13 Tanaman Hias untuk Kamar dan Meja Belajar, Pilihan Cantik yang Mudah Ditata dan Dirawat

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman hias untuk kamar bisa menjadi pilihan dekorasi sederhana ketika kamu ingin membuat area istirahat maupun meja belajar terasa lebih hidup tanpa harus memenuhi ruangan dengan banyak benda. Warna hijau dari dedaunan dapat memberikan sentuhan alami yang menarik, sementara bentuk tanaman yang ringkas membuatnya mudah ditempatkan di atas meja, rak, ambalan, atau sudut kecil yang sebelumnya terlihat kosong.

Menariknya, memilih tanaman hias untuk kamar tidak selalu berarti harus mencari jenis yang membutuhkan perawatan rumit atau sinar matahari langsung sepanjang hari. Ada cukup banyak tanaman indoor yang dapat beradaptasi dengan cahaya tidak langsung dan ukuran pot relatif kecil, sehingga cocok untuk kamar dengan ruang terbatas maupun meja belajar yang perlu tetap rapi dan nyaman digunakan.

1. Lidah Mertua Mini

Lidah mertua mini menjadi salah satu tanaman hias untuk kamar yang praktis bagi pemula karena bentuknya tegak, ukurannya tidak terlalu melebar, dan tidak banyak mengambil area meja. Daunnya yang kaku dengan perpaduan warna hijau serta pola khas juga memberikan aksen modern yang cocok dipadukan dengan interior minimalis, Japandi, maupun kamar bernuansa natural.

Tanaman yang kini secara botani diklasifikasikan ke dalam genus Dracaena ini juga dikenal cukup toleran terhadap kondisi indoor. Meski mampu bertahan pada cahaya yang lebih rendah, meletakkannya di area dengan cahaya tidak langsung tetap lebih baik agar pertumbuhan dan warna daunnya terjaga, sementara penyiraman cukup dilakukan setelah media tanam mulai mengering.

Untuk meja belajar, pilih varietas lidah mertua yang tumbuh kompak dan gunakan pot dengan lubang drainase agar air tidak tertahan terlalu lama. Bentuk daunnya yang tumbuh vertikal membuat tanaman ini mudah diletakkan di sudut meja tanpa mengganggu laptop, buku, lampu belajar, atau perlengkapan lain yang digunakan setiap hari.

2. Sirih Gading

Sirih gading atau pothos merupakan tanaman indoor populer dengan daun berbentuk hati yang dapat tumbuh menjuntai maupun merambat. Karakter pertumbuhannya tersebut membuat sirih gading sangat fleksibel untuk ditata, mulai dari ditempatkan dalam pot kecil di meja hingga dibiarkan menjuntai dari rak yang berada di atas area belajar.

Sebagai tanaman hias untuk kamar, sirih gading menarik karena relatif mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi pencahayaan di dalam ruangan, meskipun warna dan pertumbuhannya biasanya lebih baik ketika mendapatkan cahaya terang tidak langsung. Penyiramannya juga tidak perlu dilakukan setiap hari, sehingga cukup ramah bagi pemilik yang memiliki aktivitas padat.

Jika area meja cukup sempit, kamu dapat mengarahkan sulurnya ke rak atau memasukkan batang yang terlalu panjang ke penyangga tanaman berukuran kecil. Pemangkasan berkala juga membantu menjaga bentuknya tetap rapi, sekaligus mencegah sulur menjalar ke kabel, buku, atau perangkat elektronik yang berada di sekitar meja belajar.

3. ZZ Plant

ZZ plant atau Zamioculcas zamiifolia mempunyai daun hijau mengilap yang tersusun rapi pada batang tegak sehingga memberikan kesan bersih dan elegan. Tanaman ini sangat menarik untuk kamar bergaya minimalis karena tampilannya tidak terlalu ramai, tetapi tetap mampu menjadi elemen dekoratif yang terlihat menonjol ketika ditempatkan dalam pot sederhana.

Salah satu keunggulan ZZ plant adalah kemampuannya menghadapi periode media tanam yang relatif kering karena tanaman memiliki struktur penyimpan air di bawah permukaan tanah. Karena itu, pemiliknya tidak perlu terlalu sering melakukan penyiraman, bahkan penyiraman berlebihan justru perlu dihindari agar akar dan rimpangnya tidak terus berada dalam media yang basah.

Karakter tersebut membuat ZZ plant layak dipertimbangkan sebagai tanaman hias untuk kamar bagi kamu yang tidak ingin memiliki jadwal perawatan terlalu rumit. Versi tanaman yang masih muda dapat diletakkan di meja belajar, sedangkan tanaman yang mulai besar bisa dipindahkan ke lantai, rak rendah, atau sudut ruangan yang memperoleh cahaya tidak langsung.

4. Philodendron Heartleaf

Philodendron heartleaf memiliki daun berbentuk hati dengan warna hijau lembut yang membuat suasana kamar terasa lebih alami. Sebagai tanaman hias untuk kamar, jenis philodendron ini juga mudah ditata karena batangnya dapat dibiarkan menjuntai dari rak, diarahkan merambat menggunakan penyangga, atau dipangkas secara rutin sehingga ukurannya tetap kompak di atas meja.

Tanaman bernama ilmiah Philodendron hederaceum tersebut umumnya menyukai cahaya terang yang tidak mengenai daun secara langsung, tetapi dapat beradaptasi pada intensitas cahaya yang lebih rendah. Media tanam sebaiknya tidak dibiarkan terus-menerus basah, sehingga pengecekan kelembapan tanah sebelum menyiram menjadi kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga kondisi akarnya.

Jika ingin menjadikannya penghias meja belajar, gunakan pot kecil dengan bentuk sederhana agar karakter daun berbentuk hati lebih menonjol. Saat sulurnya mulai panjang, kamu bisa mengarahkannya ke sisi meja atau rak sehingga tanaman memberikan efek hijau yang menarik tanpa mengurangi ruang untuk aktivitas belajar dan bekerja.

5. Peperomia

Peperomia merupakan kelompok tanaman yang mempunyai banyak variasi bentuk daun, mulai dari bulat, lonjong, bertekstur, hingga berwarna kombinasi yang menarik. Ukurannya yang umumnya kompak membuat tanaman ini praktis diletakkan di area kecil dan tidak mudah mendominasi dekorasi kamar, terutama jika kamu memilih varietas mini untuk meja belajar.

Bagi yang mencari tanaman hias untuk kamar, peperomia menarik karena pertumbuhannya cenderung lebih mudah dikendalikan dibandingkan sejumlah tanaman rambat berukuran besar. Salah satu jenis yang populer adalah Peperomia obtusifolia dengan daun relatif tebal dan mengilap, sehingga memberikan tampilan segar sekalipun hanya menggunakan pot mungil berdesain sederhana.

Peperomia sebaiknya memperoleh cahaya tidak langsung yang cukup dan media dengan drainase baik. Karena beberapa jenis memiliki daun yang dapat menyimpan air, penyiraman berlebihan sebaiknya dihindari, sehingga kamu dapat memeriksa kondisi bagian atas media terlebih dahulu sebelum menambahkan air agar akar tidak terlalu lama berada dalam kondisi lembap.

6. Spider Plant

Spider plant atau Chlorophytum comosum memiliki daun panjang melengkung dengan kombinasi warna hijau dan putih yang membuatnya langsung terlihat dekoratif. Bentuk daunnya memberikan kesan ringan serta dinamis, sehingga tanaman ini menarik diletakkan pada meja yang cukup luas, rak dinding, maupun pot gantung kecil di sekitar area belajar.

Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung, tetapi relatif mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi dalam ruangan. Saat tumbuh dewasa, spider plant dapat menghasilkan tunas kecil pada batang panjang yang tampak menggantung, sehingga tampilannya semakin unik tanpa harus menambahkan banyak dekorasi lain di sekitar tempat tanaman tersebut diletakkan.

Kemudahan pengaturan ukuran tersebut menjadikannya salah satu tanaman hias untuk kamar yang menarik bagi penghuni ruang berukuran terbatas. Jika daunnya mulai terlalu memenuhi meja, pot dapat dipindahkan ke rak atau digantung, sementara tunas yang tumbuh juga dapat dipisahkan dan ditanam kembali untuk mendapatkan tanaman baru berukuran lebih kecil.

7. Aglaonema

Aglaonema termasuk tanaman hias untuk kamar yang menarik karena menawarkan banyak pilihan corak serta warna daun, mulai dari dominasi hijau hingga kombinasi putih, merah muda, dan kemerahan pada kultivar tertentu. Keindahan daunnya membuat tanaman ini sudah terlihat dekoratif tanpa bunga, sehingga cocok menjadi aksen pada kamar yang didominasi warna-warna netral.

Tanaman yang juga populer dengan sebutan sri rejeki ini dikenal dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan indoor, tetapi tetap membutuhkan pencahayaan yang sesuai dengan varietasnya. Secara umum, varietas dengan warna daun lebih cerah atau beragam akan memperoleh manfaat dari cahaya tidak langsung yang cukup agar coraknya tetap terlihat menarik.

Untuk meja belajar, pilih aglaonema berukuran muda atau varietas yang tumbuh relatif kompak agar tidak menutupi ruang kerja. Apabila tanaman berkembang semakin besar, kamu dapat memindahkannya ke meja samping tempat tidur atau sudut kamar sehingga fungsinya sebagai elemen dekoratif tetap dipertahankan tanpa membuat meja belajar terasa penuh.

8. Lucky Bamboo

Lucky bamboo memiliki batang ramping dengan daun hijau memanjang yang menghadirkan kesan sederhana sekaligus elegan. Meskipun namanya menggunakan kata bamboo, tanaman bernama ilmiah Dracaena sanderiana ini bukan bambu sejati dan justru masih berkerabat dengan beberapa tanaman indoor populer lainnya dari kelompok Dracaena.

Daya tarik lucky bamboo untuk meja belajar terletak pada cara penataannya yang fleksibel karena tanaman dapat dipelihara dalam wadah berisi air maupun menggunakan media tanam yang sesuai. Bentuk batangnya yang vertikal tidak membutuhkan area horizontal luas, sehingga cocok ditempatkan di sudut meja bersama lampu, tempat pensil, dan perlengkapan belajar.

Jika ditanam dalam air, kebersihan wadah serta kualitas air perlu diperhatikan dan air perlu diganti secara berkala. Letakkan tanaman di lokasi dengan cahaya terang yang tersaring dan hindari paparan matahari terik secara langsung karena kondisi tersebut dapat menyebabkan daun mengalami perubahan warna atau tampak terbakar.

9. Chinese Money Plant

Chinese money plant atau Pilea peperomioides mempunyai daun bundar menyerupai koin yang tumbuh pada tangkai-tangkai panjang, menjadikannya salah satu tanaman meja dengan siluet paling mudah dikenali. Bentuknya terlihat modern dan sedikit unik sehingga cocok digunakan untuk memberikan aksen hijau pada meja belajar bergaya minimalis maupun dekorasi kamar bergaya kontemporer.

Tanaman ini umumnya menyukai cahaya terang tidak langsung sehingga meja yang berada dekat jendela menjadi lokasi yang menarik, selama sinar matahari terik tidak langsung mengenai daunnya dalam waktu panjang. Tanaman juga dapat diputar secara berkala agar pertumbuhannya lebih merata dan tidak terus condong menuju satu sumber cahaya.

Ukuran tanaman yang masih muda cukup kompak dan tidak membutuhkan pot berdiameter sangat besar, sehingga mudah dipindahkan ketika kamu perlu membersihkan meja atau mengubah dekorasi. Daunnya yang berada pada tangkai panjang juga membuat tampilannya terasa ringan, sehingga area belajar tetap terlihat lapang meskipun diberi tambahan elemen tanaman hidup.

10. Haworthia

Haworthia merupakan pilihan menarik bagi penggemar sukulen yang ingin memiliki tanaman berukuran kecil di meja belajar. Daunnya tebal dan biasanya tumbuh membentuk roset yang rapi, sementara beberapa jenis mempunyai garis, tonjolan, atau bagian transparan pada daun yang membuat penampilannya menarik ketika diamati dari jarak dekat.

Dibandingkan tanaman tropis berdaun lebar, Haworthia membutuhkan kondisi yang sedikit berbeda karena menyukai media tanam dengan drainase sangat baik dan tidak perlu terlalu sering mendapatkan air. Meletakkannya dekat jendela dengan cahaya terang tidak langsung dapat membantu tanaman memperoleh pencahayaan yang memadai tanpa harus memenuhi permukaan meja.

Kelebihan lain Haworthia adalah pertumbuhannya yang relatif ringkas sehingga bentuk tanaman mudah dipertahankan dalam pot kecil. Karakter ini sangat berguna untuk meja yang sudah berisi laptop, monitor, buku, atau alat tulis karena kamu tetap bisa mendapatkan dekorasi hidup tanpa harus mengorbankan terlalu banyak ruang kerja.

11. Syngonium

Syngonium memiliki daun berbentuk menyerupai ujung anak panah ketika masih muda dan tersedia dalam berbagai corak menarik, mulai dari hijau polos hingga kombinasi putih atau merah muda. Variasi tersebut membuatnya mudah disesuaikan dengan tema kamar, baik yang menggunakan dekorasi natural, minimalis, maupun warna pastel yang lebih lembut.

Ketika masih berukuran kecil, syngonium dapat tumbuh cukup kompak dalam pot meja, tetapi tanaman akan menunjukkan sifat merambat seiring bertambahnya usia. Kamu dapat memangkas batang secara berkala agar bentuknya tetap rimbun dan terkendali atau memasang penyangga kecil jika ingin memperlihatkan karakter pertumbuhan yang lebih vertikal.

Penempatannya ideal pada area yang memperoleh cahaya terang tidak langsung, sementara penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kelembapan media agar tanah tidak terus berada dalam keadaan basah. Dengan pengaturan sederhana tersebut, syngonium bisa menjadi aksen daun yang menonjol tanpa membutuhkan ruang sebanyak tanaman indoor berukuran besar.

12. Hoya Carnosa

Hoya carnosa mempunyai daun tebal mengilap yang tumbuh pada batang merambat, memberikan tampilan rapi sekaligus sedikit berbeda dibandingkan tanaman meja berdaun tipis. Hoya juga dapat menghasilkan kelompok bunga berbentuk seperti bintang ketika kondisi pertumbuhannya sesuai, sehingga daya tarik tanaman dapat berubah seiring tanaman semakin dewasa dan mapan.

Karena sifatnya merambat, Hoya carnosa bisa diletakkan dalam pot kecil di rak atau meja kemudian batangnya diarahkan menggunakan penyangga berbentuk lingkaran. Pengaturan tersebut memberikan dimensi vertikal pada dekorasi tanpa membutuhkan permukaan meja yang luas, sehingga cocok untuk area belajar dengan banyak peralatan dan ruang gerak terbatas.

Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dan media yang tidak terus-menerus basah. Daunnya yang relatif tebal membuat penyiraman tidak harus dilakukan terlalu sering, tetapi kondisi tanaman tetap perlu diperiksa secara berkala agar kebutuhan air, pencahayaan, serta ruang pertumbuhan batangnya dapat terpenuhi dengan baik.

13. Peace Lily

Peace lily atau Spathiphyllum terkenal berkat kombinasi daun hijau mengilap dengan seludang bunga putih yang memberikan kesan bersih dan elegan. Untuk kamar, pilih tanaman yang masih berukuran kecil atau kultivar kompak sehingga proporsinya tetap seimbang ketika ditempatkan pada meja samping tempat tidur, rak, maupun meja belajar berukuran cukup luas.

Tanaman ini dapat beradaptasi pada pencahayaan indoor, tetapi cahaya terang tidak langsung biasanya lebih mendukung pertumbuhan dan pembungaan dibandingkan kondisi yang terlalu gelap. Peace lily juga cenderung menyukai kelembapan media yang lebih konsisten dibandingkan sukulen, sehingga kondisi tanah perlu diperiksa agar tanaman tidak terlalu lama kekurangan maupun kelebihan air.

Jika meja belajar kecil, peace lily dapat ditempatkan sedikit terpisah di rak atau sudut dekat meja untuk menjaga area kerja tetap lega. Perlu diperhatikan pula bahwa peace lily mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi jika dikunyah, sehingga sebaiknya ditempatkan jauh dari jangkauan hewan peliharaan dan anak kecil.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Indoor untuk Kamar dan Meja Belajar

1. Tanaman apa yang paling mudah dirawat di dalam kamar?

Lidah mertua mini, ZZ plant, sirih gading, dan peperomia termasuk pilihan yang relatif praktis karena tidak membutuhkan penyiraman setiap hari dan mudah ditempatkan dalam pot berukuran kecil.

2. Apakah tanaman bisa diletakkan di kamar yang minim cahaya?

Bisa, selama memilih tanaman yang toleran terhadap cahaya rendah seperti ZZ plant, aglaonema, atau lidah mertua, tetapi tanaman tetap membutuhkan sumber cahaya untuk mempertahankan pertumbuhannya.

3. Tanaman apa yang cocok untuk meja belajar kecil?

Peperomia, Haworthia, Pilea peperomioides, dan lidah mertua mini cocok karena dapat dipelihara dalam pot kecil serta tidak membutuhkan area meja yang terlalu luas.

4. Seberapa sering tanaman indoor perlu disiram?

Tidak ada jadwal yang berlaku untuk semua jenis tanaman karena kebutuhan air dipengaruhi jenis tanaman, ukuran pot, media tanam, kelembapan, dan pencahayaan; memeriksa kondisi media sebelum menyiram biasanya lebih aman daripada mengikuti jadwal tetap.

5. Apakah tanaman di kamar harus terkena sinar matahari langsung?

Tidak harus. Banyak tanaman indoor justru menyukai cahaya terang tidak langsung, sedangkan sinar matahari terik yang mengenai daun secara langsung dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa jenis tanaman.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|