Liputan6.com, Jakarta - Memulai usaha budidaya ikan menjadi pilihan menarik di sektor agribisnis. Kebutuhan protein hewani terus meningkat, sehingga perikanan budidaya memiliki potensi besar. Memilih jenis ikan yang tepat menjadi kunci keberhasilan usaha ini, karena pangsa pasarnya luas dan berpeluang cuan melimpah.
Indonesia memiliki kondisi geografis yang mendukung budidaya ikan. Permintaan pasar yang stabil menjadi peluang bagi para pembudidaya. Meski dianggap memiliki kesempatan untung yang tinggi, namun para pemilik ternak juga harus melihat jenis-jenis ikan apa saja yang permintaannya tidak pernah lesu di pasaran. Selain itu, teknik perawatan dan pemberan pakan juga jadi hal yang penting, agar hasil panennya bernilai jual ekonomi tinggi.
Berikut 10 jenis ikan yang diperkirakan mendatangkan keuntungan di tahun 2026. Simak informasi selengkapnya berikut, dihadirkan untuk Anda, Sabtu (3/1).
Ikan Lele
Ikan lele menjadi salah satu komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan. Spesies ini mampu beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi lingkungan. Ikan lele dapat dibudidayakan dalam kolam tanah, kolam terpal, dan sistem bioflok.
Budidaya ikan lele memiliki siklus panen yang cepat, yaitu sekitar 2,5 hingga 4 bulan. Permintaan pasar terhadap ikan lele stabil dan luas, mencakup konsumsi rumah tangga dan industri katering. Ketersediaan pakan yang terjangkau juga mendukung daya tarik budidaya ini.
Pemilihan benih berkualitas menjadi langkah awal yang penting. Manajemen kualitas air dan pemberian pakan yang sesuai juga berpengaruh pada hasil panen. Pengelolaan yang baik dapat memaksimalkan keuntungan dari budidaya ikan lele.
Ikan Nila
Ikan nila menjadi komoditas penting dalam budidaya ikan air tawar. Ikan ini dapat dibudidayakan dalam berbagai sistem, termasuk kolam tanah dan keramba jaring apung. Pertumbuhannya yang cepat menjadikannya pilihan menarik bagi pembudidaya.
Masa panen ikan nila biasanya sekitar 4 hingga 6 bulan. Permintaan pasar terus meningkat, baik lokal maupun internasional. Daging ikan nila yang lembut dan rendah duri menjadi daya tarik bagi konsumen.
Penting untuk mengelola kualitas air dengan baik karena ikan ini sensitif terhadap perubahan kondisi. Pemilihan benih jantan dapat meningkatkan efisiensi produksi. Penerapan teknologi bioflok juga dapat meningkatkan kelangsungan hidup ikan nila.
Ikan Patin
Ikan patin semakin diminati karena dagingnya yang lembut. Budidaya ikan patin memiliki prospek baik dengan permintaan pasar yang stabil. Ikan ini dapat dibudidayakan dalam kolam terpal dan kolam tanah.
Biaya produksi yang relatif rendah menjadi keuntungan dari budidaya ikan patin. Masa pemeliharaan yang cepat juga memberikan peluang bagi pembudidaya. Harga jual ikan patin di pasaran cenderung stabil.
Manajemen pakan yang baik menjadi kunci keberhasilan budidaya patin. Pemberian pakan berkualitas sesuai kebutuhan nutrisi akan mendukung pertumbuhan optimal. Pengelolaan kualitas air juga penting untuk menjaga kesehatan ikan.
Ikan Mas
Ikan mas merupakan komoditas perikanan yang populer di Indonesia. Ikan ini dapat hidup di berbagai lingkungan budidaya, seperti kolam tanah dan keramba jaring apung. Ikan mas juga digemari sebagai ikan hias.
Permintaan pasar yang konsisten dan harga jual yang stabil menjadi potensi keuntungan dari budidaya ikan mas. Ikan mas dapat mencapai berat 1 kg dalam waktu 4 hingga 5 bulan. Ketersediaan pakan yang terjangkau juga mendukung profitabilitas budidaya ini.
Pemilihan benih unggul dan persiapan kolam yang bersih menjadi langkah awal yang penting. Pemberian pakan yang teratur dan menjaga kualitas air kolam adalah praktik pemeliharaan yang esensial. Dengan pengelolaan yang baik, pembudidaya dapat meraih hasil yang optimal.
Udang Vaname
Udang vaname menjadi komoditas akuakultur yang sangat diminati. Spesies ini dikenal karena ketahanan terhadap penyakit dan pertumbuhan yang cepat. Budidaya udang vaname menunjukkan potensi keuntungan yang signifikan.
Siklus panen udang vaname sekitar 90 hingga 120 hari. Hal ini memungkinkan petambak melakukan beberapa siklus panen dalam setahun. Margin keuntungan dari budidaya udang vaname dapat mencapai ratusan juta rupiah per siklus panen.
Pengelolaan kualitas air yang optimal dan manajemen pakan yang cermat menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya. Udang vaname memiliki tingkat sintasan yang tinggi dan nilai konversi pakan yang rendah. Deteksi dini penyakit juga krusial untuk menghindari kerugian.
Ikan Gurame
Ikan gurame memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak penggemar. Dagingnya yang tebal menjadikan gurame pilihan favorit untuk konsumsi. Meskipun masa budidayanya lebih lama, harga jual gurame yang tinggi menjadikannya komoditas menguntungkan.
Harga jual yang stabil dan cenderung tinggi di pasaran mendukung potensi keuntungan dari budidaya ikan gurame. Pasar untuk ikan gurame umumnya menyasar kalangan menengah ke atas. Hal ini memberikan peluang bagi pembudidaya untuk meraih margin keuntungan yang baik.
Pemilihan benih berkualitas dan lokasi kolam yang tepat merupakan langkah awal yang penting. Pengendalian hama dan penyakit serta pemberian pakan yang sesuai akan mendukung pertumbuhan ikan gurame yang sehat. Dengan pengelolaan yang baik, pembudidaya dapat meraih hasil yang optimal.
Ikan Gabus
Ikan gabus memiliki potensi ekonomi menjanjikan. Permintaan pasar terhadap ikan gabus terus meningkat karena manfaat kesehatannya. Ikan ini banyak dicari untuk konsumsi dan sebagai bahan obat herbal.
Harga jual ikan gabus lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Meskipun permintaan pasar tidak sebesar ikan konsumsi umum, pangsa pasar gabus stabil dan terus berkembang. Budidaya gabus dapat dilakukan dalam skala kecil dengan modal awal yang terjangkau.
Proses budidaya ikan gabus relatif mudah karena ikan ini memiliki daya tahan yang baik. Pemilihan bibit unggul dan pemberian pakan bergizi menjadi faktor penting. Ikan gabus juga dapat dibudidayakan di kolam terpal, yang menawarkan fleksibilitas lokasi.
Ikan Bawal Air Tawar
Ikan bawal air tawar memiliki pertumbuhan cepat dan cocok untuk dibudidayakan di kolam kecil. Bentuk tubuhnya yang pipih dan dagingnya yang padat menjadikan bawal pilihan konsumsi menarik. Ikan ini dapat mencapai ukuran panen dalam waktu sekitar 4 hingga 5 bulan.
Siklus panen yang relatif singkat memungkinkan perputaran modal yang efisien. Permintaan pasar terhadap bawal air tawar cukup stabil, menjadikannya pilihan yang layak untuk diversifikasi produk ikan konsumsi. Kemampuan adaptasinya terhadap berbagai kondisi lingkungan juga mendukung kemudahan budidaya.
Penyediaan media yang cukup luas akan mendukung proses pembesaran yang optimal. Pemberian pakan berupa pelet dan sayuran dapat menunjang pertumbuhannya. Pengelolaan kualitas air dan pencegahan penyakit juga menjadi perhatian utama.
Ikan Sidat
Ikan sidat dikenal memiliki nilai ekspor tinggi. Komoditas ini menawarkan harga jual signifikan, menjadikannya pilihan budidaya dengan potensi keuntungan besar. Permintaan global terhadap sidat terus meningkat.
Harga jual sidat jauh di atas ikan air tawar lainnya. Meskipun proses budidayanya memerlukan pengetahuan dan teknologi khusus, potensi pendapatan yang dihasilkan sangat menarik. Sidat memiliki kandungan gizi tinggi, menjadikannya produk yang dicari di pasar.
Budidaya sidat memerlukan perhatian khusus terhadap kualitas air dan sistem pemeliharaan terkontrol. Pemilihan benih yang tepat dan manajemen pakan sesuai fase pertumbuhan merupakan faktor krusial. Investasi awal untuk budidaya sidat mungkin lebih besar, namun sebanding dengan potensi keuntungan.
Ikan Bandeng
Ikan bandeng merupakan ikan nasional Indonesia dengan permintaan tinggi. Ikan ini dikenal dengan rasanya yang lezat dan rendah kolesterol. Bandeng dapat dibudidayakan di kolam air payau maupun air tawar.
Permintaan pasar yang stabil mendukung potensi keuntungan dari budidaya ikan bandeng. Bandeng memiliki pertumbuhan cepat dan dapat mencapai ukuran konsumsi dalam waktu relatif singkat. Kemampuan adaptasinya terhadap lingkungan air payau menjadikannya pilihan baik untuk daerah pesisir.
Penting untuk memantau kondisi salinitas air secara teratur. Pemberian pakan yang cukup dan menjaga kualitas air kolam akan mendukung pertumbuhan optimal. Pengelolaan yang baik akan menghasilkan bandeng dengan kualitas daging baik dan nilai jual tinggi.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai budidaya ikan yang menguntungkan?
A: Modal awal untuk budidaya ikan bervariasi tergantung jenis ikan dan skala usaha.
Q: Ikan apa yang memiliki siklus panen paling cepat?
A: Ikan lele memiliki siklus panen tercepat, sekitar 2,5 hingga 4 bulan.
Q: Apa saja tantangan utama dalam budidaya ikan di Indonesia?
A: Tantangan utama meliputi ketersediaan benih berkualitas dan dukungan teknologi.
Q: Bagaimana cara memastikan keberhasilan budidaya ikan bagi pemula?
A: Pemula perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan memilih ikan yang mudah dibudidayakan.
Q: Apakah budidaya ikan air tawar memiliki potensi ekspor?
A: Ya, beberapa jenis ikan air tawar memiliki potensi ekspor, seperti ikan nila dan udang vaname.

9 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461676/original/063145900_1767429385-Kolam_Ikan_Lahan_Sempit.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5461720/original/085501700_1767433556-20260103AA_BRI_Super_League_Persija_Jakarta_vs_Persijap_Jepara-09.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461654/original/078455800_1767427444-Pagar_Besi_Kombinasi_Kayu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429073/original/001791400_1764572941-John_Herdman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461626/original/031933700_1767426689-Tong_atau_Drum_Plastik_Bekas__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429810/original/029953700_1764645013-000_32RM7MU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429812/original/007481000_1764645014-063_1259142689.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429807/original/016052400_1764645012-000_32RQ7UQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429806/original/077058700_1764645011-000_32RQ8CG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429808/original/054554400_1764645012-000_32X43LN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461610/original/065663000_1767424633-Fissler_stainless_steel__dok._Fissler_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4787804/original/071525300_1711622871-dedik_setiawan_banyak_dikritik_usai_gagal_penalti_.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461138/original/062374500_1767340326-InShot_20260102_143320774.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461635/original/025525700_1767426813-Roaster_Rumah_Agar_Teras_Terasa_Luas_tapi_Privasi_Terjaga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3289397/original/066539600_1604663780-20201106-Budidaya-Ikan-Lele-di-Masa-Pandemi-COVID-19-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5212146/original/098938600_1746605269-WhatsApp_Image_2025-05-07_at_14.54.57_495326ff.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339933/original/067743600_1757137253-unnamed_-_2025-09-06T122212.122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338093/original/002133400_1756964690-Gemini_Generated_Image_e2yjtbe2yjtbe2yj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339336/original/027918600_1757053950-Gemini_Generated_Image_g2jz1pg2jz1pg2jz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)