas dari proses panjang yang penuh eksplorasi, baik secara teknis maupun konseptual. Hal ini juga dialami oleh Chrisna Fernand (32), seorang seniman rupa asal Blitar, Jawa Timur, yang telah menekuni dunia seni sejak usia dini. Ketertarikannya terhadap dunia menggambar sudah muncul sejak kecil, dimulai dari aktivitas sederhana seperti coret-coret menggunakan krayon layaknya anak-anak pada umumnya. Namun, dari kebiasaan kecil tersebut, perlahan tumbuh kecintaan yang lebih serius terhadap seni rupa.
Memasuki bangku kuliah sekitar tahun 2012-2013, Chrisna mulai memahami bahwa seni rupa bukan sekadar soal menggambar indah, melainkan juga tentang menyampaikan pesan yang lebih dalam. Ia menyadari bahwa seni memiliki dimensi yang kompleks, mulai dari sejarah, dinamika sosial, hingga kritik terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Dari titik inilah, proses berkarya Chrisna berkembang, tidak hanya berfokus pada visual semata, tetapi juga pada makna yang ingin disampaikan kepada publik.
“Sejak kecil saya memang sudah suka menggambar, mungkin sejak TK ya, cuma waktu itu ya sekadar coret-coret saja pakai crayon. Tapi waktu masuk akademi seni, saya baru sadar kalau seni rupa itu ternyata tidak sesederhana yang saya kira. Di situ ada sejarah, ada dinamika sosial, bahkan ada problematika yang bisa disuarakan lewat karya, jadi bukan sekadar gambar bagus atau tidak, tapi pesan di baliknya itu yang penting,” ujar Chrisna saat ditemui Liputan6.com dalam acara pameran World Press Freedom Day di Universitas Islam Indonesia (UII) Cik Di Tiro pada Minggu (3/5).
Awal Ketertarikan dan Perjalanan Menuju Seni Rupa
Ketertarikan Chrisna terhadap seni rupa berawal dari kebiasaan menggambar sejak kecil yang dilakukan secara spontan tanpa tekanan. Aktivitas tersebut awalnya hanya dianggap sebagai hobi, bahkan hingga masa sekolah menengah atas. Namun, meskipun berasal dari keluarga yang berlatar belakang pendidikan formal sebagai guru, Chrisna memilih jalur berbeda dengan menekuni dunia seni. Keputusan ini menjadi titik awal keseriusannya dalam mengembangkan potensi sebagai seniman.
Memasuki dunia akademik seni, ia mulai menemukan passion yang lebih mendalam. Proses belajar tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membuka wawasan tentang bagaimana karya seni bisa menjadi media komunikasi. Dari sinilah ia mulai memahami bahwa seni rupa memiliki kekuatan untuk menyampaikan gagasan dan refleksi sosial, menjadikannya lebih dari sekadar ekspresi visual.
“Kalau dari kecil sampai SMA itu sebenarnya cuma hobi saja, gambar kalau lagi santai atau nongkrong. Tapi orang tua saya kan guru semua, sempat disuruh jadi guru juga, cuma saya tidak tertarik. Akhirnya saya minta izin kuliah di seni, dan di situ saya menemukan keseruannya, ternyata seni itu kompleks, bukan cuma soal gambar tapi juga soal menyampaikan sesuatu,” ungkapnya.
Gaya Ekspresionis dan Proses Berkarya Cepat
Dalam perjalanan berkaryanya, Chrisna lebih banyak mengembangkan gaya ekspresionis yang menekankan pada kecepatan menangkap momen. Gaya ini dipilih karena sesuai dengan karakter dan kebiasaannya sejak kecil yang terbiasa menggambar secara spontan. Berbeda dengan gaya realis yang membutuhkan waktu lama dan ketelitian tinggi, ekspresionisme memungkinkan dirinya untuk lebih bebas mengekspresikan suasana dalam waktu singkat.
Kecepatan dalam berkarya juga menjadi salah satu strategi produktivitas bagi Chrisna. Ia menyadari bahwa jumlah karya yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh teknik yang digunakan. Dengan gaya ekspresionis, ia mampu menghasilkan lebih banyak karya dalam waktu tertentu, tanpa kehilangan esensi pesan yang ingin disampaikan dalam setiap lukisannya.
“Ekspresionis itu lebih ke menangkap momen dengan cepat, jadi tidak terlalu detail seperti realis. Kalau realis kan butuh waktu lama, telaten, tapi kalau ekspresionis kita kejar momentumnya. Bahkan dalam satu hari di lokasi itu juga karya harus selesai. Saya juga mikir soal produktivitas, kalau terlalu lama ya setahun cuma dapat sedikit karya, tapi kalau ekspresionis bisa lebih banyak,” ujar Chrisna
Pentingnya Konsep dalam Karya Seni
Seiring perkembangan dalam dunia akademik, Chrisna mulai menekankan pentingnya konsep dalam setiap karya. Ia menjelaskan bahwa pada tahap lanjutan, karya seni tidak lagi dinilai dari keindahan visual semata, melainkan dari pesan yang terkandung di dalamnya. Konsep menjadi fondasi utama yang menentukan arah dan makna dari sebuah karya.
Dalam proses kreatifnya, konsep sering kali muncul dari pengalaman pribadi maupun isu sosial yang sedang terjadi. Ia tidak hanya melukis pemandangan atau objek semata, tetapi mencoba menghadirkan narasi yang dapat memancing refleksi bagi penikmatnya. Dengan pendekatan ini, karya seni menjadi medium komunikasi yang lebih kuat dan relevan dengan kondisi masyarakat.
“Di akademik itu kita diajarkan kalau karya harus punya konsep. Jadi bukan sekadar melukis pemandangan atau potret, tapi di balik visual itu harus ada yang ingin disampaikan. Jadi bukan lagi soal bagus atau jelek, tapi pesan apa yang ingin kita sampaikan ke orang yang melihat karya itu,” katanya.
Inspirasi Karya dan Isu Sosial yang Diangkat
Chrisna dikenal sebagai seniman yang kerap mengangkat isu sosial dalam karyanya, mulai dari aktivisme hingga persoalan lingkungan. Salah satu karya yang pernah meraih penghargaan bahkan terinspirasi dari kerusakan lingkungan akibat aktivitas kapal tongkang yang menghancurkan terumbu karang. Ia menggabungkan visual kapal dengan simbol energi terbarukan sebagai bentuk kritik sekaligus harapan.
Selain itu, dalam karya terbarunya, ia mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih reflektif dibandingkan karya-karya sebelumnya yang cenderung frontal. Ia menggunakan simbol-simbol seperti burung dan lampion untuk menggambarkan peran jurnalis dalam menyampaikan kebenaran. Pendekatan ini menunjukkan kedewasaan dalam berkarya, di mana pesan disampaikan dengan cara yang lebih halus namun tetap kuat.
“Kalau karya yang sekarang saya lebih ingin reflektif, tidak sefrontal dulu. Misalnya simbol burung itu seperti pembawa pesan, lalu lampion itu saya ibaratkan sebagai jurnalis yang tetap menyalakan kebenaran di tengah kondisi gelap. Saya ingin orang melihat karya itu tidak marah, tapi lebih ke merenung,” ujarnya.
Tips Berkarya untuk Seniman Pemula
Bagi para seniman pemula, Chrisna menekankan pentingnya menemukan rasa suka terlebih dahulu sebelum mendalami teknik dan konsep. Menurutnya, kecintaan terhadap bidang seni akan mendorong seseorang untuk terus belajar dan berkembang. Tanpa rasa suka, proses belajar akan terasa berat dan sulit untuk konsisten.
Selain itu, ia juga menyarankan agar pemula fokus pada penguasaan teknik dasar sebelum masuk ke tahap ide dan konsep. Pemahaman tentang komposisi, warna, dan elemen visual lainnya menjadi fondasi penting dalam berkarya. Dengan teknik yang matang, seorang seniman akan lebih leluasa dalam mengekspresikan gagasan dan pesan melalui karya seni.
“Kalau pemula itu yang penting suka dulu. Kalau sudah suka pasti akan belajar sendiri lebih dalam. Setelah itu baru pahami teknis seperti komposisi, warna, dan lain-lain. Ide itu bisa datang belakangan, tapi kalau teknisnya sudah kuat, kamu akan lebih mudah menyampaikan apa yang ingin kamu buat,” pungkasnya.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik
1. Apa yang dimaksud dengan konsep dalam karya seni rupa?
Konsep dalam karya seni rupa adalah ide atau gagasan utama yang ingin disampaikan oleh seniman melalui karyanya. Konsep menjadi dasar dalam menentukan bentuk visual, tema, hingga pesan yang ingin diterima oleh penikmat seni.
2. Mengapa seniman perlu memiliki konsep dalam berkarya?
Konsep penting agar karya tidak hanya sekadar indah secara visual, tetapi juga memiliki makna. Dengan adanya konsep, karya seni bisa menjadi media komunikasi yang menyampaikan pesan sosial, kritik, atau refleksi terhadap suatu kondisi.
3. Apa perbedaan gaya ekspresionis dan realis dalam seni lukis?
Gaya ekspresionis lebih menekankan pada ekspresi dan kecepatan menangkap momen, sedangkan realis berfokus pada detail dan kemiripan objek dengan aslinya. Ekspresionis cenderung lebih spontan, sementara realis membutuhkan waktu dan ketelitian lebih tinggi.
4. Bagaimana cara memulai belajar seni rupa bagi pemula?
Pemula disarankan untuk mulai dari hal yang disukai terlebih dahulu, seperti menggambar atau melukis. Setelah itu, penting untuk mempelajari teknik dasar seperti komposisi, warna, dan bentuk sebelum mengembangkan ide atau konsep karya.
5. Dari mana seniman mendapatkan inspirasi karya?
Inspirasi karya bisa datang dari berbagai sumber, seperti pengalaman pribadi, lingkungan sekitar, isu sosial, hingga fenomena alam. Banyak seniman juga terinspirasi dari peristiwa yang memiliki dampak besar bagi masyarakat.

4 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573069/original/072280500_1777879943-Multifunctional_Front_Terrace.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572991/original/030319800_1777877991-Tanaman_Hijau___Kerikil_untuk_Kesejukan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573054/original/085651100_1777879725-tren_perhiasan_kecil_tapi_standout_untuk_outfit_sederhana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572993/original/062257700_1777878113-HL_rumah_kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573017/original/073938900_1777878546-cat_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345670/original/097457900_1757570101-Screenshot_2025-09-11_114349.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572753/original/030954500_1777867522-selada.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573206/original/055241700_1777884299-gelang_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573225/original/061278100_1777885775-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567718/original/064770600_1777328149-ijo_lumut.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572838/original/051962900_1777872546-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418556/original/081909100_1763622046-bojan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557794/original/051025200_1776392996-alpukat_pluwang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572859/original/048144000_1777872885-HL_kebun_mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4844543/original/093510400_1716855245-20240519BL_Stok_Borneo_FC_Vs_Madura_United_Leg_2_Semifinal_Championship_Series_BRI_Liga_1_2023-2024_17.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572592/original/078689000_1777857924-pilihan_warna_cat_rumah_untuk_daerah_pinggir_jalan_ramai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572606/original/021006500_1777860843-ade_s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572933/original/004439800_1777876347-7c0e196d-2f52-4226-94cd-0cb4e3e28dc2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572466/original/048697600_1777812645-IMG-20260503-WA0061.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534166/original/057682000_1773813485-a52201f0-826a-4b36-93d5-242cd10e5944.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469055/original/011269000_1768048972-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5462350/original/069630300_1767550955-20260104_222549.jpg)