Cara Membuat Kolam Lele dari Drum Plastik Bekas, Praktis dan Hemat Lahan

7 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat kolam lele dari drum plastik bekas menjadi salah satu solusi sederhana untuk memulai budidaya ikan air tawar di lahan terbatas. Pemanfaatan wadah bekas ini membantu menciptakan sistem pemeliharaan yang efisien tanpa membutuhkan biaya besar maupun konstruksi rumit.

Dalam praktiknya, proses pembuatan kolam tersebut melalui beberapa tahapan penting, sehingga cara membuat kolam lele dari drum plastik bekas dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan mudah dipahami oleh pemula yang baru memulai usaha perikanan.

Bagi masyarakat yang ingin memulai usaha skala kecil, memahami teknik dasar cara membuat kolam lele dari drum plastik bekas menjadi langkah awal yang cukup menjanjikan karena metode ini bisa diterapkan di pekarangan rumah dengan modal terbatas namun tetap produktif.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara membuat kolam lele dari drum plastik bekas, Senin (8/6/2026).

1. Memilih dan Menyiapkan Drum yang Layak Pakai

Tahap awal dalam pembuatan kolam dari drum plastik bekas untuk budidaya Lele adalah memastikan bahan yang digunakan benar-benar aman dan masih layak. Drum sebaiknya dalam kondisi kuat, tidak retak halus, tidak bocor, serta tidak pernah dipakai untuk bahan kimia berbahaya seperti pestisida, oli, atau cairan industri. Hal ini penting karena sisa zat berbahaya bisa larut ke air dan mengganggu kehidupan ikan.

Ukuran yang umum dipakai berada di kisaran 150 hingga 200 liter karena ideal untuk skala rumahan. Kapasitas ini cukup untuk budidaya tidak terlalu padat sekaligus masih mudah dirawat harian. Setelah itu, siapkan sikat, sabun, dan air bersih agar proses pembersihan berjalan optimal.

2. Membersihkan Drum Secara Menyeluruh

Setelah drum siap, lakukan pembersihan menyeluruh untuk menghilangkan kotoran dan bau dari penggunaan sebelumnya. Drum perlu dicuci berulang dengan air bersih dan sabun hingga bagian dalam dan luar bebas dari minyak, debu, maupun residu lain. Proses ini tidak boleh dilakukan terburu-buru karena kebersihan awal sangat menentukan kualitas kolam.

Jika masih tercium bau menyengat, drum perlu direndam dengan air garam atau kapur dolomit selama satu hingga dua hari agar bakteri dan zat berbahaya hilang. Setelah itu, bilas kembali sampai benar-benar bersih dan netral tanpa bau.

3. Menentukan Posisi Penempatan Drum

Penempatan drum sebagai kolam sangat memengaruhi stabilitas air. Lokasi ideal adalah permukaan datar dan kuat agar drum tidak mudah miring saat terisi penuh. Area juga sebaiknya tidak mudah tergenang air hujan.

Sebaiknya drum diletakkan di tempat yang mendapat sinar matahari pagi, tetapi tidak terlalu panas sepanjang hari. Kondisi ini membantu menjaga suhu air tetap stabil sehingga ikan tidak mudah stres. Posisi yang tepat juga memudahkan perawatan harian seperti pemberian pakan dan penggantian air.

4. Membuat Lubang Pembuangan Air

Agar kolam lebih mudah dirawat, buat lubang kecil di bagian bawah samping drum sebagai saluran pembuangan air. Lubang ini memudahkan penggantian air dan pembersihan endapan kotoran di dasar kolam.

Untuk hasil lebih praktis, lubang sebaiknya dipasangi kran kecil agar aliran air bisa diatur tanpa perlu memiringkan drum. Dengan begitu, perawatan menjadi lebih efisien dan tidak memakan banyak tenaga.

5. Menambahkan Sistem Overflow (Opsional tapi Disarankan)

Selain saluran pembuangan utama, sistem overflow di bagian atas drum sangat disarankan. Lubang ini berfungsi sebagai jalur pengaman saat air berlebih akibat hujan atau pengisian yang tidak terkontrol.

Fitur ini membantu menjaga volume air tetap stabil sehingga kondisi kolam lebih aman dan terkontrol. Meski opsional, keberadaannya sangat membantu terutama jika kolam ditempatkan di area terbuka.

6. Memastikan Permukaan Dalam Drum Aman

Sebelum digunakan, bagian dalam drum harus diperiksa secara teliti untuk memastikan tidak ada bagian tajam atau kasar. Permukaan yang tidak rata dapat melukai ikan dan menjadi tempat menumpuknya kotoran.

Jika ditemukan bagian kasar, sebaiknya digosok kembali hingga lebih halus agar aman digunakan. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas air dan kesehatan ikan dalam jangka panjang.

Penutup bagian atas kolam berfungsi menjaga keamanan ikan. Dengan kawat ram atau jaring, ikan tidak mudah meloncat keluar dari drum.

Selain itu, penutup juga melindungi kolam dari hewan seperti kucing atau burung serta mencegah daun dan kotoran masuk ke air. Dengan begitu, kondisi kolam tetap lebih bersih dan stabil.

8. Mengisi Air Awal (Persiapan Kolam Siap Pakai)

Tahap terakhir adalah mengisi drum dengan air bersih sekitar 70 hingga 80 persen dari kapasitasnya. Air tidak diisi penuh agar masih ada ruang sirkulasi di dalam kolam.

Setelah diisi, air perlu didiamkan beberapa hari agar kondisi kimianya lebih stabil sebelum digunakan. Dengan cara ini, kolam siap dipakai untuk tahap budidaya berikutnya dengan lingkungan yang lebih aman bagi ikan lele.

Tips Budidaya Lele di Drum Bekas

  1. Gunakan drum yang benar-benar bersih dan tidak pernah terpapar bahan kimia berbahaya agar ikan Lele tidak mudah stres atau mati.
  2. Letakkan drum di lokasi yang teduh tetapi tetap mendapat sinar matahari pagi agar suhu air lebih stabil.
  3. Hindari penebaran bibit yang terlalu padat karena dapat memicu kanibalisme dan menghambat pertumbuhan.
  4. Lakukan penggantian air sebagian secara rutin, minimal satu kali setiap minggu, untuk menjaga kualitas air tetap baik.
  5. Gunakan aerator atau sistem sederhana untuk menjaga kadar oksigen dalam air tetap cukup.
  6. Berikan pakan 2–3 kali sehari dengan porsi yang sesuai agar tidak ada sisa pakan yang mencemari air.
  7. Tambahkan bahan alami seperti probiotik atau tanaman air untuk membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam.
  8. Pisahkan ikan berdasarkan ukuran saat mulai membesar agar pertumbuhan lebih merata.
  9. Pantau kondisi ikan setiap hari, termasuk nafsu makan dan kejernihan air, untuk mencegah penyakit sejak dini.

Pertanyaan Seputar Cara Membuat Kolam Lele dari Drum Plastik Bekas

Berapa kapasitas ideal bibit lele untuk drum plastik 200 liter?

Kepadatan ideal untuk drum plastik berkapasitas 200 liter adalah sekitar 100 hingga 200 ekor bibit lele, meskipun beberapa sumber menyarankan hingga 200-250 ekor. Kepadatan yang tepat penting untuk menghindari kekurangan oksigen dan risiko kematian lele.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen lele dari drum plastik?

Lele yang dibudidayakan dalam drum plastik umumnya siap panen setelah 2,5 hingga 3 bulan pemeliharaan, ketika mencapai ukuran 9-12 ekor per kilogram. Masa panen total dapat bervariasi antara 2,5 hingga 4 bulan tergantung pada pertumbuhan dan perawatan.

Apa saja keunggulan budidaya lele menggunakan drum plastik bekas?

Keunggulan budidaya lele dalam drum plastik meliputi hemat tempat, portabilitas, kemudahan proses panen, biaya awal yang lebih terjangkau (sekitar Rp300 ribu - Rp700 ribu untuk drum 200 liter), serta material plastik yang tahan lama dan mudah dibersihkan sehingga perawatan lebih praktis.

Bagaimana cara mempersiapkan air kolam pada drum plastik?

Persiapan air kolam melibatkan pengisian dasar drum dengan tanah dan sekitar 0,5 kg pupuk kandang (atau 0,25 kg pupuk kandang kering untuk drum 200 liter), diikuti dengan pengisian air bersih (air sumur/hujan/sungai) hingga ¾ ketinggian drum. Air kemudian didiamkan selama kurang lebih 2 minggu hingga muncul jentik-jentik atau air berubah warna menjadi lebih gelap, yang menandakan zat kimia terlarut dan pakan alami tumbuh.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|