4 Ciri Orang yang Diam-Diam Bahagia Saat Melihat Anda Gagal

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Tidak semua orang yang tampak baik di hadapan Anda benar-benar menginginkan yang terbaik untuk hidup Anda. Ada sebagian orang yang terlihat mendukung, memberikan senyuman, bahkan menawarkan bantuan. Namun, di balik sikap tersebut, mereka justru diam-diam merasa puas ketika Anda mengalami kesulitan.

Orang seperti ini sering kali sulit dikenali. Mereka pandai menyembunyikan niat sebenarnya di balik sikap ramah dan perhatian. Baru setelah waktu berlalu, pola perilakunya mulai terlihat. Ketika Anda menyadarinya, Anda mungkin akan melihat banyak hal yang sebelumnya terlewat.

Berikut empat tanda yang bisa menunjukkan bahwa seseorang diam-diam menikmati saat-saat sulit yang Anda alami, Minggu (2/8/2026).

1. Mereka Sering Meruntuhkan Rasa Percaya Diri Anda

Ada orang yang merasa lebih baik tentang dirinya sendiri ketika berhasil membuat orang lain merasa lebih kecil.

Mereka mungkin sering melontarkan komentar yang terdengar seperti candaan, tetapi sebenarnya perlahan mengikis rasa percaya diri Anda.

Orang seperti ini biasanya memiliki rasa tidak aman (insecure) yang cukup besar. Untuk menutupi kelemahannya, mereka mencoba menjatuhkan orang-orang di sekitarnya agar merasa lebih unggul.

Perhatikan juga bagaimana mereka bersikap ketika hidup Anda sedang berjalan baik.

Jika seseorang hanya muncul saat Anda mengalami masalah, tetapi mulai menjaga jarak ketika Anda berhasil atau bahagia, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka sebenarnya tidak benar-benar mendukung Anda.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang tampak percaya diri belum tentu benar-benar merasa aman dengan dirinya sendiri. Tidak sedikit yang justru menutupi rasa tidak percaya diri dengan meremehkan orang lain.

2. Mereka Sulit Menunjukkan Empati

Empati merupakan kemampuan memahami dan merasakan apa yang sedang dialami orang lain.

Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan ini dengan baik.

Ketika Anda sedang menghadapi masa sulit, orang yang kurang memiliki empati mungkin tidak benar-benar peduli dengan perasaan Anda. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru terlihat acuh atau bahkan meremehkan apa yang sedang Anda alami.

Kurangnya empati dapat membuat hubungan menjadi tidak sehat karena kebutuhan emosional Anda terus diabaikan.

Dalam beberapa kasus, mereka tidak membantu bukan karena tidak mampu, tetapi karena kondisi Anda justru memberikan keuntungan emosional bagi mereka.

Tanpa empati, seseorang tidak memiliki banyak alasan untuk berhenti menyakiti orang lain atau merasa bersalah setelah melakukannya.

3. Mereka Tidak Pernah Mau Meminta Maaf

Salah satu tanda hubungan yang sehat adalah kemampuan mengakui kesalahan dan meminta maaf ketika telah menyakiti orang lain.

Namun, orang yang diam-diam senang melihat Anda terpuruk biasanya sulit, bahkan enggan, melakukan hal tersebut.

Mereka cenderung berpura-pura tidak melakukan kesalahan atau justru membuat Anda merasa terlalu sensitif. Alih-alih bertanggung jawab, mereka lebih memilih mempertahankan harga diri dan menganggap diri selalu benar.

Jika seseorang berkali-kali menyakiti Anda tetapi tidak pernah mau meminta maaf atau menganggap semua itu hal yang biasa, bisa jadi hubungan tersebut tidak sebaik yang Anda kira.

Setiap orang berhak diperlakukan dengan rasa hormat, termasuk mendapatkan permintaan maaf yang tulus ketika memang disakiti.

4. Mereka Terlihat Simpatik, tetapi Diam-Diam Menikmati Kesulitan Anda

Ini mungkin menjadi tanda yang paling sulit dikenali.

Di depan Anda, mereka tampak prihatin dan seolah ikut bersedih. Namun, di balik semua itu, mereka justru merasa lebih baik ketika melihat hidup Anda tidak berjalan mulus.

Bahkan, terkadang mereka memberikan saran yang sekilas terdengar membantu, tetapi justru membuat masalah semakin rumit.

Dalam psikologi, ada istilah schadenfreude, yaitu perasaan senang ketika melihat orang lain mengalami kesulitan.

Sebuah penelitian dari Leiden University menemukan bahwa orang dengan harga diri yang rendah lebih rentan mengalami perasaan tersebut. Melihat orang lain gagal membuat mereka merasa kehidupan mereka sendiri tidak terlalu buruk.

Jika ada seseorang yang terlihat terlalu tenang, terlalu penasaran, atau bahkan tampak menikmati ketika Anda sedang mengalami masalah, mungkin ada baiknya Anda mulai lebih berhati-hati.

Jangan Ragu Menjaga Jarak dari Orang yang Tidak Tulus

Menghadapi orang yang diam-diam menikmati kesulitan Anda memang tidak mudah. Apalagi jika orang tersebut merupakan teman dekat, rekan kerja, atau bahkan anggota keluarga.

Namun, menjaga kesehatan mental juga berarti memilih lingkungan yang benar-benar mendukung Anda.

Orang-orang yang tulus akan ikut bahagia saat Anda berhasil dan memberikan dukungan ketika Anda sedang jatuh. Sebaliknya, mereka yang diam-diam menikmati penderitaan Anda tidak layak mendapat tempat istimewa dalam hidup.

Mengurangi interaksi atau menjaga jarak dari orang seperti ini bukan berarti Anda egois. Justru, itu bisa menjadi bentuk menghargai diri sendiri dan menjaga kesejahteraan emosional.

Karena pada akhirnya, Anda berhak dikelilingi oleh orang-orang yang benar-benar ingin melihat Anda tumbuh, bahagia, dan berhasil.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|