Liputan6.com, Jakarta - Akar pohon sering dianggap hanya tumbuh di dalam tanah tanpa memberikan dampak besar pada bangunan di sekitarnya, padahal dalam banyak kasus, pertumbuhan akar yang tidak terkontrol dapat memberikan tekanan serius terhadap struktur rumah, terutama pada bagian fasad dan pondasi yang berdekatan dengan area tanam. Ketika akar mencari sumber air, mereka bisa menyusup ke celah kecil, lalu berkembang menjadi lebih besar dan kuat sehingga mampu menggeser material di sekitarnya.
Masalah ini biasanya tidak langsung terlihat secara drastis, melainkan muncul secara bertahap melalui tanda-tanda kecil yang sering dianggap sepele, seperti retakan halus atau perubahan pada permukaan tanah, padahal jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi kerusakan struktural yang lebih serius dan membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal sejak dini menjadi langkah penting agar kerusakan tidak semakin parah.
Retak Rambut Pada Dinding Fasad
Retak rambut pada dinding fasad sering menjadi tanda awal yang paling mudah dikenali, meskipun banyak orang menganggapnya sebagai hal biasa akibat perubahan cuaca atau usia bangunan, padahal dalam beberapa kasus, retakan ini bisa disebabkan oleh tekanan dari akar pohon yang terus tumbuh dan mendorong struktur dari bawah secara perlahan. Retakan ini biasanya muncul di bagian bawah dinding, dekat lantai, atau di sekitar sudut bangunan yang berdekatan dengan posisi pohon.
Seiring waktu, retakan yang awalnya tipis akan mulai melebar dan memanjang, terutama jika akar terus berkembang tanpa adanya penanganan, sehingga retakan tidak hanya memengaruhi tampilan fasad tetapi juga dapat melemahkan kekuatan struktur dinding secara keseluruhan. Jika retakan terlihat semakin aktif atau bertambah jumlahnya, maka besar kemungkinan ada tekanan dari bawah tanah yang perlu segera diperiksa.
Paving Atau Lantai Depan Tidak Rata
Permukaan paving atau lantai depan rumah yang mulai tidak rata merupakan indikasi kuat bahwa ada pergerakan tanah di bawahnya, yang sering kali disebabkan oleh pertumbuhan akar pohon yang semakin membesar dan mendorong material ke atas. Kondisi ini biasanya terlihat dari adanya bagian yang terangkat, bergelombang, atau bahkan retak pada susunan paving.
Selain mengganggu estetika, permukaan yang tidak rata juga berpotensi membahayakan penghuni karena dapat menyebabkan tersandung atau terpeleset, terutama saat hujan ketika permukaan menjadi licin. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka pergeseran akan semakin besar dan dapat memengaruhi struktur lain di sekitarnya, termasuk pondasi rumah.
Pintu dan Jendela Mulai Seret
Pintu dan jendela yang sebelumnya lancar digunakan namun tiba-tiba menjadi seret atau sulit ditutup bisa menjadi tanda bahwa struktur rumah mengalami pergeseran kecil akibat tekanan dari akar pohon di bawah tanah. Pergeseran ini biasanya sangat halus, tetapi cukup untuk mengubah posisi kusen sehingga tidak lagi sejajar seperti semula.
Jika kondisi ini terus terjadi dan semakin parah, maka bukan hanya kenyamanan yang terganggu, tetapi juga bisa memengaruhi keamanan rumah karena pintu atau jendela tidak dapat menutup dengan sempurna. Oleh karena itu, perubahan kecil seperti ini tidak boleh diabaikan, terutama jika terjadi bersamaan dengan tanda-tanda lain.
Plesteran Atau Cat Mengelupas
Plesteran atau cat pada dinding luar yang mulai mengelupas sering kali dianggap sebagai masalah kelembapan biasa, padahal dalam beberapa kasus, hal ini bisa disebabkan oleh adanya tekanan dari akar pohon yang menyebabkan retakan kecil pada permukaan dinding. Retakan tersebut memungkinkan air masuk dan membuat lapisan cat atau plester menjadi mudah terlepas.
Selain itu, pergerakan struktur akibat tekanan akar juga dapat membuat lapisan finishing tidak lagi menempel dengan baik, sehingga mempercepat proses kerusakan pada tampilan fasad rumah. Jika pengelupasan terjadi di area yang sama dengan retakan atau dekat dengan pohon besar, maka kemungkinan besar akar menjadi salah satu penyebab utamanya.
Tanah di Sekitar Rumah Terangkat Atau Retak
Perubahan pada kondisi tanah di sekitar rumah, seperti munculnya retakan atau bagian yang terangkat, merupakan tanda jelas bahwa ada aktivitas di bawah permukaan, yang sering kali disebabkan oleh pertumbuhan akar pohon. Akar yang membesar akan mendorong tanah ke atas, menciptakan permukaan yang tidak rata dan terkadang membentuk pola retakan tertentu.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tampilan halaman, tetapi juga dapat berdampak langsung pada stabilitas pondasi rumah jika dibiarkan dalam jangka panjang. Tanah yang terus bergerak akan memberikan tekanan tambahan pada struktur bangunan, sehingga meningkatkan risiko kerusakan yang lebih serius.
Saluran Air Depan Rumah Terganggu
Saluran air yang tiba-tiba sering tersumbat atau mengalami perubahan aliran bisa menjadi tanda bahwa akar pohon mulai masuk ke dalam sistem drainase. Akar tertarik pada sumber air, sehingga mereka dapat tumbuh menuju saluran dan bahkan masuk ke dalam pipa melalui celah kecil.
Ketika akar sudah masuk, mereka akan terus berkembang dan mempersempit jalur aliran air, sehingga menyebabkan penyumbatan yang berulang. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa merusak sistem drainase secara keseluruhan dan membutuhkan perbaikan yang cukup rumit serta biaya yang tidak sedikit.
Akar Mulai Muncul di Permukaan
Munculnya akar di permukaan tanah, terutama di dekat fasad rumah, merupakan tanda bahwa sistem akar sudah berkembang cukup luas dan mulai mencari ruang tambahan untuk tumbuh. Hal ini biasanya terjadi pada pohon yang sudah berusia cukup tua atau memiliki akar yang agresif.
Akar yang terlihat di permukaan tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga menjadi indikasi bahwa sebagian akar lainnya kemungkinan sudah menyebar ke arah pondasi rumah. Jika tidak dikendalikan, akar ini dapat terus berkembang dan memberikan tekanan lebih besar pada struktur bangunan.
Cara Mencegah Akar Merusak Pondasi
Mencegah kerusakan pondasi akibat akar pohon memerlukan perencanaan sejak awal, karena sebagian besar masalah justru muncul dari keputusan penanaman yang kurang tepat, seperti memilih jenis pohon berakar agresif atau menanamnya terlalu dekat dengan bangunan tanpa mempertimbangkan pertumbuhan jangka panjangnya. Akar pohon akan terus berkembang mengikuti sumber air dan ruang kosong di dalam tanah, sehingga jika tidak dikendalikan, mereka dapat menekan struktur pondasi secara perlahan dan menyebabkan retakan yang semakin besar dari waktu ke waktu.
Selain itu, pencegahan juga harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan kondisi tanah, struktur bangunan, dan pertumbuhan pohon itu sendiri, karena meskipun awalnya aman, perubahan kondisi lingkungan seperti peningkatan kelembapan tanah atau pertumbuhan akar yang tidak terkontrol dapat memicu masalah baru. Dengan kombinasi antara perencanaan yang matang dan perawatan rutin, risiko kerusakan pondasi akibat akar pohon dapat diminimalkan secara signifikan.
Langkah-Langkah Mencegah Akar Merusak Pondasi
- Pilih jenis pohon dengan akar tidak agresif: Pilih tanaman atau pohon yang memiliki karakter akar kecil dan tidak menyebar luas, seperti tanaman hias atau pohon buah berukuran sedang, sehingga risiko tekanan terhadap pondasi jauh lebih kecil dibandingkan pohon besar dengan akar kuat.
- Terapkan jarak tanam yang aman dari bangunan: Pastikan pohon ditanam dengan jarak minimal sesuai ukuran dewasanya, karena akar biasanya dapat menyebar sejauh tajuk pohon atau bahkan lebih, sehingga jarak tanam menjadi faktor penting untuk mencegah gangguan ke pondasi.
- Gunakan root barrier (pembatas akar): Pasang pembatas akar di dalam tanah di antara pohon dan bangunan untuk mengarahkan pertumbuhan akar agar tidak menuju pondasi, sehingga akar tetap berkembang tetapi tidak merusak struktur di sekitarnya.
- Lakukan pemangkasan dan perawatan rutin: Pemangkasan cabang dan pengendalian pertumbuhan pohon secara berkala dapat membantu mengurangi kebutuhan akar untuk berkembang secara agresif, karena pertumbuhan bagian atas dan bawah pohon saling berkaitan.
- Perhatikan sistem drainase di sekitar rumah: Pastikan tidak ada kebocoran atau genangan air di dekat pondasi, karena akar cenderung tumbuh ke arah sumber air, sehingga sistem drainase yang baik dapat mengurangi risiko akar mendekat ke bangunan.
- Pantau kondisi tanah dan struktur secara berkala: Lakukan pemeriksaan rutin pada tanah, dinding, dan lantai di sekitar rumah untuk mendeteksi tanda-tanda awal pergerakan, sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan sebelum kerusakan semakin parah.
- Hindari menanam pohon besar di area sempit: Area halaman yang terbatas tidak cocok untuk pohon berukuran besar, karena akar akan mencari ruang tambahan dan berpotensi mengarah ke pondasi rumah sebagai jalur pertumbuhan alternatif.
- Gunakan jasa profesional jika diperlukan: Jika pohon sudah terlanjur besar dan dekat dengan rumah, konsultasikan dengan ahli taman atau struktur bangunan untuk menentukan langkah terbaik, seperti pemasangan barrier tambahan atau pengendalian akar secara khusus.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Tanda Akar Pohon Mulai Mengganggu Pondasi Rumah
1. Apakah semua pohon berbahaya untuk pondasi rumah?
Tidak, hanya pohon dengan akar agresif dan besar yang berpotensi merusak pondasi jika ditanam terlalu dekat.
2. Berapa jarak aman menanam pohon dari rumah?
Umumnya 3–10 meter tergantung ukuran dan jenis pohon.
3. Apakah retak kecil di dinding selalu karena akar?
Tidak selalu, tetapi jika muncul dekat pohon besar, perlu diwaspadai.
4. Bagaimana cara memastikan akar menjadi penyebab utama?
Perlu inspeksi tanah atau bantuan profesional untuk memastikan sumber tekanan.
5. Apakah akar bisa merusak rumah tanpa terlihat?
Ya, banyak kasus terjadi secara perlahan tanpa tanda jelas di awal.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

1 week ago
19
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261630/original/072883600_1781751989-Desain_Kolam_Ikan_Ramah_Anak_di_Rumah_Minimalis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261668/original/018095800_1781753404-6596225040759893607.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7603914/original/088476100_1780388087-Ide_Pohon_Kecil_yang_Rimbun_Tapi_Akar_Tetap_Aman_untuk_Rumah_Model_Pohon_Jeruk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6370179/original/076427000_1779245274-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261189/original/047015100_1781688487-Ide_Gazebo_Minimalis_Belakang_Rumah_2026_Model_Dek_Kayu_dan_Pergola_Terbuka.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568739/original/051156900_1777371075-hujau_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261393/original/051938000_1781699899-Mangga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261580/original/038583000_1781748031-hl1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261609/original/017046800_1781750955-pohon_ara.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8209748/original/001326600_1781068947-6511610301613905848.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261552/original/034634800_1781744421-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3132864/original/069059100_1589892045-PSS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4909200/original/018193000_1722789535-Madura_United_-_Ilustrasi_Logo_Madura_United_2024_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558720/original/065999500_1776476456-20260417IQ_Persebaya_Surabaya_vs_Madura_United-49.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261468/original/014008600_1781707063-1000121842.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538804/original/016830400_1774581075-usaha_perempuan_40an_tanpa_karyawan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538048/original/016548100_1774499657-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261330/original/073741200_1781696187-desain_kandang_ayam_beroda_dari_gerobak_bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261290/original/042319100_1781693751-hl_kanopi_fix.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505789/original/024305000_1771396732-unnamed-10.jpg)