Liputan6.com, Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan akan praktik berkebun yang efisien semakin meningkat, terutama di tengah keterbatasan air dan perubahan iklim. Salah satu pendekatan yang banyak dianjurkan oleh para ahli adalah memilih jenis tanaman sayur yang tidak butuh banyak air tapi tetap panen banyak. Dengan memilih tanaman yang tepat, kegiatan berkebun tidak hanya menjadi lebih hemat sumber daya, tetapi juga tetap produktif.
Berbagai sumber edukasi pertanian menyebutkan bahwa tanaman dengan akar dalam atau adaptasi alami terhadap kondisi kering cenderung mampu bertahan lebih baik saat suplai air terbatas. Selain itu, teknik pengelolaan tanah dan pola penyiraman yang tepat juga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air. Dengan kombinasi yang tepat, kebun sayur tetap bisa menghasilkan panen yang memuaskan.
Berikut ini adalah ulasan beberapa jenis tanaman sayur tropis yang dikenal tahan kekeringan namun tetap produktif. Dirangkum Liputan6.com, Minggu (3/5/2026).
1. Kacang-Kacangan (Beans dan Cowpea)
Kacang-kacangan termasuk dalam kelompok tanaman yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi kekeringan. Menurut Oregon State University Extension, beberapa jenis kacang seperti tepary beans dan cowpea memiliki mekanisme biologis yang memungkinkan mereka bertahan di lingkungan dengan curah hujan rendah. Bahkan, tanaman ini telah lama dibudidayakan di wilayah semi-gurun.
Keunggulan utama kacang-kacangan terletak pada efisiensi penggunaan air serta kemampuannya menghasilkan polong dalam jumlah banyak dalam waktu relatif singkat. Selain itu, tanaman ini juga mampu memperbaiki kualitas tanah melalui proses fiksasi nitrogen. Dalam praktiknya, kacang tidak memerlukan penyiraman intensif, bahkan beberapa varietas seperti black-eyed pea justru kurang optimal jika mendapatkan air berlebih. Hal ini menjadikannya pilihan ideal bagi pekebun yang ingin hemat air tanpa mengorbankan hasil panen.
2. Tomat (Terutama Varietas Cherry)
Tomat dikenal sebagai tanaman dengan sistem perakaran yang dalam dan kuat. Akar ini memungkinkan tanaman menyerap air dari lapisan tanah yang lebih dalam, sehingga tetap bertahan meskipun permukaan tanah tampak kering. Sumber dari extension.oregonstate.edu menyebutkan bahwa tomat dapat mentoleransi kondisi kering setelah fase awal pertumbuhan terpenuhi.
Varietas tomat kecil seperti cherry tomato memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan tomat besar. Selain itu, pengurangan penyiraman di akhir musim justru dapat meningkatkan kualitas buah sekaligus menurunkan risiko penyakit jamur. Dengan manajemen air yang tepat, tanaman tomat mampu menghasilkan buah dalam jumlah cukup banyak tanpa membutuhkan penyiraman rutin setiap hari.
3. Cabai (Hot Peppers)
Cabai, khususnya jenis cabai kecil dan pedas, termasuk tanaman yang relatif tahan terhadap kekeringan. Berdasarkan laporan dari northernwildflowers.ca, cabai tetap dapat tumbuh dan berproduksi meskipun hanya mendapatkan sedikit air. Bahkan, kondisi tanah yang lebih kering sering kali meningkatkan tingkat kepedasan buah cabai.
Namun demikian, penting untuk memahami bahwa tidak semua jenis cabai memiliki toleransi yang sama. Cabai besar seperti paprika cenderung membutuhkan lebih banyak air agar buahnya berkembang optimal. Sebaliknya, cabai rawit atau cabai keriting lebih adaptif terhadap kondisi kering. Dengan pemilihan varietas yang tepat dan penyiraman secukupnya, tanaman cabai tetap mampu menghasilkan panen yang stabil.
4. Okra
Okra merupakan salah satu tanaman sayur yang paling tahan terhadap suhu tinggi dan kondisi kering. Tanaman ini memiliki akar tunggang yang panjang, memungkinkan penyerapan air dari lapisan tanah yang lebih dalam. Karakteristik ini membuat okra tetap tumbuh subur meskipun jarang disiram.
Menurut berbagai sumber hortikultura, okra bahkan lebih menyukai kondisi panas dan tidak terlalu lembap. Dalam praktiknya, tanaman ini hanya memerlukan penyiraman tambahan saat kondisi benar-benar kering berkepanjangan. Dengan perawatan yang relatif sederhana, okra mampu menghasilkan polong secara terus-menerus selama masa panen, menjadikannya salah satu tanaman yang efisien dalam penggunaan air.
5. Zucchini dan Labu (Squash)
Tanaman dari keluarga Cucurbita seperti zucchini dan labu memiliki sistem perakaran yang luas dan dalam. Hal ini memungkinkan tanaman menyerap air secara efisien dari berbagai lapisan tanah. Oregon State University Extension menjelaskan bahwa tanaman ini dapat bertahan dalam kondisi kering setelah fase awal pertumbuhan terpenuhi.
Varietas tertentu seperti zucchini “Dark Star” bahkan dikembangkan khusus untuk pertanian lahan kering. Meskipun demikian, penyiraman tetap diperlukan pada fase awal untuk membantu pembentukan akar. Setelah itu, tanaman mampu bertahan dengan suplai air minimal dan tetap menghasilkan buah dalam jumlah cukup banyak. Karakter ini menjadikannya pilihan yang menarik untuk kebun hemat air.
6. Ubi Jalar
Ubi jalar merupakan tanaman umbi yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kekeringan. Pada fase awal pertumbuhan, tanaman ini membutuhkan air untuk mendukung pembentukan akar dan daun. Namun setelah sistem akar berkembang, kebutuhan airnya menurun secara signifikan.
Menurut berbagai panduan hortikultura, pengurangan air menjelang masa panen justru dianjurkan untuk mencegah pembusukan umbi. Selain itu, ubi jalar juga mampu tumbuh di tanah yang kurang subur sekalipun. Dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, tanaman ini menjadi salah satu pilihan utama dalam kategori jenis tanaman sayur yang tidak butuh banyak air tapi tetap panen banyak.
7. Bawang Putih dan Bawang Merah
Bawang putih dan bawang merah termasuk tanaman yang memiliki kebutuhan air rendah, terutama saat mendekati masa panen. Pada fase awal, tanaman ini memerlukan kelembapan yang cukup untuk mendukung pertumbuhan akar. Namun setelah memasuki fase pembentukan umbi, kebutuhan airnya menurun drastis.
Kondisi tanah yang terlalu basah justru dapat menyebabkan pembusukan dan menurunkan kualitas hasil panen. Oleh karena itu, pengaturan irigasi menjadi kunci utama dalam budidaya bawang. Dengan perawatan yang tepat, tanaman ini mampu menghasilkan umbi dalam jumlah banyak tanpa memerlukan penyiraman intensif.
8. Swiss Chard
Swiss chard merupakan sayuran daun yang dikenal lebih tahan terhadap kekeringan dibandingkan bayam atau selada. Tanaman ini memiliki akar yang cukup dalam sehingga mampu mengakses cadangan air di bawah permukaan tanah. Berdasarkan sumber northernwildflowers.ca, Swiss chard tetap dapat tumbuh dengan baik meskipun suplai air terbatas.
Namun demikian, untuk menjaga kualitas daun tetap baik, penyiraman tambahan tetap diperlukan saat kondisi terlalu kering. Tanpa cukup air, daun bisa menjadi lebih keras dan sedikit pahit. Dengan pengelolaan air yang seimbang, Swiss chard dapat dipanen berulang kali dalam satu musim tanam.
9. Kale
Kale dikenal sebagai tanaman yang tangguh dan adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan. Dibandingkan dengan sayuran daun lainnya, kale memiliki toleransi yang lebih baik terhadap suhu tinggi dan kekeringan. Hal ini membuatnya cocok ditanam di daerah dengan curah hujan rendah.
Menurut sumber northernwildflowers.ca, kale tetap mampu menghasilkan daun yang layak panen meskipun tidak disiram secara intensif. Selain itu, tanaman ini juga memiliki siklus panen yang cukup panjang, sehingga memberikan hasil yang berkelanjutan. Dengan perawatan minimal, kale menjadi pilihan ideal untuk kebun hemat air.
10. Kacang Panjang (Pole Beans)
Kacang panjang atau pole beans merupakan tanaman yang cukup efisien dalam penggunaan air. Tanaman ini memiliki pertumbuhan cepat dan mampu menghasilkan polong dalam jumlah banyak dalam waktu relatif singkat. Dengan bantuan ajir atau rambatan, pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal.
Seperti jenis kacang lainnya, kacang panjang tidak memerlukan penyiraman berlebihan. Bahkan, penggunaan mulsa untuk menjaga kelembapan tanah sudah cukup untuk mendukung pertumbuhannya. Dalam kondisi yang tepat, tanaman ini mampu menghasilkan panen yang melimpah meskipun dengan input air yang terbatas.
FAQ Seputar Tanaman Sayur
1. Apakah semua tanaman sayur bisa tahan kekeringan?
Tidak semua. Tanaman seperti selada, seledri, dan kubis membutuhkan air yang cukup banyak dan tidak cocok untuk kondisi kering.
2. Apa kunci utama berkebun hemat air?
Pemilihan tanaman yang tepat, penggunaan mulsa, serta pengelolaan tanah yang baik menjadi faktor utama.
3. Apakah penyiraman tetap diperlukan?
Tetap diperlukan, terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman.
4. Apakah hasil panen akan berkurang?
Tidak selalu. Dengan teknik yang tepat, hasil panen tetap bisa optimal.
5. Apakah teknik ini cocok untuk pemula?
Sangat cocok, karena tanaman yang dipilih umumnya mudah dirawat dan tidak membutuhkan perhatian intensif.

3 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572488/original/080115400_1777817255-BRI.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572361/original/071408000_1777795510-bidan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406820/original/085449400_1762606646-nadeo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5515000/original/068036300_1772144086-1000370183.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572249/original/040950000_1777783237-ChatGPT_Image_May_3__2026__11_40_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572396/original/020185300_1777800737-1000409585.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448629/original/045278600_1766035052-Gelang_Rantai_Tipis_Klasik__Pilihan_Abadi_yang_Elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572425/original/061282800_1777804859-SaveGram.App_685980283_18581733757056586_5658961698331080440_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572420/original/010271900_1777803441-Fokus_sampai_akhir_laga__YOHHHH_________________________________________________________________________________________________Djajati_Pe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572282/original/048760100_1777785640-ide_ternak_hewan_kecil_tanpa_bau_untuk_ibu-ibu_komplek_perumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5357817/original/076544100_1758546357-Arema_FC_vs_Persib_Bandung-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567592/original/043461700_1777290860-photo_6302915063400042167_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474586/original/046955000_1768490504-1000104016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572269/original/053408000_1777785138-model_rumah_kayu_modal_Rp_50_juta_dengan_halaman_mini_di_desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570185/original/054087800_1777517651-Kebun_Kolektif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3075657/original/090629400_1584082568-shutterstock_613032584.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406767/original/073611600_1762596719-runtukahu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572250/original/049928300_1777783823-Gemini_Generated_Image_kvrvj3kvrvj3kvrv.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515887/original/090122300_1772204204-ramos.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469055/original/011269000_1768048972-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5462350/original/069630300_1767550955-20260104_222549.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)