Liputan6.com, Jakarta - Kesalahan membuat kandang ayam dari drum plastik bekas masih sering terjadi di kalangan peternak rumahan. Banyak orang memilih drum plastik bekas karena mudah ditemukan dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai tempat pemeliharaan ayam dalam jumlah terbatas. Namun, proses pembuatannya sering dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan dasar ayam selama berada di dalam kandang.
Kesalahan yang tampak sederhana sering kali menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap ternak. Ayam dapat mengalami gangguan saat makan, bergerak, beristirahat, maupun saat menghadapi perubahan cuaca. Kondisi tersebut pada akhirnya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan aktivitas harian ayam yang dipelihara.
Karena itu, peternak perlu memahami berbagai kesalahan yang umum terjadi saat memanfaatkan drum plastik bekas sebagai kandang ayam. Dengan mengetahui penyebab, dampak, dan cara mengatasinya, penggunaan kandang dari drum plastik bekas dapat dilakukan dengan lebih tepat dan memberi manfaat bagi ayam yang dipelihara. Simak informasi selengkapnya dirangkum Liputan6.com pada Selasa (9/6).
1. Memilih Drum yang Pernah Menyimpan Bahan Tertentu
Kesalahan membuat kandang ayam dari drum plastik bekas yang sering terjadi adalah menggunakan drum tanpa mengetahui riwayat pemakaiannya. Banyak peternak memperoleh drum dari tempat penjualan barang bekas lalu langsung menggunakannya sebagai kandang tanpa memastikan isi sebelumnya.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan masalah bagi ayam karena sisa bahan yang masih menempel di bagian dalam drum dapat bercampur dengan lingkungan tempat ayam hidup. Ayam yang berada di dalam kandang berpotensi sering bersentuhan dengan permukaan drum setiap hari.
Solusinya adalah memilih drum yang riwayat penggunaannya jelas dan aman untuk dimanfaatkan kembali. Drum harus dicuci hingga bersih sebelum digunakan sehingga lingkungan kandang menjadi lebih layak bagi ayam.
2. Lubang Ventilasi Terlalu Sedikit
Banyak peternak hanya membuat beberapa lubang kecil pada bagian samping drum. Mereka menganggap lubang tersebut sudah cukup untuk mendukung sirkulasi udara di dalam kandang.
Padahal, udara yang bergerak terbatas dapat membuat bagian dalam kandang terasa pengap. Ayam menjadi lebih sering membuka paruh dan tampak kurang nyaman saat berada di dalam kandang dalam waktu lama.
Cara mengatasinya adalah membuat ventilasi pada beberapa sisi drum dengan jumlah yang cukup. Langkah ini membantu pertukaran udara sehingga ayam memperoleh lingkungan yang lebih mendukung aktivitas sehari-hari.
3. Ukuran Lubang Masuk Terlalu Sempit
Kesalahan membuat kandang ayam dari drum plastik bekas berikutnya adalah membuat pintu masuk dengan ukuran yang terlalu kecil. Hal ini sering terjadi karena peternak ingin mempertahankan bentuk asli drum.
Lubang yang sempit membuat ayam kesulitan keluar dan masuk kandang. Dalam kondisi tertentu, ayam dapat saling berdesakan ketika hendak bergerak menuju tempat pakan atau saat kembali ke dalam kandang.
Solusinya adalah membuat bukaan yang sesuai dengan ukuran ayam yang dipelihara. Dengan ruang akses yang memadai, pergerakan ayam menjadi lebih lancar dan risiko benturan dapat dikurangi.
4. Menempatkan Kandang Langsung di Atas Tanah
Sebagian peternak meletakkan drum plastik langsung di permukaan tanah tanpa alas tambahan. Cara ini dianggap lebih cepat karena tidak memerlukan penyangga atau dudukan.
Masalah muncul ketika bagian bawah kandang sering terkena air saat hujan atau setelah pembersihan area sekitar. Kondisi tersebut membuat bagian dalam kandang lebih mudah lembap dan kurang nyaman bagi ayam.
Untuk menghindarinya, kandang dapat ditempatkan di atas dudukan sederhana. Posisi yang sedikit lebih tinggi membantu menjaga bagian bawah kandang tetap kering dan memudahkan proses pembersihan.
5. Tidak Menyediakan Tempat Pakan yang Tepat
Kesalahan membuat kandang ayam dari drum plastik bekas juga sering terlihat pada penempatan pakan. Banyak peternak hanya menaburkan pakan langsung di dalam kandang tanpa wadah khusus.
Akibatnya, pakan mudah bercampur dengan kotoran dan material lain yang ada di dalam kandang. Kondisi ini membuat pakan lebih cepat terbuang dan tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan oleh ayam.
Solusi yang dapat dilakukan adalah menyediakan wadah pakan yang terpisah dan mudah dijangkau. Penempatan yang tepat membantu ayam makan dengan lebih teratur serta mengurangi pemborosan pakan.
6. Tidak Menyediakan Tempat Minum yang Stabil
Kesalahan berikutnya adalah menggunakan wadah minum yang mudah bergeser atau terbalik. Hal ini sering terjadi karena ruang di dalam drum dianggap cukup sempit untuk menempatkan perlengkapan tambahan.
Saat wadah minum terguling, air akan menyebar ke area kandang. Akibatnya, bagian dalam kandang menjadi basah dan ayam kehilangan akses terhadap air minum dalam periode tertentu.
Cara mengatasinya adalah menggunakan tempat minum yang memiliki posisi stabil. Dengan demikian, kebutuhan air ayam tetap terpenuhi dan kondisi kandang dapat terjaga setiap hari.
7. Kandang Terpapar Sinar Matahari Sepanjang Hari
Sebagian peternak menempatkan kandang drum plastik di area terbuka tanpa pelindung. Mereka menganggap lokasi tersebut dapat membantu menjaga kandang tetap kering.
Namun, drum plastik dapat menyerap panas ketika terus terkena sinar matahari. Kondisi ini membuat bagian dalam kandang menjadi kurang nyaman untuk ditempati ayam dalam waktu lama.
Solusinya adalah menempatkan kandang pada lokasi yang memperoleh perlindungan dari panas dan hujan. Penambahan peneduh sederhana dapat membantu menjaga kondisi kandang tetap lebih seimbang.
8. Jumlah Ayam Melebihi Kapasitas Drum
Kesalahan membuat kandang ayam dari drum plastik bekas yang cukup sering ditemukan adalah memasukkan terlalu banyak ayam ke dalam satu drum. Langkah ini biasanya dilakukan untuk menghemat ruang dan peralatan.
Kondisi kandang yang terlalu penuh membuat ayam memiliki ruang gerak yang terbatas. Ayam juga lebih sering saling bersentuhan saat makan, minum, atau beristirahat.
Cara mengatasinya adalah menyesuaikan jumlah ayam dengan ukuran kandang yang tersedia. Pembagian ayam ke beberapa kandang dapat membantu menjaga ruang gerak yang lebih memadai.
9. Jarang Membersihkan Kandang
Sebagian peternak beranggapan bahwa kandang dari drum plastik lebih mudah dirawat sehingga pembersihan tidak perlu dilakukan secara rutin. Padahal, kotoran tetap akan menumpuk seiring waktu.
Penumpukan kotoran membuat lingkungan kandang menjadi kurang nyaman. Selain itu, tempat pakan dan minum juga berisiko ikut terkena kotoran apabila tidak dibersihkan secara berkala.
Solusinya adalah membuat jadwal pembersihan yang konsisten. Langkah sederhana ini membantu menjaga kondisi kandang dan mendukung aktivitas ayam setiap hari.
10. Tidak Memeriksa Kondisi Drum Secara Berkala
Kesalahan terakhir yang sering diabaikan adalah tidak melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik drum. Setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu, bagian kandang dapat mengalami perubahan bentuk atau kerusakan.
Kerusakan yang tidak segera diketahui dapat mengganggu fungsi kandang. Celah yang muncul berpotensi menjadi jalan masuk bagi gangguan dari luar atau menyebabkan ayam keluar dari area kandang.
Karena itu, pemeriksaan rutin perlu dilakukan untuk memastikan seluruh bagian kandang masih berfungsi dengan baik. Perbaikan sejak awal dapat membantu memperpanjang masa penggunaan kandang dan menjaga kenyamanan ayam.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kesalahan Membuat Kandang Ayam
1. Apakah drum plastik bekas aman digunakan sebagai kandang ayam?
Aman digunakan apabila drum memiliki riwayat penggunaan yang jelas, telah dibersihkan, dan tidak menyisakan bahan dari pemakaian sebelumnya.
2. Berapa jumlah ayam yang ideal dalam satu kandang drum plastik?
Jumlahnya menyesuaikan ukuran drum dan ruang gerak ayam. Hindari mengisi kandang hingga terlalu padat.
3. Mengapa ventilasi penting pada kandang ayam dari drum plastik?
Ventilasi membantu pertukaran udara sehingga kondisi di dalam kandang tidak terasa pengap bagi ayam.
4. Bagaimana cara menjaga kandang drum plastik tetap bersih?
Lakukan pembersihan secara rutin, buang kotoran secara berkala, dan bersihkan tempat pakan serta tempat minum.
5. Di mana lokasi terbaik untuk menempatkan kandang drum plastik?
Kandang sebaiknya ditempatkan di area yang terlindung dari hujan dan paparan sinar matahari secara langsung sepanjang hari.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

1 week ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260856/original/085578400_1781665831-HL_makanan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260818/original/016236100_1781664345-IRT5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8060745/original/033608100_1780904847-Area_Jemuran_Sudut_Belakang_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260746/original/067942900_1781657625-hl1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4547300/original/090479800_1692694051-fish-2230852_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260755/original/017871400_1781659622-aman_untuk_balita_6a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260551/original/035395000_1781601483-clay-banks-urH155LONWs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260486/original/075481600_1781596933-12162737442788903829.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260041/original/056241500_1781536640-1000121649.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548317/original/001423300_1775536048-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8208627/original/078666300_1781067678-Area_Duduk_yang_Nyaman_dan_Teduh.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260609/original/038756500_1781610979-Pemain_Baru_Persebaya__dok_Persebaya_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4510968/original/042717000_1690042370-Persik_Kediri_-_Yusuf_Meilana_Fuad_Burhani_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260579/original/002063600_1781603249-Gemini_Generated_Image_fdfvzbfdfvzbfdfv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260596/original/010610400_1781606185-1000121724.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539806/original/017629400_1774621491-20260327AA_Timnas_Indonesia_vs_Sein-06.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260523/original/064375000_1781600071-Gazebo_Taman_Kering_Tropis_Minimalis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7829922/original/011349000_1780649933-maggottt2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260403/original/081911600_1781591891-Gemini_Generated_Image_r6yh4ir6yh4ir6yh.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505789/original/024305000_1771396732-unnamed-10.jpg)