8 Benda yang Tidak Boleh Disimpan di Atas Kompor, Bisa Timbulkan Reaksi Kimia

6 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Benda yang tidak boleh disimpan di atas kompor sering luput dari perhatian saat menata dapur. Area ini terlihat memudahkan aktivitas memasak karena posisinya dekat dengan jangkauan tangan. Padahal, panas dan uap dari kompor dapat memicu reaksi kimia pada sejumlah benda yang berada di sekitarnya.

Reaksi tersebut tidak selalu terlihat secara langsung. Sebagian benda mengalami perubahan struktur, kehilangan kualitas, atau memicu kebakaran akibat paparan panas yang berulang. Kondisi ini membuat kebiasaan menyimpan barang di atas kompor perlu dievaluasi ulang oleh setiap penghuni rumah.

Dilansir dari berbagai sumber, ternyata terdapat delapan jenis benda yang sebaiknya dijauhkan dari area kompor. Simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Rabu (12/8). 

1. Kaleng Aerosol dan Semprotan

Kaleng aerosol seperti parfum ruangan, obat nyamuk semprot, atau hairspray termasuk benda yang tidak boleh disimpan di atas kompor. Gas bertekanan di dalam kaleng bereaksi dengan cepat saat suhu sekitar meningkat.

Tekanan yang naik membuat kaleng berisiko menggembung, bocor, bahkan meledak. Percikan api dari kompor juga bisa menyulut gas yang keluar dari kaleng yang rusak.

Simpan kaleng aerosol di rak tertutup yang jauh dari sumber panas. Cara ini mencegah reaksi kimia yang tidak terkendali di dalam kaleng.

2. Cairan Pembersih Kimia

Pemutih, cairan pencuci piring, dan hand sanitizer sering diletakkan dekat kompor agar mudah dijangkau saat membersihkan dapur. Kandungan kimia di dalamnya bisa berubah sifat ketika terkena panas berulang.

Sebagian cairan pembersih mengandung alkohol atau bahan yang mudah menguap. Paparan panas mempercepat penguapan zat tersebut dan meningkatkan risiko terbakar di dekat api kompor.

Pindahkan produk pembersih ke kolong wastafel atau lemari khusus. Langkah ini menjaga kandungan kimia tetap stabil dan mengurangi risiko kecelakaan dapur.

3. Minyak Goreng

Minyak goreng, minyak zaitun, dan minyak kelapa memang memudahkan proses memasak jika diletakkan dekat kompor. Panas yang terus-menerus justru mempercepat proses oksidasi pada minyak tersebut.

Oksidasi membuat minyak cepat tengik, aromanya berubah, dan kualitasnya menurun. Bahan tinggi lemak lain seperti kacang-kacangan dan tepung gandum utuh mengalami reaksi serupa.

Simpan minyak di tempat sejuk dan gelap, jauh dari sumber panas. Kualitas minyak akan bertahan lebih lama jika dijauhkan dari area kompor.

4. Wadah Penyimpanan Plastik

Banyak orang menaruh wadah plastik di atas kompor karena dianggap menghemat tempat penyimpanan. Suhu tinggi di area tersebut membuat plastik melunak dan berubah bentuk seiring waktu.

Panas berulang memicu reaksi kimia pada material plastik sehingga sejumlah senyawa di dalamnya dapat terlepas ke udara sekitar. Wadah pun menjadi lebih rapuh dan mudah retak.

Pindahkan koleksi wadah plastik ke lemari yang tidak terkena panas langsung. Cara ini menjaga plastik tetap awet dan aman digunakan untuk makanan.

5. Rempah dan Bumbu Kering

Rempah kering memang memudahkan proses memasak jika diletakkan dekat area kompor. Panas dan kelembaban dari kompor mempercepat penurunan kualitas rempah tersebut.

Senyawa aromatik dalam rempah menguap lebih cepat akibat suhu tinggi. Rasa bumbu pun menjadi berkurang ketika digunakan untuk memasak sehari-hari.

Simpan bumbu kering di laci atau lemari dekat kompor yang tidak terkena panas langsung. Aroma dan rasa rempah akan bertahan lebih lama dengan cara ini.

6. Bahan Makanan Kering

Beras, pasta, kopi, dan kacang-kacangan tidak membutuhkan lemari pendingin, tetapi tetap rentan terhadap uap dari kompor. Kelembaban yang masuk ke kemasan dapat mengubah tekstur bahan makanan.

Makanan kering bisa menggumpal, kehilangan kerenyahan, atau ditumbuhi jamur jika kemasan tidak rapat. Kondisi ini terjadi akibat reaksi antara kelembaban dan kandungan pati di dalamnya.

Gunakan wadah kedap udara dan simpan di lemari yang kering. Benda yang tidak boleh disimpan di atas kompor ini perlu mendapat perhatian khusus di dapur.

7. Barang Mudah Terbakar

Tisu dapur, buku resep, dan sarung tangan oven sering diletakkan di atas kompor agar mudah dijangkau saat memasak. Barang berbahan kain dan kertas ini tergolong material yang cepat terbakar.

Paparan panas berulang dan percikan minyak dari wajan bisa memicu kebakaran dalam waktu singkat. Risiko ini meningkat jika kompor menyala dalam waktu lama.

Simpan buku resep, tisu, dan kain dapur di rak yang jauh dari area memasak. Langkah sederhana ini membantu mencegah kebakaran di rumah.

8. Alat Elektronik Dapur

Blender, air fryer, dan mesin kopi kerap disimpan dekat kompor karena dianggap memanfaatkan ruang kosong di dapur. Area tersebut sebenarnya dipenuhi uap, panas, dan sisa minyak yang menempel pada komponen alat.

Uap dan minyak yang menempel memicu reaksi korosi pada bagian logam alat elektronik. Kondisi ini mempercepat kerusakan mesin dan mengurangi usia pakai perangkat.

Pindahkan alat elektronik dapur ke sudut yang tidak terkena panas langsung dari kompor. Perangkat pun lebih awet dan tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Itulah delapan benda yang tidak boleh disimpan di atas kompor karena berisiko memicu reaksi kimia dan mengancam keselamatan penghuni rumah. Menata ulang posisi penyimpanan barang dapur bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kualitas produk sekaligus mencegah kecelakaan di dapur.

Pertanyaan Seputar Benda yang Tidak Boleh Disimpan di Atas Kompor

1. Kenapa tidak boleh menyimpan barang di atas kompor?

Panas dan uap dari kompor dapat memicu reaksi kimia pada berbagai benda, mempercepat kerusakan, dan meningkatkan risiko kebakaran di dapur.

2. Apa saja benda yang tidak boleh disimpan di atas kompor?

Kaleng aerosol, cairan pembersih kimia, minyak goreng, wadah plastik, rempah kering, bahan makanan kering, barang mudah terbakar, dan alat elektronik dapur termasuk dalam daftar ini.

3. Apakah minyak goreng boleh disimpan dekat kompor?

Sebaiknya tidak. Panas kompor mempercepat oksidasi minyak sehingga minyak lebih cepat tengik dan kualitasnya menurun.

4. Kenapa kaleng aerosol berisiko jika dekat kompor?

Suhu tinggi meningkatkan tekanan gas di dalam kaleng sehingga kaleng berisiko menggembung, bocor, bahkan meledak jika terkena percikan api.

5. Di mana sebaiknya menyimpan bahan makanan kering agar tetap awet?

Bahan makanan kering sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di lemari yang sejuk dan jauh dari sumber panas maupun kelembaban.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|