Liputan6.com, Jakarta - Cara membuang sampah sisa makanan di lahan sempit merupakan langkah strategis untuk menekan volume sampah yang berakhir di TPA, sesuai dengan prinsip pengelolaan limbah di hulu. Plt Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Klaten, Waluyo (56), menekankan bahwa setiap rumah tangga idealnya mandiri dalam mengolah sisa dapur agar tidak terbuang percuma.
"Penyelesaian sampah organik dari rumah tangga itu tidak dibuang, sehingga dimanfaatkan oleh masing-masing rumah tangga dengan sistem lubang sisa dapur, kemudian biopori," jelasnya kepada Liputan6.com.
Menurut Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten, pemanfaatan area terbatas untuk lubang biopori atau sistem komposter dapat membantu proses peresapan air sekaligus penguraian bakteri. Waluyo menambahkan bahwa jika seluruh lapisan masyarakat mampu melakukan pengolahan mandiri, maka permasalahan sampah di tingkat wilayah akan jauh lebih mudah teratasi. Dengan pemilihan metode yang tepat, keterbatasan lahan bukan lagi menjadi halangan bagi setiap rumah untuk berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (11/3/2026).
1. Pembuatan Lubang Biopori Vertikal
Waluyo menyarankan agar setiap rumah menyediakan lubang dengan kedalaman tertentu agar kapasitas tampungnya lebih lama.
"Sebenarnya kalau memang hanya sebatas untuk pembuangan sisa makanan, itu ideal minimal punya tiga lubang biopori dengan panjang diusahakan minimal 50 sampai 60 sentimeter," ungkap beliau mengenai cara membuang sampah sisa makanan di lahan sempit.
DLH Klaten menyebutkan bahwa pipa PVC yang ditanam tegak lurus ini sangat efektif mengolah sampah organik sekaligus meningkatkan daya resap air ke dalam tanah.
2. Metode Losida (Lodong Sisa Dapur)
Pemanfaatan paralon atau lodong yang ditanam di tanah menjadi pilihan favorit bagi rumah yang memiliki ruang terbuka sangat terbatas. Waluyo menjelaskan bahwa konsep ini bisa diterapkan secara fleksibel, bahkan "bisa dengan ember yang penting ember itu sudah diisi tanah dulu sebelum ada penanaman losidanya."
Berdasarkan pamflet edukasi DLH Klaten, sistem Losida berfungsi menampung sisa dapur harian agar terdekomposisi secara alami tanpa memerlukan lahan yang luas di sekitar area hunian.
3. Sistem Komposter dalam Wadah
Penggunaan galon bekas atau compost bag menjadi cara membuang sampah sisa makanan di lahan sempit yang praktis karena bisa diletakkan di sudut teras atau balkon. Waluyo mengharapkan setiap rumah tangga mulai membiasakan diri mengolah sampah secara mandiri "dengan sistem komposter di tingkat rumah tangga agar persentase sampah yang terbuang ke TPA menurun."
Data resmi pemerintah daerah menunjukkan pencampuran sampah dapur dengan aktivator di dalam wadah tertutup dapat menghasilkan pupuk cair maupun padat dalam waktu relatif singkat.
4. Teknik Jogangan untuk Sisa Tanah Terbuka
Meskipun hanya memiliki sedikit area tanah di pojok halaman, pembuatan lubang jogangan tetap bisa dilakukan sebagai tempat pembuangan alami. Waluyo memaparkan bahwa lubang ini akan terus bisa diisi karena sampah akan menyusut saat proses penguraian berlangsung, yakni "nanti kalau sudah berumur bawah sampai jadi kompos bener kan pasti longgar karena sudah terurai."
Pamflet DLH Klaten mencatat bahwa jogangan adalah cara termurah untuk mengembalikan nutrisi organik langsung ke dalam ekosistem tanah di sekitar rumah.
5. Aplikasi Biopori di Halaman Berlantai Beton
Halaman yang sudah tertutup semen tetap bisa difungsikan sebagai media cara membuang sampah sisa makanan di lahan sempit dengan cara melakukan pengeboran lantai. Waluyo memberikan panduan teknis bahwa "kalau sudah dibeton bisa dibor, yang penting paralon biopori itu masuk ke tanah agar bakteri pengurai bisa membantu."
Menurut standar operasional dari DLH Klaten, lubang pada beton tersebut menjadi akses bagi mikroorganisme tanah untuk mencapai sisa makanan dan mengubahnya menjadi pupuk organik.
FAQ
Apa itu sistem Losida?
Losida (Lodong Sisa Dapur) adalah cara membuang sampah organik ke dalam pipa paralon yang ditanam di tanah atau wadah berisi tanah.
Berapa dalam lubang biopori untuk sisa makanan?
Sesuai anjuran DLH Klaten, kedalaman minimal adalah 50-60 cm agar kapasitas tampungnya lebih lama sebelum penuh.
Apakah lubang biopori akan penuh permanen?
Tidak, karena sampah yang sudah terurai menjadi kompos akan menyusut dan membuat ruang lubang kembali longgar.
Bagaimana jika tidak ada tanah sama sekali?
Gunakan metode komposter ember atau Losida dalam pot besar yang diisi tanah sebagai media pengurai.
Berapa jumlah lubang biopori ideal per rumah?
Plt Kabid DLH Klaten menyarankan minimal 3 lubang agar pemanfaatan pembuangan sampah bisa bergantian dan lebih awet.

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527501/original/022170700_1773205033-unnamed_-_2026-03-11T115503.556.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527439/original/044504100_1773203233-dinding_batu_berlumut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527428/original/089369700_1773202634-Menutup_Lubang_Paku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527521/original/020077000_1773205421-Rumah_Kecil_5__10_di_Desa_Punya_Kebun_Buah_dan_Sayur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526571/original/029574000_1773125626-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_13.33.08__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527545/original/056607200_1773205907-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527190/original/077865500_1773194086-Mengoles_resleting_jaket_dengan_lipbalm__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527360/original/037343400_1773200966-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3927931/original/017830000_1644369100-manu-schwendener-zFEY4DP4h6c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4514354/original/090343000_1690337409-medium-shot-senior-couple-with-laptop_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527346/original/029786800_1773200919-Dapur_tanpa_kitchen_set_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527393/original/036751200_1773201916-Model_Dapur_Minimalis_Bar_Sebagai_Solusi_Cerdas_untuk_Ruang_Terbatas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527309/original/017024900_1773200247-Mengganjal_Engsel_untuk_Memperbaiki_Kemiringan__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527359/original/099735000_1773200938-unnamed_-_2026-03-11T104635.088.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527317/original/003160000_1773200705-Kandang_Kelinci_Rumahan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527281/original/069547200_1773199051-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5087508/original/070365200_1736408811-marc-klok_8c78192.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527286/original/027795200_1773199281-Gemini_Generated_Image_4en1tf4en1tf4en1.jpeg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)