:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314419/original/026585500_1785746265-12.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Rumah sudah disapu, lantai dipel, meja dibersihkan, tetapi mengapa suasananya masih terasa penuh? Bisa jadi penyebabnya adalah barang yang membuat rumah terasa berantakan, meskipun semuanya tampak berada di tempatnya. Beberapa benda memang memiliki dampak visual yang lebih besar daripada ukurannya.
Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari karena penghuni rumah sudah terbiasa melihat benda-benda tersebut setiap hari. Rak yang terlalu penuh, kabel yang menjuntai, atau deretan botol di dekat wastafel lama-kelamaan terasa seperti bagian normal dari ruangan.
Padahal, mengurangi beberapa benda kecil dapat membuat ruangan terasa jauh lebih lapang. Penataan bukan selalu tentang membeli tempat penyimpanan baru, melainkan memilih apa yang memang perlu terlihat dan apa yang sebaiknya disimpan. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (11/9/2026).
1. Rak terbuka yang terlalu penuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542992/original/070782300_1775010325-boljug.jpg)
Perbesar
Rak terbuka memang praktis karena memudahkan penghuni mengambil barang sekaligus menjadi tempat memajang dekorasi. Namun, ketika hampir setiap bagian rak dipenuhi benda, fungsi tersebut justru berubah menjadi sumber kekacauan visual.
Good Housekeeping menyoroti rak terbuka, cubby, dan keranjang yang terlalu penuh sebagai salah satu penyebab rumah terasa ramai. Meskipun barang di dalamnya tersusun rapi, banyaknya bentuk, warna, tekstur, dan ukuran membuat mata harus memproses terlalu banyak elemen sekaligus.
Cara sederhana mengatasinya adalah mengurangi jumlah benda yang terlihat. Tidak semua buku, pajangan, koleksi, atau perlengkapan rumah harus dipamerkan sekaligus. Sisakan ruang kosong di beberapa bagian rak agar susunannya memiliki jeda visual.
Jika rak digunakan untuk menyimpan benda-benda kecil, kelompokkan barang sejenis ke dalam beberapa kotak atau keranjang dengan tampilan seragam. Untuk penyimpanan sehari-hari yang memang kurang sedap dipandang, pintu kabinet atau kotak tertutup dapat menjadi solusi yang lebih efektif.
2. Terlalu banyak barang di atas meja dan permukaan datar
Meja ruang tamu, meja makan, nakas, kitchen counter, hingga meja rias sering berubah menjadi tempat singgah berbagai benda. Kunci, surat, kosmetik, gelas, remote, tisu, botol minum, hingga perangkat elektronik bisa berkumpul di tempat yang sama.
Menurut The Spruce, permukaan datar yang dipenuhi terlalu banyak benda dapat membuat ruangan terasa kacau meskipun semuanya sebenarnya tersusun. Pakar yang dikutip media tersebut menyarankan membatasi jumlah benda yang dipajang dan menggunakan nampan untuk mengelompokkan barang agar tampak lebih terkurasi.
Prinsip ini tidak berarti meja harus benar-benar kosong. Beberapa benda yang memang sering digunakan masih boleh dibiarkan terlihat. Namun, mengumpulkannya dalam satu area akan membuat meja terlihat lebih teratur dibandingkan menyebarkannya ke seluruh permukaan.
Di dapur, misalnya, tidak semua peralatan yang sering dipakai harus terus berada di atas meja. Simpan alat yang hanya digunakan sesekali dan pertahankan area kerja tetap lapang agar ruangan sekaligus terasa lebih fungsional.
3. Kabel dan charger yang terlihat
Kabel merupakan salah satu barang yang membuat rumah terasa berantakan meskipun ukurannya kecil. Masalahnya bukan semata-mata jumlah kabel, tetapi garis-garis yang terbentuk ketika kabel menjuntai di belakang televisi, meja kerja, nakas, atau peralatan elektronik.
Martha Stewart mencatat bahwa kabel dan power strip yang terlihat dapat mengganggu tampilan interior. Laura Tribbett dari Outline Interiors menyarankan perencanaan titik listrik serta penggunaan sistem pengelolaan kabel agar kabel tidak menjadi elemen visual yang dominan.
Untuk kondisi yang sudah ada, kabel dapat dikelompokkan menggunakan cable sleeve, klip perekat, atau kotak kabel. Charger yang sudah rusak atau kabel duplikat yang tidak pernah digunakan juga layak dipilah.
Cara lainnya adalah menentukan satu lokasi khusus untuk mengisi daya perangkat. Dengan demikian, kabel tidak menyebar ke berbagai sudut rumah dan setiap perangkat memiliki tempat pengisian yang jelas.
4. Tumpukan sepatu dan tas di dekat pintu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326940/original/098058800_1787042506-ba57ba5a-9e1a-4c96-8cc8-14219a189258.jpeg)
Perbesar
Area masuk rumah sering menjadi tempat pertama yang memperlihatkan kesan berantakan. Sepatu, sandal, tas, jaket, payung, dan surat dapat menumpuk karena semuanya merupakan barang yang digunakan ketika keluar atau baru saja dibawa masuk.
Good Housekeeping dan The Spruce sama-sama menyoroti area pintu masuk sebagai salah satu titik yang mudah mengalami penumpukan. Bahkan sepatu yang disusun berjajar dapat tetap memberikan kesan penuh apabila jumlahnya terlalu banyak.
Solusinya bukan selalu membeli rak sepatu berukuran besar. Justru, langkah pertama adalah menentukan barang mana yang memang perlu berada di dekat pintu. Sepatu yang paling sering dipakai dapat ditempatkan di sana, sedangkan sepatu acara khusus atau yang jarang digunakan sebaiknya disimpan di tempat lain.
Prinsip yang sama berlaku untuk tas dan jaket. Semakin banyak benda yang terlihat di area transisi ini, semakin kuat kesan bahwa rumah belum selesai dirapikan.
5. Terlalu banyak botol di sekitar wastafel
Sabun tangan, sabun cuci piring, cairan pembersih, spons, sikat, hand cream, dan berbagai produk lainnya memang memiliki fungsi masing-masing. Masalahnya muncul ketika semuanya diletakkan berjejer di sekitar wastafel.
Good Housekeeping menjelaskan bahwa kumpulan botol dengan berbagai ukuran, warna, label, dan bentuk dapat menciptakan visual noise. Bahkan ketika semuanya berada dalam barisan yang rapi, jumlah elemen yang terlalu banyak tetap membuat area terlihat sibuk.
Cobalah mempertahankan hanya produk yang benar-benar digunakan setiap hari di dekat wastafel. Barang lainnya bisa dipindahkan ke kabinet bawah atau tempat penyimpanan khusus.
Jika ingin tampilan yang lebih seragam, beberapa produk juga dapat dipindahkan ke dispenser dengan desain yang sama. Namun, mengurangi jumlah benda yang terlihat biasanya memberikan dampak lebih besar daripada sekadar mengganti wadahnya.
6. Bantal sofa dan selimut yang terlalu banyak
Bantal dekoratif memang membuat sofa terasa lebih nyaman dan memberikan karakter pada ruang keluarga. Selimut juga berguna terutama ketika ruangan terasa dingin. Namun, terlalu banyak tekstil pada sofa dapat membuat area duduk terlihat penuh.
Martha Stewart menyebut terlalu banyak bantal sebagai salah satu hal yang dapat membuat ruangan tampak lebih berantakan. Desainer Kerrie Kelly menyarankan penggunaan beberapa bantal yang dipilih secara seimbang agar area duduk tetap nyaman tanpa terasa sesak.
Hal yang sama berlaku untuk selimut. Daripada membiarkannya tergeletak di sandaran atau dudukan sofa, gunakan satu keranjang khusus untuk menyimpannya ketika tidak dipakai.
Dengan begitu, ruang keluarga tetap terasa hangat tetapi tidak seperti tempat penyimpanan tekstil. Benda yang sama bisa terlihat jauh lebih rapi hanya karena memiliki tempat kembali yang jelas.
7. Dekorasi kecil yang terlalu banyak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548930/original/001584600_1775556747-unnamed__27_.jpg)
Perbesar
Lilin, vas, bingkai foto, patung kecil, suvenir, tanaman mini, dan berbagai aksesori dapat membuat rumah terasa personal. Akan tetapi, ketika benda-benda kecil tersebut terus bertambah, meja atau rak dapat berubah menjadi kumpulan objek yang sulit dibaca sebagai satu kesatuan.
Good Housekeeping menyebut banyak dekorasi kecil sebagai salah satu sumber visual static. Debu juga lebih mudah berkumpul di sela-sela banyak pajangan sehingga ruangan yang sebenarnya sudah dibersihkan dapat tetap terlihat kurang segar.
Daripada memajang semuanya sekaligus, pilih beberapa benda yang memang memiliki nilai atau fungsi. Koleksi dekorasi juga dapat dirotasi sehingga tidak semua barang harus tampil pada waktu bersamaan.
Untuk meja ruang tamu, misalnya, satu vas berukuran proporsional dengan beberapa buku atau satu nampan dekoratif bisa terlihat lebih tenang dibandingkan banyak benda kecil yang tersebar.
8. Terlalu banyak barang tanpa tempat penyimpanan khusus
Salah satu penyebab utama rumah terasa tidak pernah benar-benar rapi adalah banyaknya benda yang tidak mempunyai “rumah”. Barang tersebut akhirnya diletakkan di tempat yang paling mudah dijangkau, lalu berpindah dari meja ke kursi, dari kursi ke lemari, dan kembali lagi ke meja.
Martha Stewart menekankan pentingnya menyediakan tempat khusus untuk setiap barang. Keranjang, kotak, laci, dan rak dapat membantu selama ukurannya sesuai dengan benda yang akan disimpan.
Namun, tempat penyimpanan bukan berarti solusi untuk terus menambah barang. Jika semua ruang penyimpanan sudah penuh, kemungkinan masalahnya bukan kurangnya wadah, melainkan terlalu banyak barang.
Mulailah dari benda yang paling sering berpindah-pindah. Tentukan satu lokasi tetap untuk masing-masing kategori, kemudian biasakan mengembalikannya setelah selesai digunakan.
9. Terlalu banyak hiasan dinding
Dinding yang kosong memang terkadang terasa hambar. Karena itu, banyak orang menambahkan foto, lukisan, poster, jam, rak dekoratif, hingga cermin secara bertahap.
Masalahnya, setiap tambahan mungkin terlihat bagus jika berdiri sendiri, tetapi keseluruhan dinding dapat kehilangan ruang bernapas. Martha Stewart mencatat bahwa dinding yang dipenuhi terlalu banyak karya seni dapat terasa berlebihan dan menyarankan adanya jarak serta ruang kosong untuk menciptakan keseimbangan.
Untuk memperbaikinya, tidak perlu langsung menurunkan seluruh dekorasi. Pilih satu dinding sebagai titik fokus, kemudian kurangi benda di sekitarnya.
Jika menggunakan beberapa bingkai, pertimbangkan hubungan ukuran, warna, dan jaraknya. Tujuannya bukan membuat dinding kosong, tetapi membuat setiap elemen memiliki ruang yang cukup untuk terlihat.
10. Furnitur kecil yang terlalu banyak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326941/original/003085200_1787042507-e5f56512-7194-4c36-9ecf-416e79f5348d.jpeg)
Perbesar
Bangku kecil, meja samping, kursi tambahan, ottoman, rak tanaman, dan meja lipat sering dibeli karena masing-masing terasa berguna. Namun, terlalu banyak furnitur kecil dapat mengganggu alur pergerakan dan membuat lantai terlihat terpecah-pecah.
Martha Stewart mengingatkan bahwa furnitur yang terlalu banyak dapat membuat ruangan terasa sempit dan kacau. Desainer yang dikutip menyarankan memilih furnitur berdasarkan fungsi sekaligus menyediakan ruang gerak yang cukup.
Salah satu cara mudah untuk mengujinya adalah mengeluarkan satu furnitur dari ruangan selama beberapa hari. Jika ternyata aktivitas sehari-hari tetap berjalan lancar, benda tersebut mungkin tidak sepenting yang selama ini dipikirkan.
Untuk rumah berukuran kecil, prinsip ini sangat penting. Satu furnitur yang benar-benar dibutuhkan sering kali lebih efektif daripada beberapa benda kecil yang hanya digunakan sesekali.
Cara sederhana membuat rumah terasa lebih lega
Setelah mengetahui berbagai barang yang membuat rumah terasa berantakan, tidak perlu langsung melakukan perubahan besar. Mulailah dari area yang paling sering dilihat, seperti meja ruang tamu, kitchen counter, area pintu masuk, atau permukaan nakas.
Gunakan prinsip sederhana: kurangi jumlah benda yang terlihat, kelompokkan barang sejenis, dan berikan tempat khusus untuk benda yang sering digunakan. Good Housekeeping juga menyarankan memulai proses decluttering dari area atau kategori yang sangat kecil agar pekerjaan tidak terasa terlalu berat.
Perhatikan pula ruang kosong. Rumah yang rapi bukan berarti setiap sudut harus diisi. Justru, sedikit ruang kosong di rak, meja, dinding, dan lantai dapat membuat benda yang memang ingin ditampilkan terlihat lebih menonjol.
Pada akhirnya, tujuan merapikan rumah bukan membuat seluruh ruangan tampak seperti katalog. Rumah tetap boleh memiliki barang yang digunakan setiap hari, koleksi kesayangan, dan dekorasi yang mencerminkan kepribadian penghuninya. Yang perlu dikurangi adalah benda-benda yang membuat mata terus menerima terlalu banyak informasi dalam satu waktu.
Pertanyaan Seputar Merapikan Rumah
1. Apa barang yang paling sering membuat rumah terlihat berantakan?
Beberapa yang paling umum adalah kabel, tumpukan sepatu, terlalu banyak barang di atas meja, rak terbuka yang penuh, dekorasi kecil dalam jumlah banyak, serta benda yang tidak memiliki tempat penyimpanan khusus. Barang-barang tersebut tidak selalu kotor, tetapi jumlah dan penempatannya dapat menciptakan kesan visual yang ramai.
2. Apakah rumah harus memiliki sedikit barang agar terlihat rapi?
Tidak. Rumah tidak harus bergaya minimalis untuk terlihat teratur. Kuncinya adalah memilih barang secara sengaja, mengelompokkannya dengan baik, dan menyediakan ruang kosong yang cukup sehingga ruangan tidak terasa terlalu penuh.
3. Bagaimana cara merapikan rumah jika tidak memiliki banyak tempat penyimpanan?
Mulailah dengan mengurangi barang yang jarang digunakan atau tidak lagi dibutuhkan. Setelah itu, manfaatkan penyimpanan vertikal, kotak, keranjang, laci, atau ruang tersembunyi di bawah furnitur. Hindari membeli terlalu banyak wadah sebelum mengetahui jumlah barang yang benar-benar perlu disimpan.
4. Mengapa rumah yang sudah dibersihkan masih terasa berantakan?
Kebersihan dan kerapian visual merupakan dua hal berbeda. Lantai yang bersih tidak otomatis membuat ruangan terasa lapang jika meja dipenuhi benda, kabel terlihat di mana-mana, atau rak terlalu penuh. Karena itu, setelah membersihkan rumah, perhatikan pula jumlah dan penyebaran benda yang terlihat.
5. Dari mana sebaiknya mulai merapikan rumah?
Pilih satu area kecil yang paling sering terlihat dan paling mengganggu, misalnya meja ruang tamu atau area pintu masuk. Singkirkan barang yang tidak seharusnya berada di sana, kelompokkan benda yang sejenis, lalu tentukan tempat penyimpanan tetap. Setelah selesai, baru lanjutkan ke area berikutnya agar prosesnya tidak terasa melelahkan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346082/original/049229500_1789109676-6100a2ad-f5e0-4858-ae8f-5c41a15ab1c5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346110/original/007637800_1789110452-pexels-duy-le-duc-1257907900-24200645.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455574/original/012498100_1766717374-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345992/original/018635800_1789102797-5877f9eb-166a-4608-998f-86557d50fb73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345977/original/080654200_1789101864-Ide_dekorasi_cat_room_di_ruangan_sempit_yang_bikin_kucing_nyaman_bermain_dan_tidak_setres.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333853/original/074818000_1787809844-Screenshot__250_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511768/original/061725000_1771917577-Gemini_Generated_Image_mf1z6lmf1z6lmf1z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337956/original/021361500_1788266963-huistra.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345942/original/065733600_1789100146-d39668ab-d603-4da8-afd0-48453cb8c426.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308250/original/034767800_1785133582-e4cdbf56-6474-4ae3-a9a7-639fe7157606.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320362/original/044518300_1786346864-Kedung_Sepur_SMT_wikipedia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467755/original/033887700_1767929593-Menanam_Bawang_Merah_di_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5427372/original/090614800_1764383813-Persija_vs_PSIM-63.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342272/original/043016200_1788762991-SaveInta.com_798290067_17905921725492129_7350981011099839772_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5427374/original/015298200_1764383815-Persija_vs_PSIM-64.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345799/original/057337400_1789093908-ternak_ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7433501/original/038033200_1780210129-Sistem_Saku_Gantung__Vertical_Garden_Pouch__untuk_Pagar_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345771/original/043180600_1789091898-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334998/original/099943000_1787908249-01M13MW6A2417MWK1H474JBZ7Q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345756/original/070937000_1789091197-51dd233b-9f8a-4461-b052-d5a08b2fc471.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)