10 Negara dengan Angkatan Laut Terkuat di Dunia, Indonesia Masuk 5 Besar

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta Kekuatan angkatan laut sebuah negara menjadi salah satu indikator paling krusial dalam mengukur posisi geopolitik dan pertahanan di era modern. Kekuatan angkatan laut selalu memainkan peran penting dalam geopolitik karena lautan menutupi lebih dari dua pertiga permukaan Bumi.

World Directory of Modern Military Warships (WDMMW) menyajikan gambaran komprehensif mengenai kekuatan dan kelemahan angkatan laut militer modern di seluruh dunia, memberikan analisis mendalam mengenai aspek utama peperangan modern yakni penguasaan laut dan jalur perairan strategis. Peringkat negara dengan angkatan laut terkuat di dunia ini menjadi acuan penting bagi para analis pertahanan global.

Dilansir dari WDMMW.org, saat ini 40 negara dilacak dengan 40 angkatan laut yang dicakup dan 3.257 total aset garis depan yang dipantau. Penilaian negara dengan angkatan laut terkuat di dunia ini menghasilkan peta kekuatan maritim yang dinamis dan terus berubah setiap tahunnya.

Apa Itu Peringkat Kekuatan Angkatan Laut Dunia?

Peringkat tahunan WDMMW menggunakan formula yang memperhitungkan nilai-nilai terkait total kekuatan tempur dari berbagai layanan angkatan laut di dunia. Formula tersebut menghasilkan TrueValueRating (TvR) yang membantu memisahkan setiap kekuatan secara definitif berdasarkan tidak hanya kekuatan keseluruhan, tetapi juga modernisasi, dukungan logistik, kemampuan serangan dan pertahanan, dan sebagainya.

Dengan cara ini, sebuah kekuatan tidak semata-mata dinilai berdasarkan jumlah total kapal perang dan kapal selam, tetapi lebih kepada kualitas dan campuran umum inventarisnya. Selain itu, fokusnya juga mencakup kemampuan galangan kapal lokal, keseimbangan inventaris (campuran umum jenis unit), dan pengalaman operasional.

Mengacu pada WDMMW.org, skor TvR tertinggi yang dapat dicapai saat ini adalah 323,9 yang dipegang oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (USN). Hal ini karena USN memiliki campuran luas jenis kapal perang dan kapal selam serta keseimbangan yang diperkuat oleh jumlah keseluruhan, unggul berkat armada kapal induknya yang dibanggakan.

Robert Gates, mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, dikutip dari Global Asia menyatakan, "Dalam hal ukuran dan daya serang, tidak ada negara lain yang memiliki satu kapal pun yang sebanding," sambil menambahkan bahwa AS "memiliki 57 kapal selam serang dan rudal jelajah bertenaga nuklir — sekali lagi, lebih banyak dari gabungan seluruh dunia."

Baca juga: TNI AL Jadi Militer Terkuat ke-4 di Dunia

Daftar 10 Negara dengan Angkatan Laut Terkuat di Dunia

Berdasarkan pemeringkatan WDMMW 2025, berikut adalah daftar lengkap sepuluh negara dengan angkatan laut terkuat di dunia beserta skor TvR dan jumlah unit armada aktifnya:

  1. Amerika Serikat — Skor TvR: 323,9 | Unit: 232

    Angkatan Laut AS merupakan kekuatan angkatan laut paling kuat dan canggih secara teknologi di dunia. Armadanya terdiri dari 232 kapal, termasuk 11 kapal induk bertenaga nuklir, kapal penjelajah, kapal perusak rudal berpemandu, dan kapal selam canggih.

  2. China — Skor TvR: 319,8 | Unit: 405

    Dengan 730 kapal tempur, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) telah dengan cepat menjadi angkatan laut terbesar di dunia dalam hal jumlah kapal. China telah melakukan investasi signifikan untuk memperbarui kemampuan angkatan lautnya, membangun kekuatan kapal selam yang kuat, kapal induk baru, fregat, dan kapal perusak siluman.

  3. Rusia — Skor TvR: 242,3 | Unit: 283

    Melalui proses eliminasi, Angkatan Laut Rusia masih menjadi salah satu yang terkuat di dunia. Rusia telah berinvestasi secara signifikan dalam modernisasi angkatan laut dan masih memiliki salah satu armada terbesar berdasarkan massa meskipun mengalami kerugian di Ukraina.

  4. Indonesia — Skor TvR: 137,3 | Unit: 245

    Indonesia berada di peringkat terkuat di Asia, sering disebut tepat setelah atau dekat dengan India, Jepang, atau Korea Selatan tergantung ukurannya. Menurut WDMMW, Indonesia memiliki 245 kapal dalam inventaris aktifnya, termasuk fregat, kapal selam, kapal patroli dan serangan cepat, korvet, serta kapal pendukung.

  5. Korea Selatan — Skor TvR: 122,9 | Unit: 147

    Republik Korea menempati peringkat kelima dengan 147 total unit dalam inventaris angkatan laut aktifnya. Kekuatannya rata-rata dan terdiri dari 21 kapal selam, 116 unit inti armada, dan 10 unit serangan amfibi.

  6. Jepang — Skor TvR: 121,3 | Unit: 105

    Jepang memiliki total 103 unit dalam inventaris angkatan lautnya, terdiri dari dua kapal induk, 22 kapal selam, 76 inti armada, dan 3 unit serangan amfibi, dengan skor TvR 121,3.

  7. India — Skor TvR: 100,5 | Unit: 100

    India memiliki total 100 unit, dengan dua kapal induk, 19 kapal selam, 74 inti armada, dan 5 unit serangan amfibi. Didirikan oleh East India Company Marine pada 1612, angkatan laut India memiliki skor TvR 100,5 dan menempati peringkat ketujuh secara global.

  8. Prancis — Skor TvR: 92,9 | Unit: 70

    Angkatan Laut Prancis memiliki kapal induk bertenaga nuklir dan jaringan pangkalan di luar negeri yang mendukung operasi global. Prancis tetap menjadi kekuatan maritim signifikan di Eropa dengan kemampuan proyeksi kekuatan lintas benua.

  9. Inggris (UK) — Skor TvR: 88,3 | Unit: 50

    Angkatan Laut Kerajaan Inggris terus menjadi pemain global yang signifikan dengan kapal induk canggih dan kapal selam nuklir strategisnya. Dua kapal induk kelas Queen Elizabeth menjadi inti armada modern Inggris.

  10. Turki — Skor TvR: 80,5 | Unit: 90

    Turki memiliki armada yang terdiri dari 90 unit aktif, termasuk satu kapal induk helikopter, 12 kapal selam, 16 fregat, 10 korvet, 11 kapal perang ranjau/anti-ranjau, 35 kapal patroli lepas pantai, dan lima kapal serangan amfibi.

Baca juga: Daftar Militer Paling Kuat di Dunia, Indonesia Peringkat ke-13

Tiga Besar Angkatan Laut Dunia: AS, China, dan Rusia

Persaingan tiga besar negara dengan angkatan laut terkuat di dunia menjadi salah satu dinamika geopolitik paling signifikan di abad ke-21. Sebagaimana dikutip dari 19FortyFive, Amerika Serikat juga memiliki anggaran pertahanan terbesar di dunia, hampir $1 triliun menurut metode SIPRI untuk tahun 2024, memberikan kapasitas tak tertandingi untuk mendanai siklus pelatihan, penempatan global, dan modernisasi kapal induk, kapal selam, dan kapal tempur permukaan.

Sementara itu, China terus mempersempit jarak dengan AS secara agresif. Mengacu pada Naval News, komisioning resmi kapal induk Fujian (18) di pangkalan angkatan laut Yulin pada 5 November 2025 merupakan peristiwa utama bagi Angkatan Laut China. Dengan tiga kapal induk operasional, PLAN secara tegas menetapkan diri sebagai operator kapal induk terbesar kedua di dunia, meskipun jarak dengan Angkatan Laut AS di puncak masih cukup substansial.

Nick Childs, pakar maritim di International Institute for Strategic Studies (IISS) London, dikutip dari Policy Center for the New South menyatakan bahwa meskipun Angkatan Laut AS masih memiliki keunggulan daya tembak, kesenjangan kemampuan dengan China terus menyempit akibat menurunnya kapasitas pembuatan kapal Amerika selama beberapa dekade terakhir.

Untuk Rusia, laporan WDMMW menunjukkan bahwa Rusia memiliki banyak unit yang sudah menua, termasuk satu-satunya kapal induknya, Admiral Kuznetsov. Banyak dari 58 kapal selam, 12 kapal perusak, dan empat kapal penjelajahnya juga menunjukkan usia tua, dengan usia median lambung kapal 30 tahun. Namun, Rusia juga mendemonstrasikan komitmen signifikan untuk modernisasi melalui pengadaan korvet canggih, kapal selam, dan kapal perang ranjau. Rusia terus memproduksi kapal selam serang nuklir dan memperluas armada pembawa rudal hipersoniknya. Gambaran yang lebih luas menunjukkan angkatan laut yang terbebani oleh sanksi dan keterbatasan galangan kapal, namun kekuatan bawah lautnya cukup kuat untuk tetap mempertahankan posisinya di lima besar.

Baca juga: AS Kurangi Sepertiga Pesawat Tempur NATO di Eropa

Indonesia di Peringkat Keempat Angkatan Laut Terkuat Dunia

Pencapaian Indonesia sebagai negara dengan angkatan laut terkuat keempat di dunia menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa ini. Geografi strategis Indonesia, dengan ribuan pulau, laut yang harus dipatroli (seperti Selat Malaka, Laut Sulawesi, dan lainnya), serta jalur laut kritis, menjadikan kekuatan angkatan laut sangat esensial. Capaian ini menempatkan Indonesia di atas negara-negara maju seperti Jepang, India, Prancis, dan Inggris.

Berdasarkan data yang dihimpun redaksi, armada TNI AL terdiri dari beragam jenis kapal tempur yang mencakup berbagai fungsi pertahanan maritim. Angkatan Laut Indonesia sedang mengerjakan modernisasi, mengakuisisi kapal-kapal baru, dan meningkatkan jangkauan operasional, meskipun masih tertinggal di belakang China dalam proyeksi kekuatan tingkat tinggi.

Salah satu langkah strategis Indonesia adalah pembangunan kapal selam otonom dan kerja sama dengan Naval Group Prancis untuk membangun kapal selam kelas Scorpene Evolved. Indonesia juga menjadi satu-satunya negara di kawasan ASEAN yang mampu membangun kapal selam sendiri, sebuah pencapaian yang menegaskan kemandirian industri pertahanan nasional.

Menariknya, peringkat ini diraih Indonesia tanpa memiliki kapal induk. Penilaian WDMMW mempertimbangkan totalitas kekuatan tempur, bukan sekadar kepemilikan satu jenis kapal tertentu. Faktor jumlah armada patroli lepas pantai yang sangat besar, korvet, serta program modernisasi kapal selam menjadi keunggulan tersendiri bagi TNI AL dalam penilaian global ini.

Baca juga: Kekuatan Militer Indonesia Makin Ganas, Kini Peringkat 13 Dunia

Faktor Penentu Kekuatan Angkatan Laut Suatu Negara

Memahami apa yang membuat sebuah negara menjadi bagian dari daftar negara dengan angkatan laut terkuat di dunia memerlukan tinjauan menyeluruh terhadap berbagai aspek. Sebagaimana disampaikan WDMMW, penilaian tidak hanya berbasis jumlah unit, tetapi mencakup dimensi kualitatif yang sangat beragam.

  1. Modernisasi dan Teknologi Armada

    Usia dan kecanggihan teknologi kapal perang sangat memengaruhi skor kekuatan. Penilaian WDMMW menunjukkan bahwa usia rata-rata armada turut diperhitungkan, misalnya Turki memiliki usia rata-rata armada 18,8 tahun. Negara dengan armada lebih modern cenderung mendapat skor lebih tinggi.

  2. Keseimbangan Inventaris (Force Balance)

    Sebuah angkatan laut dinilai lebih kuat jika memiliki campuran seimbang antara kapal induk, kapal selam, kapal perusak, fregat, korvet, kapal patroli, dan unit amfibi. Dominasi di satu kategori saja tidak cukup untuk mencapai peringkat tertinggi.

  3. Kemampuan Galangan Kapal Domestik

    Sebagaimana dilaporkan Center for Strategic and International Studies (CSIS), kapasitas pembuatan kapal China kini sekitar 200 kali lebih besar dibandingkan Amerika Serikat. Antara 2019 dan 2023, empat galangan kapal terbesar China memproduksi 39 kapal perang dengan total tonase 550.000 ton. Kemandirian industri galangan kapal menjadi keunggulan strategis.

  4. Kemampuan Proyeksi Kekuatan (Power Projection)

    Dengan fokus pada penggunaan kapal perang yang lebih besar dan lebih mampu yang dibangun untuk penempatan jangka panjang dan jangkauan global, USN memimpin dalam tonase agregat. Kemampuannya untuk mendukung kekuatan sekutu, menjaga kebebasan navigasi, dan memproyeksikan kekuatan secara global menjadi komponen kunci kebijakan militer AS.

  5. Kekuatan Kapal Selam

    Mengacu pada CSIS, kemampuan kapal selam tetap menjadi area dominasi AS yang tidak terbantahkan. AS mengoperasikan 66 kapal selam nuklir dibandingkan 12 milik China. Kapal selam nuklir besar jauh lebih mampu dibandingkan kapal selam diesel-elektrik, beroperasi dengan jangkauan, kemampuan siluman, dan daya serang ofensif yang jauh lebih besar.

  6. Dukungan Logistik dan Pangkalan

    Jaringan pangkalan militer di luar negeri memungkinkan operasi angkatan laut berkelanjutan di perairan jauh. AS memiliki jaringan pangkalan terluas di dunia, sementara China secara bertahap membangun pangkalan di luar negeri, termasuk di Djibouti dan Kamboja.

  7. Pengalaman Tempur dan Latihan

    Analis militer Girish Linganna, dikutip dari Policy Center for the New South menyatakan, "Terlepas dari ambisinya, proyeksi kekuatan angkatan laut China tetap menjadi macan kertas, gagal ketika diteliti secara mendalam."

James R. Holmes dan Toshi Yoshihara, profesor strategi di US Naval War College, dikutip dari Global Asia menyatakan, "Ukuran sejati kekuatan angkatan laut adalah seberapa besar daya tempur yang dapat dikerahkan oleh sebuah angkatan laut di tempat dan waktu yang menentukan untuk mencapai tujuan operasional dan strategis."

Baca juga: 6 Negara Asia Tenggara dengan Militer Terkuat Versi GFP

Masa Depan Persaingan Kekuatan Angkatan Laut Global

Dinamika persaingan negara dengan angkatan laut terkuat di dunia terus berevolusi seiring perkembangan teknologi dan pergeseran geopolitik. Kawasan Indo-Pasifik menjadi arena utama persaingan maritim abad ke-21, dengan berbagai negara mempercepat modernisasi armada laut mereka.

Mengacu pada laporan Congressional Research Service (CRS) Amerika Serikat, proyeksi menunjukkan pertumbuhan armada China menjadi sekitar 395 kapal pada 2025 dan 435 pada 2030, menggarisbawahi trajektori kuat yang ditopang oleh throughput galangan kapal yang melampaui rekan-rekan Barat. Sementara di sisi lain, analisis Congressional Budget Office 2025 terhadap rencana pembangunan kapal Angkatan Laut AS memproyeksikan jalur panjang menuju sekitar 390 kapal tempur pada 2054, termasuk lembah sementara menjadi 283 kapal pada 2027 seiring kapal-kapal tua keluar dari layanan.

Laksamana Samuel Paparo, Komandan Komando Indo-Pasifik AS, dikutip dari 19FortyFive memperingatkan mengenai strategi China yang disebutnya "rebusan katak," yakni peningkatan suhu militer secara bertahap sehingga ancaman dari Beijing diremehkan hingga terlambat untuk bereaksi. "Anda mendengar metafora 'merebus katak'… Ini adalah rebusan yang cepat," kata Paparo.

Perjanjian trilateral AUKUS antara Australia, Inggris, dan AS juga mengubah lanskap kekuatan maritim di Indo-Pasifik. Perjanjian tersebut bertujuan mendukung kepentingan keamanan bersama di kawasan Indo-Pasifik. AUKUS akan menyediakan Australia dengan kapal selam bertenaga nuklir modern dari Amerika Serikat beserta pelatihan langsung untuk mengoperasikannya.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia terus memperkuat posisinya melalui program akuisisi kapal selam baru dan modernisasi armada. Dengan posisi strategis di persimpangan dua samudra, kebutuhan akan angkatan laut yang tangguh bagi Indonesia bukan sekadar ambisi, melainkan keharusan geopolitik yang tak bisa ditawar.

Baca juga: Kekuatan Militer Indonesia Nomor 13 dari 145 Negara

Baca juga: Militer Indonesia Masuk Daftar Terkuat di Asia

Baca juga: KSAL: Jumlah Kapal Selam TNI Belum Cukup, Kita Ingin Ada 12

Baca juga: 5 Negara dengan Militer Terkuat di Timur Tengah

Baca juga: Korea Utara Operasikan Kapal Perang Baru Berkemampuan Nuklir

Pertanyaan Umum Seputar Negara dengan Angkatan Laut Terkuat

Negara mana yang memiliki angkatan laut paling kuat di dunia saat ini?

Angkatan Laut Amerika Serikat tetap menjadi yang paling kuat di dunia dengan 232 unit armada aktif, termasuk 11 kapal induk dan 68 kapal selam, dengan skor TrueValueRating 323,9 yang mendominasi perairan global. Keunggulan ini ditopang oleh anggaran pertahanan terbesar di dunia, teknologi mutakhir, serta jaringan pangkalan militer yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Mengapa Indonesia bisa masuk peringkat keempat meskipun tidak memiliki kapal induk?

Penilaian WDMMW tidak semata-mata berdasarkan kepemilikan kapal induk. Sebuah kekuatan tidak dinilai hanya berdasarkan jumlah total kapal perang dan kapal selam, tetapi juga kualitas dan campuran umum inventarisnya, dengan fokus pada kemampuan galangan kapal lokal, keseimbangan inventaris, dan pengalaman operasional. Indonesia memiliki jumlah armada tempur laut yang besar dengan 245 unit, meliputi fregat, korvet, kapal patroli, dan kapal tempur amfibi yang secara kolektif memberikan skor tinggi.

Apakah China akan menyalip Amerika Serikat sebagai kekuatan angkatan laut nomor satu?

Meskipun China memiliki jumlah kapal lebih banyak dari AS, kualitas armada Amerika masih unggul secara signifikan. Sebagaimana diungkapkan CSIS, China tidak dijamin akan menyalip Amerika Serikat sebagai kekuatan angkatan laut terkemuka di dunia. Amerika Serikat juga memiliki keunggulan lain seperti aliansi, kekuatan ekonomi, dan kekuatan lunak yang tidak tercakup dalam analisis perangkat keras angkatan laut. Namun, tren saat ini menunjukkan bahwa persaingan akan semakin ketat dalam satu dekade ke depan.

Baca juga: Top 3: TNI AL Jadi Militer Terkuat ke-2 di Asia

Baca juga: Kapal Selam KRI Alugoro-405, Tonggak Sejarah Industri Pertahanan Indonesia

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|