Liputan6.com, Jawa Tengah - Seriping pisang atau keripik pisang menjadi salah satu camilan tradisional yang banyak digemari. Rasanya gurih, teksturnya renyah, dan cocok dinikmati kapan saja. Namun, tidak semua orang berhasil membuat tips goreng seriping pisang yang benar-benar renyah dan tahan lama.
Bagi Sunarti (51), warga Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Jawa Tengah, membuat seriping pisang sudah menjadi rutinitas selama kurang lebih 10 tahun. Dari dapur rumahnya, ia memproduksi keripik yang kemudian dipasok ke berbagai warung di sekitar wilayahnya.
Saat ditemui pada 11 Maret 2026, Bu Sunarti berbagi beberapa tips sederhana agar seriping pisang bisa tetap gurih dan renyah meski disimpan cukup lama.
"Yang penting itu cara menggorengnya harus benar. Jangan sampai lembek,” ujar Bu Sunarti kepada Liputan6.com, Rabu (11/3/2026).
1. Gunakan Pisang Kepok yang Sudah Tua
Langkah pertama yang menurut Bu Sunarti sangat menentukan adalah pemilihan bahan baku. Ia selalu menggunakan pisang kepok karena teksturnya lebih padat sehingga cocok dijadikan seriping. Namun bukan hanya jenis pisangnya, tingkat kematangannya juga harus diperhatikan.
“Ciri-cirinya ya yang pisangnya sudah tua,” katanya.
Pisang yang terlalu muda biasanya menghasilkan keripik yang keras, sementara pisang yang terlalu matang bisa membuat keripik cepat lembek. Karena itu, pisang yang dipilih adalah pisang yang sudah tua tetapi belum terlalu matang.
2. Minyak Harus Banyak dan Benar-benar Panas
Menurut Bu Sunarti, kesalahan yang sering terjadi saat membuat keripik adalah penggunaan minyak yang terlalu sedikit atau belum cukup panas. Padahal, minyak yang panas dan jumlahnya cukup akan membuat keripik matang merata dan lebih renyah.
“Minyak juga harus banyak dan panas,” jelasnya.
Jika minyak kurang panas, keripik akan menyerap terlalu banyak minyak dan hasilnya menjadi lembek. Sebaliknya, minyak yang panas akan langsung mengunci tekstur pisang sehingga keripik menjadi kering dan renyah.
3. Goreng hingga Benar-benar Kering
Selain suhu minyak, lama penggorengan juga berpengaruh pada kualitas seriping pisang. Bu Sunarti mengatakan seriping harus digoreng sampai benar-benar kering agar bisa bertahan lama.
“Ya kering gorengnya, enggak lembek,” ujarnya.
Keripik yang masih setengah matang biasanya terlihat renyah saat baru diangkat, tetapi akan cepat melempem setelah beberapa jam. Karena itu, ia selalu memastikan seripingnya sudah benar-benar kering sebelum diangkat dari wajan.
4. Meniriskan Secara Tradisional
Banyak produsen keripik saat ini menggunakan alat spinner untuk mengurangi minyak pada keripik. Namun Bu Sunarti masih menggunakan cara tradisional. Setelah diangkat dari wajan, keripik langsung ditiriskan hingga minyaknya benar-benar turun.
“Karena enggak ada spinner ya pakai cara tradisional meniriskannya,” katanya.
Meski sederhana, cara ini tetap efektif jika dilakukan dengan benar. Keripik yang ditiriskan dengan baik akan lebih kering dan tidak berminyak, sehingga lebih tahan disimpan.
5. Mempertahankan Rasa Original
Berbeda dengan banyak produsen keripik yang menawarkan berbagai varian rasa, Bu Sunarti memilih tetap mempertahankan rasa asin gurih. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, keripik dengan bumbu tambahan biasanya tidak bertahan lama dibandingkan rasa original.
“Ya rasa dipertahankan. Saya enggak bikin varian rasa lain selain asin karena ketahanannya kurang,” jelasnya.
Dengan rasa original, seriping pisang buatannya bisa bertahan lebih lama tanpa mengurangi kualitas rasa.
Berawal dari Dapur Rumah
Usaha seriping pisang Bu Sunarti sebenarnya bermula dari hal yang sangat sederhana. Ia awalnya hanya membuat keripik untuk konsumsi keluarga. Namun ternyata banyak tetangga yang tertarik.
“Awalnya sih sebenarnya bikin buat sendiri loh. Terus ada yang minat, jadi selanjutnya dijadikan usaha,” katanya.
Sekitar 10 tahun lalu, ia mulai menjual seriping pisang dalam jumlah kecil. Produksinya saat itu masih terbatas, hanya sekitar satu epek pisang sesuai pesanan tetangga.
“Ya biasa paling satu epek pisang. Tetangga pesan,” ujarnya.
Seiring waktu, usaha tersebut berkembang. Kini Bu Sunarti hampir setiap hari memproduksi keripik untuk memenuhi permintaan. Saat ini, produk seriping pisang Bu Sunarti tidak hanya dijual ke tetangga. Keripik tersebut juga dipasok ke berbagai warung di sekitar wilayahnya. Selain itu, ada juga sales yang membantu mendistribusikan produknya.
“Ke warung-warung. Sama ada sales. Sales ambil kalau di warung kosong dia langsung pesan,” jelasnya.
Dalam satu warung, biasanya sekitar 15 hingga 20 bungkus keripik bisa terjual sebelum stok kembali diisi. Pengambilan produk oleh warung biasanya dilakukan sekali hingga dua kali dalam seminggu.
Konsistensi Jadi Kunci
Setelah lebih dari satu dekade menjalankan usaha rumahan ini, Bu Sunarti percaya bahwa kunci utama agar usaha kecil bisa bertahan adalah menjaga kualitas rasa. Ia tetap menggunakan cara sederhana yang sudah dipakai sejak awal.
Bagi Bu Sunarti, yang terpenting bukan hanya banyaknya produksi, tetapi bagaimana menjaga kualitas keripik agar tetap gurih dan renyah.
“Yang penting rasanya dipertahankan,” ujarnya.
Dari dapur sederhana di Karangklesem, tips-tips sederhana itu terbukti mampu menjaga kualitas seriping pisang buatannya. Bahkan hingga kini, keripik Bu Sunarti masih rutin mengisi rak-rak warung di sekitar Purwokerto Selatan.
FAQ
Apa jenis pisang yang cocok untuk seriping pisang?
Pisang kepok yang sudah tua paling cocok karena teksturnya padat dan tidak mudah lembek saat digoreng.
Bagaimana tips goreng seriping pisang agar renyah?
Gunakan minyak banyak dan panas, lalu goreng hingga benar-benar kering agar keripik tidak lembek.
Mengapa seriping pisang harus digoreng sampai kering?
Keripik yang digoreng hingga kering akan lebih renyah dan bisa bertahan lebih lama saat disimpan.
Apakah perlu alat spinner untuk meniriskan keripik?
Tidak wajib. Keripik tetap bisa renyah jika ditiriskan dengan baik secara tradisional.
Mengapa seriping pisang original lebih tahan lama?
Rasa original tanpa banyak bumbu biasanya memiliki daya simpan lebih lama dibanding keripik berbumbu.

16 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462380/original/039113100_1767574476-Ternak_Puyuh_di_Teras_Rumah__2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527372/original/013049700_1773200987-d14fecfd-6a67-4d8a-be01-0e5ced9ca667.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4371977/original/088823300_1679822595-20230325BL_FIFA_Matchday_Timnas_Indonesia_Vs_Timnas_Burundi_Stok_Foto_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4048113/original/029989100_1654782832-Timnas_Indonesia_-_Ilustrasi_Marc_Klok_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529310/original/002544900_1773321460-IMG_20260312_201451_224.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529411/original/090031600_1773333015-20260312BL_Launching_Jersey_Baru_Timnas_Indonesia_Kelme_22.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529349/original/083358800_1773326986-Persis_Solo_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529354/original/044017000_1773327192-fano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529341/original/059651400_1773325701-20260312BL_Launching_Jersey_Timnas_Indonesia_Kelme-25.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529340/original/091771200_1773325520-20260312BL_Launching_Jersey_Timnas_Indonesia_Kelme-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529329/original/079766300_1773324745-20260312BL_Launching_Jersey_Timnas_Indonesia_Kelme-18.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529309/original/033912300_1773321459-IMG-20260312-WA0149.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529335/original/040466300_1773325204-20260312BL_Launching_Jersey_Timnas_Indonesia_Kelme-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394190/original/001042600_1761627726-Teras_dengan_Kanopi_Baja_Ringan_yang_Kokoh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529155/original/004037400_1773308336-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529304/original/050276800_1773320336-5268661a-43d5-462a-a046-60d9f1a2f97e.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)