Liputan6.com, Jakarta - Memelihara burung puyuh di rumah kini mulai dilirik sebagai salah satu aktivitas produktif yang bisa dilakukan di lahan terbatas. Selain relatif mudah dirawat, burung puyuh juga dikenal memiliki siklus pertumbuhan yang cepat dan potensi produksi telur yang stabil jika dikelola dengan baik. Hal ini membuatnya menjadi pilihan menarik, terutama bagi pemula yang ingin belajar beternak skala rumahan tanpa membutuhkan modal dan lahan yang terlalu besar.
Salah satu yang mulai mencoba peruntungan ini adalah Subagyo (57), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Bantul Kota. Untuk mempersiapkan masa pensiun di usia 60 tahun nanti, ia mulai mencoba memelihara burung puyuh sebagai langkah awal untuk belajar dan mencari kegiatan produktif di masa mendatang. Bagi Subagyo, kegiatan ini bukan sekadar hobi, tetapi juga sarana untuk memahami dunia ternak secara perlahan sebelum benar-benar terjun lebih serius nantinya.
Dalam wawancara daring dengan Liputan6 pada Kamis (23/4/2026), Subagyo berbagi pengalaman awalnya dalam merawat burung puyuh di halaman samping rumah, mulai dari persiapan kandang, pemilihan pakan, hingga cara menjaga kesehatannya agar tetap produktif. Melalui pengalamannya, ia memberikan gambaran sederhana namun teknis yang bisa menjadi panduan bagi pemula yang ingin mulai beternak puyuh skala rumahan secara bertahap dan terukur.
Persiapan Kandang yang Ideal untuk Puyuh Peliharaan
Persiapan kandang yang baik merupakan langkah awal krusial demi kenyamanan dan kesehatan burung puyuh Anda. Puyuh dapat hidup di berbagai jenis kandang, seperti kandang marmut atau hamster, mengingat ukurannya yang kecil. Penting untuk memastikan luas lantai minimal 10 cm persegi per ekor puyuh guna mencegah stres dan menjaga kesejahteraan mereka.
Kepadatan kandang harus disesuaikan dengan usia puyuh; bibit usia 1–7 hari memerlukan 100 ekor per meter persegi, yang kemudian berkurang seiring bertambahnya usia. Kandang bertingkat bisa menjadi solusi efisien untuk banyak puyuh, namun pastikan ada pembatas antar tingkat agar kotoran tidak jatuh. Jarak antar kawat kandang tidak boleh lebih dari 1,5 cm untuk menghindari cedera pada puyuh.
Sejalan dengan itu, Subagyo (57), atau yang akrab disapa Bagyo, menekankan bahwa kandang tidak harus dibuat mewah. Menurutnya, faktor terpenting adalah fungsi dan kenyamanan dasar. “Kalau saya lihat, kandang itu nggak harus mewah. Yang penting ada sirkulasi udara bagus, gampang dibersihkan, dan nggak terlalu lembap,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sistem kandang bertingkat sangat membantu bagi pemeliharaan skala rumahan. “Saya pakai sistem kandang yang tingkat biar hemat tempat, jadi di rumah yang lahannya sempit pun masih bisa jalan kegiatannya,” jelasnya. Untuk menjaga kebersihan, Anda bisa menggunakan lantai kandang model kawat miring agar kotoran langsung jatuh ke bawah dan tidak menumpuk.
Selain itu, Bagyo juga menekankan pentingnya tidak memelihara terlalu padat sejak awal. “Kalau pemula, jangan langsung terlalu banyak, rame-rame. Saya sendiri saat ini punya sedikit dulu, cuma 23 ekor. Itu supaya bisa kita kontrol kondisinya dengan teliti dan biar mereka juga nggak gampang stres,” tambahnya.
Lokasi kandang juga memegang peranan penting. Sebaiknya ditempatkan di area dengan pencahayaan baik namun terlindung dari angin kencang. Puyuh membutuhkan lingkungan yang tenang, tidak terlalu panas atau dingin, serta bebas dari gangguan predator. Hindari menempatkan kandang dekat dapur atau area pembuangan sampah demi menjaga kebersihan dan kesehatan puyuh peliharaan.
Selain itu, lengkapi kandang dengan berbagai perlengkapan esensial seperti tempat minum, pengumpan, dan sistem pencahayaan yang cukup. Ventilasi yang baik sangat diperlukan untuk mencegah penumpukan amonia dari kotoran yang dapat mengganggu pernapasan. Suhu ideal berkisar 20–25 derajat Celcius untuk puyuh dewasa agar tetap produktif dan sehat.
Pakan Bernutrisi Tinggi untuk Pertumbuhan dan Produktivitas Puyuh
Pemilihan pakan yang tepat dengan nutrisi lengkap sangat esensial untuk mendukung pertumbuhan optimal dan produktivitas telur puyuh. Pakan puyuh harus mengandung protein tinggi sekitar 20–24%, energi, vitamin, dan mineral yang seimbang. Beberapa pilihan pakan yang cocok meliputi pakan burung ternak, campuran pakan kenari, atau pakan khusus anak kalkun.
Pakan konsentrat atau pakan pabrikan khusus puyuh telah diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan gizi secara spesifik, sangat baik untuk menunjang pertumbuhan dan produksi telur. Selain itu, pakan alami seperti jagung sebagai sumber karbohidrat, dedak padi, tepung tulang, dan sorgum juga dapat diberikan. Untuk anakan puyuh di bawah 3 minggu, biasanya diberikan pakan bertekstur tepung, kemudian beralih ke bentuk pelet setelahnya.
Dalam praktiknya, Bagyo menekankan pentingnya konsistensi pakan dibanding variasi yang berlebihan. “Saya pakai pakan khusus puyuh dari toko pakan. Kadang ditambah sedikit jagung halus atau sayuran. Yang penting jangan sembarangan kasih makan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pola pemberian pakan harus teratur agar kondisi puyuh tetap stabil. “Biasanya dua sampai tiga kali sehari. Pagi, siang, sama sore. Pagi dan sore saya yang kasih, kalo siang istri saya. Tempat pakan pokoknya selalu saya cek jangan sampai kosong,” jelasnya. Penting diketahui, ketersediaan pakan yang stabil lebih penting daripada jumlah yang berlebihan.
Frekuensi pemberian pakan memang perlu diperhatikan, yakni 2–3 kali sehari agar kebutuhan gizi tercukupi. Pastikan pakan selalu segar, berkualitas baik, dan mudah dijangkau oleh puyuh. Hindari memberikan makanan yang berbahaya seperti alpukat, kafeina, cokelat, atau kentang mentah karena dapat bersifat toksik bagi burung puyuh.
Untuk meningkatkan daya tahan dan performa produksi, penambahan suplemen khusus sangat direkomendasikan. Vitamin tambahan dapat menjaga kesehatan burung puyuh, sementara suplemen herbal dapat meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan. Campuran nutrisi seperti Viterna, POC Nasa, dan Asam Amino juga terbukti efektif dalam meningkatkan produksi telur puyuh secara signifikan.
Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Puyuh untuk Produktivitas Optimal
Menjaga kebersihan kandang dan kesehatan puyuh adalah kunci utama untuk memastikan produktivitas yang stabil dan mencegah timbulnya penyakit. Kandang harus dibersihkan secara rutin, setidaknya satu kali per minggu, untuk menghindari penumpukan kotoran dan bakteri. Setiap hari, pastikan untuk membersihkan sisa makanan dan air minum yang kotor.
“Kalau kandang kotor, itu cepat banget pengaruhnya. Puyuh bisa stres, nafsu makan turun, bahkan bisa sakit kalau amonianya tinggi,” tutur Bagyo.
Kotoran puyuh yang menumpuk dapat menyebabkan lingkungan pengap dan mengundang berbagai penyakit, sehingga pembersihan teratur setiap 3 hari sekali sangat dianjurkan. Penyemprotan bio-disinfektan juga penting untuk membasmi mikroorganisme berbahaya dan menjaga sanitasi kandang. Sanitasi lingkungan kandang dan vaksinasi sedini mungkin merupakan langkah preventif yang efektif.
Puyuh yang sakit atau cedera harus segera dipisahkan dan diobati untuk mencegah penularan ke puyuh lainnya. Vaksinasi harus dilakukan sesuai kebutuhan, jenis, dosis, dan waktu yang tepat; pada umur 4-7 hari, puyuh dapat divaksinasi dengan dosis separuh dari dosis ayam melalui tetes mata atau air minum. Pemberian obat cacing secara berkala juga penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Kepadatan kandang yang terlalu tinggi dapat menyebabkan stres pada puyuh, peningkatan suhu, akumulasi gas amonia, dan membuat mereka rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengontrol kepadatan kandang sesuai standar. Perhatikan kesehatan puyuh setiap hari; jika ada tanda-tanda perubahan perilaku atau penurunan nafsu makan, segera konsultasikan dengan dokter hewan atau dinas peternakan setempat.
Faktor Kunci Peningkatan Produktivitas Telur Puyuh
Puyuh betina yang sehat umumnya mulai menghasilkan telur setelah usia satu bulan, dan beberapa faktor krusial memengaruhi tingkat produktivitasnya. Kualitas bibit adalah penentu utama; bibit puyuh coturnix dengan bentuk tubuh tanpa cacat, gerak aktif, dan bulu cerah direkomendasikan untuk pemula. Umur puyuh juga berperan, karena produktivitas telur akan menurun seiring bertambahnya usia, sehingga peremajaan diperlukan.
Dalam tahap awal pemeliharaan, memiliki pemahaman dasar sebelum masuk ke skala produksi sangat penting. Bagyo mengaku masih dalam tahap belajar untuk memastikan semua faktor berjalan stabil. “Saya ini masih coba-coba dulu, jadi lebih fokus ke cara rawat yang benar. Kalau sudah paham pola makannya, kandang, sama kesehatannya, baru nanti lihat ke arah produksi,” ujarnya.
Nutrisi pakan adalah faktor terpenting dalam mencapai produktivitas telur terbaik, di mana kuantitas dan kualitas pakan, terutama yang kaya protein, harus selalu diperhatikan. Selain itu, pencahayaan yang cukup selama 15 jam per hari sangat vital untuk merangsang produksi telur yang optimal. Suhu dan kelembapan yang tepat di dalam kandang juga berpengaruh signifikan terhadap produktivitas.
Kondisi kandang yang nyaman, sirkulasi udara yang baik, dan kebersihan yang terjaga turut mendukung produksi telur yang stabil. Stres akibat kebisingan, gangguan hewan lain, atau penanganan kasar dapat menurunkan produksi telur secara drastis. Kepadatan kandang yang ideal juga penting untuk mencegah stres dan penyakit yang berdampak negatif pada produktivitas.
Untuk meningkatkan produksi telur, pastikan rasio puyuh betina lebih banyak dari jantan, idealnya 2 betina untuk 1 jantan, dan pisahkan jantan untuk mencegah perkelahian. Berikan pakan berprotein tinggi dan suplemen berkualitas, serta jaga kebersihan kandang secara rutin. Dengan perawatan yang baik, puyuh petelur dapat menghasilkan 250-300 butir telur per tahun, menjadikannya usaha yang menguntungkan dengan modal terjangkau dan tidak memerlukan lahan luas.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Berapa jumlah ideal puyuh untuk pemula?
Sekitar 20–50 ekor agar mudah dikontrol dan dipelajari perawatannya.
2. Seberapa sering kandang puyuh harus dibersihkan?
Minimal 1 kali sehari atau maksimal 2 hari sekali agar tidak menumpuk kotoran dan amonia.
3. Pakan apa yang cocok untuk burung puyuh?
Pakan khusus puyuh dengan protein 20–24%, bisa ditambah jagung halus atau dedak.
4. Kapan puyuh mulai bertelur?
Biasanya mulai usia sekitar 1 bulan, tergantung kondisi pakan dan perawatan.
5. Apa kesalahan paling umum pemula dalam beternak puyuh?
Kandang terlalu padat dan kebersihan kurang terjaga sehingga puyuh mudah stres dan sakit.

5 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565297/original/051162200_1777018352-kebun_usia_60.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565278/original/082069200_1777017466-726c6ca2-0ceb-41c7-9e05-2018ccb7949a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565250/original/023360300_1777016591-cov_rindang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563718/original/020749500_1776915855-cov21.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565222/original/057136400_1777015637-Jualan_Camilan_kering.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565184/original/078228200_1777014690-cov_kandang_ayam_lipat_praktis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565194/original/058273400_1777014703-Kebun_sayur_kolektof.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565119/original/025812900_1777012232-desain_rumah_1_lantai_tipe_36_di_gang_sempit_COV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544092/original/043700500_1775051921-Dony.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565048/original/041536400_1777010520-akuaponik_COV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557793/original/043144500_1776392996-alpukat_aligator.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5565339/original/004421900_1777020210-IMG_9291.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565067/original/009498900_1777010574-52781671-0c05-4270-9a74-9c653f4632c3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564036/original/087961100_1776923766-novila-misastra-5I4Yv4FsqTA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565238/original/011475600_1777015927-fa392b8e-bfad-4171-b2c2-ad62783be90c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565183/original/031013200_1777014587-aeeba8ea-c456-4abf-9a2d-a939cc8677c5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565019/original/088540200_1777008633-kebun_cabai_mini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565137/original/052344700_1777012724-ec36a74c-94ed-4d13-b78b-3d38ec182525.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369849/original/007048900_1759481059-Ruko_dengan_Teras_atau_Kanopi_Sederhana.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469055/original/011269000_1768048972-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355482/original/010492400_1758338914-q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5462350/original/069630300_1767550955-20260104_222549.jpg)