7 Jenis Tanaman Hias yang Paling Rewel, Cantik tapi Menuntut Perawatan Ekstra Ketat

1 hour ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Tidak semua tanaman hias mudah dirawat, sebagian bahkan masuk kategori jenis tanaman hias yang paling rewel karena menuntut kondisi cahaya, air, dan kelembapan yang sangat spesifik. Melansir dari Southern Living, tanaman seperti fiddle leaf fig dikenal sensitif terhadap perubahan lingkungan sekecil apa pun, mulai dari posisi pot hingga suhu ruangan.

Beberapa tanaman hias populer bahkan bisa langsung menggugurkan daun atau kuncup bunganya hanya karena dipindah tempat atau terkena embusan angin dari AC. Karakter manja semacam ini membuat banyak pemilik pemula merasa gagal merawat tanaman, padahal masalahnya ada pada ketidaksesuaian perawatan dengan kebutuhan asli tanaman tersebut.

Secara sederhana, jenis tanaman hias yang paling rewel adalah tanaman yang gampang menunjukkan gejala stres, seperti daun menguning, kuncup rontok, atau daun menggulung, begitu ada perubahan kecil pada cahaya, suhu, kelembapan, atau pola penyiraman. 

Mengetahui daftar tanaman berkarakter manja semacam ini sejak awal bisa membantu calon pemilik menyiapkan kondisi rumah yang tepat sebelum membeli. Dengan begitu, tanaman kesayangan tidak mudah stres, layu, atau bahkan mati hanya dalam hitungan minggu.

Berikut adalah jenis tanaman hias yang paling rewel dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (11/9/2026).

1. Fiddle Leaf Fig (Ficus lyrata): Benci Dipindah dan Gampang Rontok Daun

Fiddle leaf fig menjadi salah satu tanaman hias favorit karena bentuk daunnya yang besar menyerupai biola. Sayangnya, tanaman asal Afrika Barat ini juga terkenal sebagai salah satu tanaman hias paling manja karena sangat sensitif terhadap perubahan posisi.

Melansir dari Southern Living, fiddle leaf fig membutuhkan cahaya terang tidak langsung, penyiraman yang konsisten, dan kelembapan udara yang lebih tinggi dibanding tanaman hias pada umumnya. Begitu dipindah dari tempat favoritnya, tanaman ini bisa langsung merespons dengan menggugurkan daun sebagai tanda stres.

Selain soal lokasi, fiddle leaf fig juga tidak menyukai embusan udara dari AC atau pemanas ruangan, karena perubahan suhu mendadak bisa memicu ujung daun kering dan berubah warna cokelat. Karena itu, disarankan menemukan satu titik dengan cahaya cukup sejak awal, lalu tidak memindahkannya lagi kecuali benar-benar diperlukan.

2. Calathea: Rewel soal Kelembapan dan Kualitas Air

Calathea, atau sering disebut tanaman doa karena gerakan daunnya yang naik-turun mengikuti siklus cahaya, menjadi contoh lain tanaman hias sensitif yang digemari sekaligus ditakuti pehobi tanaman indoor.

Pakar tanaman Tammy Sons dari TN Nursery, melansir dari Homes & Gardens, menjelaskan bahwa calathea membutuhkan kelembapan tinggi dan pasokan air yang konsisten. Jika kekurangan air atau kelembapan udara terlalu rendah, daun calathea akan menggulung ke dalam sebagai mekanisme bertahan agar tidak kehilangan cairan lebih banyak.

Selain kelembapan, calathea juga sensitif terhadap kualitas air. Kandungan klorin atau fluorida pada air keran dapat memicu ujung daun kecokelatan, sehingga banyak pehobi tanaman memilih air suling atau air hujan untuk menyiramnya. Embusan angin dingin dari jendela atau ventilasi AC juga sebaiknya dihindari karena bisa membuat daun calathea melengkung sebagai respons terhadap suhu dingin.

3. Anggrek Phalaenopsis: Gampang Mati karena Kesalahan Menyiram

Anggrek bulan atau Phalaenopsis kerap dianggap tanaman hias mewah yang sulit dirawat, meski sebenarnya masalah utamanya hanya satu, yaitu pola penyiraman yang keliru.

Melansir dari Royal Horticultural Society (RHS), akar anggrek Phalaenopsis akan membusuk apabila media tanam terlalu lama dalam kondisi basah, sementara akar akan mengering dan menyusut jika dibiarkan terlalu kering dalam waktu lama. RHS menyarankan media tanam berbahan kulit kayu yang porous agar sirkulasi udara tetap terjaga di area akar.

Ciri anggrek yang mulai stres biasanya terlihat dari akar yang berubah warna cokelat kehitaman dan bertekstur lembek, daun yang layu dan pucat, hingga kuncup bunga yang rontok sebelum sempat mekar. Karena itu, anggrek termasuk tanaman hias yang cukup sulit ditebak bagi pemula yang belum terbiasa mengukur kelembapan media tanam sebelum menyiram kembali.

4. Gardenia: Kuncup Bunga Rontok Kalau Suhu Malam Tidak Pas

Gardenia dikenal karena aroma bunganya yang harum, tetapi juga punya reputasi sebagai tanaman hias yang menuntut kondisi sangat spesifik agar bisa berbunga sempurna.

Melansir dari New York Botanical Garden (NYBG), penyebab paling umum kuncup gardenia rontok sebelum mekar adalah suhu ruangan yang terlalu hangat pada malam hari. NYBG merekomendasikan suhu malam sekitar 15-17 derajat Celsius agar proses pembentukan kuncup bunga berjalan optimal, sekaligus menjaga kelembapan udara di atas 60 persen agar daun dan kuncup tidak mengering.

Gardenia juga tidak menyukai perpindahan tempat saat sedang berbunga, perubahan suhu mendadak, maupun penyiraman yang tidak konsisten. Kombinasi berbagai syarat inilah yang membuat gardenia masuk daftar tanaman hias tersulit dirawat, terutama bila ditanam di dalam ruangan dengan sirkulasi udara terbatas.

5. Suplir (Maidenhair Fern): Wajib Lembap Sepanjang Waktu

Suplir atau maidenhair fern memiliki daun tipis dan halus yang membuatnya terlihat rapuh, sekaligus sangat sensitif terhadap kekeringan.

Melansir dari Bob Vila, tanaman genus Adiantum ini membutuhkan kelembapan udara tinggi, di atas rata-rata kelembapan rumah pada umumnya, karena struktur daunnya yang tipis membuat penguapan air berlangsung sangat cepat. Begitu media tanam mengering meski hanya sesaat, daun suplir bisa langsung layu dan mengering seperti kertas terbakar.

Selain kelembapan, suplir juga tidak menyukai perpindahan tempat karena butuh waktu untuk beradaptasi dengan intensitas cahaya baru. Menempatkannya di kamar mandi dengan pencahayaan cukup atau dekat area dapur yang lembap menjadi salah satu solusi agar suplir tidak mudah stres.

6. Croton: Warna Daun Pudar dan Rontok Kalau Salah Tempat

Croton menjadi favorit karena warna daunnya yang mencolok, memadukan hijau, kuning, oranye, hingga merah dalam satu tanaman. Namun, warna-warni itu juga menjadi indikator paling jujur soal kondisi perawatannya.

Melansir dari Bloomscape, croton yang baru dipindah ke lokasi baru atau baru dibawa pulang dari toko tanaman lazim mengalami kerontokan daun akibat guncangan lingkungan atau shock, termasuk perubahan cahaya, suhu, dan kelembapan yang terjadi sekaligus. Selain itu, kekurangan cahaya membuat warna daun croton kembali pudar menjadi hijau polos tanpa corak cerah khasnya.

Croton juga sensitif terhadap suhu dingin dan embusan udara dari AC, yang bisa memicu bercak cokelat di tepi daun. Meski begitu, croton umumnya bisa pulih dalam beberapa minggu asal tidak dipindah-pindah lagi setelah menemukan titik yang cocok.

7. African Violet (Saintpaulia): Sensitif terhadap Air dan Suhu

African violet punya reputasi sebagai tanaman hias berbunga yang manis dipandang, tetapi cukup rewel soal cara penyiraman.

Studi yang dipublikasikan Yang, Hosokawa, Mizuta, Yun, Mano, dan Yazawa (2001) menemukan bahwa penurunan suhu daun secara mendadak, misalnya akibat tersiram air dingin, dapat merusak struktur sel daun African violet secara permanen dan memicu bercak putih atau cokelat yang tidak bisa hilang. Selisih suhu antara air dan daun menjadi penyebab utama kerusakan tersebut, bukan sekadar suhu air yang dingin saja.

Selain itu, melansir dari Smithsonian Gardens, African violet idealnya dirawat pada suhu 18-27 derajat Celsius dengan kelembapan sekitar 80 persen, serta dijauhkan dari perubahan suhu dan embusan angin mendadak. Cara paling aman menyiram tanaman ini adalah dari bagian bawah pot menggunakan air bersuhu ruang, supaya daunnya yang berbulu halus tidak terkena tetesan air yang bisa meninggalkan bercak permanen.

Ringkasan Kebutuhan 7 Tanaman Hias Paling Rewel

No Tanaman Kebutuhan Cahaya Kelembapan Ideal Tanda Utama Kalau "Ngambek"
1 Fiddle Leaf Fig Terang, tidak langsung Sedang-tinggi Daun rontok, ujung mengering
2 Calathea Terang tidak langsung-sedang Tinggi (di atas 50%) Daun menggulung ke dalam
3 Anggrek Phalaenopsis Terang tidak langsung Sedang Akar cokelat lembek, kuncup rontok
4 Gardenia Cahaya langsung pagi hari Tinggi (di atas 60%) Kuncup bunga rontok sebelum mekar
5 Suplir (Maidenhair Fern) Terang tidak langsung Sangat tinggi Daun kering mendadak seperti terbakar
6 Croton Terang, cukup sinar matahari Sedang-tinggi Warna daun pudar, daun rontok
7 African Violet Terang tidak langsung Tinggi (sekitar 80%) Bercak putih/cokelat akibat air dingin

Cara Merawat Tanaman Hias Rewel Supaya Tidak Gampang Layu

Meski disebut rewel, ketujuh tanaman hias di atas sebenarnya bisa tumbuh subur asal kebutuhan dasarnya dipenuhi secara konsisten. Kuncinya bukan memberi perhatian ekstra setiap hari, melainkan menjaga kestabilan kondisi di sekitar tanaman.

Pertama, hindari memindahkan tanaman terlalu sering. Sebagian besar tanaman hias di atas justru stres karena perubahan lokasi, bukan karena kesalahan penyiraman. Kedua, jaga kelembapan udara dengan bantuan humidifier, nampan berisi kerikil dan air, atau dengan mengelompokkan beberapa tanaman berdekatan agar saling menaikkan kelembapan di sekitarnya.

Ketiga, perhatikan suhu air dan suhu ruangan. Air bersuhu ruang lebih aman digunakan dibanding air dingin langsung dari kulkas, terutama untuk tanaman berdaun berbulu seperti African violet. Terakhir, jauhkan tanaman hias yang rewel dari jalur angin AC, kipas angin, atau pintu yang sering dibuka-tutup, karena perubahan suhu mendadak adalah pemicu stres yang paling sering ditemui.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jenis Tanaman Hias yang Paling Rewel

Apa ciri utama tanaman hias yang rewel?

Tanaman hias yang rewel biasanya cepat menunjukkan gejala stres, seperti daun menguning, menggulung, atau rontok, hanya karena perubahan kecil pada cahaya, suhu, atau kelembapan di sekitarnya.

Apakah tanaman hias rewel cocok untuk pemula?

Tanaman hias rewel tetap bisa dirawat pemula asalkan kondisi rumah stabil dan kebutuhan dasarnya dipenuhi secara konsisten, meski risiko gagalnya memang lebih tinggi dibanding tanaman hias yang lebih toleran.

Bagaimana cara mengatasi tanaman hias yang stres karena dipindah?

Berikan waktu adaptasi selama beberapa minggu, jaga kelembapan dan suhu tetap stabil, serta hindari memindahkannya kembali sebelum tanaman benar-benar pulih dan menunjukkan pertumbuhan daun baru.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|