Liputan6.com, Jakarta - Kemarau panjang tahun ini membuat sumur mengering dan sawah retak di berbagai daerah. Banyak orang mulai menghitung sudah berapa lama hujan tidak turun di kampung halaman mereka. Akan tetapi, di belahan bumi lain, ada beberapa wilayah yang tidak hujan selama puluhan tahun.
Ada banyak wilayah di bumi yang tergolong kering dan jarang menerima hujan, namun sebagian di antaranya bahkan tidak mencatat presipitasi sama sekali selama puluhan tahun. Data curah hujan dari berbagai lembaga meteorologi dunia mencatat kondisi ini secara konsisten dari tahun ke tahun tanpa perubahan berarti.
Artikel ini akan membahas dua wilayah yang tak hujan selama puluhan tahun di bumi, dan mengapa itu bisa terjadi, seperti yang telah dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (12/8/2026). Berikut penjelasan lengkap tentang dua tempat tersebut dan daerah kering lain di dunia.
Mengenal McMurdo Dry Valleys di Antartika
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321748/original/022005400_1786502556-Ice_Flow_in_the_McMurdo_Dry_Valleys_in_Antarctica__30279240524_.jpg)
Perbesar
McMurdo Dry Valleys terletak di benua Antartika, tepatnya di dekat Ross Island. Kawasan ini menjadi salah satu area bebas es terluas di benua putih tersebut. Bentuknya berupa lembah tandus yang dikelilingi pegunungan tinggi, sangat berbeda dari citra Antartika yang biasa dibayangkan orang.
Lembah ini mencakup tiga lembah utama, yaitu Taylor, Wright, dan Victoria. Luas totalnya mencapai sekitar 4.800 kilometer persegi. Meski berada di benua yang dipenuhi es dan salju, permukaan tanah di lembah ini justru terbuka dan hampir tidak tertutup lapisan putih sama sekali.
Suhu di kawasan ini bisa turun jauh di bawah titik beku sepanjang tahun. Angin katabatik yang bertiup kencang dari dataran tinggi ikut menjaga permukaan tanah tetap kering. Para peneliti NASA bahkan menggunakan lembah ini sebagai model untuk mempelajari kondisi permukaan Mars.
Mengapa Hujan Tidak Turun di McMurdo Dry Valleys
Curah hujan di McMurdo Dry Valleys tercatat kurang dari 100 milimeter per tahun, itu pun dalam bentuk salju yang jarang turun. Beberapa area di sana bahkan tidak menerima presipitasi sama sekali selama lebih dari dua juta tahun menurut catatan geologi.
Penyebab utamanya adalah angin katabatik. Angin ini turun dari pegunungan dengan kecepatan tinggi, kemudian menguapkan kelembapan apa pun yang tersisa di permukaan tanah sebelum sempat membeku menjadi salju atau es. Proses ini terjadi terus-menerus sepanjang tahun tanpa henti, siang maupun malam.
Pegunungan Transantarctic yang mengelilingi lembah juga menghalangi aliran es dari dataran tinggi Antartika masuk ke area tersebut. Kombinasi angin kencang dan penghalang pegunungan inilah yang membuat lembah tetap kering meski dikelilingi lautan es di segala penjuru sepanjang musim.
Gurun Atacama, Gurun Terkering di Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321749/original/039373500_1786502556-diego-jimenez-HNOaMthcq0w-unsplash.jpg)
Perbesar
Gurun Atacama membentang di sepanjang pesisir barat Amerika Selatan, meliputi sebagian wilayah Chile, Peru, dan Bolivia. Gurun ini dikenal luas sebagai tempat terkering di muka bumi di luar kawasan kutub, dengan luas mencapai sekitar 105 ribu kilometer persegi membentang dari utara ke selatan.
Beberapa stasiun cuaca di bagian tengah Atacama tidak pernah mencatat hujan sejak pengukuran dimulai. Peneliti memperkirakan sebagian area di gurun ini tidak mengalami hujan berarti selama lebih dari empat ratus tahun berturut-turut, menjadikannya rujukan utama studi tentang kekeringan ekstrem di dunia.
Lanskap Atacama didominasi bebatuan, garam, dan pasir dengan sedikit tanda kehidupan tumbuhan. NASA turut memanfaatkan gurun ini sebagai lokasi uji coba kendaraan penjelajah sebelum dikirim ke Mars, karena karakter permukaannya dianggap paling mendekati kondisi planet merah tersebut hingga kini.
Mengapa Gurun Atacama Begitu Kering?
Posisi geografis menjadi penyebab utama kekeringan di Atacama. Gurun ini terjepit di antara Pegunungan Andes di sisi timur dan Pegunungan Pesisir Chile di sisi barat, sehingga uap air dari kedua arah tertahan sebelum mencapai wilayah tengah gurun sepanjang tahun.
Arus laut dingin Humboldt yang mengalir di sepanjang pantai Pasifik turut berperan besar. Arus ini mendinginkan udara di atas laut sehingga uap air sulit terbentuk. Akibatnya awan hujan jarang terbentuk di atas kawasan pesisir maupun daratan Atacama sepanjang musim.
Fenomena bayangan hujan dari Pegunungan Andes memperparah kondisi ini. Uap air yang terbawa angin dari Samudra Atlantik sudah habis turun sebagai hujan di sisi timur Andes, sehingga saat mencapai sisi barat tempat Atacama berada, udara sudah kehilangan hampir seluruh kandungan airnya.
Tempat-Tempat Terkering Lainnya di Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321750/original/060320900_1786502556-garrett-patz-bCegff4FMY8-unsplash.jpg)
Perbesar
Selain McMurdo Dry Valleys dan Atacama, masih ada beberapa kawasan lain di dunia yang mencatat curah hujan sangat rendah setiap tahun. Berikut daftar tempat-tempat tersebut beserta penjelasan singkatnya.
- Gurun Lut, Iran: Kawasan ini pernah tercatat sebagai titik terpanas di permukaan bumi oleh satelit NASA. Curah hujan tahunannya nyaris nol, dengan hamparan pasir dan formasi batu yang terbentuk akibat erosi angin selama ribuan tahun.
- Death Valley, Amerika Serikat: Terletak di negara bagian California, kawasan ini mencatat suhu tertinggi yang pernah terukur di bumi. Curah hujan rata-rata per tahun hanya sekitar 60 milimeter, jauh di bawah wilayah gurun lain di Amerika Utara.
- Gurun Sahara Tengah, Afrika: Bagian tengah Sahara, terutama di sekitar Libya dan Mesir, bisa tidak menerima hujan selama bertahun-tahun berturut-turut. Sebagian area di sana tergolong salah satu kawasan terkering di benua Afrika.
- Aoulef, Aljazair: Kota kecil di tengah Sahara ini mencatat rata-rata curah hujan tahunan kurang dari 10 milimeter. Penduduk setempat mengandalkan sumber air tanah karena hujan hampir tidak pernah membasahi wilayah ini.
- Wadi Halfa, Sudan: Kota di tepi Sungai Nil ini masuk daftar tempat berhujan paling jarang di dunia. Curah hujan tahunannya rata-rata kurang dari 3 milimeter meski berada dekat sumber air besar.
Pertanyaan Seputar Wilayah yang Tidak Hujan Selama Puluhan Tahun
Di manakah wilayah yang tidak hujan selama puluhan tahun? McMurdo Dry Valleys di Antartika dan sebagian Gurun Atacama di Chile tercatat sebagai dua kawasan yang tidak menerima hujan berarti selama puluhan bahkan ratusan tahun berdasarkan catatan ilmuwan.
Apa gurun paling kering di dunia? Gurun Atacama di Amerika Selatan dikenal sebagai gurun terkering di dunia di luar kawasan kutub, dengan beberapa titik yang nyaris tidak pernah mencatat hujan sejak pengukuran cuaca dimulai.
Mengapa McMurdo Dry Valleys tidak tertutup salju seperti Antartika pada umumnya? Angin katabatik yang bertiup kencang dari dataran tinggi menguapkan kelembapan di permukaan tanah, sehingga salju atau es tidak sempat menumpuk di lembah tersebut sepanjang tahun.
Apakah ada kehidupan di wilayah yang sangat kering seperti Atacama dan McMurdo Dry Valleys? Ada, meski sangat terbatas. Mikroorganisme, lumut, dan sebagian kecil hewan mampu bertahan di celah bebatuan dan lapisan tanah dengan memanfaatkan kelembapan minim yang tersisa.
Bagaimana cara penduduk di kawasan kering seperti Wadi Halfa memenuhi kebutuhan air? Penduduk di kawasan seperti ini umumnya mengandalkan sumber air tanah, sungai terdekat, atau sistem irigasi buatan karena curah hujan alami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304236/original/021326900_1784710500-pexels-yavuz-eren-gungor-188978162-18063064.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321744/original/024746900_1786501924-jongsun-lee-F-pSZO_jeE8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321015/original/052454100_1786423967-Kedung_Sepur_SMT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321737/original/060703300_1786501343-Kereta_Api_Pandanwangi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321725/original/059499400_1786500576-Benda-benda_ini_tidak_boleh_disimpan_di_atas_kompor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321704/original/021069900_1786498076-ChatGPT_Image_12_Agu_2026__08.27.17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321687/original/042009100_1786492170-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5485296/original/001922000_1769502266-Edit_Jordy_Wehrmann_Bola_Break_10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4996620/original/045648000_1731116735-diks-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321603/original/098876500_1786455036-psj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559082/original/088598000_1776509722-rivera_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5384016/original/011082900_1760710024-Persita_vs_PSIM_-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298147/original/043680900_1784128796-1000125544.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321500/original/002729400_1786444448-jonathan-borba-RWgE9_lKj_Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4570833/original/042949300_1694414623-Ilustrasi_pasangan_bertengkar__cuek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4728632/original/071373600_1706465868-aleksandrs-karevs-9PZePvYSM4U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3312006/original/067440700_1606803761-sharon-mccutcheon-rItGZ4vquWk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2919997/original/011276400_1569298270-phuong-tran-DdpxVpcHMiw-unsplash.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390115/original/042078200_1761229243-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-04.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559133/original/096420800_1776519532-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.03.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557654/original/051408300_1776350845-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559467/original/050185700_1776576647-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_12.29.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531939/original/016980900_1773637517-asian-child-girl-play-painting-with-happiness-joyful.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556615/original/026624600_1776261517-Indonesia_v_Malaysia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904777/original/070543400_1642301129-pexels-tim-douglas-6205626.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557496/original/099902200_1776332068-1000397949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557733/original/014515900_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-16.jpg)