Liputan6.com, Jakarta - Menanam pohon buah di tanah berpasir memang menantang karena tanah jenis ini cepat menyerap air dan kurang nutrisi. Namun, dengan memilih jenis pohon buah yang tepat, tanah berpasir bisa sangat produktif, terutama untuk pohon buah yang tahan kering.
Beberapa jenis pohon buah justru tumbuh dengan baik di tanah berpasir karena aerasi yang bagus dan rendahnya risiko genangan air. Perawatan yang tepat, seperti menambahkan pupuk organik dan mengatur irigasi dengan baik, dapat membantu tanaman buah tumbuh subur dan menghasilkan panen yang berkualitas. Artikel Liputan6.com ini akan membahas berbagai jenis pohon buah yang cocok untuk tanah berpasir dan lahan kering.
Tanaman-tanaman ini tidak hanya mampu bertahan dalam kondisi minim air, tetapi juga memiliki potensi hasil yang tinggi. Dengan mengetahui jenis-jenis pohon buah ini, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan lahan berpasir menjadi kebun buah yang produktif dan menguntungkan.
1. Mangga
Mangga (Mangifera indica) adalah salah satu pohon buah tropis yang sangat adaptif dan dapat tumbuh dengan baik di tanah berpasir. Sistem perakarannya yang kuat dan dalam memungkinkan pohon ini mencari air dan nutrisi jauh ke dalam tanah. Hal ini menjadikannya tahan terhadap kekeringan dan cuaca panas yang sering terjadi di daerah pesisir. Untuk pertumbuhan optimal di tanah berpasir, pohon mangga memerlukan media tanam yang mengandung pasir dan lempung dalam jumlah seimbang, serta memiliki drainase baik.
Penambahan bahan organik seperti pupuk kandang atau kompos sangat dianjurkan. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kapasitas menahan air, yang umumnya rendah pada tanah berpasir. Pohon mangga juga membutuhkan paparan sinar matahari penuh untuk berbuah lebat dan berkualitas. Meskipun tahan terhadap kondisi kering, penyiraman yang teratur terutama pada fase awal pertumbuhan dan saat pembentukan buah akan mendukung hasil panen yang lebih baik.
2. Kelapa
Kelapa (Cocos nucifera) adalah ikon tanaman pesisir yang sangat cocok untuk ditanam di tanah berpasir, terutama di daerah pantai. Kemampuannya bertahan di area dengan salinitas tinggi dan terpaan angin laut menjadikannya pilihan utama untuk lahan dekat laut. Sistem akar serabutnya yang kuat tidak hanya menahan erosi pada tanah berpasir tetapi juga menjaga kestabilan pohon saat terkena angin kencang. Tanaman kelapa membutuhkan sinar matahari penuh dan drainase yang sangat baik, kondisi yang secara alami tersedia di daerah pesisir dengan tanah berpasir.
Meskipun dapat tumbuh di tanah berpasir dengan kadar garam tinggi, penambahan bahan organik dapat membantu meningkatkan kesuburan dan retensi kelembaban tanah. Dengan perawatan minimal, kelapa dapat tumbuh tinggi dan menghasilkan buah secara konsisten. Cukup dengan penyiraman ringan dan pemupukan organik sesekali, pohon kelapa dapat menghasilkan buah segar dalam 4–6 tahun.
3. Kurma
Pohon kurma (Phoenix dactylifera) dikenal luas karena kemampuannya tumbuh subur di lingkungan yang keras, kering, dan tanah berpasir yang asin seperti di padang pasir. Kekuatan pohon kurma terletak pada sistem akarnya yang mampu tumbuh puluhan bahkan ratusan meter ke dalam tanah. Ini dilakukan untuk mencari sumber air.
Petani di Timur Tengah sering menanam biji kurma di lubang pasir yang dalam, lalu menutupnya dengan batu. Metode ini memaksa akar untuk tumbuh maksimal ke bawah sebelum tunas muncul ke permukaan. Hal ini menciptakan sistem perakaran yang sangat kuat dan tahan banting.
Pohon kurma membutuhkan sinar matahari penuh dan sangat efisien dalam menyerap air, menjadikannya ideal untuk kondisi tanah berpasir yang cepat kering. Kemampuannya menyerap karbon dioksida lebih banyak dibandingkan tumbuhan lain juga menjadikannya tanaman yang potensial dalam mengikat stok karbon.
4. Delima
Delima (Punica granatum) adalah pohon buah yang sangat tangguh dan adaptif, berasal dari daerah kering, sehingga sangat cocok untuk tanah berpasir. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh dan tidak membutuhkan banyak air setelah fase awal penanaman. Tanah yang paling ideal untuk pertumbuhan delima adalah tanah dengan drainase yang baik atau tanah berpasir. Meskipun dapat tumbuh di tanah yang mengandung alkalin, beberapa penanam menyatakan bahwa tanah dengan sedikit asam adalah yang terbaik.
Penambahan pasir pada media tanam membantu mencegah genangan air yang dapat menyebabkan akar busuk. Delima dapat bertahan dalam lingkungan yang panas dan kering, namun penyiraman teratur tetap diperlukan untuk hasil optimal. Terutama pada 2-4 minggu pertama setelah tanam. Setelah akarnya mapan, penyiraman dapat dikurangi menjadi setiap tujuh sampai sepuluh hari.
5. Ara
Pohon ara (Ficus carica) adalah tanaman buah yang sangat adaptif dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk tanah berpasir, tanah liat, dan tanah berbatu. Pohon ini menyukai iklim hangat dan kering, serta sering ditemukan di daerah dengan curah hujan rendah dan suhu tinggi. Sistem perakaran pohon ara yang kuat dan dalam memungkinkannya mencari air dan nutrisi secara luas, bahkan di lingkungan panas dan kering.
Beberapa jenis ara, seperti Ficus racemosa, dapat tumbuh di pinggir sungai, celah-celah batu, bahkan di dinding tembok yang pecah. Ini menunjukkan ketahanannya terhadap kondisi tanah yang kurang ideal. Untuk penanaman di tanah berpasir, pastikan drainase tanah tetap baik. Meskipun ara dikenal tahan kekeringan, penyiraman yang cukup pada fase awal pertumbuhan akan membantu pembentukan sistem akar kuat.
6. Buah Naga
Buah naga (Hylocereus undatus) adalah tanaman dari keluarga kaktus yang sangat tahan panas dan kekeringan, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk tanah berpasir. Tanaman ini efisien dalam menyerap air dan membutuhkan sinar matahari tinggi serta drainase baik. Kondisi ini sering tersedia di tanah berpasir. Sebagai tanaman kaktus, buah naga memiliki kemampuan menyimpan air di batangnya, sehingga sangat toleran terhadap kondisi lahan pesisir yang kering dan minim kesuburan.
Namun, drainase harus benar-benar baik agar akar tidak membusuk akibat genangan air. Buah naga memerlukan tiang penyangga yang kokoh untuk menopang sulurnya karena sifatnya yang merambat. Penambahan bahan organik pada tanah berpasir dapat membantu meningkatkan kesuburan dan mendukung pertumbuhan optimal.
7. Zaitun
Zaitun (Olea europaea) adalah pohon buah yang dikenal akan ketahanannya terhadap tanah kering dan cuaca panas, sangat cocok untuk ditanam di tanah berpasir. Tanaman ini umumnya tumbuh di daerah dengan iklim Mediterania yang kering dan berbatu. Ini menunjukkan adaptasinya terhadap kondisi tanah yang kurang subur. Pohon zaitun memiliki sistem perakaran yang luas dan dalam, memungkinkannya bertahan di tanah berpasir dengan ketersediaan air terbatas.
Drainase yang baik adalah kunci, dan tanah berpasir secara alami menyediakan kondisi ini. Meskipun tahan kekeringan, penyiraman teratur pada fase awal penanaman dan selama periode kering yang ekstrem akan mendukung produksi buah yang lebih baik. Penambahan kompos atau bahan organik dapat meningkatkan kesuburan tanah berpasir untuk zaitun.
8. Srikaya
Srikaya (Annona squamosa) adalah tanaman buah yang sangat adaptif dan memiliki toleransi tinggi terhadap panas serta kekeringan, menjadikannya pilihan baik untuk tanah berpasir. Pohon ini memiliki daun tebal dan akar yang kuat, memungkinkannya tahan terhadap kekeringan panjang. Srikaya dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk tanah berbatu dan berpasir, asalkan drainasenya baik.
Kondisi tanah berpasir yang menyediakan drainase cepat sangat menguntungkan bagi srikaya, karena tanaman ini tidak menyukai genangan air. Untuk hasil terbaik di tanah berpasir, disarankan untuk menambahkan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan dan kapasitas menahan air. Penyiraman teratur pada musim kemarau akan membantu menjaga produktivitas buah.
9. Kedondong
Kedondong (Spondias dulcis) merupakan tanaman yang kuat dan mudah toleran terhadap berbagai kondisi tanah, termasuk tanah berpasir yang asam. Kunci keberhasilan penanaman kedondong di tanah berpasir adalah memastikan sistem pengairannya baik dan lancar, karena tanaman ini tidak menyukai genangan air. Sistem perakaran kedondong yang adaptif memungkinkannya tumbuh di tanah dengan kandungan nutrisi bervariasi.
Meskipun demikian, penambahan bahan organik seperti kompos dapat meningkatkan kesuburan tanah berpasir dan mendukung pertumbuhan yang lebih optimal. Kedondong membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan dan produksi buah yang maksimal. Penyiraman yang cukup, terutama saat tanaman masih muda dan selama periode kering akan membantu tanaman berkembang dengan baik di tanah berpasir.
10. Sawo
Sawo (Manilkara zapota) adalah tanaman buah tropis yang dapat tumbuh dengan baik di tanah aluvial dan tanah berpasir, asalkan drainasenya baik. Pohon sawo sangat cocok tumbuh di daerah beriklim tropis hingga subtropis. Tanaman ini memerlukan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam sehari untuk berbuah dengan baik.
Tanah berpasir yang tidak tergenang air adalah kondisi paling ideal untuk sawo, karena genangan air dapat menghambat pertumbuhan dan menyebabkan akar membusuk. Sebelum menanam bibit sawo, disarankan untuk mencampurkan tanah dengan kompos organik. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan dan memastikan tanah gembur.
Sawo dikenal tahan terhadap berbagai kondisi, termasuk kekeringan, dan mampu berbuah sepanjang tahun. Meskipun demikian, penyiraman yang teratur dan pemupukan yang cukup akan mendukung pertumbuhan yang subur dan hasil panen yang melimpah.
11. Markisa
Markisa (Passiflora edulis) tumbuh optimal pada tanah lempung berpasir yang memberikan drainase baik dan mencegah genangan air di sekitar akar. Drainase baik sangat penting untuk mencegah penyakit dan pembusukan akar yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman markisa. Meskipun markisa membutuhkan kondisi tanah lembab, tanah berpasir yang dicampur dengan bahan organik seperti kompos dapat meningkatkan kesuburan dan kemampuan tanah untuk menahan air.
pH tanah yang ideal untuk markisa berkisar antara 6 hingga 7. Markisa adalah tanaman merambat yang membutuhkan tiang penyangga atau para-para untuk tumbuh optimal. Tanaman ini tumbuh baik di iklim tropis dan subtropis dengan suhu antara 20-30 derajat Celsius dan kelembaban yang cukup.
12. Jeruk
Beberapa jenis jeruk (Citrus spp.) dapat ditanam di tanah berpasir, terutama jika tanah tersebut adalah lempung berpasir yang memiliki drainase baik. Jeruk membutuhkan media tanam yang memiliki kandungan unsur makro dan mikro seimbang, dengan pH tanah antara 5,6 – 7. Meskipun jeruk dapat bertahan di tanah kering, mereka tetap membutuhkan penyiraman rutin agar tidak mati dan dapat tumbuh secara maksimal.
Penambahan bahan organik pada tanah berpasir sangat dianjurkan. Ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas menahan air dan nutrisi. Pohon jeruk membutuhkan paparan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan dan produksi buah yang optimal. Pemupukan teratur juga penting untuk memastikan ketersediaan nutrisi yang cukup di tanah berpasir yang cenderung miskin hara.
13. Anggur
Anggur (Vitis vinifera) adalah tanaman buah yang dapat beradaptasi dengan baik di berbagai jenis tanah, termasuk tanah berpasir, asalkan drainasenya sangat baik. Beberapa sumber menyebutkan anggur cocok untuk ditanam di tanah berbatu atau berpasir. Sistem perakaran anggur yang dalam memungkinkannya mencari air dan nutrisi di lapisan tanah yang lebih dalam.
Ini membuatnya cukup toleran terhadap kondisi tanah berpasir yang cepat kering. Namun, genangan air harus dihindari karena dapat menyebabkan busuk akar. Untuk menanam anggur di tanah berpasir, penting untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan menambahkan kompos atau pupuk kandang. Penyiraman teratur pada musim kemarau dan pemangkasan yang tepat akan mendukung pertumbuhan dan produksi buah anggur.
14. Jambu Biji
Jambu biji (Psidium guajava) adalah tanaman buah yang dikenal adaptif dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk tanah berpasir, terutama di daerah pesisir. Tanaman ini cukup toleran terhadap kondisi tanah yang kurang subur, asalkan drainasenya baik. Meskipun jambu biji dapat bertahan di tanah berpasir, penambahan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang akan sangat membantu.
Ini akan meningkatkan kesuburan dan kapasitas tanah untuk menahan kelembaban. Hal ini akan mendukung pertumbuhan yang lebih vigor dan produksi buah yang lebih baik. Jambu biji membutuhkan sinar matahari penuh untuk berbuah lebat. Penyiraman yang cukup, terutama saat tanaman masih muda dan selama periode pembentukan buah sangat penting untuk memastikan hasil panen yang optimal di tanah berpasir.
15. Nangka
Nangka (Artocarpus heterophyllus) adalah pohon buah tropis yang dapat tumbuh di tanah berpasir, terutama jika tanah tersebut memiliki drainase yang baik. Meskipun tidak secara spesifik disebutkan sebagai tanaman yang sangat toleran terhadap kekeringan ekstrem, nangka cukup adaptif terhadap berbagai kondisi tanah. Untuk pertumbuhan optimal di tanah berpasir, penting untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah dengan menambahkan kompos atau pupuk kandang.
Ini akan membantu meningkatkan kesuburan dan kapasitas tanah untuk menahan air yang krusial untuk nangka. Nangka membutuhkan sinar matahari penuh dan kelembaban yang cukup untuk berbuah lebat. Penyiraman teratur, terutama pada musim kemarau, akan mendukung pertumbuhan pohon nangka yang sehat dan produktif di lahan berpasir.
16. Jambu Mete
Jambu mete (Anacardium occidentale) adalah tanaman buah yang dikenal tangguh dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk tanah berpasir yang kurang subur. Tanaman ini sering ditemukan di daerah dengan iklim kering dan panas. Sistem perakaran jambu mete yang kuat memungkinkannya bertahan di tanah berpasir dengan ketersediaan air yang terbatas.
Drainase yang baik adalah faktor penting dan tanah berpasir secara alami menyediakan kondisi ini. Meskipun jambu mete relatif tahan kekeringan, penyiraman yang cukup pada fase awal penanaman dan selama periode kering yang panjang akan mendukung pertumbuhan yang lebih cepat dan produksi buah yang lebih baik. Penambahan bahan organik dapat meningkatkan kesuburan tanah berpasir untuk jambu mete.
FAQ
- Apa ciri tanah berpasir yang perlu diperhatikan? Tanah berpasir memiliki tekstur kasar, cepat menyerap air, dan kandungan unsur haranya cenderung rendah.
- Apakah semua pohon buah bisa tumbuh di tanah berpasir? Tidak, hanya jenis tertentu yang tahan kondisi kering dan memiliki akar kuat yang mampu beradaptasi.
- Apa contoh pohon buah yang cocok di tanah berpasir? Beberapa di antaranya seperti kelapa, jambu mete, kurma, dan mangga.
- Bagaimana cara meningkatkan kesuburan tanah berpasir? Tambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang untuk memperbaiki struktur tanah.
- Apakah tanaman di tanah berpasir membutuhkan banyak air? Ya, karena air cepat meresap, penyiraman perlu dilakukan lebih sering namun tetap terkontrol.
- Apakah perlu menggunakan mulsa di tanah berpasir? Iya, mulsa membantu menjaga kelembapan tanah dan mengurangi penguapan air.
- Kapan waktu terbaik menanam pohon buah di tanah berpasir? Waktu terbaik adalah awal musim hujan agar tanaman mendapatkan cukup air untuk pertumbuhan awal.

4 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568665/original/019688800_1777367974-mushola_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568652/original/001378300_1777367417-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568483/original/013944600_1777360870-1777360797.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568422/original/007267700_1777358352-Kebun_Hidroponik_Komunitas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568580/original/098008400_1777363165-Model_Baju_Lurik_Ikat_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4407778/original/004631900_1682572500-6947619.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567967/original/028360700_1777346694-Rumah_Kecil_di_Desa_Tapi_Terasa_Adem_dan_Nyaman_yang_Bikin_Betah_Model_Dapur_Terbuka_ke_Halaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3211959/original/094472000_1597727288-wastafel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3333668/original/068393300_1608952890-20201226-FOTO-Tugu-Pal-Putih-Yogyakarta-Kian-Apik-Tanpa-Gangguan-Kabel-Melintang-TEBE-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5174043/original/063583900_1742895657-pexels-nurseryart-367273.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568543/original/053601800_1777362207-photo_6302915063400042147_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4405859/original/073630400_1682409407-8629412.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568136/original/006440500_1777350275-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568102/original/049445400_1777349804-75890363-d485-46d2-94c7-33aeafff3878.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568228/original/009524400_1777352621-HL_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567538/original/029532500_1777286309-IMG_20260427_115251.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339691/original/038765000_1757083627-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-19.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3645985/original/034696200_1638003440-IMG-20211127-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568173/original/046636600_1777350999-Ide_Usaha_di_Desa_Modal_Sepeda_Motor.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5205703/original/076674300_1746101655-20250501-DEmo_Buruh_Surabaya-AFP_2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469055/original/011269000_1768048972-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5462350/original/069630300_1767550955-20260104_222549.jpg)