Liputan6.com, Jakarta - Mencari peluang usaha sampingan yang tidak memerlukan lahan luas kini semakin diminati banyak orang. Dengan kreativitas dan pemanfaatan ruang yang ada, Anda bisa memulai ide ternak di halaman belakang rumah yang tidak butuh kandang besar. Konsep ini memungkinkan siapa saja untuk menghasilkan pendapatan tambahan dari rumah.
Beternak di halaman belakang rumah menawarkan solusi praktis bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan. Berbagai jenis hewan dapat dibudidayakan dengan modal awal yang relatif kecil dan perawatan yang tidak rumit. Ini adalah cara cerdas untuk mengoptimalkan pekarangan rumah Anda.
Memulai ide ternak di halaman belakang rumah yang tidak butuh kandang besar juga berkontribusi pada ketahanan pangan keluarga. Selain itu, hasil ternak dapat dijual untuk menambah pemasukan ekonomi. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (06/03/2026).
1. Budidaya Ikan Lele dalam Ember (Budikdamber)
Budidaya ikan lele dalam ember atau yang dikenal dengan Budikdamber, merupakan metode inovatif yang sangat cocok untuk lahan terbatas seperti halaman rumah atau pekarangan. Teknik ini menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu wadah, menawarkan solusi praktis dan efisien.
Lele dipilih karena memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi dan tidak membutuhkan lahan luas. Untuk memulai Budikdamber, Anda perlu menyiapkan ember berkapasitas minimal 80 liter, yang dilubangi bagian bawah sampingnya sebagai saluran pembuangan air.
Isi ember dengan air sekitar 60-70 liter dan diamkan selama dua hari sebelum memasukkan benih lele berukuran 5-7 cm. Penambahan garam krosok dapat membantu menstabilkan pH air dan menghambat pertumbuhan bakteri.
Perawatan budidaya ini meliputi pemberian pakan bernutrisi 2-3 kali sehari dan penggantian air secara berkala sekitar 20-30% setiap minggu. Tanaman hidroponik dapat ditanam di atas ember, di mana akarnya akan menyerap nutrisi dari kotoran ikan, membantu menjaga kualitas air. Panen lele dapat dilakukan setelah 2-3 bulan pemeliharaan.
2. Ternak Bekicot
Bekicot, atau siput darat, sering dianggap hama namun memiliki potensi besar sebagai sumber protein dan bahan baku industri. Budidaya bekicot tidak memerlukan lahan yang luas dan dapat dilakukan di halaman belakang rumah dengan kandang sederhana. Hewan ini mudah dibudidayakan, memiliki biaya operasional rendah, dan sangat produktif, cocok sebagai usaha ternak lahan sempit.
Kandang untuk bekicot dapat dibuat dari kotak kayu, bak semen, drum, atau galian tanah, dengan ukuran sekitar 1x1 meter. Penting untuk memastikan kandang memiliki kelembapan dan keteduhan yang tepat, dengan suhu ideal antara 25-30 derajat Celcius. Dinding kandang bisa dilapisi kawat kasa untuk mencegah bekicot kabur dan alasnya dapat berupa tanah yang mengandung cacing untuk menjaga kelembapan.
Pakan hewan ini cukup mudah didapatkan, berupa sisa sayuran, buah yang rusak, daun-daunan lunak, atau dedak. Kebersihan dan kelembapan kandang harus selalu dijaga, dengan menyiram sedikit air jika kering atau memberikan alas goni basah. Bekicot siap panen setelah 6-7 bulan dengan panjang cangkang 8-10 cm.
3. Budidaya Ulat Hongkong
Ulat Hongkong (mealworm) adalah larva dari kumbang hitam yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan burung, ikan, dan hewan peliharaan lainnya karena kandungan protein dan kalorinya yang tinggi. Budidaya ulat Hongkong sangat diminati karena relatif mudah dan tidak membutuhkan lahan besar, bahkan bisa dilakukan di dalam ruangan.
Untuk memulai budidaya ini, siapkan wadah berupa nampan atau kotak berbahan triplek atau kayu dengan ukuran ideal sekitar 60x40x7 cm. Wadah ini akan diisi dengan media dedak atau bekatul setinggi seperempat dari tinggi wadah, yang berfungsi sebagai media berkembang biak dan menjaga kelembapan. Pilih bibit ulat Hongkong yang berkualitas, baik dalam bentuk ulat dewasa maupun kumbang.
Perawatan ulat Hongkong meliputi pemberian pakan berupa potongan roti, apel, kentang, atau sayuran. Penting untuk menjaga suhu kandang ideal sekitar 29-30 derajat Celcius dan sirkulasi udara yang baik. Pemisahan kepompong dari ulat dewasa perlu dilakukan secara berkala untuk mencegah kanibalisme. Ulat Hongkong dapat dipanen setelah berumur sekitar 50 hari.
4. Ternak Ikan Cupang
Ikan cupang adalah ikan hias populer yang dikenal dengan keindahan warna dan bentuk siripnya, serta sifatnya yang agresif namun menarik. Budidaya ikan cupang tidak memerlukan kolam besar, sehingga sangat cocok untuk dilakukan di halaman belakang rumah dengan wadah kecil seperti akuarium, baskom, atau bahkan gelas. Ini adalah usaha ternak kecil yang estetik dan menguntungkan.
Langkah awal adalah menyiapkan akuarium atau wadah dengan kapasitas minimal 5 liter per ekor, dilengkapi penutup untuk mencegah ikan melompat. Suhu air ideal berkisar antara 25-28°C dengan pH 6,5-7,5. Pemilihan indukan berkualitas sangat penting, pilih jantan dan betina berusia 4-8 bulan dengan fisik sempurna, warna cerah, dan gerakan lincah.
Proses pemijahan dilakukan di wadah khusus dengan air setinggi 10-15 cm dan indukan jantan serta betina dipisahkan sementara sebelum disatukan. Setelah telur menetas, burayak (anakan ikan) perlu dirawat dengan baik. Dengan perawatan yang tepat, budidaya ikan hias ini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan.
5. Budidaya Lebah Madu
Budidaya lebah madu, terutama jenis lebah tanpa sengat seperti klanceng atau trigona, dapat menjadi pilihan menarik untuk halaman belakang rumah. Lebah ini tidak memerlukan lahan yang luas dan dapat dipelihara dalam stup (sarang lebah) yang relatif kecil. Selain menghasilkan madu, lebah juga menghasilkan produk lain seperti propolis dan bee pollen, menjadikannya budidaya di halaman belakang yang multifungsi.
Persiapan meliputi penentuan lokasi yang aman dari predator, memiliki ketersediaan pakan (bunga) yang cukup, dan suhu ideal sekitar 25°C. Stup dapat dibuat dari kayu dengan desain yang sesuai untuk lebah klanceng. Modal awal untuk budidaya skala rumahan relatif kecil, sekitar Rp600.000 untuk merawat 4 kotak sarang lebah.
Pemeliharaan koloni lebah melibatkan pemindahan koloni ke dalam stup dengan hati-hati, pemberian pakan tambahan jika pakan alami kurang, dan pemeriksaan rutin. Kebersihan sarang dan lingkungan sekitar juga perlu dijaga. Budidaya lebah madu ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membantu penyerbukan tanaman di sekitar rumah.
6. Budidaya Maggot BSF
Maggot Black Soldier Fly (BSF) adalah larva lalat tentara hitam yang sangat efektif dalam mengurai limbah organik dan memiliki kandungan protein tinggi, menjadikannya pakan alternatif yang baik untuk ikan dan unggas. Budidaya maggot BSF tidak membutuhkan kandang besar dan dapat dilakukan di rumah dengan modal kecil serta tanpa menimbulkan bau menyengat, menjadikannya usaha ternak ramah lingkungan di lahan sempit.
Untuk memulai budidaya ini, siapkan kandang lalat BSF berukuran sekitar 3x2x2 meter atau lebih kecil untuk skala rumahan, yang terbuat dari kayu atau bambu dan dilapisi jaring. Sediakan juga kotak atau rak penetasan telur BSF. Anda bisa membeli telur BSF per gram atau pupa yang akan berkembang menjadi lalat dewasa.
Proses budidaya melibatkan penetasan telur, pembesaran larva di biopond dengan media pakan dari limbah organik seperti sisa makanan atau sayuran, dan panen maggot. Maggot dapat dipanen setelah 2-3 minggu setelah telur menetas. Dengan manajemen yang baik, usaha maggot BSF ini dapat menjadi usaha yang menguntungkan dan ramah lingkungan.
7. Ternak Ayam Kampung Skala Rumahan
Ternak ayam kampung skala rumahan adalah pilihan populer karena perawatannya yang relatif mudah dan ketahanan ayam terhadap penyakit. Usaha ini tidak memerlukan kandang besar dan dapat dimulai dengan modal kecil, bahkan dengan sistem umbaran terbatas di halaman belakang.
Ayam kampung memiliki nilai jual yang stabil dan permintaan pasar yang tinggi, cocok sebagai ternak di halaman belakang rumah. Anda bisa memulai dengan membangun kandang sederhana dari bambu bekas, kayu palet, atau kawat, dengan ukuran sekitar 1 meter persegi untuk 4-6 ekor ayam.
Penting untuk memperhatikan ventilasi, pencahayaan, dan kebersihan kandang. Sediakan tempat berteduh dari panas dan hujan, serta tempat makan dan minum yang bersih. Pakan ayam kampung bisa dihemat dengan memanfaatkan sisa dapur, dedak, atau hijauan, dikombinasikan dengan pakan instan.
Ayam kampung pedaging dapat dipanen dalam waktu 2-3 bulan, sementara ayam petelur akan mulai menghasilkan telur. Kotoran ayam juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, menambah nilai ekonomis usaha ini.
8. Ternak Burung Puyuh
Burung puyuh merupakan jenis unggas kecil yang cocok untuk diternakkan di halaman belakang rumah karena tidak membutuhkan kandang yang luas. Budidaya burung puyuh dikenal cepat panen dan memiliki prospek pasar yang baik, terutama untuk telur dan dagingnya. Burung ini dapat dipelihara dalam kandang bertingkat atau baterai yang hemat tempat, menjadikannya budidaya efisien di lahan sempit.
Untuk memulai, siapkan kandang puyuh yang dirancang secara bertingkat untuk mengoptimalkan ruang. Pastikan kandang memiliki sirkulasi udara yang baik dan mudah dibersihkan. Pilih bibit puyuh yang sehat dan berkualitas. Suhu dan kelembapan kandang perlu dijaga agar puyuh dapat tumbuh optimal dan produktif.
Pemberian pakan puyuh harus teratur dan bernutrisi tinggi untuk mendukung produksi telur yang maksimal. Kebersihan kandang sangat penting untuk mencegah penyakit. Burung puyuh memiliki siklus hidup yang cepat, sehingga panen telur dapat dilakukan setiap hari, dan panen daging dalam waktu singkat.
9. Ternak Kelinci
Kelinci adalah hewan ternak kecil yang menggemaskan dan memiliki banyak manfaat, mulai dari daging, bulu, hingga sebagai hewan peliharaan. Budidaya kelinci sangat cocok untuk halaman belakang rumah karena dapat ditempatkan dalam kandang bertingkat atau umbaran terbatas, sehingga tidak memakan banyak ruang.
Siapkan kandang kelinci yang bersih dan nyaman, bisa berupa kandang panggung kecil atau kandang bertingkat di teras atau halaman belakang. Pastikan kandang memiliki ventilasi yang baik dan terlindung dari cuaca ekstrem. Pemilihan indukan yang sehat dan berkualitas adalah kunci keberhasilan budidaya.
Pakan kelinci umumnya berupa hijauan seperti rumput, daun-daunan, dan pelet khusus kelinci. Kebersihan kandang harus rutin dijaga untuk meminimalkan bau, terutama dari urinnya. Kelinci memiliki tingkat reproduksi yang cukup tinggi, sehingga dapat cepat berkembang biak. Selain itu, kotoran kelinci juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
10. Budidaya Cacing Tanah
Budidaya cacing tanah merupakan usaha ternak modal kecil yang tidak memerlukan lahan luas dan bisa dilakukan di pekarangan rumah. Cacing tanah memiliki banyak manfaat, mulai dari pakan ternak, bahan baku industri farmasi dan kosmetik, hingga sebagai pengurai sampah organik. Modal awal untuk usaha ini relatif kecil, menjadikannya budidaya menjanjikan di halaman belakang rumah.
Untuk memulai, siapkan media tanam berupa kotoran ternak atau sampah organik di dalam wadah seperti boks kayu, bak plastik, atau bedengan tanah. Pastikan media selalu lembap dan tidak terlalu kering. Pilih bibit cacing tanah yang sehat dan aktif.
Cacing tanah berkembang biak dengan cepat, sehingga panen dapat dilakukan dalam waktu singkat. Perawatan utamanya adalah menjaga kelembapan media dan memberikan pakan berupa sisa-sisa organik. Budidaya cacing tanah ini tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga membantu dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga.
11. Ternak Ikan Hias (Guppy)
Ternak ikan hias, seperti ikan Guppy, adalah pilihan yang sangat baik untuk halaman belakang rumah karena tidak membutuhkan kolam besar. Ikan Guppy dikenal dengan warna-warni yang indah dan perawatannya yang relatif mudah, menjadikannya favorit bagi pemula. Wadah kecil atau akuarium sederhana sudah cukup untuk pemeliharaan.
Siapkan akuarium atau wadah berukuran sedang yang bersih dan dilengkapi dengan filter air. Suhu air ideal untuk ikan Guppy berkisar antara 24-28°C. Penting untuk memilih indukan Guppy yang sehat dengan warna cerah dan bentuk tubuh yang proporsional untuk mendapatkan anakan berkualitas.
Pakan ikan Guppy dapat berupa pelet kecil, cacing sutra, atau kutu air. Jaga kualitas air dengan rutin mengganti sebagian air dan membersihkan akuarium. Ikan Guppy memiliki kemampuan berkembang biak yang cepat, sehingga satu indukan bisa menghasilkan banyak anakan dalam satu periode.
FAQ
- Apakah ide ternak di halaman belakang rumah yang tidak butuh kandang besar memerlukan izin khusus?Umumnya, untuk skala rumahan kecil tidak diperlukan izin khusus, namun sebaiknya periksa peraturan lokal.
- Jenis ternak apa yang paling cepat panen untuk skala rumahan?Ulat Hongkong dan Maggot BSF termasuk jenis ternak yang paling cepat panen, sekitar 2-3 minggu hingga 50 hari.
- Bagaimana cara mengatasi bau tidak sedap dari kandang di halaman sempit?Menjaga kebersihan kandang secara rutin, menggunakan media yang tepat, dan memastikan ventilasi yang baik adalah kunci untuk meminimalkan bau.
- Berapa modal awal minimal untuk memulai ide ternak di halaman belakang rumah?Modal awal bisa bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah untuk ternak seperti jangkrik, lele, atau ulat Hongkong.
- Apakah ternak di halaman belakang rumah bisa dilakukan di lingkungan padat penduduk?Ya, banyak ide ternak seperti ikan lele dalam ember, ulat Hongkong, atau ikan cupang sangat cocok untuk lingkungan padat penduduk.
- Pakan apa yang cocok untuk ternak skala rumahan agar hemat biaya?Pakan dapat dihemat dengan memanfaatkan sisa dapur, limbah organik, dedak, atau hijauan.
- Apakah hasil ternak di halaman belakang rumah memiliki pasar yang menjanjikan?Ya, banyak jenis ternak seperti ayam kampung, lele, dan maggot memiliki permintaan pasar yang stabil dan menjanjikan.

15 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451600/original/031882500_1766313406-WhatsApp_Image_2025-12-21_at_16.57.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523432/original/063562700_1772816505-IMG_0961.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5523430/original/060948400_1772815543-IWS_7425.jpg__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523419/original/037852000_1772814254-SaveGram.App_645640975_18426199000143500_569294129676703996_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523400/original/001740800_1772811873-IWS_7344.jpg.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5523399/original/085544900_1772811871-IWS_7494.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519771/original/013742400_1772596056-malut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310367/original/071942200_1754711095-Justin_Hubner.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5455820/original/092741900_1766735258-1000332649.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5245702/original/052403900_1749378813-20250608AA_Honda__8_of_5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4449915/original/062967000_1685621170-20230601BL_Arya_Sinulingga_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320148/original/037889300_1755588308-IDN_3825.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522114/original/083504100_1772717540-WhatsApp_Image_2026-03-04_at_16.50.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502338/original/063581900_1770977596-model_kebun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523088/original/011951000_1772789263-unnamed__28_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523206/original/061177700_1772794796-Gemini_Generated_Image_t9blort9blort9bl.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510513/original/078065700_1771830320-Gemini_Generated_Image_gj3f3egj3f3egj3f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384742/original/034349600_1760841709-567923634_1396523532475430_3555191238305322058_n.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)