16 Pohon Buah yang Tidak Membuat Paving Cepat Rusak, Cocok Ditanam di Pekarangan

9 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Pohon buah yang tidak membuat paving cepat rusak menjadi pilihan ideal bagi pemilik rumah yang ingin menghadirkan area hijau tanpa mengganggu kondisi halaman. Dengan memilih jenis tanaman yang memiliki sistem perakaran tidak agresif, permukaan paving dapat tetap rapi dan terhindar dari risiko retak atau terangkat.

Selain mempercantik lingkungan, pohon buah yang tidak membuat paving cepat rusak juga memberikan manfaat berupa hasil panen yang dapat dinikmati sendiri. Penempatan tanaman yang tepat akan membantu menjaga keseimbangan antara fungsi estetika, kenyamanan, dan keamanan area sekitar rumah.

Banyak orang kini mulai mempertimbangkan pohon buah yang tidak membuat paving cepat rusak untuk ditanam di pekarangan maupun taman. Pemilihan jenis yang sesuai dapat membantu menjaga daya tahan paving dalam jangka panjang sekaligus menciptakan suasana yang lebih sejuk dan asri.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang pohon buah yang tidak membuat paving cepat rusak, Senin (8/6/2026).

1. Jeruk

Jeruk menjadi salah satu tanaman buah yang paling direkomendasikan untuk pekarangan rumah. Sistem perakarannya berupa akar serabut yang cenderung menyebar pada lapisan tanah bagian atas sehingga tidak mudah menembus terlalu dalam ke area fondasi maupun saluran air.

Selain aman untuk area berpaving, pohon jeruk juga memiliki ukuran yang relatif mudah dikendalikan melalui pemangkasan rutin. Varietas seperti jeruk nipis, jeruk siam, lemon meyer, dan jeruk kasturi sangat cocok untuk lahan terbatas. Tanaman ini juga memiliki nilai estetika karena daunnya hijau mengilap dan buahnya dapat dipanen secara berkala sepanjang tahun.

2. Pisang

Pisang sering dianggap sebagai pohon, padahal secara botani termasuk tanaman herba berukuran besar. Berbeda dengan pohon berkayu, akar pisang berbentuk serabut dan tumbuh di sekitar bonggol tanpa membentuk akar tunggang yang kuat.

Karakter ini membuat pisang menjadi salah satu tanaman yang aman ditanam di dekat rumah maupun paving. Selain itu, pertumbuhannya cepat dan hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan, mulai dari buah, daun, hingga batangnya. Keberadaan pisang juga membantu menciptakan suasana kebun yang lebih sejuk karena daunnya yang lebar.

3. Kedondong

Kedondong merupakan tanaman buah yang cukup populer di daerah tropis. Meski mampu tumbuh menjadi pohon yang cukup besar, sistem akarnya tidak termasuk agresif dibandingkan beberapa jenis pohon buah lainnya.

Apabila ditanam dengan jarak yang cukup dari bangunan, kedondong dapat tumbuh dengan baik tanpa menyebabkan kerusakan pada paving. Buahnya dapat diolah menjadi rujak, manisan, maupun berbagai olahan kuliner lainnya sehingga memberikan nilai tambah bagi pemilik rumah.

4. Anggur

Anggur menjadi pilihan menarik karena tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas. Tanaman ini lebih sering dibentuk merambat pada pergola, pagar, atau para-para sehingga tidak memerlukan area akar yang besar.

Sistem perakarannya relatif dangkal dan tidak dikenal merusak struktur bangunan. Selain menghasilkan buah yang bernilai ekonomi tinggi, tanaman anggur juga dapat menjadi elemen dekoratif yang mempercantik halaman rumah dengan rimbunnya daun dan dompolan buah yang menggantung.

5. Jambu Air

Jambu air memiliki sistem akar yang tidak terlalu invasif sehingga aman ditanam di sekitar rumah. Pohonnya tumbuh dengan ukuran sedang dan relatif mudah dibentuk melalui pemangkasan.

Tanaman ini banyak disukai karena mampu menghasilkan buah dalam jumlah cukup banyak ketika dirawat dengan baik. Selain itu, jambu air juga dapat berfungsi sebagai peneduh alami yang membantu mengurangi suhu panas di halaman rumah.

6. Delima

Delima dikenal sebagai tanaman buah yang memiliki ukuran relatif kecil dibandingkan banyak pohon buah lainnya. Sistem akarnya dangkal dan tidak berkembang secara agresif sehingga aman ditanam dekat teras maupun area berpaving.

Selain menghasilkan buah yang kaya antioksidan, delima juga memiliki bunga berwarna merah cerah yang sangat menarik. Karena itu, tanaman ini sering berfungsi ganda sebagai tanaman buah sekaligus tanaman hias.

7. Sawo

Sawo termasuk tanaman buah yang memiliki pertumbuhan akar relatif lambat. Sistem perakarannya tidak dikenal sebagai akar perusak sehingga cukup aman untuk lingkungan rumah apabila diberi ruang tumbuh yang memadai.

Keunggulan lain dari sawo adalah kemampuannya beradaptasi terhadap berbagai kondisi cuaca. Pohon ini juga tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit sehingga cocok bagi pemilik rumah yang menginginkan tanaman produktif dengan perawatan sederhana.

8. Pepaya

Pepaya merupakan salah satu tanaman buah yang paling mudah dibudidayakan. Akarnya dangkal dan tidak membentuk jaringan akar besar yang berpotensi mengangkat paving.

Selain cepat berbuah, pepaya juga memiliki masa panen yang relatif singkat dibandingkan banyak tanaman buah lainnya. Dengan perawatan sederhana, pemilik rumah sudah dapat menikmati hasil panen dalam waktu yang tidak terlalu lama.

9. Belimbing

Belimbing memiliki sistem akar yang cukup terkendali dan tidak agresif. Ukuran pohonnya yang sedang membuat tanaman ini cocok ditempatkan di pekarangan rumah tanpa menimbulkan risiko besar terhadap paving.

Pohon belimbing juga terkenal produktif dan mampu menghasilkan buah hampir sepanjang tahun. Buahnya dapat dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi berbagai jenis minuman dan makanan.

10. Jambu Biji

Jambu biji termasuk tanaman yang cukup populer karena mudah tumbuh dan cepat berbuah. Sistem perakarannya tidak sekuat pohon besar seperti mangga atau rambutan sehingga relatif aman untuk lingkungan rumah.

Selain menghasilkan buah yang kaya vitamin C, jambu biji juga memiliki daya tahan yang baik terhadap berbagai kondisi cuaca. Hal ini membuatnya cocok ditanam oleh pemula yang baru mulai berkebun.

11. Srikaya

Srikaya merupakan pohon buah berukuran kecil hingga sedang yang sangat cocok untuk pekarangan. Sistem perakarannya tidak berkembang secara agresif sehingga tidak mudah mengganggu area paving maupun bangunan di sekitarnya.

Buah srikaya memiliki rasa manis khas dan cukup diminati. Dengan ukuran pohon yang tidak terlalu besar, proses perawatan dan panennya pun menjadi lebih mudah.

12. Kelengkeng Mini

Kelengkeng mini menjadi solusi bagi pencinta buah yang memiliki lahan terbatas. Berbeda dengan kelengkeng biasa yang dapat tumbuh tinggi dan lebar, varietas mini memiliki ukuran yang lebih kompak.

Akar tanaman ini relatif lebih terkendali sehingga sering ditanam dalam pot besar atau tabulampot. Selain hemat tempat, kelengkeng mini juga tetap mampu menghasilkan buah yang manis dan berkualitas.

13. Apel Kerdil

Apel kerdil dirancang khusus untuk ditanam pada area terbatas. Ukuran pohonnya lebih kecil sehingga kebutuhan ruang tumbuh akarnya juga lebih sedikit dibandingkan apel konvensional.

Karena sistem perakarannya lebih mudah dikendalikan, tanaman ini relatif aman ditanam dekat paving maupun bangunan. Selain itu, apel kerdil juga memberikan nilai estetika yang tinggi ketika sedang berbunga atau berbuah.

14. Persik Kerdil

Persik kerdil umumnya tumbuh antara 1,5 hingga 3,6 meter, sehingga cocok untuk lingkungan perumahan. Akar tanaman ini tidak berkembang secara berlebihan dan dapat tumbuh baik dalam pot besar maupun lahan terbatas.

Selain menghasilkan buah yang lezat, persik kerdil juga memiliki bunga yang indah sehingga dapat mempercantik tampilan taman rumah.

15. Plum Kerdil

Plum kerdil merupakan pilihan menarik bagi pemilik rumah yang menginginkan tanaman buah berukuran ringkas. Sistem perakarannya tidak terlalu luas sehingga lebih aman bagi area berpaving.

Dengan perawatan yang tepat, tanaman ini mampu menghasilkan buah yang berkualitas tanpa membutuhkan ruang tanam yang besar. Bentuk pohonnya yang kompak juga memudahkan proses pemangkasan dan pemeliharaan.

16. Pohon Tin

Pohon tin atau fig semakin populer karena mampu berbuah meskipun usianya masih relatif muda. Tanaman ini dikenal tangguh terhadap cuaca panas dan tidak memerlukan perawatan yang terlalu rumit.

Sistem akar pohon tin relatif aman dibandingkan beberapa pohon buah besar lainnya. Selain itu, tanaman ini dapat tumbuh baik di pot maupun langsung di tanah sehingga cocok untuk berbagai ukuran pekarangan.

Tips Menanam Pohon Buah Dekat Paving

Meski memilih pohon buah yang tidak membuat paving cepat rusak, penempatan tanaman tetap perlu diperhatikan. Sebaiknya beri jarak minimal 1–3 meter dari paving atau bangunan, tergantung ukuran pohon saat dewasa. Penggunaan pembatas akar (root barrier) juga dapat membantu mengarahkan pertumbuhan akar agar tidak menyebar ke area yang tidak diinginkan.

Selain itu, lakukan pemangkasan secara berkala untuk menjaga ukuran pohon tetap proporsional. Dengan pemilihan jenis tanaman yang tepat dan perawatan yang baik, halaman rumah dapat menjadi lebih hijau, produktif, serta tetap aman dari kerusakan akibat pertumbuhan akar tanaman.

Pertanyaan Seputar Pohon Buah yang Tidak Membuat Paving Cepat Rusak

Pohon buah apa yang akarnya tidak merusak paving halaman rumah?

Pohon buah dengan akar yang relatif tidak agresif dan aman untuk paving antara lain jeruk, jambu air, belimbing, sawo, delima, pisang, kedondong, serta varietas kerdil seperti kelengkeng mini, apel kerdil, persik kerdil, plum kerdil, dan tin.

Mengapa penting memilih pohon buah dengan akar tidak agresif untuk ditanam di pekarangan?

Penting untuk memilih pohon buah dengan akar tidak agresif karena akar yang kuat dapat merusak fondasi rumah, paving, saluran air, atau struktur bangunan lainnya di sekitarnya, sehingga menimbulkan masalah serius.

Apa saja keuntungan menanam pohon buah varietas kerdil di pekarangan rumah?

Pohon buah varietas kerdil menawarkan solusi optimal untuk lahan terbatas, memiliki sistem akar yang lebih mudah dikendalikan, dan dapat ditanam dalam pot besar, sehingga aman bagi struktur bangunan dan paving.

Bagaimana cara memastikan pohon buah tidak merusak fondasi atau paving di pekarangan?

Selain memilih jenis pohon dengan akar tidak agresif, pastikan jarak tanam yang memadai dari struktur, pertimbangkan penggunaan root barrier jika diperlukan, dan lakukan pemangkasan akar secara berkala jika ada indikasi pertumbuhan yang berlebihan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|