5 Keuntungan Ternak Ikan Hias di Galon dan Terpal, Lebih Hemat dari Kolam Semen

13 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan identik dengan kolam permanen berbahan semen yang membutuhkan biaya besar dan lahan luas. Namun, cara tersebut bukan satu-satunya pilihan. Keuntungan ternak ikan hias di galon dan terpal justru terletak pada biaya yang lebih hemat, fleksibilitas tinggi, serta kemudahan perawatan, sehingga cocok bagi pemula yang ingin memulai dari skala kecil.

Hal ini dibuktikan oleh Joan (25), warga Wedomartani, Ngemplak, Sleman, yang memilih menggunakan galon dan terpal untuk mengembangkan usaha ikan hiasnya. Ia mengaku sengaja menghindari pembuatan kolam semen karena pertimbangan biaya.

"Enggak, soalnya kolam kayak semen gitu kan memang butuh biaya gede. Lebih gampang di galon," ujar Joan yang ditemui Liputan6.com pada Sabtu (21/2).

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Selain hemat, penggunaan galon dan terpal dinilai lebih praktis, terutama bagi pemula yang baru mencoba budidaya.

1. Biaya Jauh Lebih Murah

Membuat kolam semen permanen membutuhkan biaya jutaan rupiah, mulai dari material bangunan, tukang, hingga perawatan. Sementara itu, galon bekas bisa didapat dengan harga sangat terjangkau.

"Galon paling kalau misalnya mau beli di rongsokan cuma Rp1.000 itu," kata Joan.

Dengan harga tersebut, pemula bisa langsung memiliki wadah budidaya tanpa harus mengeluarkan modal besar. Bahkan, galon yang tidak terpakai di rumah pun bisa dimanfaatkan kembali.

Kolam terpal juga relatif lebih murah dibanding kolam galian atau semen. Rangka sederhana ditambah terpal sudah cukup untuk menampung ikan dalam jumlah lebih banyak.

2. Fleksibel dan Mudah Dipindahkan

Salah satu keunggulan galon dan terpal adalah sifatnya yang fleksibel. Berbeda dengan kolam semen yang permanen, wadah ini bisa dipindahkan atau ditambah sesuai kebutuhan.

Jika jumlah ikan bertambah, pemilik cukup menambah galon baru tanpa perlu renovasi besar. Hal ini sangat membantu bagi usaha rumahan yang berkembang secara bertahap.

Joan sendiri kini memiliki lebih dari 10 galon, empat kolam terpal, serta lima akuarium. Semua berkembang dari skala kecil tanpa perombakan besar di pekarangan rumahnya.

"Galon itu ada banyak, 10 lebih, terpal ada yang di sini sama ada lagi di pojok jadi ada 4 kalau terpal. Kalau yang akuarium ada 5," ungkapnya.

3. Cocok untuk Lahan Sempit

Tidak semua orang memiliki halaman luas untuk membuat kolam permanen. Media galon memungkinkan budidaya dilakukan di teras, samping rumah, bahkan sudut pekarangan sempit.

Kolam terpal pun bisa disesuaikan ukurannya dengan kondisi lahan. Inilah yang membuat metode ini ramah untuk anak muda atau keluarga yang tinggal di kawasan padat.

4. Risiko Lebih Terkontrol

Dalam budidaya ikan hias seperti guppy, molly, platy, maupun ikan pedang, pemisahan indukan dan anakan sangat penting. Galon memudahkan proses ini karena kapasitasnya kecil dan lebih mudah diawasi.

Jika terjadi masalah pada satu wadah, dampaknya tidak langsung menyebar ke seluruh populasi seperti pada kolam besar. Sistem ini membuat risiko kerugian lebih terkendali.

5. Cocok untuk Skala Hobi yang Berkembang

Menurut Joan, usahanya berawal dari hobi memanfaatkan galon kosong di rumah. Namun seiring waktu, jumlah ikan terus bertambah hingga bisa dijual secara online.

"Hobi aja sih. Hobi awalnya. Karena udah mulai offer kan ikannya. Sudah kebanyakan, enggak tahu mau naruh di mana lagi ya jadi dijual," katanya.

Media sederhana memungkinkan proses belajar tanpa tekanan modal besar. Jika gagal, kerugian tidak terlalu besar. Jika berhasil, wadah bisa ditambah secara bertahap. Pendekatan ini berbeda dengan kolam semen yang menuntut kesiapan modal sejak awal.

Tetap Butuh Perawatan Konsisten

Meski lebih hemat, budidaya menggunakan galon dan terpal tetap membutuhkan perawatan rutin. Penggantian air sebagian setiap 2–3 hari, pemberian pakan dua kali sehari, serta pemantauan suhu saat musim hujan menjadi kunci keberhasilan.

Tanpa ketelatenan, media apa pun tidak akan menghasilkan panen maksimal.

"Yang penting telaten aja. Jaga kondisi air sama enggak kelebihan kasih pakannya,” pesan Joan.

Alternatif Realistis untuk Pemula

Metode galon dan terpal bukan berarti lebih rendah kualitasnya. Justru bagi pemula, cara ini menjadi alternatif realistis sebelum memutuskan investasi lebih besar.

"Cocok sih (untuk pemula). Gampang perawatannya, yang penting telaten aja. Jaga kondisi air sama enggak kelebihan kasih pakannya," imbuhnya.

Dengan biaya minim, risiko terkontrol, dan fleksibilitas tinggi, budidaya ikan hias bisa dimulai dari rumah tanpa harus membangun kolam permanen.

Bagi siapa pun yang ingin mencoba usaha rumahan, pendekatan sederhana seperti yang dilakukan Joan menunjukkan bahwa memulai tidak selalu harus mahal. Rupanya, yang dibutuhkan hanya wadah bekas, sedikit kreativitas, dan konsistensi dalam merawat.

FAQ

Apa keuntungan ternak ikan hias di galon dan terpal?

Lebih hemat biaya, fleksibel, dan tidak membutuhkan lahan luas.

Apakah galon bekas aman untuk budidaya ikan?

Aman selama dibersihkan terlebih dahulu dan air dijaga kualitasnya.

Lebih murah mana kolam semen atau terpal?

Kolam terpal jauh lebih murah karena tidak perlu biaya bangunan permanen.

Apakah budidaya di galon cocok untuk pemula?

Sangat cocok karena mudah diawasi dan risikonya lebih kecil.

Berapa kapasitas ikan dalam satu galon?

Biasanya diisi sepasang indukan atau sekitar 30 anakan sebelum disortir.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|